
Apa yang ditakutkan Adella dan Saralee terjadi juga, kedua orang tua Aileen ke sini memang untuk menjemput sahabat mereka pulang.
"Nak, ayo kita pulang. Tempatmu bukan di sini, Papa tidak bisa membiarkan kamu hidup menderita," bujuk Fernand tak kuasa melihat anak semata wayangnya hidup kesusahan.
"Iya, sayang. Kalau kamu memang merindukan ibumu nanti kita bisa berkunjung ke sana bersama," timpal Yossi yang terlihat tulus.
Saralee dan Adella ikut merasa bahagia juga, biarpun bukan mama kandung tapi Yossi sangat perhatian dan lembut kepada Aileen. Bahkan Aileen diperlakukan lebih dari sekedar Tuan Puteri.
"Baiklah, papa tahu selama ini kamu tidak punya teman dekat. Jadi paham kalau kamu merasa berat berpisah dengan teman - temanmu. Bagaimana kalau papa izinkan kamu untuk tinggal selama sebulan di sini, nanti papa jemput kamu lagi," sela Fernand yang mencoba pengertian.
"Benarkah? Terima kasih, Pa," ucap Aileen bahagia kemudian memeluk papanya lagi.
Yossi yang berada di samping ikut memeluk Aileen sembari mengelus punggung Aileen.
"Oh Iya, Saralee, Adella. Tolong jaga Aileen ya? Dia gadis yang lemah dan manja jadi om minta bantuan kalian untuk merawatnya," ucap Fernand.
"Iya, Om," jawab Saralee dan Adella mengangguk ramah.
"Dan Aileen, bawa kartu ini. Mama tidak ingin kamu bekerja lagi. Apapun yang kamu mau belilah dan jangan sampai kamu kekurangan," timpal Yossi memberikan kartu kreditnya pada Anak tirinya.
"Terima kasih, Ma," jawab Aileen senang hati.
Selepas kepergian Fernand dan Yossi, Adella dan Satalee langsung bersorak. Walaupun hanya sebulan tapi setidaknya mereka memiliki waktu untuk bersama.
"Eh, kalau kamu kembali ke rumah apakah nanti bisa bertemu lagi dengan Kak Deon?" tanya Adella ikut cemas.
"Entahlah... Karena nanti pasti aku akan di masukkan ke universitas khusus putri bangsawan. Di mana di tempat itu tidak diizinkan lelaki masuk," jawab Aileen bersedih.
"Tenang, kalian berdua belum tahu siapa Kak Deonku. Dia itu pemuda yang hebat, masalah seperti itu hal kecil baginya," timpal Saralee sangat yakin dengan kemampuan kakak sepupunya.
Aileen seketika berubah tersenyum, dia percaya jika apa yang dikatakan oleh temannya itu adalah suatu kebenaran.
"Ayo kita berangkat kuliah, masih ada sisa waktu beberapa menit," sentak Adella melihat jam tangganya.
"Ayo kita ambil buku pelajaran dulu," jawab Aileen ikutan panik.
Mereka bertiga berlarian menuju kamar atas dan segera mengambil keperluan untuk sekolah. Setelah itu mereka menuju ke Halte. Untung saja mereka tepat waktu, begitu sampai di sana pelajaran baru di mulai.
********************************
__ADS_1
Untuk menikmati hari - hari terakhir mereka, Saralee dan Adella sepakat untuk tidak berkencan dengan kekasih masing - masing. Mereka memilih berjalan - jalan bertiga.
Keenan dan Raiyen sampai kesal sekali, ponsel kekasih mereka di non aktifkan. Dan ketika di datangi ke paviliun tempat itu kosong melompong.
Tapi Keenan adalah orang yang berkuasa, pemuda itu dengan mudah menyuruh orang untuk mengikuti Adella dan melaporkan semua kegiatan kekasihnya tersebut.
Sedangkan Raiyen percaya jika Saralee tidak akan bertindak yang aneh - aneh seperti dulu lagi. Jadi pemuda itu malah fokus belajar seperti biasanya.
Sebulan telah berlalu, dan hari ini adalah hari terakhir Saralee, Adella dan Aileen hidup bersama. Mereka memutuskan pergi ke wahana hiburan. Ketiga perempuan yang cantik dan menawan itu menaiki berbagai macam permainan dengan tawa lepas. Mereka terlalu bersenang - senang sampai melupakan kekasih mereka.
