Scorpio

Scorpio
Perencanaan


__ADS_3

Sore harinya Deon baru diizinkan untuk berpamitan meninggalkan Markas, itupun sangat sulit karena Saidon masih ingin mengajak dirinya untuk terus bermain.


‘’Kakak ini, jika dia terus bersamaku nanti bisa hilang martabatnya sebagai orang yang angker,’’ batin Deon nyengir.


Saat Deon menuruti tangga helicopter, matanya langsung melotot hampir keluar begitu melihat Aileen sudah berada di tepi pantai menantinya. Aileen yang memakai baju hangat serta topi wol terlihat begitu manis dan anggun.


Setelah Deon menginjskksn kakinya ke pasir tanpa sungkan lagi langsung memeluk Aileen erat.


‘’Apa kamu merindukanku?’’ bisik Deon mesra.


‘’Tentu saja, apa kamu tidak merindukanku?’’ balas Aileen manja.


‘’Aku lebih merindukanmu, mari kita masuk ke dalam kastil. Di sini udaranya sangat dingin,’’ ajak Deon sembari merangkul calon istrinya.


Deon sudah tidak sabar ingin menceritakan mengenai Saidon dan ingin segera mempertemukan mereka. Akan tetapi sebelum itu diam au berdiskusiter lebih dahulu dengan Keenan karena takut jika nanti akan terjadi sesutu   yang tidak di inginkan.


‘’Keenan di mana?’’ tanya Deon.


‘’Dia sedang berolah raga di ruang gym,’’ jawab Aileen.


‘’Bersama Adella?’’ tanya Deon lagi.


‘’Tidak, Adella sedang bikin kue lagi,’’ balas Aileen lembut.


‘’Tumben kamu tidak ikut membantunya?’’ tanya Deon heran.


‘’Karena aku malah mengacaukan adonan terus gara – gara melamun, jadi Adella menyuruh aku untuk menunggu saja tidak usah membantu,’’ jawan Aileen tertawa polos.


‘’Pasti melamunkan aku ya,’’ goda Deon sambil mencubit hidung sang kekasih mesra.


Aileen hanya tertawa lirih menahan malu.


‘’Kalau begitu kamu coba lihat apakah Adella sudah selesai membuatnya belum? Bia raku panggilkan Keenan. Kayaknya asyik jika sore – sore gini makan kue di tepi pantai,’’ pinta Deon tersenyum manis.


‘’Baiklah, kalau begitu aku kan ke dapur terlebih dahulu,’’ jawab Aileen senang hati.

__ADS_1


Deon tersenyum melihat kepolosan sang istri, rasanya beruntung memiliki calon istri yang hatinya murni sesuci bayi.


Setelah punggung Aileen sudah menghilang dari pandangannya Deon segera menghampiri Keenan, rupanya temannya tersebut sedang tidur terlentang dan kellihatan kelelahan.


‘’Tumben olah raga sampai segitunya? Apa ada sesuatu yang membuatmu marah?’’ tanya Deon serius.


‘’Tidak,’’ jawab Keenan cuek.


‘’Oh, aku kirain karena ada masalah apa,’’ balas Deon ikut tiduran terlentang di samping tubuh Keenan.


‘’Bagaimana pertemuanmu dengan Saidon?’’ tanya Keenan penasaran.


 ‘’Baik – baik saja, awalnya sih aku di  tentang habis - habisan mengenai hubunganku yang akan menikahi Aileen. Tapi setelah aku bujuk dia mulai lunak dan ingin menemui Aileen terlebih dahulu. Semoga saja setelah melihat karakter Aileen dia akan merestuinya,’’  jawab Deon jujur.


‘’Apa kamu yakin jika kakakkmu itu beneran mau merestuimu? Yang aku takutkan jika nanti malah itu merupakan sebuah jebakan untuk menangkap Aileen saja,’’ tanya Keenan cemas.


‘’Aku juga ada pikiran seperti itu, tapi di sisi lain aku tahu jika kak Saidon begitu menyayangiku. Pasti dia tidak akan tega membuatku terluka,’’ kata Deon bimbang.


‘’Memang biarpun Saidon bukan kakak kandungmu tapi dia begitu menyanyamu sampai rela menaruhkan nyawa sendiri, akan tetapi alangkah baiknya jika kamu juga harus berjaga – jaga. Segala kemungkinan bisa terjadi mengingat kakakmu yang teramat membenci Fernand, jika melihat putrinya bisa saja sifat ganasnya muncul lagi,’’ saran Keenan.


