Scorpio

Scorpio
Arti Persahabatan


__ADS_3

Sebenarnya Deon sudah memiliki rumah sendiri, tetapi dia


sadar pasti Fernand akan tahu jika yang sudah membawa kabur Aileen adalah


dirinya. Dan yang lebih membahayakan lagi jika kakaknya tahu pasti tidak akan


membiarkan Aileen begitu saja.


‘’Memang satu – satunya rumah yang saat ini aman adalah


kastil di pulau Keenan. Karena tidak sembarangan orang bisa masuk ke sana. Jika


kakak atau Fernand ingin ke sana sekalipun pasti harus melewati markas pengawal


milik Keenan yang begitu banyak,’’ batin Deon.


Di dalam pesawat Deon terus menatap wajah Aileen, gadis yang


terlihat lemah tetapi sesunguhnya memiliki ketegaran yang begitu kuat. Deon


berjanji akan selalu menjaga Aileen apapun yang terjadi.


Deon terus membelai rambut serta mengecup kening Aileen


dengan sepenuh hati, jiwanya yang dulunya begitu bengis penuh dengan kedendaman


kini sudah luluh oleh kelembutan serta kepolosan wanita yang tengah tertidur


dalam pangkuannya.


‘’Kak Deon, kenapa tidak istirahat?’’ tanya Aileen sambal mangucek


matanya.


‘’Loh, bukannya aku juga sedang istirahat?’’ balas Deon


tersenyum manis.


‘’ Maksudku tiduran, apalagi perjalanan masih panjang,’’


balas Aileen malu – malu.


Deon merasa gemas dengan sikap Aileen yang mudah gugup dan


kadang kurang percaya diri untuk mengucapkan sesuatu.


‘’Apa kamu lapar?’’ tanya Deon penuh kasih.


‘’Aku memang merasa lapar, tapi jika aku makan takutnya nanti


muntah lagi.’’ Ucap Aileen jujur.


‘’Kasihan sekali kamu, gara – gara ulah aku sehingga kamu


hamil dan harus menderita seperti ini,’’ jawab Deon merasa bersalah.


‘’Menderita apanya? Wajar saja Kak Deon tidak mengerti karena


kamu seorang lelaki yang tidak pernah merasakan bagaimana ketika hamil. Rasanya


begitu indah dan bahagia sekali, terlebih lagi anak yang sedang aku kandung ini


adalah darah daging dari lelaki yang paling aku cintai,’’ balas Aileen lembut


dan tersenyum manis.


Deon sampai terpesona, dalam hatinya ingin sekali mencium


habis bibir ranum Aileen yang begitu seksi dan menggoda. Hanya saja dia harus


menahan diri karena banyak anak buah Keenan yang masih terjaga.

__ADS_1


‘’Aileen, kalau untuk sementara ini kamu tinggal di kastil milik


Keenan apa kamu mau? Ini demi kebaikan kamu dan anak kita. Karena jika kamu


berada di rumahku ataupun di rumah Saralee sewaktu -waktu papamu bisa datang.


Aku hanya tidak ingin jika kamu melihat aku dan papamu berkelahi di depan


matamu, bagaimanapun juga kamu pasti juga mencintai aku dan papamu,’’ bujuk


Deon dengan nada memohon.


‘’Kak Deon, aku tahu apa yang kamu minta ini adalah sesuatu


yang terbaik untukku. Tapi entah kenapa aku merasa hubungan kamu dan papa tidak


sesederhana ini. Aku yakin ada sesuatu yang disembunyikan dariku,’’ jawab


Aileen menatap mata Deon yang bagaikan mata elang.


Deon menjadi terpaku, dia sungguh tidak sanggup membohongi kekasihnya.


Tetapi untuk mengatakan sebuah kebenaran itu juga tidak mungkin, karena dia


tahu jika Aileen menganggap jika Fernand adalah sosok ayah yang hebat dan penuh


kasih. Jika Aileen tahu bahwa papanya sendiri sudah membunuh orang tua Deon


pasti gadis itu akan terguncang dan bisa mengganggu kehamilan yang masih muda.


