Scorpio

Scorpio
Buka Hatimu, Adella!


__ADS_3

Sinar matahari belum tinggi membuat cuaca di tepi pantai tidak panas, justru semilir angin membuat suasana sejuk.


Adella berbaring di atas pasir putih menatap birunya langit. Karena terlalu nyaman lama-lama Adella merasa mengantuk. Namun, setengah kesadarannya masih berfungsi.


"Keenan sudah banyak sekali menolong keluargaku, aku takut jika perlahan-lahan hatiku mulai memiliki rasa padanya. Aku takut jatuh terluka lagi."


Cukup lama Adella berbaring di sana, dia merasa malas untuk bangkit. Secara perlahan matanya mulai terpejam.


Di sisi lain Keenan meraba-raba ranjangnya, akan tetapi di sampingnya kosong tidak ada orang. Setelah membuka mata rupanya Adelalla sudah tidak ada di kamar.


Kenangan kesal sekali, pemuda itu berniat ingin tidur tapi tidak bisa. Entah kenapa tubuhnya ingin sekali dipeluk oleh gadis muda yang menjadi tunangan kontraknya.


"Kenapa aku kecanduan dengan aroma gadis itu? Aku menyukai tubuhnya atau aku sudah jatuh cinta padanya?"


Keenan awalnya sama sekali tidak tertarik dengan Adella, tapi semakin lama mengenal gadis itu rupanya banyak sekali sesuatu yang menarik dalam diri Adella.


Keenan senyum-senyum sendiri membayangkan wajah Adella yang cantik dan tatapan matanya yang memikat. Gadis cuek itu memiliki daya tarik kuat meskipun berpenampilan tomboy tapi membuat mata lelaki tidak mudah mengalihkan pandangannya.


Keenan saat ini berhasrat sekali ingin memeluk dan mencium bibir Adella, merasakan harumnya aroma tubuh Adella yang begitu menggiurkan.


"Aku tidak pernah merasa gila seperti ini! Aku tidak ingin kehilangan dia. Aku ingin selalu membuat dia bahagia dan aman. Hatiku merasa sakit melihat dia kesusahan."


Keenan segera memencet tombol bel sebagai code untuk memanggil pelayannya.


Tak berapa lama yang dipanggil darah juga.


"Cari Adella, katakan padanya jika aku tidak enak badan!" perintah Keenan tegas.


"Iya, Tuan," jawab pelayan tersebut patuh.


Keenan cengar-cengir membayangkan nanti diperhatikan dan dirawat oleh tunangan kecilnya.


Adella yang sudah tertidur di pantai bermimpi Keenan datang dengan kemeja putih, pemuda itu mendekatinya dan mencium bibirnya. Adella ingin memberontak tapi tubuhnya tidak bisa bergerak dan mulutnya juga tidak bisa bersuara. Adella hanya pasrah menikmati setiap sensasi yang diberikan oleh tunangannya tersebut.


Tiba-tiba Adella mendengar suara seseorang yang memanggilnya. Saat matanya terbuka sudah ada pelayan yang berada di sampingnya.


"Gila, mimpi apa aku ini?"


Adella memerah wajahnya mengingat mimpi di siang bolong barusan.


"Nyonya, Tuan Keenan sakit," ucap pelayan tersebut dengan nada cemas.


Adella segera bangkit dan membersihkan rambut serta tubuh bagian belakang dari pasir putih yang melekat.

__ADS_1


"Masa sih? Tadi pagi saja sehat kok," tanya Adella tak percaya.


"Beneran, Tuan dari tadi mencari Nyonya terus," jawab pelayan tersebut meyakinkan.


Adella hanya menganggap jika itu adalah taktik Keenan untuk mengerjainya saja. Adella sama sekali tidak cemas dan berjalan santai.


Akan tetapi sesampainya di kamar Keenan sedang duduk bersama pada bantal.


"Pelayan tutup pintunya!" perintah Keenan.


Adella mendekati pemuda tersebut dengan rasa heran.


"Katanya sakit? Tubuh kamu ini lemah sekali ya? Dikit-dikit mudah sakit," sindir Adella.


Keenan kesal sekali dikatakan lemah, rasanya ingin menunjukkan kekuatan tubuhnya pada Adella.


"Dari mana saja kamu?" tanya Keenan kesal.


"Aku jalan-jalan di pantai," jawab Adella apa adanya.


"Kenapa kamu meninggalkan aku? Aku sedang sakit tahu," ujar Keenan.


Adella tertawa, sebab pemuda di depannya itu terlihat lucu.


