
Saralee, Adella dan Aileen memuaskan diri untuk menikmati malam ini. Karena besok mereka libur kuliah.
"Kita ke Club' yuk?" ajak Saralee.
"Tidak, tempat seperti itu tidak nyaman bagiku," tolak Aileen seketika.
"Kalau bioskop bagaimana?" tanya Adella.
"Nah, itu aku baru setuju," jawab Aileen senang.
"Tapi horror ya?" pinta Saralee.
"Jangan deh," rengek Aileen takut.
"Kamu ini nggak asik ahh!" ejek Saralee kesal.
"Karena Kalian sedang kasmaran bagaimana kalau Romance saja?" tanya Adella.
"Oke deh," jawab Aileen lega.
"Adella ini, kaya kamu juga sedang tidak kasmaran saja!" ejek Saralee melirik ke arah Adella.
"Baiklah, biar aku yang traktir kalian!" kata Adella cengar-cengir.
"Jangan lupa popcorn sama minuman juga!" teriak Aileen agar temannya tersebut mendengarnya.
"Siap!" balas Adella.
💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜
Deon sedang berada di markasnya. Tiba-tiba saja dirinya merindukan Aileen kembali, padahal baru beberapa mereka berpisah.
Deon dengan tidak sabar menelpon kekasihnya tersebut, dalam pikirannya sedang membayangkan jika saat ini Aileen pasti sedang tiduran atau duduk santai dengan teman-temannya.
"Malam ini Aileen milikku, kalau mau telepon besok saja!"
Deon terkejut ternyata yang menjawab panggilannya adalah sepupunya sendiri.
"Di mana Aileen?" tanya Deon menahan kesal.
"Kami sedang bersenang-senang. Bye..." ucap Saralee langsung memutuskan sambungan teleponnya.
"Saralee ini, mengganggu saja sih!"
Deon memilih bermain game dari pada pikirannya terus-terusan terbayang wajah kalemnya Aileen yang cantik.
"Bos, Ada Ketua," ucap salah satu anak buah Deon.
__ADS_1
"Suruh masuk saja!" jawab Deon santai.
Rupanya yang dimaksud dengan ketua adalah seorang pemuda yang beberapa tahun lebih tua darinya. Pemuda tersebut memiliki wajah tampan tapi juga terlihat sangar. Dan di lengan kirinya ada tato sebagai simbol kelompok mereka.
"Deon, kamu ini bermain saja! Kalau begitu kapan kamu bisa membalaskan dendam orang tua kita?" protes pemuda tersebut.
"Kak Markus! Kamu masih sama saja seperti ini, kaku dan tidak menikmati hidup," ejek Deon.
"Itu karena aku menanggung beban berat yang seharusnya sudah ditanggung kamu!" balas Markus kesal.
"Sudah aku bilang, aku tidak minta dunia seperti itu. Aku ingin bebas dan menikmati indahnya dunia ini tanpa mencari masalah," jawab Deon santai.
Markus duduk di samping Deon dan mulai memainkan game bersama.
Markus adalah kakak angkat Deon, usianya menginjak 30 tahun. Semenjak muda sudah menggantikan posisi sebagai ketua Mafia karena pewaris yang sesungguhnya yaitu Deon masih kecil.
Sekarang Deon sudah dewasa, meskipun jabatan Ketua sudah dialihkan padanya tapi semua tugas masih tetap Markus yang mengerjakan.
"Deon, kalau kamu seperti ini terus kapan aku bisa menikah?" tanya Markus.
"Ha.. ha.. ha... Kak Markus ternyata juga minat menikah ya?" ledek Deon tak bisa menahan tawanya.
"Kau ini, aku juga pemuda normal," jawab Markus ketus.
Deon mematikan gamenya dan menatap ke arah Markus dengan wajah serius.
"Kak, bisakah kita menghentikan dendam ini? Seandainya kita berhasil menghancurkan Fernand itu tetap tidak akan membuat orang tua kita hidup lagi," ucap Deon.
"Apa kamu lupa bagaimana orang tua kita meninggal? Dan sekarang pelakunya malah hidup enak dan jaya!" bentak Markus.
Deon menunduk, dia tahu jika kakaknya itu tidak pernah bisa marah padanya meskipun dia sering melakukan banyak kesalahan. Namun, jika menyangkut urusan kematian orang tua mereka Markus berubah sensitif.
