
Pernikahan yang di nantikan akhinya tiba juga. Sudah sejak pagi ketika gadis scorpio bersiap - siap dandan. Penampilan mereka bertiga sangat cantiik dan mempesona.
Saralee dan Aileen tampak kebahagiaan di wajah mereka, sedangkan Aileen justru terlihat murung.
'' Aileen, apa kamu gugup? Kenapa terlihat murung begitu? Hari ini adalah hari istimewa bagi kita bertiga, seharusnya kamu tersenyum bahagia,'' ucap Saralee menasehati.
''Saralee benar, Aileen. Kamu tersenyumlah biar kecantikanmu tidak memudar. Kalau merasa gugup nanti saat Deon memegang tanganmu pasti kecemasan itu akan berlalu, sejujurnya biarpun aku terlihat santai begitu tidak ada orang yang tahu jika dadaku berebar terus,'' timpal Adella.
''Saralee, Aileen, terima kasih atas perhatian kalian berdua. Jujur saja aku sama sekali tidak mencemaskan soal pernikahan ini. Akan tetapi hatiku terganggu sebab memikirkan apakah nanti papa dan mama akan datang kemari atau tidak, bagaimanapun juga selama ini mereka yang sudah membesarkan aku dengan baik dan sepenuh hati. Aku sebagai putri satu - satunya tapi menjadi anak tidak berbakti,'' jawab Aileen lemas.
''Kami tahu perasaanmu, kamu yang tegar ya? Semoga pintu hati kedua orang tuamu bisa terbuka,'' bujuk Saralee.
''Semangat, Aileen. Apapaun yang kamu rasakan tetaplah mencoba tersenyum, apalagi masih ada ibu dan ayah kamu yang datang kesini juga. Semua orang mengharapkan kebahagiaanmu di pernikahan ini,'' timpal Adella.
Pukul tujuh ketiga gadis scorpio sudah di panggil untuk segera memasuki gedung pernikahan, mereka dikejutkan dengan penampilan Keenan, Deon dan Raiyen yang juga sama - sama mengenakan setelan baju pengantin berwarna putih.
Pernikahan yang bagaikan di bak negeri dongeng ini sampai membuat para tamu undangan takjub sekaligus menangis penuh haru. Apalagi mamanya Keenan yang akhirnya melihat putranya naik ke pelaminan. Juga orang tua Adella yang tidak menyangka jika putri mereka yang pernah di campakkan kini mendapatkan pengganti yang jauh lebih baik.
Setelah mengucapkan janji suci, para pengantin pria mencium kening pasangan masing - masing. Tepuk tangan yang bergemuruh memenuhi ruangan yang sangat megah itu.
''Adella, saat bulan madu nanti jangan harap bersama dengan Saralee ataupun Aileen. Karena aku ingin sepenuh waktumu hanya untukku,'' bisik Keenan.
''Apa - apaan ini, aku dan Saralee juga Aileen sudah membuat janji bersama,'' jawab Adella menekan suaranya agar tidak kedengaran yang lainnya.
''Aku bilang tidak mau ya tidak mau! Nanti acara bulan madu kita akan menjadi acara piknik kamu dan teman - temanmu,'' balas Keenan kekeh.
Adella tidak tahu harus bagaimana lagi, mau bilang pada Saralee dan Aileen merasa sungkan jika mengingkari janji.
**************************************************************
Di sisi lain Fernand menyembunyikan anak buahnya untuk menghadang mobil pengantin milik Deon. Lelaki separuhbaya tersebut berniat untuk membunuh Deon sekaligus mengambil kembali Aileen.
__ADS_1
Fernand tahu jika pengamanan pernikahan putrinya akan sangat ketat, jadi Fernand memilih untuk menghadang mobil Deon di jalan sepi yang tidak terduga.
Akan tetapi Saidon yang juga anak cerdik memilih tidak mendatangi pernikahan sang adik demi menjaga keamaan secara langsung, dia tahu bagaimana watak Fernand yang sesungguhnya jadi dia yakin jika diamnya Fernand waktu itu justru menyimpan sejuta cara menghancurkan Deon.
