
Setelah menempuh perjalanan yang
cukup panjang akhirnya Deon sampai juga di kediaman Fernand. Namun, apa yang
ingin dia temui sudah tidak ada di sana. Deon hanya bisa pulang dan memikirkan
cara untuk bisa menemukan kekasihnya.
‘’Aku tahu si tua itu pasti tahu
jika putrinya tengah mengandung anakku. Dan aku sendiri tidak mungkin menyuruh
anak buahku untuk melacak keberadaan Aileen, karena jika kakak sampai tahu
kejadian ini justru keadaan semakin rumit. Aku tidak ingin Aileen dan anakku
dalam bahaya. Oh iya,
Keenan…. Aku bisa meminta bantuannya. Hanya dia yang saat ini bisa
diandalkan.’’ Batin Deon tidak akan menyerah pada keadaan.
Deon segera menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi agar bisa sampai
menuju paviliun. Karena tidak mungkin baginya untuk langsung ke tempat Keenan
yang selalu sibuk dan berpindah – pindah
tempat.
Di tengah perjalanan Deon
menyempatkan diri untuk membeli ponsel baru, dia lumayan lega setidaknya masih
mengingat email dan sandi google sehingga seluruh data yang tersimpan masih bisa
menyelamatkan. Pertama yang Deon coba hubungi adalah Aileen, tapi nomor
tersebut sama sekali tidak aktif. Kemudian mencoba menghubungi Keenana tapi
tidak di angkat.
Sesampainya di pavilion rupanya
Saralee dan Adella masih duduk di ruang santai dengan wajah yang lesu dan
kurang semangat. Begitu melihat kepulangan Deon kedua gadis tersebut segera
menghampiri.
‘’Kak, apa sudah berhasil bertemu
dengan Aileen?’’ tanya Saralee sangat penasaran.
‘’Tidak, sepertinya Aileen
sengaja disembunyikan oleh orang tuanya,’’ jawab Deon sambal duduk di samping
sepupunya.
‘’Kami sudah mendengar mengenai
hubungan buruk Kak Deon dengan orang tua Aileen, lalu bagaimana tindakan Kak
Deon sekarang? Akan menyerah apa tetap memperjuangkan Aileen?’’ timpal Adella.
‘’Sampai pada titik darah
penghabisan aku tidak akan menyerah untuk Aileen dan darah dagingku. Sekalipun
aku tahu pertempuran yang sengit tidak akan pernah terhindarkan. Apapun yang
terjadi aku haru membawaa Aileen dan anakku,’’ jawab Keenan yakin.
‘’Semangat ya, Kak Deon. Aku dan
Adella akan membantu sebisa mungkin,’’ timpal Saralee.
‘’Ini sudah larut malam,
sebaiknya kalian segera tidur. Oh iya, Aileen, aku pinjam ponselmu sebentar,’’
kata Deon mencoba menenangkan diri.
__ADS_1
Dengan senang hati Adella segera
beranjak menuju kamar dan menyerahkan ponsel miliknya ke Deon.
‘’Adella, kamu tidur di kamarku
saja ya, aku merasa kesepian,’’ sela Saralee.
‘’Iya Saralee, besok kita juga
masuk kuliah,’’ jawab Adella mengikuti sahabatnya.
Sedangkan Deon tetap duduk di
sofa ruang santai sambal mengirim pesan untuk Keenan.
*****************************************
Keenan malam ini kerja lembur,karena dari
kemarin menemani kekasihnya yang demam menyebabkan banyak pekerjaan yang
tertunda. Punggug Kenaan sampai terasa sangat pegal karena kelamaan duduk.
‘’Ah… Dalam keadaan seperti ini
alangkah enaknya jika Adella memijatku,’’ Batin Keenan yang teramat merindukan
kehangatan tubh kekasihnya.
Kenaa teringat kejadian kemarin,
sebenarnya pemuda itu hanya mencumbu tanpa melakukan hal yang lebih. Bukan
karena tidak memiliki hasrat, akan tetapi dia tidak tega melakukan hal tersebut
di saat Adella mabuk. Tentu saja akan lebih menyenangkan apabila sambal melihat
Adella yang wajahnya memerah karena menahan malu. Alasan dia mengatakan kebohongan
agar Adella mau segera dinikahi.