‘’Kamu tenang saja, aku akan mengirim anak buah dari kejauhan untuk mengawasI Aileen dari jauh, tapi saran aku sebaiknya kalian menemui Saidon jangan di markas, sebab nanti jika ada apa – apa akan sulit melarikan diri. Pastinya kamu lebih paham bagaimana system keamanan markasmu sendiri kan?’’ ujar Keenan memberikan ide.


‘’Keenan, kamu memang jenius. Aku akan mengajaknya bertemu di restoran saja. Dengan begitu anak buah kamu juga bisa menyamar sebagai pelanggan biasa jadi tidak akan mudah ketahuan,’’ kata Deon bersemangat.


‘’Yups…. Dan sekarang aku lapar,’’ kata Keenan bangkit dari tidurnya.


‘’Ayo, kebetulan Adella buat kue sore ini. Kita makan bersama – sama saja di pantai,’’ balas Deon.


‘’Baiklah, aku akan mandi terlebih dahulu,’’ kata Keenan langsung setuju.


*******************************************


Saralee sore ini baru saja selesai membantu Raiyen membersihkan diri dan berganti baju. Kini saatnya dia menyuapi sang kekasih makan.


‘’Aku merasa sudah seperti babysister saja,’’ ujar Saralee.

__ADS_1


‘’Justru dengan begini aku menjadi semakin yakin menikahimu, biarpun dari luar kamu terlihat liar tapi sesungguhnya ada sisi keibuan juga,’’ puji Raiyen tersenyum senang.


‘’Jangan bercanda,’’ sergah Saralee menyembunyikan rasa bahagianya.


‘’Aku serius,’’ ujar Raiyen.


‘’Oh iya, Adella dan Aileen sebentar lagi akan mengadakan pernikahan secara bersamaan,’’ kata Saralee memberi kabar dengan wajah ceria.


‘’Kalau begitu kita juga ikut menikah sekalian, dari pada hanya melihat kebahagiaan orang lain. Dengan begini bisa menjadi kenangan terindah bagi kita semua,’’ saran Raiyen.


‘’Aku juga mau sih, tapi kamu sendiri kan masih sakit,’’ kata Saralee.


‘’Sebulan lagi aku pasti sudah sembuh, asalkan kamu yang terus merawatku,’’ jawab Raiyen.


‘’Sungguhkah kamu ini adalah Raiyen yang dulu aku kenal?’’ tanya Saralee seolah tidak percaya.


‘’Kenapa? Dulu cuek dan sekarang manis?’’ sela Raiyen.


‘’Iya, dan dulu kamu sombong sekali, mengucapkan sesuatu hanya beberapa patah kata saja,’’ kata Saralee.


‘’Sebenarnya sejak awal memang sifatku begini, tapi karena mamaku meninggal aku menjadi stres. Apalagi tekanan yang mengharuskan aku untuk mewarisi perusahaan dan menekan mimpiku menjadi dokter sangat membuat aku frustrasi dan kehilangan semangat hidup. Akan tetapi setelah aku bertemu denganmu secara perlahan aku berubah kembali seperti semula, semacam gairah hidup,’’ jawab Raiyen penuh perasaan.


‘’Tapi aku malu bilang jika sudah mau menikah pada orang tuaku,’’ rengek Saralee.


‘’Kenapa mesti malu? Lagi pula mereka justru sudah sangat ingin menimang cucu,’’ sergah Raiyen.


‘’Tapi…’’


‘’Sudah, sekarang kamu fokus merawatku saja. Jika aku sudah sembuh serahkan semua urusan kepadaku,’’ sela Raiyen.


‘’Tetapi soal pestanya aku yang mau mengaturnya sendiri sesuai kriteriaku,’’ kata Saralee malu – malu.


‘’Baiklah, jika mengenai itu aku percayakan kepadamu. Aku yakin papaku berani mengeluarkan berapapaun uang untuk menantu kesayangannya,’’ kata Raiyen menggoda sang kekasih.


Keduanya saling bersenda gurau, tanpa mereka sadari ada seseorang yang mengintip dari jendela luar dengan  air mata berderai.

__ADS_1


TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA KARYA SAYA, JANGAN LUPA LIKA DAN VOTE YA.


__ADS_2