
Menikmati senja sembari makan kue dan minum teh di pinggir pantai merupakan sebuah kenyamanan tersendiri, apalagi di temani oleh kekasih dan sahabat.
Entah kenapa dalam hati Keenan dan Deon yang selalu sibuk dengan rutinitas masing – masing merasa jika kegiatan seperti ini sangat cocok untuk menghilangkan penat dan pikiran suntuk.
‘’Keenan, bagaimana kalau setiap sore kita seperti ini? Nyaman sekali bukan?’’ saran Deon.
‘’Kamu benar, mulai besok setiap sore kita duduk bersama di sini,’’ jawab Keenan langsung setuju.
‘’Tapi aku tidak setuju jika setiap sore aku di suruh masak terus,’’ sergah Adella.
‘’Kamu tenang, besok akan aku pindahkan salah satu koki terbaik di restoranku untuk masak kue di sini,’’ sela Keenan.
‘’Yee… Bagus kalau begitu, lihatlah matahari sudah mulai terbenam,’’ pekik Aileen sambil menunjuk ke ujung lautan.
Deon dengan cekatan langsung menyalakan lentera yang memang sengaja dipasang di sana.
Mereka berempat terpukau melihat Matahari yang tampak sedang bersembunyi ke dasar laut, sungguh pemandangan yang sangat menakjubkan.
Tak berapa lama langit sudah gelap, tergantikan oleh sinar rembulan yang agak redup. Di tambang lentera yang remang – remang.
‘’Aileen, besok malam kakakku ingin mengajak kita makan malam bersama,’’ ucap Deon manis.
Aileen yang sedang minum langsung tersedak karena kaget, perasaan ngerinya langsung menjalar ke seluruh tubuh karena mengingat cerita Keenan mengenai kebiasaan Saidon yang suka minum darah gadis.
‘’Aileen, kamu kenapa bengong?’’ tanya Deon.
‘’Adella, kamu besok ikut ya?’’ pinta Aileen dengan tatapan memohon.
‘’Tidak bisa! Besok malam Adella juga akan ada acara makan bersama kedua orang tuaku,’’ sergah Keenan.
Adella menjadi kebingungan antara menemani sahabatnya yang pasti ketakutan atau kekasihnya sendiri.
‘’Aileen, kenapa mesti mengajak Adella? Lagipula Adella juga punya urusan sendiri. Kamu tenang saja, tidak akan aku biarkan siapapun untuk melukaimu. Karena aku akan selalu melindungimu,’’ bujuk Deon.
Aileen mau tidak mau nganggukkan kepalanya tanda patuh.
‘’Sudah malam, ayo kita semua masuk ke dalam rumah. Aku juga mau tidur karena besook pagi harus berangkat rapat,’’ ajak Keenan sambal menggandeng lengan Adella dan mengajak berdiri.
__ADS_1
Keenan dan Aileen pun juga ikut beranjak dan berjalan Bersama di belakang Keenan dan Adella.
***********************************************************************************
Adella merasa curiga kenapa kekasihnya sudah buru – buru mengajaknya tidur, dan benar saja, setelah sampai di dalam kamar dengan buasnya Keenan langsung mendaratkan ciuman yang dahsyat. Seperti seekor serigala yang kelaparan dan begitu melihat rusa tak tahan segera menerkam.
‘’Keenan, katanya kamu mau segera tidur,’’ protes Adella.
‘’Diamlah, dan nikmati saja,’’ jawab Keenan setengah berbisik.
Entah kenapa hari ini Adella tidak berdaya untuk menolak, serangan Keenan terlalu nikmat untuk dielak.
Adella sudah pasrah saat satu persatu pakaiannya dilucuti, akan tetapi tiba – tiba dari arah luar pintu di ketuk dengan keras.
‘’Ada apa?’’ teriak Keenan marah besar karena terganggu lagi.
‘’Barusan papamu telepon, jika mamamu masuk rumah sakit dan kamu di suruh ke sana sekarang juga,’’ kata Deon serius dari luar.
‘’Tumben mama mau ke rumah sakit, biasanya tidak pernah mau dan selalu menyuruh dokter yang ke rumah. Jangan – jangan mama sakit parah,’’ batin Keenan cemas.
Keenan segera bangkit dan mengambil baju lain di lemari.
Adella yang sebenarnya sudah berhasrat kini gantian harus menahan diri.
Setelah itu keduanya langsung keluar dari kamar.
‘’Deon, mungkin malam ini aku tidak akan pulang. Tapi kamu tenang saja, nanti mengenai anak buahku untuk mengawalmu besok akan aku urus,’’ pamit Keenan.
