
Sampai larut malam Adella menemani Keenan, ingin pulang tapi ditahan terus oleh tunangannya tersebut.
"Kenapa tidak telepon orang tuamu?" tanya Adella.
"Jangan! Kamu tahu sendiri bagaimana sikap Mama, apalagi kalau sampai tahu aku begini karena kamu yang jalan dengan pemuda lain. Menurutmu apa yang akan dilakukan Mama padamu?" jawab Keenan ketus.
Adella diam, dia tahu bagaimana sikap Mamanya Keenan yang super super ribet.
"Mungkin aku akan dimarahi tujuh hari tujuh malam," batin Adella.
"Kepala aku pusing sekali," keluh Keenan.
Adella merasa kasihan juga, dia segera duduk di pinggir ranjang dan memijat kepala Keenan dengan lembut.
Keenan memejamkan matanya dan menikmati sentuhan lembut dari tunangannya itu.
"Keenan, kenapa tadi kamu nekat menghadang mobil seperti itu?" tanya Adella.
Namun Keenan hanya diam, pemuda itu terlalu menikmati pijatan Adella yang enak.
Malam semakin larut, Adella lama-lama juga merasa lelah dan mengantuk.
"Bagaimana ini? aku tidur di mana malam ini?" batin Adella bingung.
Karena tidak ada tempat terpaksa Adella tetap duduk di kursi, dan menyandarkan tubuh bagian atas di samping tubuh Keenan.
Tak lama kemudian Adella sudah terlelap dalam mimpi indah.
Tengah malam Keenan terbangun, pemuda itu terkejut melihat posisi Adella yang terlihat kurang nyaman.
"Gadis ini bisa-bisanya tertidur dalam posisi seperti ini," batin Keenan tersenyum.
Pemuda itu langsung turun dan menggendong tubuh Adella agar tidur nyaman di tempat tidurnya.
"Lelap sekali tidurnya, sampai tidak terbangun saat aku pindahin," batin Keenan menahan tawa.
Tiba-tiba mata Keenan tertegun saat melihat rok jeans ketat Adella yang sedikit menyingkap ke atas. Menampakkan paha putih mulus milik Adella.
"Berani-beraninya kamu pergi dengan cowok lain berpakaian seperti ini," ucap Keenan marah pada diri sendiri.
Mengingat kejadian tadi memang membuat Keenan langsung emosi, hatinya merasa terbakar api.
"Kenapa hatiku panas sekali? Apa aku cemburu? Bagaimana mungkin aku bisa jatuh cinta pada gadis muda ini."
Keenan ingin menyangkal jika dirinya sudah jatuh cinta pada Adella, tapi melihat wajah cantik serta tubuh Adella yang indah membuat naluri lelakinya bergejolak.
"Adella tunanganku, sudah sewajarnya aku mencintai dia."
Keenan tidak memikirkan gengsinya lagi karena dulu pernah mencibir Adella sebagai gadis kalangan bawah yang jelas buka seleranya. Sebab jika Adella di dandani, kecantikan gadis itu bisa melebihi wanita kelas atas yang pernah ditemui Keenan.
__ADS_1
Keenan mulai berbaring di samping Adella, hidungnya terus-terusan mencium aroma rambut Adella yang wangi. Kedua tangannya memeluk tubuh Adella, mata Keenan tidak bisa berhenti memandang wajah cantik gadis di depannya.
"Cantik, pandai memasak. Sayangnya ganas, masih perlu dijinakkan terlebih dahulu," batin Keenan tersenyum sendiri.
Mata Keenan akhirnya ikut terpejam, pemuda itu baru kali ini bisa tidur dengan nyeyak.
πππππππππππππ
Pagi harinya Adella terbangun, saat matanya terbuka dia terkejut karena tangannya sendiri memeluk tubuh Keenan.
"Bagaimana aku bisa di sini? Dan sejak kapan aku memeluk pemuda sombong ini. Tapi jika dilihat-lihat Keenan sangat tampan juga," batin Adella sambil melepaskan pelukannya.
Namun tiba-tiba Keenan ikut terbangun.
"Kamu mengambil keuntungan di saat aku tertidur ya?" kata Keenan jutek.
"Tidak! Aku sendiri tidak tahu kenapa bisa tidur di sini," jawab Adella gugup.
"Mengaku saja, kamu sengaja tidur di sini agar semua orang mengira aku berbuat senonoh padamu terus kamu meminta tanggung jawab dariku kan?" tanya Keenan percaya diri.
"Sungguh, aku tidak pernah punya berpikir seperti itu, mungkin semalam aku tidur di sini tanpa aku sadari," jawab Adella panik.
Keenan menahan tawa, tiada disangka jika Adella semalam benar-benar tidak tahu kalau gadis itu sengaja dipindahkan olehnya.
Tiba-tiba ponsel Adella berbunyi, dia bersyukur karena bisa melarikan diri dari pertanyaan Keenan yang membuat dirinya malu.
