Scorpio

Scorpio
Rahasia Raiyen


__ADS_3

Saralee belum mandi, tadi dia hanya sempat cuci muka dan gosok gigi saja. Sebab saat dirinya tengah enak-enakan tidur tiba-tiba ponselnya terus berdering yang ternyata panggilan dari Raiyen.


Begitu turun dari dari Helikopter dari kejauhan sudah tampak wajah tampan Raiyen dan mobil sport milik pemuda tersebut.


"Ada apa kamu meminta aku buru-buru?" tanya Saralee penasaran.


"Ayo... Jangan sampai telat," jawab Raiyen.


Saralee hanya nurut saja saat tangannya tersebut di tarik ke dalam mobil.


Saralee duduk menempel dekat pintu mobil, dia merasa minder karena belum mandi.


"Kamu kenapa menjauh dariku?" tanya Raiyen heran.


"Tidak apa-apa," jawab Saralee mencoba santai.


Kemudian mobil Sport berwarna putih tersebut segera meluncur dengan kecepatan tinggi.


Tak butuh waktu lama, mereka berdua sudah sampai di sebuah Bandara yang besar. Saralee sangat terkejut dibuatnya.


"Hey, kita mau menjemput siapa?" tanya Saralee.


"Tidak ada yang dijemput, tapi aku akan mengajak kamu ke negara tetangga," jawab Raiyen santai.


"Apa? Kamu bercanda?" tanya Saralee.


"Apa aku terlihat sedang membuat lelucon?" balas Raiyen tersenyum manis.


"Aku bahkan belum mandi, dan kamu aku juga belum ganti pakaian," pekik Saralee yang terbiasa berpenampilan oke.


"Tidak masalah, nanti kamu bisa mandi dan berganti baju setelah sampai di sana," kata Raiyen.


"Nggak mau! Aku nggak mau terlihat seperti ini. Memalukan, bahkan aku belum memakai make up," bentak Saralee kesal.


"Apa kamu tidak sadar kalau wajahmu itu justru lebih cantik seperti ini?" kata Raiyen menatap wajah Saralee lekat.


Saat itu Saralee tiba-tiba mematung seperti orang orang bodoh.


"Gawat, aku keceplosan. Saralee Tipe gadis yang mudah bosan pada pemuda yang sudah takluk padanya," batin Raiyen salah tingkah.


"Kamu hanya menghiburku saja kan?" tanya Saralee pelan.


"Iya, aku memang sedang menghiburmu. Ceoat Jangan sampai kita ketinggalan," kata Raiyen langsung menarik tangan Saralee.


Saat itu keduanya seperti tersengat listrik yang menggetarkan hati mereka. Tiba-tiba saja ada perasaan hangat yang membuat keduanya tersenyum.


Baru setelah duduk di dalam pesawat keduanya bisa bersikap biasa lagi.

__ADS_1


"Memalukan, baru kali ini aku bepergian seperti ini," gumam Saralee.


"Sebenarnya kamu ingin terlihat cantik di depan siapa?" balas Raiyen.


"Tentu semua pemuda, bagiku sangat memuaskan jika melihat mata mereka seperti mau keluar saat menatap pesonaku," jawab Saralee bangga.


Raiyen tiba-tiba saja menjadi kesal dan marah.


"Kenapa wajahmu begitu?" tanya Saralee.


Raiyen sama sekali tidak mau menjawab, pemuda itu justru berpaling dan menoleh ke arah lain.


"Cemburu ya?" goda Saralee.


"Tidak, aku hanya sedang melihat ke arah gerombolan pramugari yang menggoda itu," balas Raiyen.


Saralee sangat tidak suka dengan jawaban Raiyen barusan, dia langsung mengambil majalah dan pura-pura membacanya.


Raiyen sendiri juga lebih memilih mendengarkan musik lewat headset.


Dua jam setengah akhirnya pesawat yang mereka tumpangi mendarat di Bandara. Saralee yang masih marah tetap tidak mau bicara.


Raiyen yang mulai memahami watak gadisnya hanya diam saja, sebab jika diladeni akan semakin parah.


Tanpa sepatah pemuda tersebut meraih jemari Saralee dan mengajak ke sebuah tempat yang tidak jauh dari sana. Rupanya di sekitar Bandara ada sebuah apartemen besar.


Semua karyawan di sana memberikan hormat pada Raiyen seolah pemuda tersebut adalah orang yang berpengaruh. Saralee sendiri merasa penasaran tapi tetap tidak mau membuat mulut.


"Dulu aku tinggal di sini, karena apartemen ini adalah milik papaku," kata Raiyen mencoba mencairkan suasana.


Saralee pura-pura cuek, tapi Raiyen tahu jika gadisnya tersebut merasa penasaran dengan kelanjutan ceritanya.


