
Pagi harinya Raiyen masih belum sadarkan diri, membuat
Saralee kian merasa frustrasi.
‘’Saralee, ayo kita sarapan dulu. Setidaknya perutmu harus di
isi biar tidak kosong,’’ bujuk Adella sembari menyuapi Saralee bubur ayam.
Sebenarnya Saralee sama sekali tidak memiliki nafsu makan
sama sekali, tetapi dia tidak ingin membuat sahabatnya mencemaskannya.
‘’Terima kasih, Adella,’’ ucap Saralee mencoba tersenyum
tegar.
Keenan ikut tersenyum melihat sang kekasih penuh kasih dan
keibuan seperti itu. Keenan semakin yakin jika hanya Adella satu – satunya yang
pantas menjadi istrinya.
Setelah selesai makan, datang kedua orang tua Saralee dengan
raut wajah yang cemas.
‘’Sayang, bagaimana keadaan Raiyen?’’ tanya Janson dan Mareta
hampir bersamaan.
‘’Masih koma,’’ rengek Saralee.
‘’Kamu yang tegar ya, sayang. Percayalah pasti Raiyen bisa
sembuh seperti sediakala,’’ bujuk Janson tak kuasa melihat putri semata wayang
terlihat berantakan dan kacau.
Mareta memeluk Saralee dengan erat, begitu juga dengan
Janson.
Dalam pelukan kedua orang tuanya Saralee merasa mulai nyaman.
Sudah semalaman dia terjaga dan sama sekali tidak bisa tidur.
‘’Saralee, karena sudah ada orang tuamu kami pamit pulang
dulu ya,’’ kata Keenan memecah keheningan.
‘’Iya silahkan, karena kalian harus bekerja dan kuliah.
Terima kasih banyak ya,’’ jawab Saralee.
‘’Sama – sama, nanti malam aku pasti datang kesini lagi,’’
balas Adella tersenyum memberi kekuatan.
Setelah berpamitan Keenan meraih tangan Adella dan beranjak
dari rumah sakit.
‘’Sayang, lihatlah kantung matamu sampai hitam seperti
ini,sebaiknya kamu tidur saja. Biar papi dan mami yang menjaga Raiyen,’’ Mareta
dengan nada memohon.
Saralee yang memang juga merasa mengantuk mematuhi bujukan
maminya, dalam sekejap dia tertidur di bangku kursi ruang tunggu.
Siang harinya Saralee terbangun karena mendengar suara
papinya yang mengatakan jika Raiyen mulai sadar.
‘’Raiyen…. Raiyen….’’ Pekik Saralee langsung menghampiri
__ADS_1
ruangan kekasihnya.
‘’Sayang, kita belum diizinkan untuk masuk. Karena Raiyen masih
di tangani oleh para dokter,’’ sergah Mareta.
‘’Iya, Mi. Melihat dari kaca jendela saja aku sudah merasa
senang,’’ jawab Saralee tak bisa menyembunyikan kebahagiannya.
Saralee bisa melihat Raiyen yang sudah bisa membuka matanya,
saat keduanya saling berpandangan Saralee seketika menangis. Sedangkan Raiyen
memandang dengan wajah kebingungan.
Adella merasa murung karena sekolah seorang diri, dia sangat
merindukan masa – masa indah dulu saat bersama Saralee dan Aileen.
Adella menarik napas dalam – dalam, ingin sekali dia berharap
bisa memutar waktu dan merasakan canda tawa bersama.
‘’Saralee, Aileen. Semoga ujian yang tengahh menimpa
kalian bisa sgera berlalu,’’ gumam
Adella setengah melamun.
Adella di depan gerbang universitas sambil berdiri menanti
jemputan, dia sampai tidak sadar jika Keenan sudah berada di depannya.
‘’Hei… Kenapa melamun? Ayo masuk,’’ sapa Keenan.
Adella sampai terperanjat kaget, dia lalu masukke dalam mobil
mewah dengan lesu.
Keenan tahu apa yang tengah dirasakan oleh Adella, saat kedua
‘’Setelah ini kamu ada acara apa?’’ tanya Keenan perhatian.