Biarpun Markus bukan kakak kandungnya akan tetapi Deon sangat menyayanginya. Begitu juga sebaliknya. Hanya saja Markus justru memiliki watak dan perilaku yang persis seperti Papanya. Sedangkan Deon sendiri condong ke Mamanya yang penuh kasih dan hangat.
"Aku tidak mau tahu, jika kamu tidak bisa melakukannya aku yang akan bertindak. Aku tidak akan membunuh Fernand secara langsung, itu terlalu enak baginya. Tapi aku akan menyiksa dirinya sampai sakitnya melebihi kematian. Pertama aku akan hancurkan putri satu-satunya yang paling dicintainya," kata Markus tegas.
Deon langsung gemetar, jantungnya seperti tertusuk panah. Dia bisa mengingat kepolosan serta kelembutan Aileen.
"Kak, Aileen tidak tahu apa-apa dan tidak ada hubungannya dengan kematian orang tua kita. Silahkan jika kakak mau menghukum Fernand, tapi jangan pernah sakiti Aileen," pinta Deon memohon.
"Kau... " Pekik Markus kaget.
"Iya, aku mencintainya, Kak. Dialah orang pertama yang bisa membuat aku jatuh cinta," jawab Deon lemah.
"Konyol! Bagaimana mungkin kamu bisa jatuh cinta pada putri musuh sendiri," bentak Markus kesal.
"Tapi itulah kenyataannya, jadi aku mohon jangan sakiti orang lain yang tidak bersalah. Biarlah Fernand sendiri yang merasakan karmanya," bujuk Deon.
__ADS_1
Markus memalingkan wajahnya menatap ke arah luar jendela.
"Seandainya Orang tua kita masih hidup apa akan setuju jika kamu jatuh cinta padanya?" tanya Markus mulai melemah.
"Kak, Apapun yang terjadi aku akan selalu melindungi Aileen," kata Deon berlalu pergi.
Malam ini Deon tidak tahu mau kemana, Ke Bar merasa malas, ke paviliun Saralee juga tidak ada orang. Jadi Deon memutuskan menghubungi sahabatnya, yaitu Keenan.
"Kamu di mana?" tanya Deon fokus menyetir mobil.
"Aku di rumah perasingan, ada apa?" tanya Keenan.
"Cocok, aku ke sana sekarang," jawab Deon senang.
Butuh waktu dua satu jam lebih untuknya Sampai di tempat tujuan, padahal Deon sudah melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Setelah Deon turun dari helikopter sudah ada pelayan yang menyambutnya.
"Tuan Deon, Anda sudah di tunggu Tuan Keenan. Mari saya antar," kata pelayan sambil menunjukkan arah pada Deon.
Ternyata Keenan sudah menunggu dirinya di dekat pantai, di sana sudah terpasang tikar dan beberapa botol bir.
"Wah, kamu tahu cara menikmati hidup," ucap Deon.
"Duduklah sini, aku tahu jika kamu datang padaku karena sedang punya masalah," jawab Keenan santai.
"Yah, dan masalah kali ini tidak semudah itu bisa diselesaikan," balas Deon sambil meraih botol bir.
"Ceritakanlah!" pinta Keenan.
"Aileen, dia adalah putri musuhku sendiri," kata Deon.
"Apa?" pekik Keenan terkejut.
"Makanya tadi aku bertengkar dengan Kak Markus, aku tidak tahan jika gadis seperti dia sampai menderita karena sesuatu yang bukan kesalahannya," jawab Deon.
"Benar, Aileen gadis yang baik. Jika kamu benar-benar mencintainya maka lindungi dia," saran Keenan.
"Wah, tumbenan kamu bisa berkata bijaksana seperti ini," puji Deon.
"Itu karena aku juga sedang jatuh cinta, tapi sayangnya Adella berhati baja. Dia menolakku," ucap Keenan putus asa.
Deon begitu mendengar sahabatnya di tolak cewek langsung tertawa terbahak-bahak. Karena tidak terima Keenan merebut kembali botol yang dipegang Deon. Namun, Deon dengan cerdik mengambil botol lain.
"Seorang Keenan Aloysius, pemuda tampan dan kaya raya tapi ditolak gadis biasa seperti Adella, sungguh menarik. Apa kamu akan menyerah?" tanya Deon penasaran.
Keenan menyeringai dan bersikap santai.
__ADS_1
"Apa yang aku inginkan tidak mungkin tidak bisa aku miliki."
Jangan lupa Like dan Vote ya🤗🤗