Scorpio

Scorpio
Kecerdasan Aileen


__ADS_3

Aileen begitu merindukan teman - temannya, akan tetapi kedua orang tuanya itu melarang dia untuk memakai ponsel membuat Aileen semakin curiga.


"Sebenarnya ada masalah apa? Kenapa aku sama sekali tidak diizinkan berhubungan dengan teman - teman. Sebenarnya ada kejadian apa sampai orang tuaku begitu membenci Kak Deon," batin Aileen merasa sangat penasaran.


Di dalam rumahnya juga tidak ada satupun alat telekomunikasi, dan ketika dia bepergian selalu di dampingi beberapa pelayan. Aileen menjadi merasa seperti di dalam penjara.


"Aku harus mencari kebenaran, tapi bagaimana caranya?" batin Aileen kebingungan.


Akhirnya saat siang hari Aileen keluar dari rah, seperti biasa dia pasti akan di kawal oleh pelayan di rumah tersebut yang sudah mendapat tugas untuk menjaga Aileen kemanapun pergi. Lebih tepatnya untuk memata - matai setia gerak - geriknya.


Tapi untuk lebih mudah mengelabui hari ini Aileen sengaja meminta pengawal yang lelaki yang menemani, dengan begitu dia akan melancarkan rencananya.


Aileen berpura - pura ingin pergi ke pasar untuk membeli makanan. Semua pengawal tidak curiga karena mereka tahu jika majikan mereka tengah hamil, jadi wajar jika menginginkan makanan yang tergolong aneh.


Setelah puas berbelanja Aileen sengaja mencari toilet umum.


"Kalian tunggu di sini sebentar, aku mau buang ke toilet terlebih dahulu!" perintah Aileen lembut.


Karena selama ini Aileen tidak pernah berbuat sesuatu yang mencurigakan membuat mereka para pengawal mengiyakan dengan mudah.


Setelah sampai di dalam Aileen meminta seseorang yang tidak di kenal untuk meminjam ponsel.


"Bolehkan saya pinjam ponselnya sebentar untuk menelpon? Karena ponsel saya tertinggal di rumah. Ini saya kasih kembalian untuk membeli pulsa," pinta Aileen dengan nada memohon.


"Baiklah," jawab seorang gadis dengan hati yang girang menerima uang yang cukup banyak.


Nomor pertama yang dihubungi adalah nomor Deon, tetapi nomor tersebut sudah tidak aktif. Sedangkan selanjutnya nomor yang dihapalnya adalah milik Adella, ketika di telepon juga tidak di angkat. Harapan terakhirnya adalah nomor Saralee, Aileen berharap semoga di angkat. Setelah di pencet tombol telepon tak berapa lama di angkat juga.


"Hallo, siapa ini?" tanya Saralee dengan nada jutek.


"Saralee, ini aku, Aileen. Apakah Kak Deon sudah pulang?" tanya Aileen berbisik.


"Oh my God, Aileen! Kamu di mana? Kami semua mencarimu dan sekarang Kak Deon masih mencari keberadaanmu sampai tidak mau makan dan tidur, dia sudah tahu kalau kamu hamil," jawab Saralee ceplas ceplos.


"Saralee, jawab dulu pertanyaanku. Apa kamu tahu ada maslah apa antara Kak Deon dengan orang tuaku?" tanya Aileen berharap temanny ituengethui sesuatu.


Saralee terdiam dan bingung mau menjawab bagaimana, tapi Aileen sudah tidak sabar karena diburu oleh waktu.

__ADS_1


"Aileen, ceritanya begitu panjang. Sebaiknya kamu katakan dimana posisimu berada? Dengan begitu Kak Deon bisa menemukanmu," saran Saralee.


"Aku maunya begitu, tapi aku sendiri tidak tahu dimana sekarang aku berada. Orang tuaku membatasi pergerakanku, bahkan juga melarang aku membawa ponsel," jawab Aileen serasa ingin menangis.


"Mudah saja, kamu tinggal share lokasimu," kata Saralee gemas.


Aileen serasa ingin menertawakan kebodohan dirinya sendiri, dia sampai tidak kepikiran sampai di situ karena terlalu panik.


"Baiklah, biar tidak curiga aku akan segera menutup teleponnya," jawab Aileen setelah mengirim lokasinya.


"Oke, kamu jaga diri baik - baik dan juga keponakanku ya?" Balas Saralee.


