
Aileen yang tidak bisa melepaskan diri dari pelukan Deon akhirnya tertidur juga.
Sedangkan Adella dan Keenan yang baru masuk rumah bisa melihat kemesraan antara Deon dan Aileen, sebab pintu kamar terbuka sedikit.
Adella yang tidak tahu kejadian yang sebenarnya kaget juga melihat keintiman temannya.
"Malam ini tidurlah di kamarku ya?" bisik Keenan sambil mencium rambut Adella yang wangi.
"Tidak, aku mau tidur dengan Saralee saja," jawab Adella panik.
"Kenapa? Aku tidak akan memakanmu," tanya Keenan.
Adella segera meninggalkan Keenan sebelum pemuda tersebut menyeretnya ke kamar. Akan tetapi kamar tamu yang ditempati Saralee terkunci dari dalam.
"Saralee sialan, dia sengaja mau mengerjai ku ya?" umpat Adella kesal dalam hati.
Kini tidak ada lagi kamar kosong yang tersisa, Adella akhirnya memutuskan tidur di sofa dari pada ke kamar Keenan. Adella hanya takut jika nanti pemuda tersebut melakukan hal yang lebih jika tidur bersama. Sebab Adella masih belum sepenuhnya percaya pada Keenan.
Adella tiduran tanpa selimut, ingin meminta pada pelayan tapi takut jika mengganggu karena memang ini sudah melewati tengah malam. Dia menggigil kedinginan, apalagi tadi kelamaan berada di luar.
"Semua salahnya Keenan, tadi dia tidak mau melepaskan ku," batin Adella kesal.
Kini Adella juga bersin-bersin bahkan kepalanya juga pusing. Lama-kelamaan diapun tertidur juga.
Di sisi lain Keenan tidak bisa tidur, dia masih merasa ada sesuatu yang mengganjal.
"Kenapa aku ingin sekali memeluk dan mencium aroma tubuh Adella ya? Dasar gadis kecil itu buat aku gila!" umpat Keenan.
Karena masih merasa gelisah akhirnya Keenan keluar dari kamar. Namun, begitu melihat Adella yang tertidur di Sofa membuat hatinya miris.
"Keras kepala sekali."
Keenan mendekati Adella yang nampak kedinginan, wajah gadis itu juga terlihat pucat. Secara perlahan dia memegang dahi Adella. Alangkah terkejutnya jika tunangannya tersebut demam.
Keenan langsung saja mengangkat tubuh Adella menuju kamarnya. Dengan tergesa-gesa Dia mencari alat untuk kompres.
Adella tidak terbangun, tapi gadis tersebut terus-terusan merintih seakan sedang mimpi buruk.
Keenan mencari lagi selimut agar Adella tidak kedinginan.
"Aku rasa masih hangat pelukanku dari pada selimut tebal ini."
Keenan memanfaatkan kesempatan ini untuk bisa memeluk Adella.
💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜
Pagi harinya Deon terbangun, tiada disangka jika kekasihnya tersebut tertidur pulas sambil memeluknya.
"Pagi-pagi sudah disuguhi pemandangan yang menarik."
__ADS_1
Dia tidak menyangka jika Aileen sampai datang ke sana. Padahal semalam Deon tidak mengingat apapun karena sudah mabuk parah.
"Kenapa kamu bisa tiba-tiba berada di sini?"
Deon mencoba untuk mengingat. Tapi rupanya masih belum bisa.
"Tidak penting bagaimana cara dia bisa kemari. Yang terpenting aku tidak boleh menyia-nyiakan makanan yang lezat ini."
Deon memanfaatkan kesempatan itu untuk mencium pipi serta dan rambut Aileen yang berantakan. Aileen memiliki kulit yang sangat halus dan wajah yang cantik alami, membuat Deon tidak bisa berhenti untuk terus mencumbunya.
Karena merasa geli lama-kelamaan gadis tersebut juga bangun.
"Kak Deon, kenapa bisa di sini?" tanya Aileen bingung.
"Harusnya aku yang bertanya begitu," jawab Deon tersenyum senang.
Yah, Aileen bisa mengingat dengan helas kejadian semalam. Tiba-tiba saja wajahnya memerah karena mereka berdua tidur semalaman.
"Ya ampun, aku malu pada Saralee dan Adella karena aku tidur sekamar dengan Kak Deon."
"Aileen, kanapa kamu bengong?" tanya Deon melambaikan tangan ke depan wajah kekasihnya.
Aileen segera mengerjapkan kedua matanya dan segera bangkit dari tempat tidur.
