
Adella masih tidak henti-hentinya berdebat dengan Ibunya Arbay dan Khanza. Sampai tiba-tiba mantan kekasihnya itu datang.
"Mah, apa yang kamu lakukan di sini. Ayo sebaiknya kita pulang," pinta Arbay.
"Mama hanya ingin memberi perhitungan pada mantan kekasihmu yang tidak tahu diri ini," jawab Sera sengit.
"Tapi aku dan Adella sudah tidak ada hubungan apa-apa," ucap Arbay menahan kesal.
"Lalu kenapa tadi kata Khanza kamu bertemu dengan Adella di resto depan rumah sakit," bentak Sera.
Arbay seketika langsung menatap tajam ke wajah tunangannya.
"Dari mana kamu tahu jika aku bertemu dengan Adella?" tanya Arbay pada tunangannya penuh kecurigaan.
"Aku kata teman yang tidak sengaja juga berada di sana," jawab Khanza gugup.
"Siapa? Atau jangan-jangan selama ini kamu menyuruh orang untuk memata-mataiku?" tanya Arbay penuh tatapan amarah.
"Sebaiknya kalian semua pergi! Di sini adalah rumah sakit yang tidak bisa seenaknya dijadikan tempat untuk ribut-ribut," kata Adella mengusir para tamu yang tidak di undang itu.
"Adella, maafkan kami yang sudah mengusik ketenangan keluarga kamu," ucap Arbay.
"Aku akan bilang terima kasih jika saat ini kalian semua segera pergi!" ucap Adella dingin.
"Orang miskin saja sombong!" umpat Sera penuh kebencian.
"Siapa yang Anda maksud orang miskin?" tanya Keenan yang sudah berada di belakang Mamanya Arbay.
"Siapa kamu? Jangan ikut campur!" jawab Sera penuh kesombongan.
Keenan tertawa mengejek Mamanya Arbay yang baginya bersikap norak.
"Apa Anda mengenal Tuan Aloysius? Saya adalah putra tunggalnya. Dan gadis yang saat ini Anda hina sebagai orang miskin ini adalah calon menantu dari keluarga Aloysius," kata Keenan dengan nada yang tajam.
Keangkuhan Sera seketika runtuh. Perempuan itu tidak menyangka jika seseorang yang dulunya diinjak-injak kini statusnya 360 serat lebih tinggi darinya.
"Jangan hanya karena memiliki harta yang berlebih sedikit saja Anda sudah seenaknya sendiri pada orang lain, lebih baik Anda pergi sebelum saya panggilkan polisi karena mengganggu kenyamanan pasien di rumah sakit," ancam Keenan.
Adella terbengong, dia tidak menyangka jika Pemuda yang biasanya menyebalkan itu mau membantunya.
"Eh tunggu, tadi barusan dia bilang aku adalah calon istrinya? Haduh, aku takut kedua orang tuaku bisa salah paham. Tapi aku juga puas melihat ekspresi Bu Sera yang syok seperti itu." batin Adella.
"Tuan Muda, apa Anda tidak khawatir jika Adella mendekatimu karena harta?" ucap Sera masih tidak mau kalah.
__ADS_1
"Aku tidak peduli. Karena aku mencintainya, jadi apapun yang dia minta pasti akan aku berikan. Termasuk ada orang yang menyakitinya akan aku pastikan orang itu akan mendapatkan pembalasan dariku berlipat-lipat," jawab Keenan tegas.
Seperti tombak yang menancap pada jantung, seketika Sera lemas dan tidak berdaya.
"Mah, ayo kita pulang," bujuk Arbay sudah tidak bisa menahan luka hatinya.
Sera seperti saat tadi datang, pergipun juga tanpa permisi.
"Hati-hati, Nyonya Sera. Belajarlah mengendalikan emosi biar kulit Anda tidak bertambah keriput," sindir Adella tertawa.
Ibunya Arbay tidak berani membalas karena di tatap Keenan.
Arbay hanya bisa melihat Adella dengan pandangan penuh kerinduan mungkin untuk yang terakhir kalinya.
"Tuan Arbay, jaga mata Anda! Karena yang saat ini Anda lihat adalah calon istriku!" kata Keenan serius.
Arbay berpaling dengan mata sendu, sedangkan Khanza merasa senang akhirnya tunangannya itu tidak memiliki kesempatan untuk mendekati mantannya.
Dengan erat Khanza memeluk erat lengan Arbay dan mengajak tunangannya itu menyusul Sera yang sudah jalan duluan.
"Dicky, ayo kita makan lagi," ucap Kia yang sedari tadi ikutan bengong melihat drama barusan.