‘’Entahlah, aku juga tidak tahu mau ngapain,’’ jawab Adella
lemas.
Tanpa perlu banyak bicara lagi Keenan membawa Adella ke
sebuah restaurant mewah, pemuda itu memesankan makanan kesukaan Adella.
‘’Adella,apa nanti malam kamu akan ke rumah sakit lagi?’’
tanya Keenan.
‘’Tentu saja, kenapa?’’jawab Adella balik bertanya.
‘’Tidak apa – apa, semalam kita kan sudah tidak tidur.
Setelah ini kita tiduran biar nanti malam bisa menemani Saralee, aku yakin
temanmu itu akan begadang lagi,’’ ucap Keenan.
‘’Kamu mau ikut lagi? Bukannya kamu harus berangkat kerja?
Sebaiknya kamu tak usah ikut, aku takut jika nandi kamu kelelahan saat di
kantor nanti dan mengantuk,’’ ujar Adella cemas.
Seketika Keenann tersenyum karena dikhawatirkan oleh Adella.
‘’Tenang saja, aku adalah bos. Jika aku Lelah atau mengantuk
aku bisa tidur sesuka hati. Yang paling penting akum aku mau menemani calon
istriku dalam suka dan duka,’’ balas Keenan tulus.
__ADS_1
Adella bisa merasakan perhatian Keenan, entah kenapa saat ini
dia inngin sekali memeluk pemuda tersebut. Perasaan yang sulit diartikan itu
membuat Adella tidak nafsu makan lagi.
‘’Keenan, antarkan aku pulang,’’ pinta Adella.
‘’Baiklah,’’ jawab Keenan tak ingin memaksakan Adella untuk
makan banyak seperti biasanya.
Keenan mengantarkan Adella pulang ke paviliun milik Saralee.
‘’Tidurlah,’’ ucap Keenan berlau pergi.
Adella merasa menyesal juga membiarkan Keenan pulang terlebih
dahulu, dia ingin sekalii memeluk pemuda tersebut dengan erat. Namun, sebagai
perempuan dia juga merasa malu, apalagi selama ini dia sering menolak Keenan.
Adella kemudian masuk ke dalam kamarnya sendiri dan mapan
tidur. Tetapi tak lama kemudian pintunya terbuka dari luar, dia belum tertidur
sehingga langsung terkejut begitu tahu jika kekasihnya kembali sambil membawa
segelas susu.
‘’Keenan?’’ pekik Adella terkejut.
‘’Sebelum tidur kamu habiskan susu ini terlebih dahulu karena
tadi kamu hanya makan sedikit,’’ pinta Keenan.
‘’Adella meraih gelas tersebut dan dalam seekali tegukan
menghabiskan isi gelasnya.
‘’Kamu kembali apa hanya karena ingin membuatkan aku susu?’’
tanya Adella terharu.
‘’Iya, sekalian aku mau menumpang tidur di sini. Kamu tahu
kan semalam aku belum tidur dan tadi
pagi langsung berangkat ke kantor?’’ bujuk Keenan.
Adella tahu jika ini
hanyalah akal – akalan Keenan saja, tapi dia juga tidak merasa keberatan.
Apalagi rumah Keenan masih jauh dan Adella tidak ingin akibat mengantuk membuat
sang kekasih dalam bahaya.
‘’Iya, silahkan istrahat di sini,’’ jawab Adella tidur lagi
tapi membelakangi Keenan.
Mendengar persetujuan tersebut Keenan langsung girang, pemuda
tersebut segera ikut tiduran di belakang Adella dan memeluk gadis tersebut.
‘’Aku janji hanya memeluk saja, jadi kamu jangan meronta ya,’’
bisik Keenan sambil memejamkan matanya.
Adella diam -diam tersenyum dan menikmati pelukan tersebut.
‘’Keenan… Terima kasih karena kamu telah hadir dalam hidupku,’’
batin Adella menyentuh memegang erat lengan sang kekasih.
Jiwa raga Adella sudah dengan rela akan diserahkan pada
__ADS_1
Keenan, dia tahu jika hatinya memang mencintai pemuda yang selalu ada tersebut.