Scorpio

Scorpio
Harapan


__ADS_3

Pagi harinya Raiyen masih belum sadarkan diri, membuat


Saralee kian merasa frustrasi.


‘’Saralee, ayo kita sarapan dulu. Setidaknya perutmu harus di


isi biar tidak kosong,’’ bujuk Adella sembari menyuapi Saralee bubur ayam.


Sebenarnya Saralee sama sekali tidak memiliki nafsu makan


sama sekali, tetapi dia tidak ingin membuat sahabatnya mencemaskannya.


‘’Terima kasih, Adella,’’ ucap Saralee mencoba tersenyum


tegar.


Keenan ikut tersenyum melihat sang kekasih penuh kasih dan


keibuan seperti itu. Keenan semakin yakin jika hanya Adella satu – satunya yang


pantas menjadi istrinya.


Setelah selesai makan, datang kedua orang tua Saralee dengan


raut wajah yang cemas.


‘’Sayang, bagaimana keadaan Raiyen?’’ tanya Janson dan Mareta


hampir bersamaan.


‘’Masih koma,’’ rengek Saralee.


‘’Kamu yang tegar ya, sayang. Percayalah pasti Raiyen bisa


sembuh seperti sediakala,’’ bujuk Janson tak kuasa melihat putri semata wayang


terlihat berantakan dan kacau.


Mareta memeluk Saralee dengan erat, begitu juga dengan


Janson.


Dalam pelukan kedua orang tuanya Saralee merasa mulai nyaman.


Sudah semalaman dia terjaga dan sama sekali tidak bisa tidur.


‘’Saralee, karena sudah ada orang tuamu kami pamit pulang


dulu ya,’’ kata Keenan memecah keheningan.


‘’Iya silahkan, karena kalian harus bekerja dan kuliah.


Terima kasih banyak ya,’’ jawab Saralee.


‘’Sama – sama, nanti malam aku pasti datang kesini lagi,’’


balas Adella tersenyum memberi kekuatan.


Setelah berpamitan Keenan meraih tangan Adella dan beranjak


dari rumah sakit.


‘’Sayang, lihatlah kantung matamu sampai hitam seperti


ini,sebaiknya kamu tidur saja. Biar papi dan mami yang menjaga Raiyen,’’ Mareta


dengan nada memohon.


Saralee yang memang juga merasa mengantuk mematuhi bujukan


maminya, dalam sekejap dia tertidur di bangku kursi ruang tunggu.


Siang harinya Saralee terbangun karena mendengar suara


papinya yang mengatakan jika Raiyen mulai sadar.


‘’Raiyen…. Raiyen….’’ Pekik Saralee langsung menghampiri

__ADS_1


ruangan kekasihnya.


‘’Sayang, kita belum diizinkan untuk masuk. Karena Raiyen masih


di tangani oleh para dokter,’’ sergah Mareta.


‘’Iya, Mi. Melihat dari kaca jendela saja aku sudah merasa


senang,’’ jawab Saralee tak bisa menyembunyikan kebahagiannya.


Saralee bisa melihat Raiyen yang sudah bisa membuka matanya,


saat keduanya saling berpandangan Saralee seketika menangis. Sedangkan Raiyen


memandang dengan wajah kebingungan.


Adella merasa murung karena sekolah seorang diri, dia sangat


merindukan masa – masa indah dulu saat bersama Saralee dan Aileen.


Adella menarik napas dalam – dalam, ingin sekali dia berharap


bisa memutar waktu dan merasakan canda tawa bersama.


‘’Saralee, Aileen. Semoga ujian yang tengahh menimpa


kalian  bisa sgera berlalu,’’ gumam


Adella setengah melamun.


Adella di depan gerbang universitas sambil berdiri menanti


jemputan, dia sampai tidak sadar jika Keenan sudah berada di depannya.


‘’Hei… Kenapa melamun? Ayo masuk,’’ sapa Keenan.


Adella sampai terperanjat kaget, dia lalu masukke dalam mobil


mewah dengan lesu.


Keenan tahu apa yang tengah dirasakan oleh Adella, saat kedua


‘’Setelah ini kamu ada acara apa?’’ tanya Keenan perhatian.


