
Tayangan di bioskop berakhir larut malam, Ketiga gadis Scorpio itu bersedih sebab terharu dengan kisas akhir yang tragis.
"Kasihan sekali akhirnya si cowok meninggal," rengek Aileen yang paling mudah menangis.
"Salah sendiri kenapa kalau cinta tidak katakan dengan jujur," timpal Saralee sambil bangkit dari kursi.
"Ya kita ambil hikmahnya saja, selagi orang yang kita sayangi masih ada maka hargai dia," ucap Adella bijaksana.
"Del, kurasa yang barusan kamu katakan itu cocok untukmu deh," sindir Saralee.
Adella diam dan mencerna apa yang barusan dikatakannya sendiri.
"Apa aku mencintai Keenan?" batin Adella gelisah.
Mengingat Keenan yang sombong tapi dermawan itu membuat Adella jadi galau.
"Saralee, mana ponselku," pinta Aileen sambil memikirkan tangan.
"Nih, dan ini punya Adella. Pokoknya saat kita bertiga sedang bersama ponsel harus aku sita. Biar pacar kalian tidak mengganggu!" kata Saralee sambil mengembalikan ponsel milik teman-temannya.
Baru saja Aileen menghidupkan ponselnya akan tetapi tiba-tiba ada panggilan masuk. Melihat nama yang tertera pada layar Aileen segera mengangkatnya.
"Kak Deon, ada apa malam-malam begini menelpon?" tanya Aileen gugup.
"Aku mencintaimu... Aileen."
"Kak Deon mabuk ya? Sekarang sedang di mana?" tanya Aileen cemas.
"Coba tanya pada teman kecilmu yang sudah menolak Keenan... Ha... Ha..." jawab Deon.
"Deon, aku bunuh kamu jika katakan itu sekali lagi," bentak Keenan.
Aileen, Saralee dan Adella bisa mendengar ucapan kedua pemuda tersebut di telepon.
"Wah, sepertinya mereka sedang kacau" kata Saralee.
"Kok ada suara ombak dan angin ya? Mereka di mana Adella?" tanya Aileen.
"Paling di rumah pengasingan milik Keenan, seperti kastil dalam dongeng yang terletak di pulau kecil. Menuju ke sana memakai helikopter," jawab Adella.
"Keren, aku mau ke sana!" teriak Saralee.
"Aku juga, melihat pemandangan lautan dari atas sepertinya menyenangkan," timpal Aileen bersemangat.
"Hey, malam hari tidak kelihatan. Dan lagi pula hubunganku dengan Keenan juga sedang tidak baik," jawab Adella cemas.
"Hallah, kamu ini tidak ingin membuat kedua sahabatmu bahagia ya?" sindir Saralee.
"Aileen, ini saatnya kamu memperbaiki hubunganmu dengan Keenan. Jangan sampai kejadian kamu seperti di bioskop tadi," saran Aileen mengingatkan.
"Dan yang lebih penting lagi jangan sampai kartu kreditmu terlepas dari tanganmu. Jadi kamu tidak perlu bekerja dan bingung-bingung mencari uang," bujuk Saralee.
"Tapi... Aku malu jika minta maaf duluan. Dan aku juga tidak mau menikah di usia semua ini," kata Adella ragu.
"Heh, kamu ini tidak punya pengalaman sama sekali. Katakan saja jika kamu masih fokus kuliah dulu! Dan kedatangan kita bilang saja karena Aileen khawatir pada Kak Deon, sedangkan kamu hanya penunjuk arah saja. Maka harga dirimu terselamatkan," cetus Saralee.
__ADS_1
"Kok aku yang jadi kambing hitamnya?" rengek Aileen.
"Diamlah! Ini satu-satunya cara biar kita bisa melihat pemandangan di sana sekaligus menyatukan Adella dan Keenan lagi," balas Saralee.
"Iyalah, demi Kalian," jawab Aileen.
"Nah, gitu dong. Ayo kita berangkat," teriak Saralee.
Mobil yang dilajukan Saralee menembus kabutnya malam dengan kesempatan tinggi. Setelah sampai di perbatasan kota para anak buah Keenan menyambut Adella dengan hormat.
"Nyonya, mari,"
"Wah, di sini kamu menjadi Nyonya besar. Seperti Cinderella deh," sindir Saralee.
"Hush," balas Adella.
Ketiga gadis Scorpio tersebut mendapat perlakuan yang istimewa, sebab Adella adalah kekasih Keenan.
Saralee dan Adella begitu antusias saat naik helikopter, sedangkan Adella justru melamun. dia tidak tahu bagaimana nanti menghadapi Keenan.
Karena gelap maka mereka tidak bisa melihat apa-apa, akan tetapi dari kejauhan kastil milik Keenan yang berada di puncak pulau terlihat bersinar terang.
ππππππππππππππππ
Deon sudah mabuk parah, sedangkan Keenan masih setengah sadar. Begitu dia melihat kerlipan lampu helikopter dia tahu jika Adella sedang menuju ke sana.
"Akhirnya kamu datang juga," gumam Keenan senang.
Keenan segera menelepon pelayan agar menyambut Adella.
"Pelayan, sambut Nyonya dan suruh datang ke sini!" perintah Keenan.
