
Sebenarnya Deon sudah memiliki rumah sendiri, tetapi dia
sadar pasti Fernand akan tahu jika yang sudah membawa kabur Aileen adalah
dirinya. Dan yang lebih membahayakan lagi jika kakaknya tahu pasti tidak akan
membiarkan Aileen begitu saja.
‘’Memang satu – satunya rumah yang saat ini aman adalah
kastil di pulau Keenan. Karena tidak sembarangan orang bisa masuk ke sana. Jika
kakak atau Fernand ingin ke sana sekalipun pasti harus melewati markas pengawal
milik Keenan yang begitu banyak,’’ batin Deon.
Di dalam pesawat Deon terus menatap wajah Aileen, gadis yang
terlihat lemah tetapi sesunguhnya memiliki ketegaran yang begitu kuat. Deon
berjanji akan selalu menjaga Aileen apapun yang terjadi.
Deon terus membelai rambut serta mengecup kening Aileen
dengan sepenuh hati, jiwanya yang dulunya begitu bengis penuh dengan kedendaman
kini sudah luluh oleh kelembutan serta kepolosan wanita yang tengah tertidur
dalam pangkuannya.
‘’Kak Deon, kenapa tidak istirahat?’’ tanya Aileen sambal mangucek
matanya.
‘’Loh, bukannya aku juga sedang istirahat?’’ balas Deon
tersenyum manis.
‘’ Maksudku tiduran, apalagi perjalanan masih panjang,’’
balas Aileen malu – malu.
Deon merasa gemas dengan sikap Aileen yang mudah gugup dan
kadang kurang percaya diri untuk mengucapkan sesuatu.
‘’Apa kamu lapar?’’ tanya Deon penuh kasih.
‘’Aku memang merasa lapar, tapi jika aku makan takutnya nanti
muntah lagi.’’ Ucap Aileen jujur.
‘’Kasihan sekali kamu, gara – gara ulah aku sehingga kamu
hamil dan harus menderita seperti ini,’’ jawab Deon merasa bersalah.
‘’Menderita apanya? Wajar saja Kak Deon tidak mengerti karena
kamu seorang lelaki yang tidak pernah merasakan bagaimana ketika hamil. Rasanya
begitu indah dan bahagia sekali, terlebih lagi anak yang sedang aku kandung ini
adalah darah daging dari lelaki yang paling aku cintai,’’ balas Aileen lembut
dan tersenyum manis.
Deon sampai terpesona, dalam hatinya ingin sekali mencium
habis bibir ranum Aileen yang begitu seksi dan menggoda. Hanya saja dia harus
menahan diri karena banyak anak buah Keenan yang masih terjaga.
__ADS_1
‘’Aileen, kalau untuk sementara ini kamu tinggal di kastil milik
Keenan apa kamu mau? Ini demi kebaikan kamu dan anak kita. Karena jika kamu
berada di rumahku ataupun di rumah Saralee sewaktu -waktu papamu bisa datang.
Aku hanya tidak ingin jika kamu melihat aku dan papamu berkelahi di depan
matamu, bagaimanapun juga kamu pasti juga mencintai aku dan papamu,’’ bujuk
Deon dengan nada memohon.
‘’Kak Deon, aku tahu apa yang kamu minta ini adalah sesuatu
yang terbaik untukku. Tapi entah kenapa aku merasa hubungan kamu dan papa tidak
sesederhana ini. Aku yakin ada sesuatu yang disembunyikan dariku,’’ jawab
Aileen menatap mata Deon yang bagaikan mata elang.
Deon menjadi terpaku, dia sungguh tidak sanggup membohongi kekasihnya.
Tetapi untuk mengatakan sebuah kebenaran itu juga tidak mungkin, karena dia
tahu jika Aileen menganggap jika Fernand adalah sosok ayah yang hebat dan penuh
kasih. Jika Aileen tahu bahwa papanya sendiri sudah membunuh orang tua Deon
pasti gadis itu akan terguncang dan bisa mengganggu kehamilan yang masih muda.