"Wah, makanannya enak-enak," pekik Dicky bersemangat.
"Iya, hati-hati ya nak," jawab Kedua orang tua Adella yang masih belum sepenuhnya sadar dari keterkejutannya.
"Semoga cepat sembuh. Saya pamit pulang, jangan mengkhawatirkan Adella. Karena saya akan menjaganya," ucap Keenan sopan.
Kedua orang tua Adella hanya mengangguk seolah tak percaya, apalagi mereka baru tahu siapa sebenarnya identitas Keenan.
Setelah itu Adella memeluk keluarganya satu persatu secara bergantian.
Setelah Adella dan Keenan keluar dari ruang inap, tiba-tiba ponsel Ayahnya Adella bergetar. Setelah di lihat ternyata ada uang berjumlah sepuluh milyar yang masuk di akun rekening.
Ayahnya Adella berlari dan mengejar Keenan,
"Tuan Keenan," teriak Ayahnya Adella.
"Mulailah usaha lagi! Kali ini jangan biarkan orang lain menghina keluarga Anda!" kata Keenan.
Mata Ayah Adella sampai berkaca-kaca dan tidak bisa mengucapkan sepatah kata.
"Kembalilah, jagalah keluarga Anda. Dengan begitu Adella juga bisa hidup tenang di kota A," kata Keenan lagi.
__ADS_1
Adella yang belum tahu apa-apa merasa bingung, tapi Keenan langsung menarik lengan Adella untuk segera pergi.
Sesampainya di mobil, Adella tidak bisa menahan rasa keingintahuannya tentang maksud kata tadi.
"Sebenarnya tadi apa yang terjadi?" tanya Adella.
"Ayahmu sudah menjual dirimu padaku seharga sepuluh milyar," kata Keenan menyeringai.
"Bohong! Ayah bukan orang yang seperti itu," teriak Adella tidak terima.
"Tidak, tidak. Lebih tepatnya Aku memberi keluargamu uang untuk memulai bisnis. Agar mereka tidak dihina orang lain lagi, dan adik-adikmu juga bisa hidup layak," kata Keenan kali ini serius.
"Kenapa aku harus memikirkan gengsi? Yang terpenting saat ini kehidupan kelaurgaku bisa terjamin," batin Adella.
"Terima kasih," ucap Adella tidak menolak sama sekali.
"Tapi semua itu tidak gratis," balas Keenan langsung meraih kepala Adella.
Dengan gerakan cepat Keenan mencium bibir Adella dengan gemas.
"Gadis ini rasanya enak sekali, tidak sia-sia aku mengeluarkan banyak uang hari ini," batin Keenan yang masih asyik menikmati bibir Adella yang lembut.
"Demi uang aku harus bertahan sementara, setelah kehidupanku stabil aku harus bisa lepas dari jeratan ini," batin Adella pasrah saat Keenan terus melahap bibirnya tiada henti.
Adella berpikir, dari pada dia mendekati pemuda lain lebih baik dengan Keenan saja. meskipun sikap pemuda itu menyebalkan tapi soal uang sangat royal.
Apalagi dengan status Keenan yang tinggi keluarganya juga bisa aman dari gangguan keluarga Arbay.
Mengingat Arbay, cinta pertamanya itu membuat Adella merasa kosong. Ada lubang dihatinya yang membuat dirinya merasa hampa.
"Mata tadi, aku tahu kamu pasti merasakan hal yang sakit sepertiku. Namun aku kini tidak bisa berbuat apa-apa. Jalan hidup kita semakin berbeda, dan rasa benciku pada kedua orang tuamu tidak mudah hilang. Arbay, entahlah aku bisa melupakanmu atau tidak. Tapi aku sudah tidak lagi memiliki harapan hidup bersamamu seperti impianku dulu."
Kini Adella hanya bisa mengenang kisah manis bersama cinta pertamanya yang sudah kandas.
Mobil Keenan yang melaju dengan cepat untuk meninggalkan kota itu seperti hatinya saat ini yang juga ingin meninggalkan masa lalunya.
"Selamat tinggal Arbay."
Sedangkan apa yang terjadi dengannya pada Keenan hari ini baginya hanya sebuah permainan, sebab dia tahu jika Keenan pemuda yang suka mempermainkan orang lain.
"Aku tidak boleh jatuh pada Keenan, karena aku ini hanya tunangan kontrak. Sewktu-waktu bisa dibuang seperti sampah jika sudah tidak berguna."
Jangan lupa Like dan Vote sebanyak-banyaknya yah agar Author semangat🙏 Karena dukungan dari kalian sangat berarti bagi Author.
__ADS_1