Scorpio

Scorpio
Titik kebahagiaan


__ADS_3

Siang


harinya Deon dan lainnya sudah berada di Bandara, pemuda itu segera menghubungi


Keenan untuk datang menjemput.


‘’Keenan,


bisakah kamu menjemput kami?’’ pinta Deon.


‘’Aku baru


saja tidur, sejak semalam aku dan Adella terjaga di rumah sakit menemani


Saralee,’’ jawab Keenan merasa malas.


‘’Saralee


sedang sakit?’’ pekik Deon.


‘’Bukan,


tapi Raiyen. Dia kecelakaan dan sekarang masih koma. Sebaiknya kamu naik taksi


saja, aku sedang berada di paviliun Saralee. Kamu kesini, nanti malam kita bisa


bersama – sama ke rumah sakit,’’ kata Keenan langsung mematikan teleponnya.


Deon hanya


mendengus kesal karena dicuekin oleh sahabatnya, tapi dia juga tidak tega jika


mengganggu istirahatnya Keenan. Deon tahu jika sahabatnya itu merupakan orang


yang sangat sibuk.


‘’Kak Deon,


siapa yang sakit?’’ tanya Aileen yang masiiiih belum paham.


‘’Raiyen


kecelakaan, dia sampai koma,’’ jawab Deon.


‘’Ya ampun,


Saralee pastis syok banget,’’ pekik Aileen seakan tidak percaya.


‘’Iya,


sekarang kita ke paviliun. Kita membersihkan diri di sana lalu istirahat


sejenak, nanti malam kita ikut Keenan dan Adella ke rumah sakit,’’ ujar Deon.


‘’Iya,’’


jawab Aileen ikut bersedih.


Deon pun


meminta pada semua anak buah Keenan untuk kembali ke markas mereka, sebelum itu


dia mengucapkan terima kasih karena sudah membantu.


Setelah itu


Deon segera mengajak sang kekasih untuk naik taksi.


‘’Aku tidak


menyangka jika pada akhirnya akan ada seseorang yang bisa menahklukkan Saralee,


dia dulunya seperti apa kamu pasti sudah tahu,’’ ucap Deon.


‘’Iya,


pertama kali masuk universitas saja dia sudah mendapat banyak gebetan dan


hampir setiap hari teman kencannya itu berbeda – beda. Dan yang membuat aku


tidak habis pikir adalah Saralee bisa jatuh cinta pada musuhnya sendiri,’’ kata


Aileen mulsi tertawa.


‘’Musuh?’’


tanya Deon penasaran.


‘’Iya,


karena setiap mereka bertemu pasti akan terjadi sesuatu yang membuat mereka


bertengkar,’’ jawab Aileen.


‘’Yah, kisah


cinta memang berawal secara berbeda. Seperti cinta kita, menurutku lebih


menarik bila di banding dengan kisah Saralee dan Adella,’’ balas Deon tidak mau


kalah.


Deon


teringat betul, tujuan dia datang kembali ke kota ini hanya untuk mencari putri


Fernand dan berniat menghancurkannya. Siapa sangka jika gadis kecil yang dia


temui di rumah sepupunya adalah orang yang tengah di cari.


Sejak pada


pandangan pertama melihat mata bening dan kecantikan alami  Aileen sudah membuat dia jatuh cinta.


Walaupun awalnya sempat dilema tapi kini Deon tahu jika cintanya pada Aileen

__ADS_1


tak sedangkal itu. Dia tahu kedepannya masih akan ada rintangan, sebab sang


kakak dan orang tua Aileen sudah pasti menentang.


‘’Kak Deon,


kenapa kamu melamun?’’ tanya Aileen lembut.


‘’Tidak apa


– apa, aku hanya khawatir jika saat ini Saralee pasti sedang terpuruk. Aku tahu


anak itu, dia jika strees pasti kacau banget,’’ jawab Deon.


Sore harinya


kedua orang tua Raiyen beserta adik tirinya baru sampai. Saralee langsung


berlari memeluk Mike sambil menangis.


‘’Om,


maafkan aku. Semua ini salah aku sampai Raiyen kecelekaan seperti ini,’’ rengek


Saralee.


‘’Sayang,


semua orang selalu menginginkan yang terbaik, tapi seringkali kenyataan tidak


sesuai dengan harapan. Kamu jangan menyalahkan diri sendiri, semua ini adalah


takdir,’’ jawa Mike lapang dada.


‘’Bagaimana


keadaan Kak Raiyen?’’ tanya Nilna tak sabaran.


‘’ Dia masih


tidur, tadi sudah terbangun sebentar lalu istirahat lagi,’’ jawab Saralee


menunduk dan malu melihat keluarga Raiyen.


