Scorpio

Scorpio
Gangguan


__ADS_3

Deon baru saja menerima telepon dari kakak angkatnya untuk di ajak ketemuan. Entah kenapa Deon merasa jika kakaknya tersebut sudah mulai curiga padanya. Bagaimanapun juga kakaknya bukan orang sembarangan yang bisa dengan mudahnya dikelabui.


"Bagaimana ini? Apakah aku akan menemui kakak atau tidak?" batin Deon bimbang.


Karena terlalu banyak pikiran Deon sampai tidak sadar jika kekasihnya masuk ke dalam kamar. Dengan reflek dia segera mengunci ponselnya.


"Katanya Kak Deon mencariku?" tanya Aileen lembut.


"Iya, kamu mau makan apa? Kita berdua belum sarapan kan?" tanya Deon setengah gugup.


Aileen menjadi curiga, apalagi saat kedatangannya ke kamar membuat Deon seketika menutup ponselnya seolah tidak ingin diketahui isinya.


"Aku lagi mau makan kue, tapi karena bahannya kurang masih di belanjakan oleh pelayan terlebih dahulu," jawab Aileen.


"Kalau begitu untuk mengganjal perut sementara aku buatkan jus apokat terlebih dahulu ya," bujuk Deon.


"Iya," jawab Aileen patuh.


Deon segera menggandeng lengan Aileen dan menuntun menuruni tangga penuh perhatian.


Aileen merasa bahagia diperlakukan sebaik ini, tapi dalam hatinya juga ada sesuatu yang mengganjal. Seperti ada sebuah rahasia yang disembunyikan.


"Duduklah di sini terlebih dahulu, aku akan ke dapur sebentar," pinta Deon sambil mengecup kening Aileen mesra.


Saat Deon ke dapur para pelayan langsung menawarkan diri untuk melayani, akan tetapi dengan baik - baik Deon menolak.


Deon tahu bagaimana selera Aileen supaya perutnya tidak enek. Yaitu tanpa di kasih susu, sebab Aileen merasa enek tiap kali minum atau makan sesuatu yang manis.

__ADS_1


"Aileen… Apapun yang terjadi tidak akan ada yang memisahkan kita lagi. Aku akan selalu berusaha untuk melindungimu dan janin kita," batin Deon.


Setelah selesai membuat jus Deon juga menyempatkan diri untuk mengupas apel merah dan juga buah melon. Dia banyak membaca di google jika ibu hamil selalu ingin yang segar - segar.


Kemudian dengan senyuman ceria Deon segera mendatangi calon istri yang rupanya tengah mengobrol dengan pelayan yang baru saja pulang belanja.


,


"Kalau bahan - bahannya sudah dapat kenapa tidak langsung diolah saja?" tanya Deon yang tidak ingin kekasihnya kelaparan.


"Nanti saja tidak apa - apa, Adella sedang tidur aku tidak ingin mengganggunya," jawab Aileen yang selalu merasa sungkan.


"Kamu minum jusnya saja terlebih dahulu," balas Deon.


Deon segera beranjak pergi ke kamar Keenan, akan tetapi ruangan tersebut kosong.


"Apakah kamu melihat Adella?" tanya Deon.


"Sepertinya sedang beristirahat bersama tuan Keenan di kamar tamu bawah," jawab pelayan ramah.


Deon segera turun lagi dan tanpa ragu mengetuk pintu berkali - kali.


"Adella, kamu di dalam kan? Itu pelayan yang tadi belanja bahan kue sudah datang. Tolong segera buat ya? Kasihan Aileen tidak bisa makan apapun dan hanya mau makan kue buatanmu," bujuk Deon menahan tawa karena tahu apa yang sedang terjadi di dalam.


"Iya, Kak Deon. Aku akan segera keluar," jawab Adella dari dalam kamar.


Deon sendiri masih belum ingin pergi dari tempat itu, sebab dari dalam terdengar suara keributan antara Keenan dan Adella.

__ADS_1


"Sorry, Bro sudah mengganggu kesenanganmu, tapi aku juga tidak mau kalau sampai nanti anak aku ileran," batin Deon.


Tapi sudah cukup lama Adella tak kunjung keluar, Deon semakin ingin iseng menjahili mereka berdua. Tanpa rasa malu ataupun bersalah Deon mengetuk pintu sampai berkali - kali.


"Adella… Apa kamu tidur lagi?" tanya Deon dengan nada polos.


Beberapa detik kemudian Adella sudah keluar dengan wajah memerah.


"Maaf aku sudah mengganggu tidurmu," ucap Deon pura - pura bersalah.


"Tidak kok, Kak Deon. Barusan aku cuci muka dulu. Aileen dimana ya?" balas Adella mencoba bersikap biasa.


"Sedang di ruang tamu," jawab Deon.


"Kalau begitu aku ke sana dulu ya, Kak?" pamit Adella.


"Baiklah," ujar Deon sambil melirik ke arah dalam.


Setelah Adella tidak terlihat lagi Deon membuka pintu kamar tamu tersebut.


"Oey… Jangan pura - pura tidur lagi," sindir Deon sambil bersandar pada sisi pintu.


Keenan yang memang memejamkan mata karena kesal semakin marah saja.


"Sialan!" Umpat Keenan sembari melemparkan bantal ke wajah Deon.


"UPS... Kenapa kamu marah - marah?" tanya Deon sambil memeluk bantal yang barusan di tangkap.

__ADS_1


"Jangan berakting kau, keluar sana!" jawab Keenan ketus sambil meringis menahan sakit karena barang miliknya yang paling sensitif sudah mengeras dan berdenyut - denyut.


__ADS_2