''Deev, bagaimana pergerakan mereka?'' tanya Saaidon pada tangan kanannya.
''Mereka masih belum bergerak, apalagi pernikahan juga belum selesai,'' jawab Deev sigap.
''Kalau begitu kita harus giring Fernand ke lokasi penyergapan menjauh dari jalan yang nanti akan di lalui oleh Deon. Jangan lupa juga susuh juga anak buah sayap kiri untuk mengawal di belakang anak buah Fernand,'' perintah Saidon tegas.
''Apakah akan menghabisi mereka sekaligus?'' tanya Deev meminta kepastian.
''Kematian terlalu indah bagi Fernand. Aku ingin dia mati karena rasa malu untuk menghadapi diri sendiri,'' jawa Saidon tersenyum sinis.
''Siap, Bos,'' balas Deev segera mengambil mobil pengantin Deon dan juga menyuruh anak buah lain sesuai apa yang diperintahkan oleh Saidon tadi.
Saidon sendiri sudah menyiapkan dua pistol kesayangannya yang selalu dibawa kemanapun dia pergi.
Apa yang sudah direncanakan oleh Saidon ternyata berhasil memancing Fernand dan anak buah lainnya mengejar mobilnya dari belakang. Sedangkan Fernand tidak sadar jika jauh di belakangnya jug ada pengawal Saidon yang membuntuti.
''Fernand tidak akan berani menabrak mobil kita dari belakang karena dia pasti mengira jika di dalam mobil ini ada Aileen dan takut melukai putrinya, kamu jaga kecepatanmu jangan sampai mobil Fernand menyalip kita,'' perintah Deon.
''Siap,'' jawab Deev tegas.
Setelah setengah jam perjalanan rupanya di depan Deon sedang terjadi pertempuran antara anak buahnya dengan anak buah Fernand.
''Bos, ternyata mereka sudah tahu rencana kita,'' ucap Deev.
'' Tak masalah, mari kita bersenang - senang,'' jawab Saidon santai.
__ADS_1
Setelah Saidon keluar dari mobil tak berapa lama kemudian Fernand juga turun.
''Yo... ternyata mantan mafia seperti anda tidak bisa aku remehkan,'' ucap Saidon sambil menyalakan rokonya dengan pemantik api peninggalan ayah angkatnya.
''Anak buangan yang di angkat oleh teman lamaku juga lumayan juga,'' balas Fernand tertawa mengejek.
''Cuih, bagaimana bisa kamu menyebut teman ayahku? Bukankah kamu yang sudah menjebaknya dengan cara yang licik itu?'' umpat Saidon murka sambil meludahkan rokoknya ke tanah.
''Ayah yang kamu banggakan saja sudah kalah olehku dan kamu yang masih ingusan berani melawanku? Menggelikan sekali'' ejek Fernand.
Anak buah Saidon kalah jumlah menyebabkan mereka terdesak.
''Lihatlah Saidon! Hidangan darimu ini terlalu sedikit, tidak cukup memuaskan anak buahku. Oh iya, aku belum memberikan hadiah pada calon memnantuku. Bagaimana kalau itu kepalamu?'' ejek Fernand lagi.
''Tenang saja, Bapak tua! Itu baru makanana pembuka, masih ada makanan utama dan penutupnya. Mengenai kepalaku mungkin akan tergantikan oleh kapalamu sendiri,' ' balas Saidon santai.
Beberapa detik kemudian anak buah Saidon yang tadi membuntuti dari belakang akhirnya sampai juga. Fernand terkejut jika dia masih saja kebobolan.
''Bagaimana? Apa masih kurang?'' Tanya Saidon menantang.
Kali ini Fernand terkejut, lelaki setengah baya itu tidak menyangkan jika masih ada anak buah lain. Sedangkan anak buahnya sendiri sebagian berada di jalan untuk menghadang mobil Deon. Jika di suruh ke sini membutuhkan waktu palimg cepat setengah jam. Dan dalam waktu tersebut Fernand harus memikirkna cara untuk bertahan.
__ADS_1