
Seperti obat yang ajaib, dalam sekejap tubuh Deon menjadi kuat kembali. Tetapi tidak mungkin baginya untuk menjemput Aileen tanpa sebuah rencana, jadi sore harinya Deon langsung menghubungi Keenan dan meminta bantuan untuk meminjam anak buah.
Bukan karena Deon takut melawan mereka,akan tetapi jika dia datang seorang diri kemungkinan akan lebih sulit berlari sambil mengajak Aileen.
"Sayang… Aku akan datang menjemputmu dan anak kita," batin Deon bersemangat.
Tempat di ma Aileen disembunyikan memang sangat jauh, Deon dan pengawalnya membutuhkan waktu 11 jam menggunakan pesawat terbang.
Setelah menempuh perjalanan yang jauh sampailah Deon di sebuah pedesaan yang begitu indah, ladang gandum yang tampak begitu indah ketika hampir di panen langsung memanjakan mata.
Pertama kali berada di sini Deon sudah menyukai tempat ini, sayangnya kali ini bukan waktu yang tepat untuk menikmati keindahan. Dalam hatinya langkah bahagianya jika dia dan Aileen beserta anak - anaknya nanti bisa jalan - jalan lagi sambil menghirup udara segar.
Deon sampai senyum - senyum sendiri, ketika pae pengawal yang berjumlah sepuluh orang itu menatap Deon dengan rasa penasaran membuat pemuda itu kembali bersikap tegas.
Deon menelusuri lokasi yang kemarin di share, dan dia sampai pada sebuah pasar tradisional.
"Kemana aku harus mencari Aileen tanpa ketahuan?" batin Deon.
Tapi Deon adalah seorang pemuda yang cerdas, dia memilih menyewa penginapan terlebih dahulu dan memantau keadaan dengan menyuruh para pengawal untuk mencari informasi.
Hanya dalam waktu satu hari Deon sudah menemukan fakta jika Aileen hampir setiap hari pergi ke pasar di dampingi pelayan dan pengawal. Memang tidak terlalu sulit mencari informasi di pedesaan, karena kebanyakan yang tinggal di sana adalah warga asli. Jika ada orang baru yang tinggal tentu saja semu orang bisa tahu.
***********************************
Aileen bisa merasakan kehadiran Deon, seolah dadanya berdetak sesuai jejak langkah Deon di daerah tersebut.
Bukan perasaan yang biasa, Aileen yakin jika sang kekasih memang datang ke sini untuk menjemputnya.
__ADS_1
Bukan karena Aileen tidak ingin berbakti pada kedua orang tua. Melainkan dia sudah memiliki kehidupan lain, yaitu masa depan anak yang sedang dikandungnya. Dia tidak ingin jika anaknya nanti terlahir tanpa seorang Ayah. Betapa malangnya jika seorang anak tidak tahu siapa Ayah kqndungnya sendiri. Dan tidak jarang jika anak yang terlahir tanpa salah satu dari orang tua nanti bisa merasa iri dan mentalnya sedikit terguncang karena melihat kesempurnaan keluarga temannya nanti.
Tapi memang seperti jaln terjal yang sulit dilalui, papa dan mamanya yang biasanya mengunjunginya hanya sehari tiba - tiba sudah 3 hari masih berada di sana.
"Pa, Ma. Tumben kalian berlama - lama di sini, apa tidak ada acara penting?" tanya Aileen.
"Banyak sayang, tapi mama ingin sekali menemanimu agak lama lagi," jawab Yossi penuh kasih sayang.
"Iya, lagipula pekerjaan tidak akan pernah selesai jika terlalu dikejar. Jadi mumpung papa masih sehat tidak ingin melewatkan waktu bersama keluarga," balas Fernand.
Aileen bisa merasakan ketulusan kedua orang tuanya, hatinya terasa teriris Karena ada niatan ingin kabur lagi.
"Pa, Ma. Maafkan aku jika mengecewakan kalian lagi. Aku sendiri juga tidak tahu harus bagaimana?" batin Aileen menahan tangis.
Dirinya sendiri ingin bertanya masalah papanya dengan Deon,tapi tenggorokannya seakan tercekat dan suaranya terkunci.