‘’Sudahlah jangan memikirkan sesuatu yang bisa merusak


kesehatan. Lebih baik Sekarang aku pesan susu hangat dan kue saja ya, biar kamu


tidak kelaparan,’’ bujuk Deon berlalu pergi.


Aileen yang biasanya begitu polos kini bisa merasakan


kecurigaan, gadis itu semakin penasaran.


pasti ada sebuah rahasia antara Kak Deon dan papa sampai membuat mereka saling


membenci.’’


Tak lama kemudian Deon datang sambil membawa nampan.


‘’Kak, kenapa kamu yang membawa sendiri? Bukankah banyak


pramugari yang siap melayani?’’ tanya Aileen heran.


‘’Karena ini untuk kamu dan anak kita jadi aku harus memastikan


yang terbaik,’’ jawab Deon sekenanya.


Aileen hanya diam saja, dia tahu jika itu hanya alas an agar


Deon bisa terhindar dari pertanyaan tadi.


‘’Ayo aku suapi,’’ bujuk Deon.


Aileen membuka mulutnya dan menerima suapan dari tangan Deon,


tapi perempuan itu hanya sanggup menelan dua suapan saja.


‘’Apa kuenya tidak enak?’’ tanya Deon.


‘’Bukan begitu, tapi aku tidak sanggup lagi. Perutku mual,’’


jawab Aileen.


‘’Kalau begitu kamu makan buahnya saja, aku yakin pasti

__ADS_1


perutmu bisa menerimanya,’’ bujuk Deon lagi.


Deon menyuapi apel merah, dan benar saja Aileen bisa menghabiskan


1 buah besar. Biar tidak bosan Deon mengganti lagi dengan buah jeruk.


‘’Bagaimana? Apa perutmu masih mual – mual?’’tanya Deon


memastikan.


‘’Sudah agak mendingan, aku mau buah jeruk lagi,’’ jawab


Aileen senang.


‘’Iya permaisuriku,’’ balas Deon tidak kalah semangat.


Dalam hatinya Deon berniat ingin membeli buah – buahan yang


banyak agar nanti Aileen tidak sampai kelaparan. Melihat Aileen yang mau


memakan sesuatu rasanya Deon bahagia sekali seolah baru saja mendapatkan harta


karun.


Di sisi lain Adella dan Keenan sudah sampai di rumah sakit.


Mereka berdua merasa miris melihat Saralee yang biasanya tampil kece tapi


sekarang begitu berantakan.


Adella langsung saja melepas mantelnya dan memakaikan pada


tubuh Saralle. Seketika Saralee berhamburan padaa pelukan Adella.


‘’Kenapa semua ini terjadi padaku, aku sangat mencintai Raiyen.


Kalau terjadi sesuatu padanya rasanya akum au bunuh diri saja,’’ rengek saralee


mulai menangis lagi.


‘’Saralee, aku yakin pasti semuanya akan baik – baik saja.


Kamu jangan berbicara yang buruk,’’ hibur Adella ikut merasakan sakit.


Keenan hanya diam saja melihat kedua sahabat yang tengah


menangis sambil berpelukan itu. Pemuda itu juga tidak tahu harus mengucapkan


apa. Karena jika hal itu terjadi pada seseorang yang dicintaiya tentu saja


Keenan juga akan merasakan keputus asaan yang sama.


Setelah Saralee mulai tenang Adella mengambilkan minuman


hangat yang dibawanya tadi agar tubuh Saralee tidak lemas.


‘’Ayo minum sedikit demi sedikit, biar perutkamu tidak


kosong,’’ pinta Adella perhatian.


‘’Adella, terima kasih karena kamu sudah menemaniku di sini,’’


ucap Saralee merasa bersyukur memiliki sahabat rasa saudara.


‘’Iya, Saralee. Akupun juga terima kasih karena setiap aku


kesulitan kamu selalu membantuku,’’ balas Adella.


Keenan tersenyum, persahabatan yang tulus memang terasa indah.


Tiba – tiba Keenan teringat pada sahabatnya yang kini juga sedang berjuang

__ADS_1


dalam membawa sang kekasihnya.


‘’Semoga saja dia berhasil,’’ batin Keenan.


__ADS_2