‘’Nak, kamu


jangan merasa bersalah lagi. Kami tidak akan marah padamu. Raiyen adalah pemuda


dewasa, apa yang sudah menjadi keputusannya itu berarti apa yang dia pilih,’’


sela Quen.


‘’Iya,


tante,’’ jawab Saralee.


Karena


Raiyen masih tertidur jadi keluarganya hanya menunggu di ruang tunggu bersama


Mereka terus


mengobrol, sedangkan Saralee melamun memikirkan kejadian tadi. Ketika Raiyen


sadar pemuda itu seolah tidak mengenal Saralee, bahkan Raiyen juga menolak


untuk disuapi olehnya.


‘’Raiyen,


benarkah kamu sudah melupakan aku? Aku bahagia kamu sudah sadar kembali, tapi


melihatmu yang tidak mengenaliku lagi membuat aku sakit,’’ batin Saralee pilu.


 Tak berapa lama kemudian datang Adella dan


Aileen, di belakang kedua gadis tersebut ada Keenan dan Deon.


Saralee terkejut


dan menangis bahagia, karena mereka bertiga akhirnya bisa berkumpul lagi.


‘’Aileen,


Adella…. Tahukah aku sangat merindukan kebersamaan ini?’’ pekik Saralee girang.


‘’ Iya, aku


juga,’’ jawab Aileen.


‘’Apalagi


aku, kuliah tanpa kalian rasanya aku sama sekali tidak semangat,’’ balas


Adella.


Deon sendiri


langsung mengucapkan salam pada om dan tantenya.


‘’Kamu


kemana saja?’’ tanya Janson.


‘’Aku


menjemput istriku, Om,’’ jawab Deon tersenyum malu – malu.


‘’Istri,


keponakan macam apa menikah tanpa memberi kabar?’’ sergah Mareta terkejut.


‘’Belum


menikah, Tante. Lebih tepatnya calon istri,’’ balas Deon tertawa.

__ADS_1


Tanpa perlu


bertanya lagi Janson dan Mareta Sudah tahu siapa gadis yang di sebutkan oleh


keponakan mereka.


‘’Nak


Aileen, sini sayang,’’ panggil Mareta merasa gemas.


‘’Iya,


tante,’’ jawab Aileen gugup.


Janson dan


Mareta sudah mengenal bagaimana sifat dan karakter Aileen, mereka berdua sangat


setuju jika keponakan mereka menikahi gadis tersebut.


‘’Kalian


sebaiknya segera menikah ya? Nanti akan Om dan Tante buatkan pesta semegah


mungkin,’’ kata Janson serius.


Deon segera


mengajak Om dan tantenya untuk mengobrol dan menjauh dari tempat itu.


‘’Ada apa, Deon?’’


tanya Mareta penasaran.


‘’Tante, Om,


sebaiknya mengenai pernikahan ini dirahasiakan pada siapapun ya? Termasuk pada


kakakku,’’ pinta Deon memohon.


‘’Kenapa?’’


tanya Janson semakin penasaran.


‘’Karena


Aileen adalah puteri tunggal Fernand,’’jawab Deon mau tak mau membongkar


kebenaran.


‘’Apa?’’


pekik Janson dan Mareta sangat terkejut.


Tiba – tiba terdengar


suara heboh dari ruang tunggu, rupanya Raiyen sudah terbangun dari tidurnya.


Semua orang


berhamburan berebut untuk masuk, tapi karena hanya dua orang yang diizinkan


untuk membesuk maka hanya Saralee dan Mike duluan.


‘’Kamu memang


anak papa yang tangguh,’’ peluk Mike perlahan agar tidak melukai putranya.


‘’Pa,’’ kata


Raiyen mencoba tersenyum.


Sedangkan


Saralee hanya diam saja karena sang kekasih sama sekali tidak menyapanya, lama


kelamaan Saralee tidak tahan juga. Dia menangis terisak membuat Mike dan Raiyen


kaget.


‘’Sayang,


kamu kenapa menangis?’’ tanya Raiyen terbata.


Saralee


langsung menghentikan tangisannya dan menatap Raiyen dengan mata yang berbinar.


‘’Kamu mengingatku?’’


pekik Saralee.


‘’Tentu


saja, maaf tadi aku hanya menggodamu,’’ jawab Raiyen menahan tawa.


‘’ Jahat


sekali ih,’’pekik Saralee menangis lagi.


‘’Lihatlah,


penampilanmu berantakan sekali,’’ goda Raiyen.


Saralee menangis


bahagia, sedangkan Mike ikut tersenyum melihat pasangan muda yang begitu serasi.


Raiyen


sendiri sebenarnya masih sakit untuk berbicara, tadi dia berusahaseolah sudah


baik – baik saja. Melihat mata bengkak dan kelopak menghitam seperti mata panda


membuat pemuda itu jauh lebih merasa sakit.

__ADS_1


__ADS_2