"Sudah sebulan kalian tidak menemui kekasih kalian, kasihan mereka," ucap Aileen.
"Tidak masalah, biar sesekali aku membuat Keenan kesal," jawab Adella santai.
"Kamu ini jangan begitu," sergah Aileen pada Adella yang terlihat cuek.
"Adella mah begitu, bergaya cuek aslinya cinta mati," sindir Saralee.
Aileen tertawa ngikik karena membenarkan apa yang barusan diucapkan oleh Saralee.
"Kalau aku sih masih sesekali bertemu Raiyen di universitas, jadi dia memahami kalau aku memang lagi mau fokus menemani Aileen," ujar Saralee sembari merangkul Aileen.
"Dia setiap malam juga menelpon Raiyen," timpal Aileen semakin memanasi Adella.
Seketika Adella tertegun, karena selama sebulan ini dia benar - benar mengabaikan Keenan.
"Astaga... Keenan pasti marah dan kesal padaku. Bagaimana ini?" batin Adella gelisah.
"Tuh kan? Katanya nggak peduli pada Tuan Keenanmu itu?" sindir Saralee.
"Saralee, kita kan sudah sepakat tidak akan berkencan dengan pacar kita?" pekik Adella.
"Aku kan memang tidak pernah pergi berkencan! Hanya sekedar bertemu biasa di Universitas dan menelpon tiap malam," jawab Saralee mengejek puas.
Adella menyesal sekali kenapa setiap malam Keenan melepon tidak dijawabnya.
"Ih... Kenapa kamu tidak bilang dari dulu," ucap Adella kesal.
"Adella, ku kira IQ kamu yang paling tinggi di sini," ucap Adella senang sekali melihat kepanikan Adella.
__ADS_1
"Sudah... Setelah ini sebaiknya kamu menemui Keenan. Lagipula kenapa harus menghindari kekasih kalian? Andaikan Kak Deon di sini aku tentu saja ingin selalu menemuinya," sela Aileen menengahi.
Namun, begitu mereka keluar dari gerbang tiba - tiba saja Aileen ingin muntah dan kepalanya seketika berat.
"Hai... Kamu kenapa?" pekik Adella panik.
"Ayo kita ke rumah sakit," sela Saralee.
Adella dan Saralee sangat cemas karena Aileen terlihat pucat dan lemas.
"Paling aku hanya kecapean," balas Aileen menenangkan kedua sahabatnya.
"Benar kata Saralee, sebaiknya kita ke rumah sakit," sergah Adella.
"Tak perlu, aku ingin ke apotek saja membeli obat setelah itu istirahat di rumah," jawab Aileen.
"Kalau begitu ayo kita pulang," ajak Saralee.
"Ayo..." jawab Adella.
"Adella, sebaiknya kamu segera menemui Keenan. Aku tidak ingin hanya karena kamu ingin menemaniku hubungan kamu dengannya menjadi berantakan. Aku akan merasa sangat bersalah jika itu terjadi," pinta Aileen dengan nada memohon.
Adella hanya menatap bingung, di sisi lain dia tidak tega meninggalkan Aileen yang sedang sakit.
"Sudahlah.. Biar Aileen aku yang urus. Kamu pergilah ke Tuan Keenanmu itu," kata Saralee.
Setelah cukup lama berpikir akhirnya Adella setuju juga, gadis itupun akhirnya naik taksi seorang diri untuk menemui kekasihnya.
Sedangkan Saralee tertawa ngakak selepas kepergian Adella.
"Kenapa kamu tertawa sendiri?" tanya Aileen heran.
"Kamu lihat tidak wajah bodohnya tadi? Dasar Adella ini," ujar Saralee.
Aileen pun juga ikut tertawa. Memang Adella tipe gadis cuek dan cerdas dalam soal pelajaran. Tapi entah kenapa di saat - saat tertentu Adella juga bisa menjadi orang yang bodoh, apalagi soal memahami perasaanya sendiri. Jelas - jelas Adella menyukai Keenan tapi terkadang tidak mau mengakuinya.
"Ayo kita pulang, tapi mampir ke apotik dulu ya?" ajak Aileen yang terlihat menahan mual.
"Ayo," jawab Saralee bergegas menghentikan taksi.
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca karya saya, jangan Lupa Like dan Vote ya🥰