Scorpio

Scorpio
Curhatan Scorpio


__ADS_3

Beberapa hari tidak bisa berkumpul bersama membuat mereka saling merindukan satu sama lain.


Saralee pulang larut malam di antar oleh Raiyen membuat dirinya dihujani seribu pertanyaan.


"Baiklah, kalian tahan napas dulu! Aku akan menceritakan dari awal," ucap Saralee menahan kedua sahabatnya yang sudah tidak sabaran.


"Baiklah," jawab Aileen dan Adella yang semakin penasaran.


"Jadi, aku dan Raiyen dijodohkan oleh kedua orang tua kami," kata Saralee pelan-pelan.


"Ya ampun, Saralee..." pekik Aileen.


"Apa kamu menerima?" sela Adella tak kalah terkejutnya.


"Sebenarnya aku gak minat sih dengan perjodohan, tapi ya mau bagaimana lagi," jawab Saralee mengelak.


"Aku tak percaya, seorang Saralee mana mungkin akan sepatuh itu menerima perjodohan kalau tidak suka pada Raiyen," protes Adella.


"Iya! Aku juga sependapat dengan Adella," timpal Aileen membela sahabatnya.


Saralee hanya nyengir sendiri karena tidak bisa membohongi kedua temannya.


"Yah... Mungkin karena aku mendapat lawan yang tangguh. Dulu setiap pemuda yang aku kirim langsung tergoda, sedangkan Raiyen malah bilang jika dirinya lebih tertarik pada Adella," kata Saralee santai.


"Masa sih? palingan itu hanya omong kosong agar kamu merasa sebal," jawab Adella mengingat hubungan temannya tersebut tidak baik dengan Raiyen awalnya.


"Apa kamu tidak punya perasaan padanya?" tanya Saralee pada Adella.


"Aku? Raiyen? Mana mungkin! Aku sama sekali tidak tertarik pada lelaki," jawab Adella tegas.


"Wih... Aku takut, jangan-jangan nanti kamu malah naksir padaku," gurau Saralee tertawa.


"Ku pukul kamu, aku gadis normal tahu," balas Adella pura-pura kesal.


"Lalu bagaimana dengan Adella? Bagaimana cerita kamu pas pulang kampung dan kejadian pagi ini yang menghilang tanpa kabar?" selidik Aileen.


"Pas pulang ke rumah tanpa sengaja aku bertemu Arbay, saat itu aku bersandiwara menjadi kekasih Keenan yang mesra. Dan sukanya lagi Ibu serta tunangan Arbay melabrakku ke rumah sakit. Akan tetapi mereka langsung terbungkam saat tahu jika Aku adalah calon istri dari putra tunggal kelaurga Aloysius," ucap Adella.


"Wah... Kerenn.... Aku suka kalau gini, biar ****** tuh nenek tua," umpat Saralee.


"Lalu, bagaimana respon keluargamu terhadap Keenan?" tanya Aileen antusias.


"Yah... Mereka sangat setuju. Apalagi Keenan memberikan modal besar pada Ayah untuk bangkit lagi memulai bisnisnya," jawab Adella.


"Aku bilang apa? Kalau kamu memanfaatkan dia baik-baik pasti akan menguntungkan," balas Saralee.

__ADS_1


"Memang Iya, akan tetapi Mamanya tadi menelepon minta segera dibuatkan cucu. Dan Keenan tadi bilang mau mengajak aku nikah," ucap Adella galau.


Saralee dan Aileen tertawa terbahak-bahak mendengarkan penuturan dari sahabat mereka.


"Ya ampun, justru senang kan mendapat restu dari orang tua Keenan. Jalan kamu untuk menjadi orang kaya jadi mudah," jawab Saralee di tengah tawanya.


"Enak saja, masalahnya aku masih belum menyukai Keenan. Biarpun akhir-akhir ini sikap dia mulai berubah lebih baik tapi aku belum bisa membuka hatiku pada siapapun," kata Adella.


"Jangan-jangan kamu masih mencintai mantanmu?" tanya Aileen memastikan.


"Namanya juga cinta pertama, takkan mudah begitu saja aku melupakan dia. Akan tetapi mengingat perlakukan orang tuanya pada keluargaku membuat aku berhenti berharap dan lebih memilih menjauh darinya," jawab Adella jujur.


"Lalu sekarang bagaiman hubunganmu dengan Keenan?" tanya Saralee.


"Dia marah karena aku menolaknya, dan dia mengancam ingin mengambil kembali apa yang sudah diberikan pada keluargaku," jawab Adella sedih.


"Adella, kamu sudah di kasih enak malah tidak mau, kalau kamu bersama Keenan kehidupan kamu dan keluargamu akan terjamin," cetus Saralee.


