Scorpio

Scorpio
Awal dari Benci


__ADS_3

Saralee


Saralee selalu menyepelekan segala sesuatu, otaknya tidak pernah mau memikirkan hal-hal yang membuatnya pusing. Namun karena dia sejak kecil sudah dididik tentang ilmu Manajemen sehingga saat tes praktek dengan mudah dia menyelesaikan tugasnya dengan hasil yang memuaskan.


Dengan senyuman bangga dia keluar dari ruangan dan menuju ke tempat tes Aileen yang tidak jauh dari sana.


Akan tetapi temannya masih belum selesai, dari dalam Aileen mengisyaratkan 'masih lama'.


Saralee hanya mengangguk dan berlalu pergi. Dia bingung mau ke mana, karena jika ke kantin sendirian juga malas.


"Kenapa sih Adella belum ada kabar juga?" batin Saralee cemas.


Tiba-tiba datang Raiyen bersama teman lelakinya, Saralee heran sebab biasanya pemuda itu cuek padanya.


"Ada apa?" tanya Saralee sadis.


"Adella di mana?" ucap Raiyen balik bertanya.


"Entahlah, sejak kemarin aku belum lihat. Kamu menyukainya ya?" goda Saralee.


"Bukan urusanmu!" jawab Raiyen ketus.


"Ishh marah, tapi sebelum kamu terluka sebaiknya kamu nyerah saja deh! Dia sudah punya tunangan loh," ejek Saralee.


Namun bukannya Raiyen kecewa, justru pemuda itu tertawa karena melihat tingkah Saralee yang seolah memprovokasinya.


"Kamu sungguh gadis yang tidak punya malu!" umpat Raiyen tepat di depan wajah Saralee. Kemudian pemuda itu berlalu pergi.


Seketika hati Saralee langsung mendidih, dirinya yang terbiasa dipuja para lelaki karena kecantikannya tetapi kini di abaikan bahkan dimaki begitu saja.


"Satu bulan, akan aku buat kamu mencintaiku.setelah itu aku akan membuangmu seperti sampah yang tidak bisa didaur ulang," batin Saralee menahan emosi.


Ponsel Saralee berdering, dia langsung mengambilnya dari dalam tas. Melihat nama Adella jempolnya langsung beraksi menerima panggilan itu.


"Kamu di mana? Kenapa semalam tidak pulang dan Kenapa ponselmu juga tidak bisa dihubungi?" tanya Saralee meluapkan amarah.


"Aku masih di gerbang Universitas. Bisakah sekarang kita bertemu di kantin?" tanya Adella dari seberang.


"Baiklah, aku segera ke sana," jawab Saralee mulai mereda emosinya.


Setelah memasukkan ponselnya ke dalam tas lagi, dari belakang ada seseorang yang menepuk bahu kirinya dengan lembut.


"Barusan Adella ya?" tanya Aileen penasaran.


"Iya, kita disuruh ke kantin," jawab Saralee.


Aileen hanya diam tapi bibirnya terus tersenyum.


"Kamu kenapa senyum-senyum sendiri?" tanya Saralee heran.


"Tadi lukisanku dipuji banyak orang, katanya keahlianku memang sudah bakat alami," jawab Aileen malu-malu.


"Iya, tinggal belajar lagi pasti kelak menjadi pelukis profesional," ujar Saralee ikut senang.

__ADS_1


"Apa tadi kamu lancar?" tanya Aileen.


"Hal seperti itu sudah biasa bagiku," jawab Saralee merasa bangga.


"Syukurlah, semoga kita berdua bisa lolos," ucap Aileen penuh harap.


Sesampainya di Kantin mereka berdua melihat Adella duduk sendirian sambil melambaikan tangan.


Saralee dan Aileen menghampiri Adella seperti sudah sepuluh tahun tidak berjumpa.


"Stop! Jangan ada yang bicara sebelum aku bertanya!" ucap Saralee tegas dengan wajah kesal.


Adella dan Aileen hanya duduk terdiam seperti seorang tersangka pembunuhan.


Saralee tahu jika Aileen mudah gugup, jadi dia memilih bertanya pada Adella supaya lebih jelas.


"Adella! Kemarin kamu ke mana setelah bekerja?" tanya Saralee tegas.


"Keenan dan Kak Deon ternyata sahabat, mereka berdua mengajak aku dan Aileen ke Klub malam," jawab Adella santai.


"Setelah itu?" tanya Saralee dengan mimik wajah tak sabar.


"Kak Deon bilang dia bisa membantu Aileen mencari ibunya dalam waktu seminggu, tapi dengan syarat Aileen harus minum dua botol bir. Kak Deon mengizinkan aku ikut membantu minum satu botol, setelah itu kita berdua mabuk dan tidak sadarkan diri," jawab Adella tenang.


Sedangkan Aileen menunduk malu karena Deon adalah sepupu Saralee sendiri.


"Terus... Terus?" tanya Saralee antusias.


"Aku tidak tahu, tiba-tiba aku sudah bangun di kamarnya Keenan," jawab Adella mengalihkan pandangan.


"Aku juga sama," jawab Aileen memerah wajahnya.


"Apa kalian berdua masih perawan?" tanya Saralee penasaran.


"Tentu saja iya, mana mungkin dia berani padaku," jawab Adella dengan nada lumayan tinggi.