Malam harinya Aileen tidak bisa tertidur, dia seperti seorang Puteri yang terkurung dalam istananya. Aileen berada di kamar paling atas, yaitu lantai 3 yang begitu tinggi. Meskipun jendela bisa di buka tapi sulit baginya untuk bisa kabur. Bahkan di luar rumah juga ada beberapa penjaga yang sengaja di suruh oleh Fernand agar tidak ada yang bisa menculik Aileen.
"Kak Deon, aku sangat merindukanmu. Apakah kamu juga merindukanku?" batin Aileen sambil membuka jendela dan tirainya.
Gadis itu sambil melihat langit yang dihiasi bulan dan bintang melamun membayangkan masa - masa indah silam saat bersama sang kekasih.
*********************************
Dan dari kejauhan tampak Deon seorang diri yang tengah memantau rumah Aileen. Deon berkeliling dan mencoba mencari celah, tapi penjagaan begitu ketat di gerbang pintu. Sedangkan rumah Aileen di kelilingi oleh tembok yang sangat tinggi.
"Fernand itu ternyata sudah menyiapkan ini dengan matang, tapi aku tidak mau kalah. Aku harus berhasil membawa Aileen pergi dari sangkar emas ini," gumam Deon.
__ADS_1
Setelah di cermati berkali - kali, kini Deon memiliki cara untuk memasuki halaman rumah tanpa melewati gerbang. Yaitu memanjat pohon yang berada di sebelah tembok tinggi. Deon yang lincah dengan mudah bisa naik ke pohon tersebut, betapa terkejutnya jika dari atas sana dia bisa melihat Aileen yang tengah berdiri di balik jendela.
Cahaya rembulan yang memantulkan sinar cahayanya ke wajah Aileen menampakkan kecantikan alami hadis tersebut. Deon sungguh tidak kuasa menahan getar di dada. Rindu yang mendalam membuat Deon malam ini harus bisa naik ke kamar Aileen yang lebih tinggi dari pagar tembok.
Deon segera menelpon anak buah untuk membawakan dua tali tambang. Tak butuh waktu lama, anak buah dan di pinjam dari Keenan memang memiliki ketangkasan dan pemahaman tinggi. Dalam waktu yang singkat sudah datang.
Deong langsung mengikat tali tambang yang agak pendek ke pohon dan menjulurkan ke bawah agar dia bisa turun ke halaman rumah. Sedangkan yang ukuran paling panjang dia lempar kamar Aileen. Sebelumnya Deon sudah memberikan kode dengan senter yang di arahkan ke wajah Aileen.
Betapa terkejutnya Aileen jika dibawah ada seseorang. Biarpun tidak bisa melihat dengan jelas tapi Aileen tahu jika sosok itu adalah tubuh Deon.
Deon semakin mengakui kehebatan pengawal Keenan, tanpa di suruh sudah menyiapkan pestol mainan yang isi pelurunya ada tulisan untuk menyingkir dan nanti ikatkan tali ke sesuatu yang bisa menahan. Dengan begitu Deon tidak bingung lagi.
Aileen sendiri begitu membaca pesan yang terbang ke ranjangnya itu menjadi bergetar hatinya. Bahkan tangannya sampai gemetar saking kaget, bahagia dan cemas. Tapi demi keyakinannya yang kuat Aileen segera melakukan sesuai isi pesan yang tertulis.
Setelah selesai Aileen kembali ke jendela dan memberi kode.
Untung saja para pengawal Fernand hanya menjaga di bagian gerbang dan depan rumah saja. Sedangkan kamar Aileen berada di bagian samping sehingga memudahkan Deon untuk beraksi.
Deon mulai memanjat dengan cekatan, sedangkan dari atas Aileen begitu cemas jika sang kekasih jatuh.
"Sayang, betapa hebatnya Ayahmu," gumam Aileen sembari mengelus perutnya dan menyambut kedatangan Deon dengan senyum merekah.
Begitu Deon sampai di kamar Aileen pemuda itu langsung memeluk Aileen dan mwndekao erat. Bahkan Aileen sampai menangis sesenggukan karena takut jika pertemuan ini hanya sebuah mimpi.
"Apakah aku bermimpi?" bisik Aileen untuk meyakinkan diri.
Tanpa banyak bicara Deon langsung saja mencium bibir Aileen dan melahab penuh nafsu. Sangat lama mereka berciuman seperti sudah bertahun - tahun tidak pernah bertemu.
__ADS_1
"Sekarang sudah yakin kan kalau semua ini nyata?" bisik Deon sambil mengelus perut Aileen.