‘’Iya, terima kasih banyak ya,’’ jawab Deon menepuk bahu Keenan untuk memberi kekuatan hati.
Keenan langsung saja menyambar tangan Adella dan mengajak ke tepi pantai, di sana sudah ada pilot dan helicopter yang selalu siap sedia.
Banyak hal yang membuat Adella bertanya – tanya, apakah benar jika Saidon suka minum darah gadis sampai besok harus membawa pengawal banyak. Dan kira – kira apa yang terjadi dengan calon mama mertuanya kenapa bisa sampai masuk ke dalam rumah sakit. Akan tetapi Adella tidak berani bertanya karena Keenan terlihat cemas dan sedang banyak pikiran.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh mereka berdua sampai juga di sebuah rumah sakit mewah. Dan di sana tempat mama Keenan di rawat.
Akan tetapi Keenan merasa heran, kalau mamanya sakit parah kenapa wajah sang papa tampak di buat – buat kesedihannya.
__ADS_1
‘’Pa, bagaimana keadaan mama?’’ tanya Keenan.
‘’Entahlah, hasil fonisnya belum keluar. Tiba – tiba saja mamamu pingsan tadi sore, dan sampai sekarang belum sadar juga,’’ jawab papanya Keenan murung.
Keenan lalu masuk mendekati sang mama dan membisikkan sesuatu.
‘’Ma, segera sembuhlah. Sebulan lagi aku dan Adella akan menikah. Aku ingin semua tamu undangan tahu jika mamaku masih tampak cantik dan awet muda,’’
Mamanya Keenan langsung membuka mata dan menatap serius ke arah putranya.
‘’Kamu serius? Kenapa tidak bilang pada mama dari kemarin. Jadi mama tidak perlu pura – pura sakit dan masuk rumah sakit segala,’’ pekik mamanya Keenan dengan ekpresi kesal dan bahagia.
‘’Jadi mama mengerjaiku? Lain kali jangan seperti ini lagi,’’ jawab Keenan juga kesal.
‘’Salah kamu sendiri tidak mau segera menikah, mama malu karena semua teman – teman mama sudah memiliki cucu,’’ balas mamanya Keenan tidak mau kalah.
Adella dan Aloysius hanya menahan tawa melihat Keenan dan mamanya berantem dan saling menyalahkan.
‘’Karena Mama tidak sakit maka aku akan pulang, lagi pula besok aku dan Adella akan ke rumah mama dan papa untuk makan malam bersama,’’ pamit Keenan.
‘’Tidak! Sekarang juga kalian harus ikut mama pulang. Anak macam apa yang jarang sekali menengok orang tua? Mama dan papa juga merindukanmu, ingin bertemu saja sulit sekali seperti orang asing,’’ sindir mamanya Keenan.
‘’Iya… Iya… Maaf akhir – akhir ini aku sibuk sekali, Ma,’’ bujuk Keenan.
‘’Sibuk apaan, dari dulu kamu memang selalu seperti itu. Mentang – mentang sudah bisa menghasilkan uang sendiri jadi tidak membutuhkan mama dan papa,’’ sergah mamanya Keenan.
‘’Siapa bilang? Aku ini anak mama satu – satunya yang selalu membutuhkan kasih sayanng dari mama dan papa,’’ bujuk Keenan dengan nada manja.
‘’Coba mama tidak pura – pura sakit apa kamu masih akan menemui mama?’’ tanya mamanya Keenan dengan nada ketus.
‘’Ma, sebenarnya besok malam aku dan Adella berencana untuk mengunjungi mama dan papa sekalian membahas soal pernikahan,’’ jawab Keenan mencoba merayu mamanya.
Adella menjadi salah tingkah sendiri, apalagi keluarganya juga belum di beritahu mengenai pernikahan yang mendadak ini.
‘’Nak, kamu jangan kaget ya? Mama Keenan memang seperti itu, bawel dan mudah ngambek,’’ ujar Aloysius dengan nada bijaksana terhadap calon mantunya.
‘’Iya,’’ jawab Adella merasa sungkan dan canggung.
__ADS_1
Meskipun Adella sudah mendapatkan persetujuan dari orang tua Keenan akan tetapi dalam hatinya masih ada rasa kurang percaya dirikarena perbedaan status. Dan itu sulit dihadapi apalagi membayangkan kelak setelah menyandang Nyonya Keenan Aloysius pasti akan menghadiri berbagai acara kalangan atas.