Scorpio

Scorpio
Pertarungan Sengit


__ADS_3

Fernand keder juga melihat anak buahnya sudah di kepung oleh anak buah Saidon yang jauh lebih banyak. Meskipun begitu Saido tidak ada niatan untuk membunuh musuh bebuyutannya , baginya kematian itu terlalu indah bagi Fernand.


''Fernand, kenapa kamu pucat pasi seperti itu?'' tanya Saidon santai.


Fernand yang sangat menjunjung tinggi harga dirinya itu tidak rela jika kehormatanya di injak - injak oleh seorang bocah yang baginya masih ingusan.


''Ha... Haa... Dasar anak muda, tidak kaget jika akan melakukan hal seperti ini. Jika kamu berani hadapi aku saja secara langsung tanpa senjata,'' ejek Fernand mencari celah.


Saidon nyengir sendiri, sebab dia juga ingin mengalahkan seseorang yang sudah membunuh ayah angkatnya dengan tangannya sendiri.


''Baiklah, dengan segala hormat aku akan menerima undangan yang membahagiakan ini,'' jawab Saidon.


Saidon sangat tahu jika lawannya ini bukan seseorang yang bisa di remehkan, sebab semasa ayah angkatnya menjadi ketua mafia yang merupakan juara petarung saja masih bisa kalah oleh Fernand. Akan tetapi Saidon juga tidak gentar, karena separuh hidupnya dia gunakan untuk berlatih agar bisa sampai di hari seperti ini, yaitu balas dendam.


''Saidon, sebelum terlambat kamu bisa menyerah sekarang, karena ayah angkatmu saja tidak bisa melawanku apalagi anak ingusan sepertimu,'' ejek Fernand.


Fernand merasa senang karena bisa membuat Saido masuk perangkap, dengan begini lelaki setengah baya itu bisa mengulur waktu sampai bala bantuan datang.


Saidon juga bukan pemuda bodoh, dia tahu apa yang sedang ada dalam pikiran musuh. Hanya saja dia sengaja menggunakan taktik Fernand untuk membuat senjata makan tuan.


 


''Ayo... Kenapa tidak menyerang? Aku sudah menunggu untuk mengulang masa lalu sama seperti aku menghancurkan ayah angkatmu,'' ejek Fernand.


Saidon sungguh terluka jika ayah angkatnya dihina seperti ini, emosinya naik dan langsung memyerang dengan berbagai jurus. Akan tetapi karena Fernand sudah menyiapkan diri sejak awal dengan mudah membaca gerakan Saidon dan menghindar dengan cepat.


Sungguh sayang, satu juruspun tidak ada yang mampu menyentuh walau sehelai rambut Fernand. Saidon semakin marah, akan tetapi serangannya selalu mengenai tempat yang kosong sehingga membuat dia kelelahan sendiri. Saat Saidon merasa lengah Fernand langsung melayangkan satu pukulan yang tepat mengenai rahang Saidon sampai tersungkur.


''Bos....'' teriak anak buah Saidon khawatir.


''Diamlah, jangan lakukan apapun tanpa perintah dariku!'' teriak Saidon sambil berdiri sempoyongan.


Semua anak buah Saidon mundur beberapa langkah lagi dan berharap jika tuan mereka bisa menang.


''Sudah berapa jurus yang kamu keluarkan? Bahkan menyentuhku saja tidak bisa, sedangkan aku hanya satu gerakan sudah membuat kamu tak berdaya,'' ejek Fernand tertawa keras.


Saidon terdiam, dia merasa kesal pada diri sendiri karena begitu lemah . Padahal dia selama in sudah bekerja sangat keras agar bisa menjadi kuat, akan tetpi masih saja dia bukan apa - apa dibanding seseorang yang sudah membunuh ayah angkat.


Mengenang kembali ayah angkat hati Saidon serasa di hantam dadanya menggunakan palu, betapa berjasanya ayahnya dan juga keluarga Deon yang sudah menganggapnya sebagai keluarga sendiri. Bahkan Deon semenjak kecil selalu membagikan apapu yang dia miliki untuknya. Andaikan Saidon tidak bertemu dengan keluarga tersebut mungkin saat ini dia masih menjadi gelandangan yang untk makan saja harus berebutan dengan sesama gelandangan. Tak jarang juga dia dulu sering di bully oleh preman.


''Kunci pertarungan adalah ketenangan, jika emosi merasuki amarahmu makan dengan mudah musuh akan mengendalikanmu,''


Saidon teringat lagi nasihat ayah angkatnya yang dulu sering di katakan saat melatihnya.


Saidon mengelap darah segar yang mengalir dari sudut bibirnya, dia kemudian menghembuskan napas dan dia sudah bisa mengendalikan diri.


Saidon kini menyerang tapi denga pikiran yang tenang, mengingat sosok ayah angkatnya membuat dia merasa kekuatannya yang tadi hilang kini kembali lagi.

__ADS_1


Fernand kewalahan, satu tendanngan berhasil membuat kaki kirinya cidera, tak ingin membuang waktu Deon membantin tubuh Fernand kemudian mematahkan kaki kiri Fernand sampai terdengar suara tulang yang retak.


 


 


 


''AH...''


Teriakan Fernand menggema di hutan rimba itu, dia merasa sakit yang luar biasa.


''Jika kamu membunuhku, maka apa yang akan terjadi pada hubungan Aileen dan Deon? Kamu tahu sendiri betapa tergila - gilanya Deon pada putriku,'' kata Fernand yang masih terbaring di tanah sambil memegangn kakinya yang sakit luar biasa.


''Jika Aileen tahu bahwa yang sudah membunuh ayah dari seseorang yang dicintainya papanya sendiri lalu apa yang akan terjadi pada hubunganmu dan Aileen?'' jawab Saidon berteriak.


Fernand tidak ingin mati konyol saat ini, apalagi dia masih ingin hidup bersama istri dan putrinya. AKhinya mau tak mau Fernand ingin membuka sebuah kebenaran.


''Saidon, jika aku mengungkapkan sebuah rahasia apa bisa di tukar dengan nyawaku?'' tanya Fernand.


''Rahasia apa?'' tanya Saidon.


''Sebenarnya aku tidak pernah ada niatan untuk membunuh ayah angkatmu, akan tetapi kamu. Jika kamu melepaskanmu aku akan memberikan rahasia mengeni jati dirimu,'' kata Fernand serius.


''Mau membohongiku?'' gertak Saidon tidak percaya.


Saidon terdiam, kana tetapi raut wajah Fernand juga jelas sedang tidak main main atau mau menjebak.


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2