Scorpio

Scorpio
Perjodohan Saralee


__ADS_3

Saralee sudah berada di kota kelahirannya. Demi memenuhi keinginan kedua orang tuanya untuk menghadiri acara pesta, dia sampai rela memakai gaun mini yang memperlihatkan bagian punggungnya. bahkan untuk menyempurnakan penampilannya dia juga memakai sepatu high heels.


Sebenarnya Saralee merasa sedikit kesakitan saat berjalan, sebab kakinya yang terkilir tadi siang di Universitas belum sembuh juga.


Tubuh Saralee yang tinggi semampai, kulitnya yang putih dan kecantikannya yang di atas rata-rata membuat kedatangannya menjadi pusat perhatian.


Saralee di gandeng kedua orang tuanya, Papi dan Maminya tersenyum bangga pada orang-orang yang melihat putri mereka dengan rasa kagum dan terpesona.


"Sayang, kamulah wanita tercantik malam ini," ucap Papinya Saralee.


"Ehm..." tegur Maminya Saralee dengan suara berdehem.


"Maksud Papi tercantik setelah Mami," ralat Papinya Saralee.


Saralee hanya tertawa tanpa rasa kesal, dia justru senang jika kedua orang tuanya bisa akur seperti ini.


"Hay Janson, Mareta. Apakah yang sedang kalian gandeng adalah Saralee?" tanya seorang lelaki sebaya dengan Papi Saralee.


"Oh... Mike. Sudah lama tidak berjumpa, hampir saja aku pangling. Iya, ini Saralee," jawab Janson tertawa senang.


"Luar biasa cantiknya, persis seperti Mareta di waktu muda," puji Mike tulus.


"Di mana Yolla? Kenapa kamu sendirian?" tanya Janson penasaran.


"Yolla sudah lama meninggal, dan sekarang aku sudah menikah lagi. Dengan Queen, tapi dia saat ini sedang di Toilet," jawab Mike.


Mendengar kata Toilet Saralee jadi ingin buang air kecil, tapi karena kakinya sakit jadi dia hanya bisa berjalan pelan-pelan. Dengan senyuman manis Saralee berpamitan pada orang tuanya.


"Ya ampun, kenapa aku sampai tidak tahu? Kemana saja kamu selama ini. Kenapa menghilang seperti di telan bumi? Dan di mana putra kamu?" tanya Janson penasaran.


"Aku keliling dunia mencari pengobatan untuk Yolla, tapi sayangnya dia tidak bisa disembuhkan. Putraku kabur dari rumah setelah aku menikah lagi, aku tidak tahu jika anaknya Queen dengan mantan suaminya adalah kekasih Putraku," jawab Maikel bersedih.


"Wah berat juga, putramu pasti terluka karena kekasihnya menjadi saudara tirinya," timpal Janson bersimpati.


Para orang tua itu terus mengobrol tentang pertemanan mereka semasa muda. Karena mereka bertiga adalah teman akrab semasa SMA.


Sedangkan Saralee masih berada di toilet, kakinya semakin terasa sakit.


"Sakit sekali, bagaimana ini? Pasti pestanya masih lama," batin Saralee sambil meringis.


Saat dia berjalan kembali, tiba-tiba ada seorang perempuan cantik seusia Maminya.


"Apa kakimu bermasalah?" tanya wanita itu ramah.


"Iya, tadi terkilir, Tante," jawab Saralee.

__ADS_1


"Perkenalkan, nama aku Queen. Nama kamu siapa?" tanya Wanita itu ramah.


"Saya Saralee, Tante," jawab Saralee sopan.


"Lain kali kalau kakinya sakit sebaiknya pakai sepatu yang tidak tinggi seperti ini, dari pada kamu tersiksa," tutur Queen lembut.


"Iya. Tante," jawab Saralee menahan malu.


"Mari Tante bantu, jalannya pelan-pelan saja ya!" ucap Queen memapah Saralee.


Saralee tidak menolak, karena dia memang sedang butuh bantuan.


Sesampainya di tempat pesta, orang tua Saralee terkejut melihat putri mereka di papah seseorang.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Mami dan Papi Saralee cemas.


