
Saralee
Saralee memisahkan diri dari kedua temannya, sebab mereka akan bekerja di toko Bu Merlin. Sedangkan dirinya sendiri berniat mencari kakak sepupunya untuk mencari tahu kejelasan tentang kejadian semalam.
"Aku tidak menyangka justru gadis lemah seperti Aileen yang bisa menaklukkan hati Kak Deon. Tapi syukurlah, aku juga setuju saja," batin Saralee tersenyum geli.
Saat dia menghentikan Taxi, tiba-tiba ada seseorang dari belakangnya yang menerobos dan masuk duluan. Ini soal harga diri, Saralee tidak mau semudah itu diperlakukan seenaknya oleh orang lain.
Saralee langsung ikut naik untuk mengusir orang tersebut, tapi siapa sangka jika orang yang berada di dalam mobil itu adalah Raiyen.
"Kenapa kamu lagi?" kata Raiyen dengan tatapan dingin.
"Apanya yang kamu lagi? Akulah yang pertama menyetop Taxi ini!" bentak Saralee.
Raiyen tidak mempedulikan ucapan Saralee, pemuda itu justru menepuk pundak sang sopir.
"Jalan, Pak! Menuju jalan Flower C," perintah Raiyen tegas.
Sopir itu langsung menjalankan mobilnya sesuai perintah sang penumpang. Orang tua itu hanya menganggap jika kedua penumpangnya adalah sepasang kekasih yang sedang bertengkar.
Sebenarnya Saralee juga melewati jalan itu, jadi dia diam saja.
"Adella kerja?" tanya Raiyen.
"Iya, kenapa? Kamu kangen?" tanya Saralee.
"Iya, Aku ada janjian dengannya tapi sepertinya dia lupa," jawab Raiyen.
Saralee terkejut dan menjadi kesal dengan jawaban pemuda itu barusan.
"Kalau kangen kenapa tidak samperin aja ke toko Bu Merlin? Bukannya malah duduk di dalam Taxi bersamaku," sindir Saralee ketus.
"Sebenarnya juga ingin seperti itu, tapi aku ada urusan mendadak," jawab Raiyen tersenyum puas.
Saralee semakin kesal dibuatnya.
Sang sopir diam-diam menyaksikan adegan drama lewat kaca spion di atas kepalanya. Orang tua itu hanya senyum-senyum sendiri teringat masa mudanya.
Setengah jam kemudian sudah sampai ditempat ditujuan, Raiyen mengeluarkan uang banyak untuk membayar ongkos Taxi tersebut.
"Ini kebanyakan," ucap sopir itu mengembalikan sisanya.
"Sekalian buat bayar ongkos wanita ini," jawab Raiyen sambil keluar dari pintu.
"Kalau kamu kebanyakan uang kenapa tidak membeli mobil sendiri?" sindir Saralee.
"Baiklah, apa kamu juga mau aku belikan? Biar tidak naik Taxi lagi?" tanya Raiyen dengan senyuman mengejek.
Saralee hanya melengos tanda kesal.
"Kenapa Nona tidak mau dibelikan mobil? Coba saya yang ditawari pasti mau-mau saja," ucap Sopir tertawa lirih.
__ADS_1
"Silahkan buat Bapak saja deh," jawab Saralee bersikap sopan pada orang tua.
Itulah keistimewaan dia, meskipun memiliki emosi tinggi tapi berlaku hormat pada orang tua.
πππππππππππππππ
Aileen
Aileen bisa bekerja dengan tenang, sebab Deon tidak lagi mengunjungi toko tempatnya bekerja.
Meskipun harus menanggung malu yang teramat besar tapi dia juga merasa lega, jika semalam Deon hanya mengisengi saja. Tidak sampai merenggut keperawanannya.
"Aku tidak tahu lagi bagaimana jika aku berhadapan dengan Kak Deon? Semalam dia sudah melihat tubuhku yang tak berbusana. Sampai sekarang rasa malu ini masih belum hilang dari diriku. Seakan-akan aku bertelanjang di depan umum," batin Aileen.
Dia saat ini sedang bergantian menjaga kasir, jadi Aileen segera fokus bekerja kembali jangan sampai keliru menghitung uang.
Setelah toko mulai sepi, Aileen tersenyum senang sebab bisa duduk santai lagi. Namun melihat Adella yang murung dia segera mendekati temannya.
"Kamu kenapa, Adella?" tanya Aileen.
"Aku hanya khawatir tentang ibuku saja," jawab Adella mencoba tersenyum tegar.