Saat hati dan pikirannya tertuju
menjemput.
‘’Wah, baru tadi pagi bertemu
sudah merindukan aku,’’ gumam Keenan senang sekali.
Keenan segera menyambar kunci
mobil dan menuju pavilion. Pikiran kotornya membayangkan ingin mengajak
kekasihnya menginap ke rumahnya dan bermesraan sepanjang malam.
Namun siapa sangka jika saat
mobilnya berhenti di pekarangan justru Deon yang muncul dari balik pintu.
Bahkan belum sempat Keenan bertanya tapi Deon langsung masuk kedalam mobil.
‘’Ayo kita pergi, akan aku
ceritakan di jalan,’’ kata Deon dengan nada memerintah.
‘’Hei, aku datang ke sini untuk
menjemput Adella,’’ jawab Keenan ketus.
‘’Jangan berharap! Yang mengirim
pesan menggunakan ponsel Adella adalah aku. Lagi pula besok dia kuliah, jadi
malam ini sudah tertidur,’’ jawab Deon yang langsung memupuskan harapan Keenan.
‘’Sial, kita mau kemana?’’ tanya
Keenan kesal karena merasa dipermainkan.
‘’Aku juga tidak tahu, dalam
kondisi seperti ini aku tidak bisa berpikir jernih ataupun tidur nyenyak. Aku
__ADS_1
sangat merindukan Aileen dan anakku, semoga mereka baik – baik saja,’’ jawab
Deon.
‘’Lagakmu, sudah seperti seorang
ayah saja,’’ sindir Keenan menahan tawa.
Deon teramat kesal karena
sahabatnya itu justru meledeknya.
‘’Suatu saat ketika wanita yang kamu
cintai tengah mengandung anakmu pasti kamu bisa merasakan sendiri,’’ balas
Deon.
‘’Biarpun aku ingin tetap saja aku
tidak bisa melakukannya,’’ jawab Keenan setengah mengeluh.
Kedua pemuda tersebut memang
berbeda dunia. Jika Deon semenjak muda masuk di dunia hitam sedangkan Keenan
sebaliknya. Meskipun begitu mereka berdua menjadi sahabat biarpun sempat mendapat
pertentangan dari Aloysius atau papanya Keenan.
‘’Yaah, menyandang nama baik
memang tidaklah mudah. Karena jika kamu melakukan keburukan sedikit akan langsung
menjadi sorotan. Berbeda denganku, biarpun setiap hari aku bertindak buruk
orang tidak akan terpengaruh,’’ kata Deon tertawa.
Keenan hanya tersenyum, meskipun
Deon seorang mafia yang terkenal buruk tapi jika mengenal lebih dekat justru
akan muncul rasa kekaguman. Karena Deon seseorang yang setia, jika temannya
dalam kesulitan dengan nyawapun Deon siap berkorban.
‘’Maka dari itu, aku ingin
menghamili Adella setelah menikah,’’ jawab Keenan serius.
‘’Kalau begitu buruan menikah,’’
balas Deon.
‘’Tak semudah itu, Adella masih
ragu terhadapku dan dia terlalu teropsesi dengan sekolaj dan cita – citanya,’’
keluh Keenan.
‘’Tak ku sangka seseorang
sepertimu bisa tunduk pada gadis kecil,’’ sindir Deon.
‘’Tidakkah kamu berkaca? Bukankah
Aileen juga sama kecilnya dengan Adella?’’ pekik Keenan tak ingin kalah.
‘’Baiklah, kita berdua memang
sudah dibodohi oleh cinta,’’ jawab Deon tertawa.
Sambil terus mengobrol mobil
mewah milik Keenan meluncur ke markas Keenan. Karena Keenan memiliki tempat rahasia
yang memiliki anak buah serta alat cangkih untuk meretas.
‘’Deon, kalau aku bisa menemukan
lokasi Aileen bagaimana?’’ Canda Keenan.
‘’Apapun itu, pasti aku berikan,’’
__ADS_1
jawab Deon menanggapi dengan serius.