Scorpio

Scorpio
Pulau asing


__ADS_3

Adella merasa kepalanya sangat berat. Saat dia membuka matanya, gadis itu langsung terbelalak karena tidak berada di kamarnya sendiri.


"Di mana aku?" lirih Adella yang masih merasa pusing.


Tiba-tiba dia sadar sesuatu yang berat melingkar pada pinggangnya, saat Adella berbalik ke belakang dia sangat terkejut karena wajahnya sangat dekat dengan wajah seseorang yang tidak asing lagi.


Kemudian wajah tampan yang ada di depannya itu membuka mata.


"Ahhhh.... Apa yang kamu lakukan padaku?" teriak Adella sambil bangkit dan menimpuk Keenan dengan bantal.


"Kenapa kamu marah? Semalam kamu sendiri yang berbuat tidak senonoh padaku! Justru di sini aku yang merasa rugi," balas Keenan tenang.


Adella mencoba mengingat kejadian semalam. Memang benar, dialah yang berinisiatif duluan untuk mencium Keenan.


Bahkan di leher Keenan ada banyak bekas merah-merah.


Adella sangat malu serasa ingin menggali kuburannya sendiri.


Kemudian Adella mengintip tubuhnya yang berada di balik selimut.


"Baju masih lengkap, dan tubuhku juga tidak merasa apa-apa. Berarti semalam hanya sebatas ciuman saja," batin Adella lega.


"Sudah kubilang, seandainya kamu menggodaku aku juga tidak akan tertarik padamu! Karena kamu bukan seleraku," ujar Keenan.


"Tapi kenapa semalam kamu tidak mencegahku?" balas Adella kesal.


"Karena kamu ganas sekali, sampai aku diterkam dan tidak bisa bergerak" ejek Keenan.


"Apakah kamu kira aku percaya? Mana mungkin tenagamu bisa kalah dariku?" batin Adella.


Gadis itu segera bangkit dan ingin ke luar dari kamar.


"Mau ke mana? Di luar kamu tidak akan menemukan kendaraan umum. Karena tempat ini berada di perasingan," ujar Keenan santai.


Adella mendengar suara ombak yang bergemuruh, dia segera ke jendela dan membuka tirainya. Seketika gadis cantik itu terpukau indah karena melihat bentangan birunya laut.


"Wah... indah sekali! Ini di mana?" tanya


Adella yang reflek melupakan kejadian semalam.


Keenan tertawa, karena perubahan ekspresi gadis di depannya tersebut.


"Apa yang kamu tertawakan?" tanya Adella sengit.


"Tidak, aku hanya lapar! Sebaiknya kamu segera memasak," jawab Keenan ketus.


"Di rumah semewah ini apa tidak ada pelayan?" tanya Adella kesal.


"Tentu ada, tapi aku ingin memakan masakanmu. Kalau aku puas, aku akan melupakan kejadian semalam," jawab Keenan menyeringai.


Adella segera keluar dari kamar dan menuju dapur yang dia sendiri belum tahu di mana.


Sedangkan Keenan kembali melanjutkan tidur, bibirnya senyum-senyum sendiri mengingat kejadian semalam.

__ADS_1


"Gadis itu lumayan juga, kenapa tiba-tiba aku ingin lagi?" batin Keenan merasa konyol.


Sedangkan Adella hanya berputar-putar karena rumahnya lumayan luas.


"Mau kemana Nyonya?" tanya seorang pelayan wanita berusia sekitar empat puluhan.


"Dapur," jawab Adella singkat.


Pelayan tersebut langsung menunjukkan tempat yang di cari Adella.


"Kenapa di sini sepi sekali?" tanya Adella.


"Iya, ini adalah rumah pribadi Tuan Keenan. Beliau ke sini paling sebulan sekali," jawab pelayan tersebut dengan hormat.


"Keenan kalau ke sini dengan siapa?" tanya Adella yang penasaran.


"Sendirian," jawab pelayan itu.


"Dasar pembohong, kamu pelayannya. Tentu saja membelanya," batin Adella.


Adella segera memasak sebaik mungkin supaya cepat bisa pulang.


💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜


Dari lantai dua Keenan bisa mencium aroma masakan Adella yang menggugah selera.


"Bukan hanya aroma tubuhnya, tapi masakannya juga menggugah seleraku."


Keenan segera mandi, dia hanya memakai kaos oblong dan celana pendek untuk bersantai.


Kemudian dia membuka lemari yang besar, pemuda tampan itu mengecek jika gaun dan sepatu perempuan yang kemarin di pesan sudah ada di sana.


