Scorpio

Scorpio
S2. Saidon Sang Pewaris


__ADS_3

Saidon adalah seorang pria yang tidak memiliki harapan apapun selain memikirkan bagaimana cara agar kelompok mafianya terus berjaya.


Karena biarpun dia hanya anak angkat akan tetapi tanggung jawab terletak pada dua bahunya. Sebab adik kesayangannya yang menjadi generasi asli justru tidak tertarik dengan dunia itu.


Awalnya memang begitu, hidupnya hanya untuk dihabiskan mengurus kelompoknya tanpa memiliki keinginan menikah sekalipun.


Akan tetapi setelah dia tahu kejadian masa lalunya, Deon merubah pikirannya. Dia masih memiliki orang tua kandung, dan juga seorang ibu yang selalu menantikan kehadirannya. Dia sendiri tidak menyangka jika tangan yang sudah ternoda ratusan jenis darah ternyata adalah tangan dari seorang putra raja.


Saidon bertekad untuk merebut kembali apa yang memang seharusnya menjadi miliknya, terlebih lagi dia tak kuasa membayangkan bagaimana perasaan ibunya yang kini di ambang kehinaan jika anak tirinya berhasil menjadi raja.


Sebulan setelah kesembuhannya, Saidon berpamitan kepada adik angkatnya. Namun, dia sudah memiliki rencana tersendiri untuk menerobos kerajaan tanpa sepengetahuan musuhnya.


"Deev, kamu ikut denganku. Kita berdua menyamar sebagai penduduk biasa yang tengah mencari pekerjaan. Sedangkan yang lainnya juga melakukan hal yang sama, suruh mereka bekerja sebagai pedagang biasa tanpa saling mengenal satu sama lain agar tidak menimbulkan kecurigaan," perintah Saidon.


"Iya, bos," jawab Deev langsung paham.


Rencana itu dijalankan juga, Saidon dan Deev memakai pakaian biasa seperti pemuda pengangguran.


Mereka berdua berkeliling pasar umum untuk mengecek satu persatu anak buah, ada yang menjadi pedagang, sopir, dan lain - lain.


"Bos, yang lainnya sepertinya sudah aman. Selanjutnya kita harus bagaimana?" tanya Deev.

__ADS_1


"Sedang ada perekrutan untuk menjadi pengawal raja, sepertinya itu sangat baik untuk kita bisa masuk ke kerajaan. Tapi seleksi sangat ketat, apa kamu yakin mampu? Jika tidak sanggup kamu bisa menjadi pedangan biasa," tawar Saidon tak ingin memaksa.


"Bos, aku sudah bersumpah ingin selalu bersamamu. Aku tidak takut dengan bahaya yang mengancam nyawa, bukankah hal itu sudah menjadi makanan sehari - hari kita?" jawab Deev tegas.


"Terima kasih, " jawab Saidon tak meragukan kesetiaan Deev.


"Bos, mari kita cari makanan. Sekalian kita menemui teman yang lain, ada sekitar 4 orang yang bekerja sebagai pelayan di tempat makan," ajak Deev.


"Ayo," jawab Saidon.


Keduanya masuk ke sebuah tempat makan umum, dan benar saja di sana ada beberapa teman sesama mafia yang di tugaskan untuk menggali informasi.


...Wanita yang menyamar sebagai pria di kursi paling sudut adalah calon istri putra mahkota, karena menolak pernikahan tersebut putri itu kabur. Kunci menjadi raja adalah pernikahan aliansi dengan putri tersebut....


Saidon tersenyum, sekali pandang dia bisa tahu jika yang terlihat paling cantik dan muda itulah sebagai putri.


"Deev kamu makanlah terlebih dahulu!" perintah Saidon langsung beranjak pergi.


Sedangkan Deev hanya makan sambil memperhatikan apa yang akan dilakukan oleh bosnya.


"Maaf, apakah kalian tahu informasi mengenai cara menjadi pengawal raja?" tanya Saidon bertanya sambil memancarkan pesonanya.

__ADS_1


Kedua gadis yang memakai baju pria itu langsung takjub dengan ketampanan Saidon. Hanya saja yang terlihat paling muda langsung pura - pura bersikap cuek seperti seorang lelaki jantan.


"Kamu tinggal minta formulir ke bagian pendaftaran saja, tanya pada penjaga gerbang pasti tahu," jawab sang putri memalsukan suaranya.


Saidon hanya tersenyum, dia ingin menertawakan akting sang putri yang canggung.


"Tapi sepertinya sulit ya? Apa kalian tahu ada lowongan pekerjaan di sini? Maaf, aku dan saudaraku adalah seorang pendatang yang masih pengangguran?" tanya Saidon tampak polos.


"Kami juga pendatang," jawab sang putri singkat.


"Ini nomor teleponku, jika nanti ada pekerjaan apapun itu tolong hubungi ya?" kata Saidon memberikan secarik kertas bertuliskan nomor teleponnya.


"Iya," jawab sang putri hanya ingin membuat Saidon lega.


"Baiklah, terima kasih kalau begitu," jawab Saidon kembali ke mejanya sendiri.


Setelah itu Saidon juga melakukan hal yang sama pada sekelompok orang yang duduk di samping sang putri, dia melakukan hal itu agar ditak dicurigai dan semata - mata hanya sedang sangat butuh pekerjaan. Selesai dengan sandiwaranya Saidon kembali ke meja makannya.


"Bos, ada apa?" tanya Deev yang sudah makanannya sudah hampir habis.


"Memasang umpan," jawab Saidon cuek lalu makan.

__ADS_1


__ADS_2