
Siang
harinya Deon dan lainnya sudah berada di Bandara, pemuda itu segera menghubungi
Keenan untuk datang menjemput.
‘’Keenan,
bisakah kamu menjemput kami?’’ pinta Deon.
‘’Aku baru
saja tidur, sejak semalam aku dan Adella terjaga di rumah sakit menemani
Saralee,’’ jawab Keenan merasa malas.
‘’Saralee
sedang sakit?’’ pekik Deon.
‘’Bukan,
tapi Raiyen. Dia kecelakaan dan sekarang masih koma. Sebaiknya kamu naik taksi
saja, aku sedang berada di paviliun Saralee. Kamu kesini, nanti malam kita bisa
bersama – sama ke rumah sakit,’’ kata Keenan langsung mematikan teleponnya.
Deon hanya
mendengus kesal karena dicuekin oleh sahabatnya, tapi dia juga tidak tega jika
mengganggu istirahatnya Keenan. Deon tahu jika sahabatnya itu merupakan orang
yang sangat sibuk.
‘’Kak Deon,
siapa yang sakit?’’ tanya Aileen yang masiiiih belum paham.
‘’Raiyen
kecelakaan, dia sampai koma,’’ jawab Deon.
‘’Ya ampun,
Saralee pastis syok banget,’’ pekik Aileen seakan tidak percaya.
‘’Iya,
sekarang kita ke paviliun. Kita membersihkan diri di sana lalu istirahat
sejenak, nanti malam kita ikut Keenan dan Adella ke rumah sakit,’’ ujar Deon.
‘’Iya,’’
jawab Aileen ikut bersedih.
Deon pun
meminta pada semua anak buah Keenan untuk kembali ke markas mereka, sebelum itu
dia mengucapkan terima kasih karena sudah membantu.
Setelah itu
Deon segera mengajak sang kekasih untuk naik taksi.
‘’Aku tidak
menyangka jika pada akhirnya akan ada seseorang yang bisa menahklukkan Saralee,
dia dulunya seperti apa kamu pasti sudah tahu,’’ ucap Deon.
‘’Iya,
pertama kali masuk universitas saja dia sudah mendapat banyak gebetan dan
hampir setiap hari teman kencannya itu berbeda – beda. Dan yang membuat aku
tidak habis pikir adalah Saralee bisa jatuh cinta pada musuhnya sendiri,’’ kata
Aileen mulsi tertawa.
‘’Musuh?’’
tanya Deon penasaran.
‘’Iya,
karena setiap mereka bertemu pasti akan terjadi sesuatu yang membuat mereka
bertengkar,’’ jawab Aileen.
‘’Yah, kisah
cinta memang berawal secara berbeda. Seperti cinta kita, menurutku lebih
menarik bila di banding dengan kisah Saralee dan Adella,’’ balas Deon tidak mau
kalah.
Deon
teringat betul, tujuan dia datang kembali ke kota ini hanya untuk mencari putri
Fernand dan berniat menghancurkannya. Siapa sangka jika gadis kecil yang dia
temui di rumah sepupunya adalah orang yang tengah di cari.
Sejak pada
pandangan pertama melihat mata bening dan kecantikan alami Aileen sudah membuat dia jatuh cinta.
Walaupun awalnya sempat dilema tapi kini Deon tahu jika cintanya pada Aileen
__ADS_1
tak sedangkal itu. Dia tahu kedepannya masih akan ada rintangan, sebab sang
kakak dan orang tua Aileen sudah pasti menentang.
‘’Kak Deon,
kenapa kamu melamun?’’ tanya Aileen lembut.
‘’Tidak apa
– apa, aku hanya khawatir jika saat ini Saralee pasti sedang terpuruk. Aku tahu
anak itu, dia jika strees pasti kacau banget,’’ jawab Deon.
Sore harinya
kedua orang tua Raiyen beserta adik tirinya baru sampai. Saralee langsung
berlari memeluk Mike sambil menangis.
‘’Om,
maafkan aku. Semua ini salah aku sampai Raiyen kecelekaan seperti ini,’’ rengek
Saralee.
‘’Sayang,
semua orang selalu menginginkan yang terbaik, tapi seringkali kenyataan tidak
sesuai dengan harapan. Kamu jangan menyalahkan diri sendiri, semua ini adalah
takdir,’’ jawa Mike lapang dada.
‘’Bagaimana
keadaan Kak Raiyen?’’ tanya Nilna tak sabaran.
‘’ Dia masih
tidur, tadi sudah terbangun sebentar lalu istirahat lagi,’’ jawab Saralee
menunduk dan malu melihat keluarga Raiyen.
‘’Nak, kamu
jangan merasa bersalah lagi. Kami tidak akan marah padamu. Raiyen adalah pemuda
dewasa, apa yang sudah menjadi keputusannya itu berarti apa yang dia pilih,’’
sela Quen.