Keenan tersenyum puas, karena jika Adella memakai itu pasti terlihat lebih menarik.


Beberapa saat kemudian pintunya diketuk dari luar dan masuklah Adella.


"Hidangannya sudah siap, cepatlah makan dan antarkan aku kuliah," pinta Adella ketus.


"Kamu mandilah! Ganti bajumu dengan yang di lemari, aku tunggu lima menit. Kalau sampai lebih beberapa detik saja kamu akan aku tinggal di sini," ancam Keenan tak kalah sadis.


Tanpa pikir panjang Adella mendorong pemuda di depannya untuk keluar dari kamar, dan gadis itu segera menuju kamar mandi.


"Kamar siapa ini? Main usir-usir saja," batin Keenan kesal.


💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜


Adella mandi dengan gerakan cepat, setelah itu dia membuka lemari dan terkejut dengan isinya.


"Pelayan itu tadi sedang bergurau ya? bilang Tuannya ke sini selalu sendirian tapi nyatanya banyak pakaian perempuan," gumam Adella kesal.


Tapi dia sudah tidak peduli lagi, karena sisa waktu tinggal dua menit.


Dengan tergesa-gesa Adella memakai gaun selutut warna jingga, di sana juga lengkap dengan make up. Namun Adella hanya memakai bedak dan lipstik yang warnanya senada dengan gaun dan sepatunya itu.

__ADS_1


Meskipun rambutnya masih agak basah tapi dia tidak peduli, dari pada terlambat nanti Keenan akan mengomel tak jelas.


"Aku harus cepat, takut jika nanti terlambat. Apalagi sekarang tes praktik untuk Saralee dan Aileen. Ya ampun, bagaimana keadaan Aialeen?" batin Adella cemas.


Adella baru kepikiran tentang temannya itu, dia khawatir jika Aileen sekarang juga mengalami hal yang serupa. Apalagi gadis itu sangat penakut.


Adella setengah berlari menuruni tangga.


💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜


Keenan masih duduk di meja makan menanti Adella.


Saat melihat Adella menuruti tangga, rambut basahnya dan wajahnya yang baru mandi terlihat sangat segar. Seperti buah semangka yang menggairahkan dan siap untuk di makan.


Keenan mulai menahan napas agar bisa mengendalikan dirinya sendiri. Pemuda itu terlalu malu jika ketahuan bila dirinya mulai tertarik pada Adella.


"Tak perlu tergesa-gesa, masih ada banyak waktu," ucap Keenan tenang.


Adella tak menghiraukan ucapan Keenan, gadis itu fokus mengambil makanan dan lauknya.


Keenan sangat puas, selain rasa masakannya yang enak juga ditemani Adella yang membuat suasana hatinya bersemangat.


Setelah makanannya habis, Adella baru sadar jika di leher Keenan masih banyak bekas ******. Adella merasa risih sendiri melihatnya, tapi juga malu untuk mengungkitnya.


"Kenapa lihat-lihat? Mau menambah lagi?" sindir Keenan yang sudah tahu pikiran gadis di depannya.


"Kenapa tidak kamu tutupi?" tanya Adella gugup.


Keenan tertawa, karena ekspresi Adella yang malu-malu itu.


"Ayo ke pantai," ajak Keenan.


"Tapi.."


Belum sempat Adella menolak tangannya sudah di tarik Keenan keluar dari rumah.


"Orang ini tidak punya rasa malu ya? Bagaimana mungkin keluar rumah dengan keadaan seperti itu?" gumam Adella dalam hati.


Namun betapa terkejutnya, karena setelah mereka berdua berada di luar, di sana hanya ada satu rumah saja.


"Keenan, ini di mana?" tanya Adella yang merasa asing.


"Di pulau pribadiku," jawab Keenan singkat.


"Apa?" butuh berapa lama untuk sampai ke Universitas?" tanya Adella cemas.


"Cukup satu jam jika aku yang menyetir," jawab Keenan santai.


Yah, Adella tahu jika pemuda di depannya itu jika menyetir selalu dengan kecepatan tinggi.


"Di mana Aileen?" tanya Adella tiba-tiba cemas.


Keenan hanya menyeringai tanpa mau menjawab.

__ADS_1


Terima kasih sudah berkenan membaca Karya saya. Jangan lupa Like, Vote dan beri rating bintang lima ya🙏


Mohon kritik dan sarannya juga, karena dukungan dari kalian sangat berarti bagi Author.🤗


__ADS_2