"Apa biayanya masih kurang?" tanya Aileen.
"Iya, untuk menebus obat," jawab Adella resah.
"Pakailah tabunganku dulu, masih lumayan banyak," ucap Aileen tulus.
"Uang segitu bagi Saralee mungkin bukan masalah, dia kan anak konglomerat," gurau Aileen menghibur temannya.
"Tapi aku tetap harus mengembalikannya," kekeh Adella yang tak ingin jadi benalu bagi orang lain.
Obrolan mereka segera terputus karena ada pelanggan yang hendak membayar di kasir.
"Semangat ya! Nanti kita lanjutkan obrolannya lagi," ucap Aileen menepuk pundak Adella.
Temannya Aileen itu hanya tersenyum manis sambil menganggukkan kepalanya.
Kemudian Aileen meninggalkan Adella dan kembali ke tempat kerjanya.
ππππππππππππππ
Adella
"Aku harus segera mencari cara untuk mendapatkan uang dengan cepat, gaji disini hanya cukup untuk keperluan bulananku saja."
Adella merapikan lagi barang-barang yang berantakan, karena kadang ada pembeli yang bingung memilih dan mengembalikan lagi barang-barang yang sudah ditaruh di keranjang ke rak secara sembarangan.
"Bisa carikan isi Staples dua box?" pinta seorang pemuda.
"Iya, tunggu sebentar," jawab Adella ramah.
__ADS_1
Setelah mengambil apa yang dibutuhkan pembeli, Adella segera menyerahkannya.
"Terima kasih. Eh, kamu benar Adella kan?" tanya pemuda itu.
"Kamu tahu aku?" tanya balik Adella keheranan.
"Tentu saja, kita pernah bertemu di ruang rektorat. Tapi mungkin kamu sudah lupa," ucap pemuda itu kecewa.
"Oh iya, aku ingat. Tapi aku tidak tahu nama kamu," jawab Adella jujur.
"Baiklah, Aku Sam. Gini-gini aku jadi senior kamu loh," kata pemuda itu bergurau.
"Baiklah, Kak Sam. Kenapa kamu membeli banyak isi Staples?" tanya Adella keheranan.
"Di hukum, karena lupa tidak mengerjakan tugas," jawab Sam apa adanya.
"Enak sekali cuma di suruh membeli isi Staples," ucap Adella.
"Itu karena Orang tua aku termasuk donatur di Universitas ini. Seandainya tidak, mungkin aku sama seperti yang lainnya. Di suruh membersihkan toilet," jawab Sam terlihat pamer.
Adella tahu jika pemuda di depannya playboy, bisa di lihat dari caranya yang mendekatinya dengan santai seolah sudah terbiasa merayu wanita.
'"Benar kata Saralee, kalau hanya bekerja di toko takkan cukup memenuhi kebutuhan. Yang paling cepat adalah mendekati pemuda kaya. Dan korban yang terbaik adalah cowok Play boy, sekalian memberi mereka perhitungan," batin Adella senang.
"Adella, penampilanmu yang sekarang sangat beda. Membuat aku tadi hampir pangling," ujar Sam.
Adella tak menyia-nyiakan kesempatan untuk memancing pemuda tersebut.
"Ini juga hadiah dari orang lain, kalau untuk membeli sendiri mana mungkin aku mampu," jawab Adella terseyum manis.
Sam langsung terpesona dan masuk dalam perangkapnya Adella.
"Bagaimana kalau setelah ini kita kencan di luar? Kamu bisa beli baju mana saja yang kamu inginkan," pinta Sam riang.
"Tidak ah, nanti ketahuan pacar kamu dikira aku pelakor," jawab Adella menarik ulur.
"Aku tidak punya pacar kok, kamu mau ya nanti jalan denganku?" kata Sam memohon.
Adella tahu dan jika pemuda di depannya itu sedang berbohong.
"Pemuda ini terlihat Mudah untuk diperdaya. Baiklah, mari kita bermain."
Adella langsung memberikan nomor teleponnya.
"Nanti setelah aku bekerja yah?" pinta Adella riang.
"Iya, aku akan menjemputmu," jawab Sam bersemangat. Pemuda itu langsung membayar belanjaannya dan segera meninggalkan toko dengan hati yang berbunga-bunga.
Jangan lupa dukung Novel SCORPIO dengan cara Like dan Vote yaπ Karana dukungan dari kalian sangat berarti bagi Author.
Baca juga Novel CINTA YANG TERPAKSAπ€ tidak kalah menarik lohπ·
__ADS_1