"Gadis kecil, malam ini aku akan memberi pelajaran padamu karena sudah membuat aku frustrasi," batin Keenan.
Beberapa saat kemudian orang yang ditunggu-tunggu Keenan datang juga. Akan tetapi kali ini tidak seorang diri.
"Hallo Tuan Keenan, kami ke sini mengantar Aileen menjemput Deon," ucap Saralee percaya diri.
"Saralee, bantu Aileen membawa kakakmu ke kamar. Nanti tanya saja pada pelayan mana kamar kamu khusus Deon. Karena sudah larut kalian tidur saja sekalian di sini," kata Keenan.
Saralee yang tahu maksud Keenan segera melakukan sesuai ucapan pemuda tersebut.
"Adella, ini demi kebaikan masa depanmu. Aku tahu kamu mencintai Keenan, jangan sampai kamu terpuruk masa lalu lagi," batin Saralee sambil membantu Aileen memegang lengan Deon pergi.
Kini hanya ada Adella dan Keenan saja di sana, gadis itu masih berdiam diri.
"Adella, duduklah di dekatku!" pinta Keenan kalem.
"Apa Keenan tidak marah padaku? Kenapa wajahnya tenang begitu?" batin Adella sambil duduk di samping Keenan.
Mereka berdua duduk bersama tanpa berbicara sepatah kata, melihat bulan yang di kelilingi bintang berada di atas lautan.
Angin yang berhembus membuat membuat keduanya merasa kedinginan.
"Adella, lupakan bagaimana cara awal kita bertemu," kata Keenan tiba-tiba.
__ADS_1
"Maksudnya?" tanya Adella.
"Anggap saja kita tidak pernah saling mengenal sebelum ini," timpal Keenan.
"Aku tahu, nanti akan aku kembalikan kartu serta uang yang kamu berikan pada keluargaku," jawab Adella.
"Bukan itu maksudku. Lupakanlah soal uang atau apapun. Tapi mulai detik ini kita membuka lembaran baru, jadi anggap saja kita bertemu di sini dan saling mengenal tanpa ada perkelahian," sela Keenan.
"Aku tidak tahu apa maksudmu?" tanya Adella yang masih belum mengerti.
"Mulai detik ini kamu bukan tunangan palsuku, tapi tunangan yang sesungguhnya," ucap Keenan mantap.
"Keenan, sepertinya kamu mabuk. Ayo kita segera masuk ke rumah biar tidak sakit," jawab Adella untuk menghindari topik.
Namun Keenan tidak mau menyerah, dia langsung menarik tubuh Adella dan memeluknya erat.
"Apa aku kurang baik padamu? Apa banyak hal dariku yang kamu benci? Aku akan mencoba berubah demi kamu," bujuk Keenan.
Keenan tidak peduli lagi jika dunia menertawakan dirinya, hanya demi seoreng gadis kecil seorang Keenan sampai memohon seperti itu.
"Kamu cukup baik, hanya saja aku memang tidak bisa membuka hati lagi pada siapapun," jawab Adella.
"Perlahan-lahan saja, yang terpenting saat ini kamu mau menerimaku terlebih dahulu," balas Keenan setengah memaksa.
Adella jadi teringat tentang film yang tadi ditayangkan di bioskop.
"Apa aku mencoba dulu ya? Apalagi saat ini aku dan keluargaku bergantung padanya," batin Adella.
"Baiklah... Tapi... " belum sempat Adella melanjutkan ucapannya Keenan sudah mencium lembut bibir Adella penuh perasaan.
Adella merasakan sengatan yang membuat tubuhnya sampai merinding. Ciuman dari pemuda tersebut memang membuat dirinya terbius sensasi yang luar biasa.
Pikiran Adella ingin menolak, tapi tubuh gadis itu merasakan kenyamanan.
Lama-kelamaan Adella dikuasai rasa yang membuat ketagihan, dibalasnya ciuman Keenan dengan agresif.
Saat itu Keenan merasa senang, balasan ciuman Adella seolah kode jika Adella menerimanya. Setelah itu mereka saling berpelukan dan saling menghisap bibir mereka sampai kering.
Keenan menarik tubuh Adella hingga mereka berbaring di atas karpet. Keduanya terus bergumul dan saling menyerang.
"Lanjut di kamar yuk?" pinta Keenan.
"Tidak, aku hanya ingin menyerahkan keperawanku pada suamiku," jawab Adella tegas.
"Suamimu kan aku," balas Keenan kesal.
"Belum, kita masih belum sah. Jangan-jangan kamu sudah terbiasa melakukan itu pada berbagai wanita ya?" sindir Adella.
"Aku masih perjaka, kalau tidak percaya aku tunjukkan," jawab Keenan santai.
"Tidak!" teriak Adella merinding.
Keenan langsung memeluk tubuh Adella agar tidak kedinginan.
"Aku tidak akan pernah memaksamu, mulai sekarang aku akan bersikap baik padamu," bisik Keenan lembut.
__ADS_1
Saat itu tiba-tiba jantung Adella berdetak kencang, persis saat dulu dia mengenal Arbay.
Jangan lupa Like dan Vote ya? Karena dukungan dari kalian sangat berarti bagi Authorπ€π€