"Aku harus keluar sekarang sebelum ketahuan Adella dan Saralee," ucap Aileen panik.
Deon tersenyum dengan tingkah Aileen yang tampak cemas itu.
"Aileen, aku harus pergi karena ada kepentingan mendadak. Kak Deon, kedatangan Aileen kesini ingin melihat pemandangan dengan helikopter."
Belum sempat Aileen membuka mulut pintu kamar sudah ditutup rapat oleh Saralee dengan cepat.
"Oh... Mau melihat pemandangan ya? Ayo aku antar. Kekasihmu ini bisa menjadi pemandu sekaligus pilotnya," kata Deon bangga.
Karena sudah terlanjur seperti ini Aileen tidak bisa berbuat apa-apa. Terlebih lagi gadis itu juga merasa bahagia bisa bersama Deon.
"Aku ajak Adella dulu," jawab Aileen tersenyum lembut.
Duh... Seketika hati Deon serasa meleleh.
Mereka berdua keluar dari kamar. Dan ternyata Keenan juga bersamaan keluar dari kamar.
"Adikmu kenapa pagi-pagi sudah ribut?" tanya Keenan sambil menguap.
"Dia pamitan pulang duluan, Aileen ingin melihat pemandangan sekitar. Ayo kita pergi bersama?" ajak Deon.
"Adella sedang sakit, dia sekarang masih tertidur di kamarku," tolak Keenan.
"Apa? Tidur di kamarmu?" pekik Aileen.
__ADS_1
"Kenapa kamu kaget begitu? Bukankah kamu dan Deon semalam juga tidur bersama?" ejek Keenan.
"Bukan... Bukan begitu maksudku, sekarang bagaimana keadaan Adella?" tanya Aileen salah tingkah.
"Tenanglah, biar aku yang mengurus Adella. Kalau kamu butuh ganti baju pergilah keruangan itu, di sana semua milik Adella. Masih ada banyak baju baru yang belum dipakai," jawab Keenan berlalu masuk ke kamar lagi.
Deon dengan semangat mengajak Aileen masuk keruangan yang tadi ditunjuk Keenan.
Di sana tersimpan banyak sekali pakaian, sepatu dan make up yang komplit.
"Wah, banyak sekali. Adella tidak pernah cerita sebelumnya kalau dia punya koleksi di sini," ucap Aileen.
"Kamu mau? Nanti akan aku buatkan khusus untukmu," ucap Deon santai.
"Tidak usah repot-repot," jawab Aileen gugup.
"Bagaimana kalau aku yang ingin? Nanti akan aku carikan rumah yang bagus untuk tempat kita berdua tinggal," bisik Deon sambil memeluk tubuh Aileen dari belakang.
"Tinggal bersama?" tanya Aileen kaget.
"Kenapa kamu ini mudah sekali panik? Sudah hal biasa kan seorang kekasih tinggal bersama. Atau kita menikah dulu saja sekarang?" goda Deon.
Aileen menengok ke wajah Deon dan melotot karena kekasihnya selalu menggodanya seperti itu. Dengan penuh semangat Deon mencium bibir Aileen dan tidak mengeratkan pelukannya.
💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜
Siang harinya Adella terbangun, dia merasa masih sakit kepalanya sampai tidak kuat untuk bangun.
"Sudah bangun?" tanya Keenan yang baru masuk ke kamar sambil membawa nampan.
"Kenapa aku bisa berada di dalam kamarmu?" tanya Adella lemah.
"Kamu sendiri yang pindah ke sini, aku saja kaget saat aku terbangun kamu sudah memelukku. Kamu harus tanggung jawab padaku," balas Keenan tersenyum manis.
Jika tersenyum seperti itu Keenan memang tampak menggoda sekali.
"Aku tidak percaya," kata Adella yakin.
"Ayo aku bantu bangun, setelah itu sarapan dan minum obat," pinta Keenan.
Adella hanya menurut saja saat pemuda tersebut membantunya untuk bangun dan bersandar pada bantal.
"Jam berapa sekarang? Dimana Saralee dan Aileen?" tanya Adella secara bertubi.
"Sudah siang. Saralee pulang dan Aileen sedang jalan berduaan bersama Deon," jawab Keenan santai.
"Jadi yang semalaman merawatku adalah kamu?" tanya Adella penasaran.
"Tentu saja, siapa lagi memangnya? Sudahlah, sekarang kamu makan dulu," jawab Keenan sambil meniup bubur yang masih panas.
__ADS_1
Jangan lupa Like dan Vote ya🤗