"Tidak apa-apa, hanya tadi siang terkilir saja," jawab Saralee berusaha santai. Karena dia tidak ingin merusak suasana hati Papi Maminya


"Ini Istriku, Queen," kata Mike memperkenalkan istri keduanya.


"Aku Mareta, dan ini Janson, suamiku," sapa Maminya Saralee tersenyum ramah.


"Senang berkenalan dengan kalian, dulu Mike sering bercerita tentang kalian. Dan akhirnya aku bisa bertemu secara langsung," ucap Queen tersenyum senang.


"Apa mereka belum datang?" tanya Mike pada istrinya.


Beberapa menit kemudian datang seorang pemuda dan perempuan cantik yang mendekati mereka. Mereka berdua tampak serasi sekali.


"Hay, yang tampan ini pasti Raiyen," kata Janson bersemangat.


Pemuda yang barusan di sapa itu hanya menganggukkan kepalanya tanda hormat dan tersenyum sopan.


Sedangkan Saralee tidak mengira bisa bertemu dengan Pemuda itu di sini. Saat mereka bertemu pandang, mereka berdua sama-sama cuek.


Kemudian mereka saling memperkenalkan diri, sedangkan Saralee dan Raiyen saat berkenalan terasa aneh. Karena mereka berdua sebelumnya sudah saling mengenal.


Saralee sendiri juga masih ingat, jika perempuan yang pernah ditemuinya di Mall dulu adalah adik Raiyen.


"Ternyata saudara, aku kira mereka adalah sepasang kekasih."


"Jadi kalian ini satu Universitas?" Kata Queen ikut senang.


"Iya, Tente," jawab Saralee sopan.


Raiyen hanya menatap Saralee sambil tersenyum mengejek, karena sikap Saralee yang berubah menjadi manis.

__ADS_1


"Apa kalian pernah bertemu?" tanya Mike penasaran.


"Belum," jawab Raiyen singkat.


Saralee kesal, karena pemuda itu pura-pura tidak mengenalnya.


"Mau bermain ya? Aku siap melayani," batin Saralee menyeringai.


"Aku pamit ambil minum dulu ya?" ucap Saralee lembut sambil melangkah, tapi dia kemudian pura-pura hampir terjatuh.


Saat itu dengan gesit Raiyen segera menangkap tubuh Saralee.


"Sudah tahu sakit masih memaksakan diri hanya demi penampilan," kata Raiyen marah.


Seketika orang tua mereka terkejut, karena tadi bilang belum pernah bertemu dan sekarang seolah sudah mengenal akrab.


Saralee menahan tawa karena berhasil mempermalukan Raiyen.


Namun Raiyen sama sekali tidak memperdulikan orang lain, pemuda itu justru mengangkat tubuh Saralee dan diletakkan di kursi.


Saralee sampai terkejut, begitu juga dengan keluarga mereka.


"Apa yang kamu lakukan?" pekik Saralee kesal.


"Diam!" jawab Raiyen sadis.


Kemudian pemuda itu jongkok di depan Saralee dan melepaskan sepatu Saralee yang kakinya sakit.


"Jika kamu memaksakan diri seperti ini, bisa-bisa nanti kamu tidak akan dapat berjalan lagi," kata Raiyen marah.


Saralee biasanya merasa kesal jika ada orang lain yang berbicara dengan nada tinggi padanya, tapi kali ini dia justru merasa terkesima.


Saralee terus menatap wajah Raiyen yang tengah sibuk memijat kakinya secara perlahan.


"Masih sakit?" tanya Raiyen.


"Tidak," jawab Saralee berubah gugup.


Dari kejauhan Keluarga mereka saling tersenyum, karena bisa memastikan jika Saralee dan Raiyen saling menyukai.


"Mereka tampak romantis," ucap Queen.


"Sepertinya kita akan menjadi besan," timpal Mareta.


"Aku sangat setuju," jawab Mike senang.

__ADS_1


Sedangkan Nilna menatap saudara tirinya dengan wajah cemburu. Gadis itu terlihat jelas masih memiliki perasaan pada Raiyen.


Terima kasih sudah berkenan membaca karya, jangan Lupa Like dan Vote ya🙏 Karena dukungan dari kalian sangat berarti bagi Author.


__ADS_2