Scorpio

Scorpio
Positive?


__ADS_3

Sesampainya di depan Apotek Aileen mengalihkan perhatian Saralee.


"Saralee, biar sopir taksi tidak kelamaan menunggu tolong belikan buah jeruk dan pisang ya di sebelah ya? Biar aku beli obat dulu," pinta Aileen.


"Oke deh," jawab Saralee tanpa rasa curiga.


Karena memang mereka hobi ngemil buah, Saralee ingat jika persediaan di kulkas sudah habis perempuan itupun membeli buah yang lainnya juga.


Dengan buru - buru Aileen membeli vitamin penjaga daya tahan tubuh dan juga tes pack. Dia cepat - cepat memasukkan ke dalam tas sebelum Saralee kembali.


Setelah itu dia menghampiri Saralee duluan karena temannya itu begitu lama.


"Hay.. Kamu mau jualan buah?" tegur Aileen.


"Sekalian aku belanja yang banyak, aku lagi mau diet. Akhir - akhir ini aku merasa tubuhku gendut," jawab Saralee.


"Gendut apaan, sama saja kok," sergah Aileen menahan tawa.


"Aku naik empat kilo, aku ingin yang ideal," balas Saralee.


"Ya sudah, ayo aku bantuin bawa," ucap Aileen tersenyum manis.


Aileen bersikap baik - baik saja, padahal pikirannya sedang kacau dan tidak karuan.


"Bagaimana jika aku hamil? Apalagi Kak Deon belum kembali juga dan besok sore aku sudah dijemput papa dan mama," batin Aileen gelisah.

__ADS_1


*************************************


Karena masih jam kerja Adella nekat datang ke perusahaan Keenan yang sangat besar. Untung saja di sana ada beberapa anak buah yang sering melihat Adella, jadi dia diperlakukan begitu istimewa dan membuat para karyawan lain bertanya - tanya siapakah gerangan gadis itu?


Kemunculan Adella memang membuat kehebohan, terlebih lagi karena di dalam kantor sedang ada seseorang yang pernah dikabarkan dengan Keenan. Yaitu Norris, mantan Keenan.


Saat Adella masuk, di sana Keenan sedang duduk berduaan dengan Norris dan terlihat begitu mesra.


Sebelumnya Keenan sudah diberitahu kalau kekasihnya akan datang oleh pengawalnya, makanya pemuda itu sengaja memanfaatkan kehadiran sang mantan untuk membuat cemburu Adella.


"Oh maaf, Tuan Keenan. Saya tidak tahu kalau sedang ada tamu, saya permisi dulu," kata Adella bersikap santai dan hormat seperti Karyawan lain.


Keenan terkejut, pemuda itu berharap jika Adella akan marah - marah dan mengamuk. Tapi malah gadis itu seakan menyuruhnya untuk melanjutkan kemesraan dengan wanita lain.


Aksi kejar - kejaran itu menambah perhatian pada karyawan lagi, karena selama ini Keenan terkenal tegas dan cuek. Sedangkan sikapnya kaki ini sangat berbeda dengan karakter biasanya.


Para karyawan mulai berbisik satu sama lain.


Gadis yang bernama Norris juga ikut menyusul, tapi karena Keenan yang dicarinya tidak ada dia segera bertanya kepada pengawal pribadi Keenan.


"Sebenarnya siapa gadis itu?" tanya Norris.


"Dia Nyonya Adella. Calon istri Tuan Keenan,"


Mendapat jawaban tersebut Norris seketika syok, calon istri? Berarti sudah mendapat pengakuan dari orang tua Keenan.

__ADS_1


Di sisi lain Adella sudah menghentikan taksi, tapi Keenan segera membatalkan dan menarik tangan Kekasihnya ke mobilnya sendiri.


"Tuan Keenan, Bukankah di kantor sedang ada tamu istimewa? Kenapa Anda malah datang kemari?" tanya Adella santai.


Keenan semakin marah, dia langsung mencium bibir Adella dengan paksa membuat gadis itu gelagapan. Bahkan Keenan juga membuat tanda merah di leher Adella, selain kesal pemuda itu juga sangat merindukan Adella.


Adella hanya diam saja, bagaimanapun juga jika melawan kekuatan dia tidak sebanding dengan Keenan. Dan yang lebih gila lagi jika dia menolak Keenan akan berbuat lebih karena ketika marah oemua itu berubah menyeramkan.


Keenan menyesap bibir, dagu dan leher Adella yang mulus. setelah paus dipeliknya tubuh Adella yang rambutnya itu sudah acak - acakan dan Baju yang kusut berantakan.


"Sebulan ini kamu menyiksaku," bisik Keenan memeluk erat Adella.


"Maaf," jawab Adella tulus, entah kenapa dalam hatinya percaya jika yang dicintai Keenan adalah dirinya.


"Aku harus mendapat kompensasi," balas Keenan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi emnuju rumahnya sendiri.


"Kita mau kemana?" tanya Adella penasaran, dia kurang suka dengan Keenan yang kalau mengendarai mobil suka ngebut.


"Rumah kita," jawab Keenan santai.


Rumah kita? Terdengar menyeramkan dan membuat tubuh Adella merinding.


.


Jangan Lupa Like dan Vote ya🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2