
Adella masih merasa kelelahan karena tadi berdiri terus melayani pembeli yang banyak. Di dalam mobil dia sudah mulai mengantuk.
"Bagaimana kamu bisa mengenal Deon?" tanya Keenan memecah kesunyian.
"Aku tinggal di paviliun Saralee, dan dia adalah sepupunya Deon,"
Keenan mencoba merenung, kemudian pemuda itu mengingat jika temannya Adella adalah gadis SMA yang dulu sering menemui Deon saat masih kuliah di Universitas A.
"Jangan berteman dengannya! Karena dia bukan gadis baik-baik!" perintah Keenan tegas.
"Apa maksudmu kalau dia bulan gadis baik-baik? Apa kamu sendiri merasa sudah menjadi orang baik?" sindir Adella merasa tidak terima.
Keenan tersenyum karena wanita yang duduk di sampingnya itu memiliki keberanian untuk berbicara keras padanya.
"Kita mau ke mana?" tanya Adella penasaran.
Keenan hanya menyeringai tanpa menjawab sepatah kata.
Adella sangat kesal dengan sikap sombong tunangan palsunya itu. Dia lebih memilih untuk tiduran karena memang matanya sudah berat.
Setengah jam kemudian Keenan berhenti di suatu tempat. Di susul dengan Mobil Deon yang parkir di samping mobil milik Keenan.
"Bangun!" perintah Keenan kasar.
Adella langsung terbangun, jantungnya sampai berdetak kencang karena terlalu kaget.
"Lain kali kalau membangunkan aku tidur jangan kasar! Dadaku langsung sakit kalau terkejut seperti tadi," kata Adella marah.
"Jadi kamu berharap kita tidur bersama? Biar aku bisa membangunkanmu," ujar Keenan tersenyum licik.
Adella kesal, dia tidak mau meladeni dan langsung keluar dari mobil.
"Apa-apaan ini! Kenapa Aku dan Aileen di bawa ke tempat seperti ini," bentak Adella.
"Tenanglah, karena ini adalah pestanya kita," jawab Deon.
"Jangan bilang kamu belum pernah ke tempat seperti ini?" tanya Keenan pada Adella. Namun gadis yang ditanya hanya melengos tanda tidak setuju.
"Memangnya ini tempat apa?" timpal Aileen yang memang tidak tahu.
"Masuklah! Kamu sudah dewasa, kamu juga harus mengenal dunia baru," ucap Deon pada Aileen.
"Aku dan Aileen hanya menemani saja, setelah itu antar kami pulang!" kata Adella tegas.
"Kamu ini tunangannya Keenan, kenapa bersikap seperti itu? Tidak tahukah kamu jika banyak wanita yang mengantri untuk berada di posisimu?" sindir Deon.
"Kalau begitu panggil saja semua ke sini, saya dengan senang hati akan menyambutnya," balas Adella.
__ADS_1
Deon tersenyum, pemuda itu kini tahu jika Adella wanita yang menarik.
"Pantas saja keenan tertarik padanya, Karena Adella lain dari yang lain. Tapi aku lebih menyukai gadis lembut dan patuh seperti Aileen," batin Deon.
"Sebaiknya kamu tidak berpikir sesuatu yang membuat aku kesal!" sindir Keenan melirik pada Deon.
"Kamu masih seperti dulu, selalu tahu pikiranku," jawab Deon santai.
"Ayo masuk!" ajak Keenan pada semuanya.
Adella sudah terbiasa nongkrong di Club, tapi dia tidak nyaman jika datang dengan pemuda asing.
Sedangkan Aileen yang baru tahu langsung kaget melihat pemandangan yang sangat berbeda dengan dunianya. Wanita sexi, bau alkohol, dan hiruk pikuk suara musik DJ yang keras.
Bahkan ada beberapa orang yang melakukan adegan mesum di depan umum.
"Aku takut," kata Aileen yang memegang erat lengan Adella.
Adella tidak bisa mendengarnya, tapi dia tahu apa yang sedang dirasakan temannya itu.
Keenan mengajak masuk ke ruang VIP. Di sana lebih tenang dan karena hanya ada mereka berempat di ruangan itu.
Kemudian dua pelayan cantik masuk sambil membawa bir dan cemilan.
Deon dan Keenan langsung minum sedikit, mereka sangat senang karena sudah lama tidak seperti itu bersama.
"Kamu tidak minum?" tanya Deon pada Adella
"Aileen, jika kamu bisa menghabiskan dua botol. Aku akan menemukan ibumu dalam waktu satu minggu," gurau Deon pada Aileen.