"Sekarang kamu mandilah, aku akan mencarikan baju ganti untukmu," kata Raiyen lembut.


Saralee pura-pura cuek dan langsung masuk begitu saja ke dalam kamar. Setelah pintu tertutup Saralee baru beraksi. Dia sangat penasaran dengan isi kamar Raiyen.


Saralee dengan cermat mengamati setiap sudut kamar yang sangat luas itu. Kemudian matanya langsung tertuju pada bingkai foto yang terletak di sisi lemari.


"Adella?"


Saralee yakin, jika gadis manis yang tengah memakai seragam SMA adalah sahabatnya sendiri.


"Aku sudah tahu jika Raiyen menyukai Adella. Tapi kenapa melihat fotonya dipajang di kamar ini aku merasa tidak nyaman dan tidak rela? Ah, palingan aku sedang tidak mood karena belum mandi."


Saralee segera mandi keramas agar semua kekesalan dalam pikirannya bisa luntur. Setelah mandi rasanya segar, akan tetapi hatinya masih panas.


Di atas tempat tidur ada satu set baju berwarna hitam. Saralee tahu pasti tadi Raiyen sudah masuk dan keluar lagi.

__ADS_1


Saralee heran kenapa Raiyen memilihkan pakaian terusan panjang dan berwarna hitam. Biarpun masih terlihat modis tapi Saralee jarang memakai baju seperti itu.


"Selera Raiyen aneh deh."


Namun, begitu dipakai rupanya sangat cocok sekali dengannya.


"Wah, aku tampak Anggun!" puji Saralee pada diri sendiri.


Di tas sebelahnya juga ada kaca mata hitam, syal hitam serta make up.


Saralee hanya mengikuti alur saja, dia sendiri tidak tahu sebenarnya Raiyen mau mengajaknya kemana.


Setelah keluar dari kamar, Raiyen sudah menunggu di depan kamar. Mata pemuda tersebut merasa takjub dan terpesona dengan penampilan Saralee yang tertutup tapi sangat elegan.


"Kita mau kemana?" tanya Saralee yang tidak tahan juga dibuat penasaran.


"Ke makam Mama. Aku ingin mengenalkan calon istriku padanya," jawab Raiyen lembut.


Saralee terkejut, ada perasaan senang tapi juga kesal.


"Aku tidak mau!" jawab Saralee kembali ke dalam kamar.


Raiyen menyusul Saralee masuk dengan wajah kebingungan.


"Kenapa kamu tidak mau? Bukankah semalam kamu sudah setuju menikah denganku?" tanya Raiyen tak mengerti.


"Menikah? Lalu apa kamu akan bilang pada Mamamu jika kamu mencintai Adella tapi akan menikah dengan sahabatnya gitu?" pekik Saralee emosi.


"Apa maksud kamu?" tanya Raiyen kebingungan.


Saralee yang sudah emosi langsung mengambil bingkai foto yang dilihatnya tadi dan segera menyerahkan pada pemuda di depannya dengan kasar.


"Semalam aku sudah memutuskan semua pacarku dan sekarang malah kamu menjadikan aku sebagai lelucon!" bentak Saralee.


Raiyen terkejut, pemuda itu sangat dengan dengan apa yang barusan didengarnya. Tanpa berpikir panjang lagi Raiyen melempar foto Adella ke lantai sampai bingkai kaca tersebut pecah.


Raiyen mencengkeram kedua bahu Saralee dengan kencang.


"Saralee, aku bahkan sudah lama sekali tidak masuk ke kamar ini. Jadi foto itu hanyalah masa lalu yang sudah pecah. Kedepannya hanya aku satu-satunya di hidupmu ya?" bisik Raiyen begitu lembut.


Saralee yang tadinya marah menjadi kukuh dan terpana dengan ketampanan Raiyen.


Raiyen mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Saralee yang menggoda. Saralee yang syok mendapat serangan mendadak jadi gugup dan tubuhnya tidak seimbang. Akan tetapi Raiyen dengan sigap segera menangkap pundak gadis tersebut agar tidak terjatuh.


"Jangan bilang kamu tidak punya pengalaman berciuman," ejek Raiyen.


Saralee merasa terhina, dia langsung mendorong tubuh Raiyen ke ranjang dan merangkak ke atas tubuh pemuda tersebut.

__ADS_1


Selamat hari raya idul Fitri, mohon maaf lahir batin yaπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Maaf karena kesibukan lebaran Author jadi baru sempet up, jangan lupa like dan Vote yaπŸ€— Karena dukungan dari kalian sangat berarti bagi AuthorπŸ€—πŸ€—πŸ€—


__ADS_2