Namun Aileen hanya diam saja, membuat kedua temannya curiga.


"Jangan... Jangan?" duga Adella tergantung ucapannya.


"Apa kamu sudah melakukan sesuatu dengan Kakakku?" timpal Saralee semakin penasaran.


"Aku tidak ingat apa-apa, tapi saat terbangun aku sudah tidak memakai baju," jawab Aileen menangis lirih.


Adella dan Saralee terkejut, tidak menyangka jika Deon yang terlihat ramah ternyata seorang pemuda liar.


"Apa kamu masih merasa sakit?" tanya Saralee penuh perhatian.


"Tentu saja hatiku sakit," jawab Aileen masih terisak.


"Aku tidak membahas tentang hatimu, tapi itumu," sergah Saralee sambil matanya melirik ke bagian bawah tubuh Aileen.


Adella jadi merasa menyesal, sebab membiarkan Aileen mabuk semalam.

__ADS_1


"Aku tidak merasakan sakit apa-apa," jawab Aileen tegang.


"Benarkah? Itu berarti tandanya semalam kamu tidak di apa-apain. Lagi pula aku kenal baik dengan Kak Deon, dia bukan orang yang seperti itu. Bahkan Kak Deon selama ini juga tidak pernah dekat dengan wanita, sebab dulu dia selalu mendapat banyak tugas dari Papanya agar bisa mewarisi jadi pimpinan Mafia seperti sekarang ini," jawab Saralee meyakinkan.


"Apa kamu benar? Jadi aku masih perawan?" tanya Aileen.


"Iya, percayalah! Seorang perawan kalau setelah melakukan itu pada umumnya akan ada bekas percikan darah. Dan Pasti rasanya juga sakit," jelas Saralee yakin.


"Kamu ini sudah pernah melakukannya ya? Fasih sekali penjelasanmu itu, Saralee," goda Adella yang sudah merasa lega.


"Sialan, mana mungkin aku membiarkan seorang pemuda untuk menodaiku. Bagiku mereka hanya mainan untuk bersenang-senang, tapi jika mereka berani macam-macam langsung aku hajar," balas Saralee tertawa puas.


"Lalu apa maksud Kak Deon melakukan itu pada Aileen ya?' tanya Adella penasaran.


"Aku lihat sepertinya Kak Deon tertarik pada Aileen, tapi karena Aileen perempuan yang penakut jadi dia menggunakan cara ini untuk mengikatnya," jawab Saralee tertawa ngakak.


Aileen hanya memerah wajahnya, antara malu dan ketakutan.


Kini Adella juga mulai bisa sedikit tersenyum.


"Lain kali aku harus lebih berhati-hati pada Keenan, dan aku juga harus lebih menjaga Aileen," batin Adella.


Ponsel Adella berdering, segera gadis menarik itu mengangkatnya.


"Hallo, Ayah. Ada apa?" tanya Adella sopan.


"Ibumu masuk rumah sakit, tapi Ayah sama sekali tidak ada biaya. Simpanan kemarin sudah digunakan untuk membayar sekolah adik-adikmu. Ayah sudah mencoba pinjam pada teman-teman tapi tidak ada yang mau," jawab Ayah Adella yang terdengar menangis.


"Ibu sakit apa, Ayah?" tanya Adella.


"Usus buntu, harus segera dioperasi. Tapi dokter belum bisa bertindak sebelum Ayah melunasi biayanya terlebih dahulu," jawab Ayah Adella sesenggukan.


Adella sangat cemas, gadis itu sendiri juga baru bekerja. Sedangkan tabungannya sanagt sedikit.


Saralee yang berada di samping Adella mendengar semua obrolan Adella.


"Tanyakan butuh berapa?" sela Saralee dengan suara pelan.


"Berapa, Ayah? Aku punya teman yang mau meminjamkan uangnya," tanya Adella tersenyum lega.


"Dua puluh juta, sayang. Semua sudah termasuk biaya rawat inap," jawab Ayah Adella juga mulai lega.


"Baiklah, aku akan segera transfer," kata Adella.


"Ucapkan rasa terima kasih pada teman kamu, Nak. Nanti kalau Ayah sudah ada uang pasti Ayah akan mengembalikannya," tutur Ayah Adella sangat bersyukur karena Adella dipertemukan dengan teman yang baik.


"Iya, Ayah. Sekarang aku matikan ponselnya ya? Ayah jaga ibu baik-baik! Tapi maaf Adella masih belum bisa pulang," kata Adella bersedih.


"Tidak apa-ap, sayang. Kamu harus semangat belajar, semoga kelak menjadi orang yang sukses," jawab Ayah Adella.


Tak kuasa menahan air matanya, Adella langsung menutup teleponnya. Adella merasa frustrasi memikirkan bagaimana caranya mendapat uang banyak, sebab gadis itu ingin segera mengembalikannya pada Saralee dan juga ingin bisa membantu perekonomian keluarganya yang sedang kritis.


Terima kasih yang sudah Like dan Vote. Bagi yang belum jangan lupa ya🤗 Karena dukungan dari kalian sangat berarti bagi Author.

__ADS_1


Mampir juga ke novel romantis yang berjudul CINTA YANG TERPAKSA 🤗 dijamin bikin mewek dan baper🤗🤗🤗


__ADS_2