"Entahlah, aku juga bingung dengan perasaanku sendiri," balas Adella.


"Sebaiknya kamu mengistirahatkan perasaan dulu, nanti kamu akan tahu sendiri bagaimana perasaan kamu pada Keenan saat kamu berjauhan darinya," saran Aileen.


"Wih... Tak ku sangka si Aileen sekarang sudah pandai bercinta," pekik Saralee sembarangan.


"Ayo... Sekarang giliran kamu!" pinta Adella tidak sabar.


"Tenang saja! Kak Deon sudah pergi dari tadi," jawab Saralee.


Aileen semakin memerah karena menahan malu.


"Aileen, ayo! Jangan buat orang mati penasaran," kata Adella tegas saking penasarannya.


"Aku akhirnya bertemu dengan ibuku. Wajahnya sangat mirip denganku, ibuku sudah menikah dan memiliki satu putra masih remaja dan sekarang sedang mengandung," kata Aileen tak dapat menyembunyikan kebahagiaannya.


"Wah, apa Ayah tiri dan saudara tirimu baik padamu?" tanya Saralee ikut senang.


"Iya, mereka sangat baik sekali. Dan mereka seolah menganggap aku ini bagian dari mereka," jawab Aileen ceria.


"Kamu memang pantas mendapatkannya. Lalu bagaimana hubunganmu dengan Kak Deon?" tanya Adella bersemangat.


"Awalnya aku takut pada Kak Deon, tapi setelah mengenalnya ternyata dia pemuda yang baik dan bisa dipercaya. Aku rasa aku juga mulai menyukainya," jawab Aileen menunduk malu.


"Ya ampun, kamu akan jadi kakak ipar ku beneran nih," seru Saralee.


"Kenapa kamu sampai berhari-hari belum pulang? Apa yang sudah kamu lakukan bersama Kaka Deon?" tanya Adella menjurus.

__ADS_1


"Melakukan apa?" tanya Aileen merasa disudutkan.


"Melakukan itu..." timpal Saralee sambil menyatukan kedua jari telunjuknya.


"Tidak ya, Kak Deon bukan orang yang seperti itu. Biarpun kami pernah tidur sekamar tapi dia bisa menjaga komitmen," jawab Aileen tegas.


"Waduh, tidur sekamar? Cepat sekali perkembangan hubungan kalian," goda Adella.


"Apa kalian pernah berciuman? Hayo... Ngaku," selidik Saralee tak tahan menggoda calon kakak iparnya.


Aileen hanya menunduk malu karena apa yang ditanyakan Saralee dia sudah pernah melakukan.


"Fix, Ciuman Aileen ternyata bersama Kak Deon," kata Adella.


"Wah, bagaimana rasanya?" goda Saralee.


"Kamu yang sudah punya banyak pengalaman kenapa malah bertanya padaku?" protes Aileen kesal.


"Sudah... Sudah... Aku tiba-tiba lapar, bagaimana kalau kita cari makan saja di luar," ajak Adella.


"Oke, sekarang aku punya mobil sendiri. Kita bisa pesta sampai pagi," balas Saralee.


"Pesta siapa?" tanya Aileen yang polos.


"Pesta kitalah, sudah lama kita tidak bersama kan?" jawab Saralee.


Mereka bertiga segera bersiap-siap dan menuju restoran. Setelah puas makan, saat Saralee hendak membayar Adella menghentikannya.


"Tunggu! Aku mau nyoba kartuku dulu, masih berfungsi atau sudah di blokir," ucap Adella.


"Okelah," jawab Saralee.


Ternyata kartu kredit tanpa batas milik Adella masih berfungsi.


"Wah, mumpung masih fungsi bagaimana kalau kamu puasin belanja saja. Nanti kalau sudah di blokir kamu tidak akan menyesal," saran Saralee.


"Oke dah, ayo kita shopping," ajak Adella bersemangat.


Adella tidak sadar, jika setiap transaksi pengeluarannya terdapat pemberitahuan di ponsel Keenan. Gadis itu terus-terusan kalab emmbeki berbagai baju, buku serta keperluan lainnya. Bahkan Adella juga membeli beberapa perhiasan yang mahal.


"Nah, begini dong! Jadi perempuan jangan bodoh-bodoh," ucap Saralee.


"Iya, bisa belanja seperti ini rasanya aku senang sekali," jawab Adella.


Di sisi lain Keenan hanya tersenyum saja melihat sejumlah uang yang dihabiskan tunangannya tersebut.

__ADS_1


"Sedang belajar menjadi Nyonya Keenan ya?"


Jangan lupa Like dan Vote ya? Karena dukungan dari kalian sangat berarti bagi Author. Terima kasih🤗🤗


__ADS_2