"Jangan mau! Mana mungkin di kota sebesar ini bisa dengan mudah menemukan ibumu yang hanya bermodal foto masa lalu," sergah Adella.
"Adella, jangan kamu remehkan Deon! Dia adalah Bos Mafia, dia bisa mendapatkan apapun yang dia mau dalam waktu singkat," ejek Keenan.
Aileen yang polos merasa putus asa, dia tahu apa yang di katakan temannya ada benarnya. Tidak mudah mencari Ibunya yang hanya bermodal foto lama.
"Tapi jika memang Kak Deon bisa menemukan ibuku apa aku harus mencobanya? Setidaknya aku sudah berusaha," batin Aileen bimbang.
"Jangan Aileen! Tubuhmu tidak akan kuat minum dua botol sekaligus," larang Adella tegas.
"Tapi jika memang itu satu-satunya kesempatan bagiku untuk menemukan ibu bagaimana?" tanya Aileen lirih.
Adella terenyuh juga, dia tidak tega melihat kesedihan di wajah temannya yang lembut itu.
"Kak Deon, kalau aku membantu minum satu botol tidak apa-apa?" tanya Adella yakin.
"Silahkan saja!" jawab Deon tertawa.
__ADS_1
Keenan tidak sangat terkejut, pemuda itu melirik ke arah Deon karena tidak setuju. Tapi Deon mengisyaratkan agar temannya diam saja menikmati pertunjukan itu.
Adella dan Aileen seperti berlomba untuk menghabiskan satu botol bir dengan kandungan alkohol yang tinggi.
Beberapa detik setelah minumannya habis, keduanya langsung mabuk dan rubuh.
"Deon! Kamu menyusahkan aku saja," kata Keenan kesal.
"Bukankan seperti ini cara menjinakkan gadis yang liar itu?" jawab Deon tanpa rasa bersalah.
"Sekarang kita harus bagaimana?" tanya Keenan bingung.
"Kamu urus saja tunanganmu, aku ada urusan sendiri dengan Aileen," jawab Deon tertawa.
"Apa kamu serius tertarik padanya?" tanya Keenan tak percaya.
"Setelah sekian lama aku baru menemukan gadis yang seperti ini. Aku tidak akan melepaskan Aileen" jawab Deon menyeringai.
"Kamu tidak akan macam-macam dengan gadis polos itu kan?" tanya Keenan curiga.
"Apa kamu pikir aku pemuda yang seperti itu?" balas Deon.
"Terserah kamulah! Sekarang aku mau mengurus Adella dulu," jawab Keenan merasa kesal.
Keenan menggendong tubuh Adella, pemuda itu merasa bingung.
" Gadis bodoh! Sudah tahu tidak bisa minum masih memaksakan diri, kalau kamu seperti ini dan bersama pemuda lain pasti sudah habis kau," batin Keenan marah.
Keenan terlalu malas untuk mengantarkan Adella ke rumahnya, karena nanti bertemu dengan Saralee. Pasti sepupu Deon itu akan bikin ulah.
Akhirnya Keenan membawa tunangan bayarannya ke rumah pribadinya.
Setelah Adella di gendong sampai di kamarnya, tiba-tiba Adella terbangun.
"Stevan, aku pasti akan mendapatkan pengganti yang lebih hebat dari keluargamu," kata Adella yang masih mabuk.
"Gadis Bodoh! Ini aku, Keenan," jawab Keenan kesal.
Adella langsung merangkul leher Keenan dari depan, dan menariknya sampai mereka berdua roboh di ranjang.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Keenan gugup saat melihat wajah cantik tunangannya dari dekat.
"Kamu tunanganku kan? Kamu juga kaya raya melebihi mantanku. Bagaimana kalau kamu yang membalaskan dendam pada keluarganya karena sudah menghancurkan hidup keluargaku," bisik Adella sambil mencium bibir Keenan.
Awalnya Keenan marah, tapi lama-kelamaan pemuda itu merasakan sensasi yang luar biasa. Ciuman dari bibir Adella berbeda dengan wanita lain yang selama ini sudah pernah dinikmatinya.
"Kenapa tubuhku tidak bisa menolak? bibirnya manis dan lembut. Aroma badan gadis kecil ini juga membuat aku terbius,"
__ADS_1
Terima kasih sudah berkenan membaca karya saya🙏 Jangan lupa Like dan Vote. Karena dukungan dari kalian semua sangat berarti bagi Author.
Mohon kritik dan sarannya juga, semoga Novel SCORPIO bisa berkembang lebih baik lagi.