"Iya," lirih Aileen malu - malu.


Setelah itu Aileen mengembalikan ponsel pada pemiliknya dan berbegas keluar dari toilet.


Agar pengawalnya tidak curiga Aileen berpura - pura sakit perut.


"Kenapa, Nyonya Muda?" tanya salah satu dari mereka.


Pengawal itu dengan sikap segera berlari untuk membeli buah jambu, sedangkan yang lainnya segera mengantarkan pulang.


Sebenarnya Aileen hidup nyaman tanpa kekurangan. Tapi dalam hatinya terasa ada yang kosong bila berjauhan dengan Deon, bagaimanapun juga kini separuh jiwanya sudah menyatu dengan sang kekasih sekaligus ayah dari anak yang sedang di kandungnya.


"Nak, semoga ayahmu bisa segera menemukan kita," batin Aileen dalam hati.


***************************************


Deon terpaksa harus di infus di rumah sakit karena kurang nutrisi dan kurang istirahat. Tadi saat di jalan pemuda itu pingsan, untung saja ketika pingsan mobil dalam keadaan berhenti karena lampu merah. Begitu lampu berganti hijau mobil yang di belakang pada heran kenapa mobil milik Deon tidak berjalan juga. Karena penasaran polisi yang sedang patroli berniat menegur tapi justru menemukan sang sopir tengah pingsan.


Deon bisa mendengar suara adik sepupunya yang memanggil namanya , tapi tubuh Deon terlalu lemas dan tidak bertenaga walau hanya sekedar membuka mata.


"Nona, biarlah saudara Anda istirahat dulu," pinta dokter lembut.


Saralee langsung menyetujuinya karena tahu betapa lelahnya sang kakak dalam mencari Aileen.


Saralee yang merasa kesepian akhirnya mencoba menelpon Adella, tapi yang mengangkat justru Keenan.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Keenan.


"Di mana Adella?" ucap Saralee balik bertanya.


"Dia masih tertidur, perutnya sedang nyeri karena datang bulan," jawab Keenan jujur.


"Ya sudah kalau begitu," jawab Saralee memutuskan sambungan teleponnya.


Sebenarnya Saralee berniat ingin meminta Adella untuk menemani sekaligus membawakan makanan yang enak. Tapi begitu tahu dia lebih memilih untuk tidakengabari tentang Deon yang berada di rumah sakit. Sebab nanti Keenan akan kerepotan antara sahabat dan kekasih. Keduanya sangat berarti bagi Keenan.


"Aku kan punya pacar, kenapa dianggurin?" batin Saralee nyengir.


Gadis itu segera mengirim pesan pada Raiyen, dalam waktu yang cukup singkat Raiyen sudah datang dengan membawa makanan sesuai keinginan Saralee.


"Sungguh lelaki yang bisa diandalkan," puji Saralee sambil menepuk bahu kiri kekasihnya.


"Kenapa dengan Kak Deon?" tanya Raiyen.


"Hanya butuh istirahat," jawab Saralee.


"Kalau begitu ayo di makan dulu, sebentar lagi aku ada kelas," kata Raiyen perhatian.


"Iya, terima kasih banyak, ya," jawab Saralee.


Saralee tahu jika Raiyen tidak pernah bolos, berbeda dengan dirinya yang menganggap kuliah hanya sebagai hiburan untuk mendapat gelar sarjana.


Beberapa menit setelah kepergian Raiyen Deon mulai membuka mata secara perlahan.


"Kak, tadi Aileen menghubungiku lalu mengirim lokasinya," kata Saralee bersemangat.


"Di mana?" tanya Deon langsung bangkit dan duduk.


"Tidak akan aku beritahu sebelum Kak Deon menghabiskan ini," pinta Saralee menyerahkan makanan yang di beli Raiyen tadi.


Deon sadar jika dirinya tidak mungkin menjemput Aileen dalam keadaan lemas, apalagi jika nanti bertemu dengan Fernand maka pertarungan tidak akan bisa dihindari. Tiba - tiba saja nafsu makan Deon mendadak tinggi di tambah rasa lapar yang di tahannya dari kemarin - kemarin membuat pemuda itu langsung menghabiskan hidangan di depan matanya.


Saralee cukup puas, kemudian dia menyerahkan buah anggur dan apel merah agar tubuh kakak sepupunya bisa segar bugar kembali.

__ADS_1


__ADS_2