Scorpio

Scorpio
Cinta mulai bersemi


__ADS_3

Saat Aileen membuka matanya, cahaya matahari yang terang sudah terlihat dari balik jendela. Dia sendiri segera memeriksa tubuhnya, dan sama sekali tidak merasakan apa apa. Masih sama seperti semula.


"Kak Deon ternyata orang baik, tapi di mana dia sekarang?" batin Aileen yang mulai merasa kagum pada sepupu Saralee itu.


Aileen memutuskan untuk mandi dan berganti pakaian terlebih dahulu agar badannya terasa segar.


Saat dia keluar dari kamar mandi, Deon sudah berada di sana dengan membawa bungkusan plastik.


"Kak Deon dari mana?" tanya Aileen penasaran.


"Ambil mobil, sekalian membeli sarapan," jawab Deon.


Deon penuh perhatian menyiapkan sarapan untuk Aileen.


Aileen terpana dengan kelembutan pemuda di depannya, apalagi wajah tampan Deon membuat Aileen berdebar-debar dadanya.


"Apa masih jauh rumah ibuku?" tanya Aileen.


"Makanlah dulu, nanti setelah ini kita langsung ke sana," jawab Deon menenangkan Aileen yang terlihat panik.


Setelah makan, mereka berdua bergegas pamit dari penginapan.


"Ini ada kenang-kenangan dari kami," kata pemilik penginapan sembari memberikan gelang yang terbuat dari kayu langka.


"Terima kasih, Pak." jawab Aileen senang.


"Ini semakin di pakai justru akan semakin kuat dan harum, setiap gelang juga di ukir nama kalian," timpal pemilik penginapan tersenyum ramah.


"Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih ya, Pak. Kami pamit dulu," ucap Deon sopan.


"Iya, hati-hati kalian," jawab pemilik penginapan tersebut.


Kebanyakan pelanggan yang menginap di sana adalah orang-orang dari luar kota yang melakukan perjalanan jauh, jadi pemilik penginapan sengaja memberikan kenang-kenangan yang di buat sendiri.


Aileen memandangi gelang tersebut dengan senang, sebab gelangnya memang bagus.


"Sini aku pakaikan," kata Deon meraih satu gelang dari tangan Aileen.


"Sepertinya punya kita ketukar, yang kamu pakaikan padaku terukir nama Deon," protes Aileen.


"Aku memang sengaja, biar saat berjauhan kita bisa saling mengingat satu sama lain," jawab Deon tersenyum manis.


"Sini, gantian aku pakaikan," ucap Aileen malu-malu.


Deon terpana menatap wajah Aileen yang cantik alami ini.


"Kamu sungguh gadis yang berbeda, Aileen. Sepertinya aku memang mencintaimu. Akankah kamu membenciku jika aku membalas dendam pada Papamu?" batin Deon dilema.


"Kenapa Kak Deon melamun?" tanya Aileen lembut.

__ADS_1


Tanpa basa-basi Deon langsung mencium bibir Aileen dengan mesra.


Aileen seketika merinding, tapi kali ini tubuhnya tidak menolak. Hanya saja dia malu, sebab mereka masih di depan penginapan.


"Kak Deon, ini masih di tempat umum," protes Aileen.


"Berarti menunggu di tempat sepi ya?" goda Deon tersenyum manis.


Aileen segera berlari menuju mobil Deon, dia merasa sangat malu.


Deon hanya tersenyum sendiri menyaksikan tingkah Aileen yang pemalu dan lucu.


💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜


Saralee merasa kurang nyaman dengan tatapan mata keluarganya dan keluarga Raiyen.


"Heh, apa kamu tidak sadar dengan tatapan mata mereka?" tanya Saralee ketus.


"Sadar, apa masalahnya?" tanya Raiyen cuek.


"Aku nggak mau jika setelah ini kita jadi semakin rumit," timpal Saralee.


"Kurasa aku lebih tampan dari para kekasihmu, kamu nambah satu juga tidak masalah," sindir Raiyen.


"Tidak, kamu kan sukanya sama Adella," balas Saralee kesal, merasa dipermainkan.


"Ha... Ha... " Raiyen hanya tertawa melihat wajah Saralee yang marah.


"Kali ini saja, aku minta bantuan kamu. Itung-itung untuk menebus kesalahanmu padaku," jawab Raiyen enteng tanpa beban.


"Kapan aku punya salah padamu?" pekik Saralee tidak terima.


"Aku maklumi, IQ kamu memang rendah. Jadi dengan mudah kamu bisa melupakan apa Yang sudah terjadi," sindir Raiyen puas.