Namun matanya tertegun karena yang menelepon adalah nomor orang tuanya.
"Tenang, Ayah. Aku punya teman yang bisa menolong. Sekarang aku akan segera mengirim uangnya, dan nanti setelah pulang kuliah aku akan pulang ke rumah. Mumpung besok hari Minggu," jawab Adella.
"Iya, Nak. Ucapkan terima kasih banyak pada teman kamu, sampaikan juga Ayah akan bekerja keras agar bisa segera melunasinya," ucap Ayah Adella lega.
"Iya, Ayah. Sekarang aku tutup dulu teleponnya," jawab Adella terburu-buru.
Adella segera turun dari tempat tidur, dia buru-buru mengambil tas.
"Aku pulang dulu ya?" pamit Adella.
"Aku masih sakit loh," jawab Keenan ketus.
"Maaf, tapi aku harus mencari Saralee dulu," ucap Adella panik.
"Butuh uang? Mana rekening Ayah kamu," kata Keenan serius.
Saat ini Adella tidak memikirkan harga diri lagi, yang dia tahu hanyalah dapatkan uang untuk biaya ibu dan adiknya di rumah sakit.
"Ini," jawab Adella sambil memperlihatkan nomor rekening ayahnya yang tersimpan di ponsel.
Keenan secepat kilat mengirim mentransfer uang pada Ayah Adella, kemudian pemuda itu langsung menunjukkan pada Adella.
__ADS_1
"Nih, sudah terkirim," kata Keenan.
"Apa?" pekik Adella terkejut, sebab Keenan mengirim uang seratus juta.
"Masih kurang?" tanya Keenan.
"Tidak, itu justru kebanyakan, bagaimana aku bisa mengembalikannya padamu?" Adella merasa takut juga.
"Tidak apa-apa. Aku tidak butuh uangmu, tapi sebagai gantinya..." Keenan menarik tubuh Adella jatuh kepangkuannya dan hendak mencium gadis tersebut.
Namun tiba-tiba ponsel Adella berbunyi, aksinya terhenti karena Adella segera berdiri dan mengangkat panggilan dari Ayahnya.
"Ada apa, Ayah? Uangnya sudah terkirim kan?" tanya Adella.
"Iya, tapi kebanyakan kalau seratus juta," jawab Ayah Adella.
"Mungkin teman aku salah ketik, Ayah. Lebih baik segera lunasi semua biaya rumah sakit. Setelah itu sisanya dikembalikan lagi," ucap Adella tenang.
"Baiklah, Nak," jawab Ayah Adella langsung memutus sambungan teleponnya.
Mendengar obrolan Adella dan Ayahnya lewat telepon barusan membuat Keenan tersinggung.
"Apa kamu hanya mau menerima uang dari laki-laki lain?" tanya Keenan tajam.
"Bukan begitu," jawab Adella bingung bagaimana untuk menjelaskan. Karena Adella tidak ingin semakin terjerat pada hubungan rumit dengan Keenan.
"Nanti aku yang antar kamu pulang," kata Keenan serius.
"Jangan, biarkan aku pulang sendiri saja," jawab Adella panik, sebab dia tidak mau orang tuanya salah paham jika hubungan mereka berdua serius.
"Kenapa? Mau ketemuan dengan mantan kamu?" tanya Keenan menyelidik.
"Memangnya kenapa? Aku mau bertemu dengan siapa saja bukan urusanmu, ingat! Kita hanya hubungan kontrak. Jadi jangan terlalu ikut campur dengan urusanku, atau kamu jatuh cinta padaku?" Kata Adella tersenyum mengejek.
"Aku tidak peduli dengan hubungan kita yang seperti apa, tapi orang lain taunya kita tunangan. Jadi aku tidak ingin membiarkan kamu mencoreng nama baikku," jawab Keenan tegas.
"Terserahlah! Tapi aku harap kamu bisa menjaga sikapmu di depan orang tuanku, meskipun kami dari keluarga biasa kamu jangan berbuat seenaknya," balas Adella pasrah.
"Ya, aku akan tunjukkan jika aku adalah seorang calon menantu yang sempurna," jawab Keenan tersenyum puas.
"Kamu jangan bilang kalau kita ada hubungan, sebaiknya kamu mengaku sebagai teman saja," pinta Adella memohon.
"Kenapa?" tanya Keenan tak mengerti.
"Mereka masih trauma dengan kejadian yang lalu, mereka takut kalau aku berhubungan dengan orang kaya nanti akan terjadi hal buruk lagi," jawab Adella jujur.
"Tenanglah! Aku tak akan membiarkan kamu terluka lagi," jawab Keenan.
Adella merasa ada tatapan lembut pada bola mata Keenan, dia tidak menyangka jika pemuda sombong di depannya itu bisa bersikap baik.
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca karya saya, jangan lupa Like dan Vote yaπ Karena dukungan dari kalian sangat berarti bagi Authorπ€