‘’Iya,
tante,’’ jawab Saralee.
Karena
Raiyen masih tertidur jadi keluarganya hanya menunggu di ruang tunggu bersama
Mereka terus
mengobrol, sedangkan Saralee melamun memikirkan kejadian tadi. Ketika Raiyen
sadar pemuda itu seolah tidak mengenal Saralee, bahkan Raiyen juga menolak
untuk disuapi olehnya.
‘’Raiyen,
benarkah kamu sudah melupakan aku? Aku bahagia kamu sudah sadar kembali, tapi
melihatmu yang tidak mengenaliku lagi membuat aku sakit,’’ batin Saralee pilu.
Tak berapa lama kemudian datang Adella dan
Aileen, di belakang kedua gadis tersebut ada Keenan dan Deon.
Saralee terkejut
dan menangis bahagia, karena mereka bertiga akhirnya bisa berkumpul lagi.
‘’Aileen,
Adella…. Tahukah aku sangat merindukan kebersamaan ini?’’ pekik Saralee girang.
‘’ Iya, aku
juga,’’ jawab Aileen.
‘’Apalagi
aku, kuliah tanpa kalian rasanya aku sama sekali tidak semangat,’’ balas
Adella.
Deon sendiri
langsung mengucapkan salam pada om dan tantenya.
‘’Kamu
kemana saja?’’ tanya Janson.
‘’Aku
menjemput istriku, Om,’’ jawab Deon tersenyum malu – malu.
‘’Istri,
keponakan macam apa menikah tanpa memberi kabar?’’ sergah Mareta terkejut.
‘’Belum
menikah, Tante. Lebih tepatnya calon istri,’’ balas Deon tertawa.
__ADS_1
Tanpa perlu
bertanya lagi Janson dan Mareta Sudah tahu siapa gadis yang di sebutkan oleh
keponakan mereka.
‘’Nak
Aileen, sini sayang,’’ panggil Mareta merasa gemas.
‘’Iya,
tante,’’ jawab Aileen gugup.
Janson dan
Mareta sudah mengenal bagaimana sifat dan karakter Aileen, mereka berdua sangat
setuju jika keponakan mereka menikahi gadis tersebut.
‘’Kalian
sebaiknya segera menikah ya? Nanti akan Om dan Tante buatkan pesta semegah
mungkin,’’ kata Janson serius.
Deon segera
mengajak Om dan tantenya untuk mengobrol dan menjauh dari tempat itu.
‘’Ada apa, Deon?’’
tanya Mareta penasaran.
‘’Tante, Om,
sebaiknya mengenai pernikahan ini dirahasiakan pada siapapun ya? Termasuk pada
kakakku,’’ pinta Deon memohon.
‘’Kenapa?’’
tanya Janson semakin penasaran.
‘’Karena
Aileen adalah puteri tunggal Fernand,’’jawab Deon mau tak mau membongkar
kebenaran.
‘’Apa?’’
pekik Janson dan Mareta sangat terkejut.
Tiba – tiba terdengar
suara heboh dari ruang tunggu, rupanya Raiyen sudah terbangun dari tidurnya.
Semua orang
berhamburan berebut untuk masuk, tapi karena hanya dua orang yang diizinkan
untuk membesuk maka hanya Saralee dan Mike duluan.
‘’Kamu memang
anak papa yang tangguh,’’ peluk Mike perlahan agar tidak melukai putranya.
‘’Pa,’’ kata
Raiyen mencoba tersenyum.
Sedangkan
Saralee hanya diam saja karena sang kekasih sama sekali tidak menyapanya, lama
kelamaan Saralee tidak tahan juga. Dia menangis terisak membuat Mike dan Raiyen
kaget.
‘’Sayang,
kamu kenapa menangis?’’ tanya Raiyen terbata.
Saralee
langsung menghentikan tangisannya dan menatap Raiyen dengan mata yang berbinar.
‘’Kamu mengingatku?’’
pekik Saralee.
‘’Tentu
saja, maaf tadi aku hanya menggodamu,’’ jawab Raiyen menahan tawa.
‘’ Jahat
sekali ih,’’pekik Saralee menangis lagi.
‘’Lihatlah,
penampilanmu berantakan sekali,’’ goda Raiyen.
Saralee menangis
bahagia, sedangkan Mike ikut tersenyum melihat pasangan muda yang begitu serasi.
Raiyen
sendiri sebenarnya masih sakit untuk berbicara, tadi dia berusahaseolah sudah
baik – baik saja. Melihat mata bengkak dan kelopak menghitam seperti mata panda
membuat pemuda itu jauh lebih merasa sakit.
__ADS_1