"Kamu ini belum pernah merasakan pukulanku ya!" bentak Saralee sambil melayangkan pukulan pada bahu Raiyen.


Mereka terus beradu mulut, bahkan Saralee berkali-kali memukul Raiyen.


Di sisi lain Mike ikut senang melihat tawa dari bibir putranya, sebab selama ini Raiyen selalu bersikap dingin dan cuek.


"Janson, apa putrimu sudah memiliki tunangan?" tanya Mike penasaran.


"Belum," jawab Janson gugup, sebab Papinya Saralee itu tahu jika putrinya seorang gadis playgirl.


"Mari kita jodohkan mereka," ajak Mike bersemangat.


Mike memiliki perusahaan besar, begitu pula dengan Janson yang hanya memiliki satu anak. Kelak jika Saralee dan Raiyen menikah, pasti perusahaan mereka akan semakin hebat jika disatukan.


"Itu ide bagus," jawab Mareta langsung menyetujui.

__ADS_1


Mami Saralee bisa melihat jika putrinya bisa dijinakkan oleh Raiyen, perempuan setengah baya itu berharap Saralee bisa berubah.


"Aku juga sangat setuju, lihatlah! Mereka berdua tampak serasi sekali," timpal Queen.


Meskipun Queen hanyalah seorang ibu tiri, tapi perempuan itu dengan tulus menyayangi Raiyen sepenuh hati.


Nilna pura-pura tersenyum walaupun hatinya sakit.


"Raiyen, aku masih mencintaimu. Namun kenapa kita sekarang malah menjadi kakak adik. Aku sungguh tidak bisa menerimanya," batin Nilna.


Raiyen sebenarnya awalnya ingin bersikap cuek pada Saralee, tapi saat gadis itu kesakitan dia tidak tega juga. Dengan reflek menggendong Saralee dan meletakkannya di kursi.


"Sudah terlanjur basah, sebaiknya aku berenang sekalian. Dengan begini Nilna bisa segera melupakan aku dan mencari penggantinya, di sisi lain aku juga bisa dekat dengan Adella. Karena Saralee adalah orang yang tepat untuk jadi tunangan pura-pura aku," batin Raiyen senang.


"Kenapa kamu tersenyum sendirian?" tanya Saralee penasaran.


"Sepertinya sebentar lagi kita akan tunangan," ucap Raiyen.


"Gila, nggak mau aku. Aku hanya ingin bertunangan dengan orang yang aku cintai," bentak Saralee.


"Aku juga sama, jadi kita hanya pura-pura saja," pinta Raiyen.


"Tidak!" tolak Saralee tegas.


"Kamu tahu, kesalahanmu itu fatal sekali. Seharusnya jika waktu itu kamu tidak merebut formulir pendaftaran, mungkin saat ini adikku bisa kuliah di Universitas A," ancam Saralee.


Saralee terkejut, dia jadi paham kenapa sejak tadi saudara tiri Raiyen menatap padanya dengan pandangan tidak suka.


"Jika aku bilang ini pada orang tuamu bagaimana?" ancam Raiyen lagi.


Meskipun Saralee suka seenaknya, tapi untuk urusan yang satu ini dia tidak bisa berkutik. Sebab kemarin Papi dan Maminya sangat bangga jika dirinya bisa masuk ke Universitas A dengan usaha sendiri.


Setelah di pikir-pikir, akhirnya Saralee menyetujuinya juga. Dari pada dia harus menahan malu.


"Tapi kamu tidak boleh menyentuhku ya?" ucap Saralee.


"Tenang, aku tidak suka dengan barang bekas orang lain," jawab Raiyen tersenyum mengejek.


"Apa maksudmu? Meskipun aku suka gonta-ganti pasangan tapi aku ini masih perawan ya!" kata Saralee tajam.


"Kalau begitu kapan-kapan aku akan membuktikannya sendiri," jawab Raiyen tertawa lebar.


Saralee semakin kesal, tangannya tidak segan-segan memukul Raiyen. Namun kali ini Raiyen tidak ingin mengalah lagi, sebab pukulan Saralee menyakitkan.


Raiyen menangkap tangan Saralee, wajah mereka begitu dekat. Sampai hidung mancung keduanya hampir saja bertabrakan.


Saralee bisa merasakan jika dadanya berdebar-debar.


"Astaga, kenapa aku bisa begini?" tanya Saralee pada diri sendiri.

__ADS_1


Jangan lupa Like dan Vote sebanyak-banyaknya ya🙏 Karena dukungan dari kalian sangat berarti bagi Author.


__ADS_2