‘’Sudahlah jangan memikirkan sesuatu yang bisa merusak
kesehatan. Lebih baik Sekarang aku pesan susu hangat dan kue saja ya, biar kamu
tidak kelaparan,’’ bujuk Deon berlalu pergi.
Aileen yang biasanya begitu polos kini bisa merasakan
kecurigaan, gadis itu semakin penasaran.
pasti ada sebuah rahasia antara Kak Deon dan papa sampai membuat mereka saling
membenci.’’
Tak lama kemudian Deon datang sambil membawa nampan.
‘’Kak, kenapa kamu yang membawa sendiri? Bukankah banyak
pramugari yang siap melayani?’’ tanya Aileen heran.
‘’Karena ini untuk kamu dan anak kita jadi aku harus memastikan
yang terbaik,’’ jawab Deon sekenanya.
Aileen hanya diam saja, dia tahu jika itu hanya alas an agar
Deon bisa terhindar dari pertanyaan tadi.
‘’Ayo aku suapi,’’ bujuk Deon.
Aileen membuka mulutnya dan menerima suapan dari tangan Deon,
tapi perempuan itu hanya sanggup menelan dua suapan saja.
‘’Apa kuenya tidak enak?’’ tanya Deon.
‘’Bukan begitu, tapi aku tidak sanggup lagi. Perutku mual,’’
jawab Aileen.
‘’Kalau begitu kamu makan buahnya saja, aku yakin pasti
__ADS_1
perutmu bisa menerimanya,’’ bujuk Deon lagi.
Deon menyuapi apel merah, dan benar saja Aileen bisa menghabiskan
1 buah besar. Biar tidak bosan Deon mengganti lagi dengan buah jeruk.
‘’Bagaimana? Apa perutmu masih mual – mual?’’tanya Deon
memastikan.
‘’Sudah agak mendingan, aku mau buah jeruk lagi,’’ jawab
Aileen senang.
‘’Iya permaisuriku,’’ balas Deon tidak kalah semangat.
Dalam hatinya Deon berniat ingin membeli buah – buahan yang
banyak agar nanti Aileen tidak sampai kelaparan. Melihat Aileen yang mau
memakan sesuatu rasanya Deon bahagia sekali seolah baru saja mendapatkan harta
karun.
Di sisi lain Adella dan Keenan sudah sampai di rumah sakit.
Mereka berdua merasa miris melihat Saralee yang biasanya tampil kece tapi
sekarang begitu berantakan.
Adella langsung saja melepas mantelnya dan memakaikan pada
tubuh Saralle. Seketika Saralee berhamburan padaa pelukan Adella.
‘’Kenapa semua ini terjadi padaku, aku sangat mencintai Raiyen.
Kalau terjadi sesuatu padanya rasanya akum au bunuh diri saja,’’ rengek saralee
mulai menangis lagi.
‘’Saralee, aku yakin pasti semuanya akan baik – baik saja.
Kamu jangan berbicara yang buruk,’’ hibur Adella ikut merasakan sakit.
Keenan hanya diam saja melihat kedua sahabat yang tengah
menangis sambil berpelukan itu. Pemuda itu juga tidak tahu harus mengucapkan
apa. Karena jika hal itu terjadi pada seseorang yang dicintaiya tentu saja
Keenan juga akan merasakan keputus asaan yang sama.
Setelah Saralee mulai tenang Adella mengambilkan minuman
hangat yang dibawanya tadi agar tubuh Saralee tidak lemas.
‘’Ayo minum sedikit demi sedikit, biar perutkamu tidak
kosong,’’ pinta Adella perhatian.
‘’Adella, terima kasih karena kamu sudah menemaniku di sini,’’
ucap Saralee merasa bersyukur memiliki sahabat rasa saudara.
‘’Iya, Saralee. Akupun juga terima kasih karena setiap aku
kesulitan kamu selalu membantuku,’’ balas Adella.
Keenan tersenyum, persahabatan yang tulus memang terasa indah.
Tiba – tiba Keenan teringat pada sahabatnya yang kini juga sedang berjuang
__ADS_1
dalam membawa sang kekasihnya.
‘’Semoga saja dia berhasil,’’ batin Keenan.