Keenan kesal sekali, pemuda itu awalnya berniat mencari perhatian. Siapa sangka justru mendapat balasan yang menjengkelkan. Keenan langsung menarik lengan Adella sampai terjatuh dalam pangkuannya.


"Hey... Lepaskan!" teriak Adella.


"Diam... Seorang istri tidak boleh berteriak-teriak pada suaminya," bisik Keenan.


"Sejak kapan aku jadi istrimu?" tanya Adella ketus.


"Sejak kita bertemu," jawab Keenan seenaknya sendiri.


Adella tidak tahu kenapa sekarang tunangan palsunya itu bisa berubah menjadi genit. padahal dulu selalu bersikap angkuh dan cuek.


"Hey, Tuan Keenan. Apa Anda mulai mencintaiku?" ejek Adella.


Keenan bangkit dan menjatuhkan Adella sampai gadis itu berbaring di kasur. Keenan tanpa rasa gengsi lagi menindih di atas. kini wajah mereka berdua begitu dekat.


"Adella, jika aku serius jatuh cinta padamu bagaimana?" tanya Keenan lembut.


Adella bengong, selain terkejut dengan ucapan Keenan barusan juga terpesona dengan ketampanan pemuda tersebut. Namun, akal sehatnya tidak terima jika dirinya diperlakukan seperti gadis murahan.

__ADS_1


"Keenan maaf tadi aku cuma bercanda," jawab Adella gugup.


"Tapi aku serius, aku mulai jatuh cinta padamu," jawab Keenan menyentuhkan hidungnya pada hidung Adella.


Jantung Adella berdetak kencang, hatinya juga berdebar-debar diperlakukan seperti itu.


"Keenan, menyingkirkan dari tubuhku, kamu berat sekali!" pinta Adella memelas, sebab jika dia takut jika berbicara kasar akan membuat Tuan Muda tersebut marah dan bertindak nekat.


"Adella, apa salahnya kita memulai hubungan yang serius. Lagi pula kedua orang tua kita juga sudah sama-sama tahu," kata Keenan manis.


Adella merenung, memang pemuda di depannya tersebut sesuai kriteria semua wanita. Tampan, kaya dan royal. Namun, Adella masih belum bisa membuat hatinya, sebab luka lamanya itu belum sembuh.


"Kita bicarakan baik-baik, sekarang lepaskan aku!" pinta Adella.


"Tidak, tadi kamu mengatakan aku lemah. Sekarang aku ingin menunjukkan kekuatanku padamu," balas Keenan tersenyum senang.


Adella bisa merasakan tonjolan keras milik Keenan menindih bagian tubuh paling sensitifnya. Dia semakin takut jika pemuda yang kini berada di atas tubuhnya semakin tidak terkendali.


"Minggirlah! Jika tidak aku akan membencimu," teriak yang sudah semakin ngos-ngosan.


Keenan yang awalnya hanya iseng siapa sangka tubuhnya itu bisa bereaksi secepat ini. Mau tidak mau Keenan bangkit dan duduk di samping Adella.


Adella sendiri segera bangun mengamankan posisi tubuhnya.


"Jangan pernah lakukan itu lagi!" bentak Adella marah.


" Kamu menikmatinya kan?" goda Keenan.


Adella memalingkan wajahnya karena merasa malu dan canggung.


Keenan tiba-tiba memeluk tubuh Adella dari belakang.


"Adella, aku tahu kamu bukannya tidak menyukaiku. Tapi karena kamu takut terluka lagi. Adella, aku tidak sama seperti mantan kekasihmu! Aku akan membahagiakan kamu dan keluargamu. Bukalah hatimu, Adella... " bisik Keenan lembut di telinga Adella.


Suara Keenan begitu lembut dan mampu membius Adella dalam buaian. Namun Hati Adella yang pernah hancur tidak semudah itu bisa kembali seperti semula.


"Maaf, aku tidak bisa," jawab Adella lemah.


"Baiklah, kamu bisa pelan-pelan untuk menerimaku. Asalkan kamu jangan pernah berani-beraninya mendekati pemuda lain. Kamu akan tahu sendiri resikonya!" balas Keenan kini dengan nada memerintah seperti biasanya


Adella kesal sekali, tapi dia juga tidak punya daya untuk melawan Keenan. Bagaimanapun juga saat ini dia adalah tawanan pemuda tersebut.


Hay readers, kita berjumpa lagi🤗 Maaf ya lama sekali tidak melanjutkan novel ini. Sekarang Author akan up rutin lagi ya, mohon dukungannya dengan cara Like dan Vote,🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2