‘’Entahlah, aku juga tidak tahu mau ngapain,’’ jawab Adella


lemas.


Tanpa perlu banyak bicara lagi Keenan membawa Adella ke


sebuah restaurant mewah, pemuda itu memesankan makanan kesukaan Adella.


‘’Adella,apa nanti malam kamu akan ke rumah sakit lagi?’’


tanya Keenan.


‘’Tentu saja, kenapa?’’jawab Adella balik bertanya.


‘’Tidak apa – apa, semalam kita kan sudah tidak tidur.


Setelah ini kita tiduran biar nanti malam bisa menemani Saralee, aku yakin


temanmu itu akan begadang lagi,’’ ucap Keenan.


‘’Kamu mau ikut lagi? Bukannya kamu harus berangkat kerja?


Sebaiknya kamu tak usah ikut, aku takut jika nandi kamu kelelahan saat di


kantor nanti dan mengantuk,’’ ujar Adella cemas.


Seketika Keenann tersenyum karena dikhawatirkan oleh Adella.


‘’Tenang saja, aku adalah bos. Jika aku Lelah atau mengantuk


aku bisa tidur sesuka hati. Yang paling penting akum aku mau menemani calon


istriku dalam suka dan duka,’’ balas Keenan tulus.

__ADS_1


Adella bisa merasakan perhatian Keenan, entah kenapa saat ini


dia inngin sekali memeluk pemuda tersebut. Perasaan yang sulit diartikan itu


membuat Adella tidak nafsu makan lagi.


‘’Keenan, antarkan aku pulang,’’ pinta Adella.


‘’Baiklah,’’ jawab Keenan tak ingin memaksakan Adella untuk


makan banyak seperti biasanya.


Keenan mengantarkan Adella pulang ke paviliun milik Saralee.


‘’Tidurlah,’’ ucap Keenan berlau pergi.


Adella merasa menyesal juga membiarkan Keenan pulang terlebih


dahulu, dia ingin sekalii memeluk pemuda tersebut dengan erat. Namun, sebagai


perempuan dia juga merasa malu, apalagi selama ini dia sering menolak Keenan.


Adella kemudian masuk ke dalam kamarnya sendiri dan mapan


tidur. Tetapi tak lama kemudian pintunya terbuka dari luar, dia belum tertidur


sehingga langsung terkejut begitu tahu jika kekasihnya kembali sambil membawa


segelas susu.


‘’Keenan?’’ pekik Adella terkejut.


‘’Sebelum tidur kamu habiskan susu ini terlebih dahulu karena


tadi kamu hanya makan sedikit,’’ pinta Keenan.


‘’Adella meraih gelas tersebut dan dalam seekali tegukan


menghabiskan isi gelasnya.


‘’Kamu kembali apa hanya karena ingin membuatkan aku susu?’’


tanya Adella terharu.


‘’Iya, sekalian aku mau menumpang tidur di sini. Kamu tahu


kan semalam  aku belum tidur dan tadi


pagi langsung berangkat ke kantor?’’ bujuk Keenan.


Adella tahu  jika ini


hanyalah akal – akalan Keenan saja, tapi dia juga tidak merasa keberatan.


Apalagi rumah Keenan masih jauh dan Adella tidak ingin akibat mengantuk membuat


sang kekasih dalam bahaya.


‘’Iya, silahkan istrahat di sini,’’ jawab Adella tidur lagi


tapi membelakangi Keenan.


Mendengar persetujuan tersebut Keenan langsung girang, pemuda


tersebut segera ikut tiduran di belakang Adella dan memeluk gadis tersebut.


‘’Aku janji hanya memeluk saja, jadi kamu jangan meronta ya,’’


bisik Keenan sambil memejamkan matanya.


Adella diam -diam tersenyum dan menikmati pelukan tersebut.


‘’Keenan… Terima kasih karena kamu telah hadir dalam hidupku,’’


batin Adella menyentuh memegang erat lengan sang kekasih.


Jiwa raga Adella sudah dengan rela akan diserahkan pada

__ADS_1


Keenan, dia tahu jika hatinya memang mencintai pemuda yang selalu ada tersebut.


__ADS_2