Scorpio

Scorpio
Chapter Satu


__ADS_3

"Ini barang yang anda inginkan" ujar seorang pria berseragam polisi menyerahkan amplop kecil berwarna coklat berisi jam tangan berwarna coklat.


"Barang bukti satu-satunya yang dimiliki polisi, jam tangan" lanjutnya.


"Kerja bagus" puji seorang pria menggunakan topi hingga menutupi wajah setengah miliknya.


"Uang yang sudah saya janjikan kini berada di rekeningmu" lanjut pria bertopi itu menerima amplop kecil dengan seringai kecil diwajahnya.


Polisi itu tersenyum senang. "Terimakasih, senang berkerja dengan anda. Jika ada sesuatu yang bisa saya kerjakan lagi tolong segera hubungi nomor saya"


"Tentu saja, aku akan mengandalkan mu lagi" ujar pria bertopi mulai berjalan menjauhi tempat pertemuan yang mereka janjikan menggunakan mobil berwarna hitam meninggalkan polisi yang menatapnya dengan tatapan senang.


"Hei!"


"Serahkan barang yang kau janjikan padaku" ujar tiba-tiba seseorang dari belakang.


Polisi itu dengan kaget berbalik menghadap kebelakang yang memperlihatkan seorang pria bertubuh kekar dengan menggunakan setelah jas formal mengadahkan tangan kearahnya. Sontak sang polisi menatap rumit kearahnya.


"Bukankah Anda sendiri sudah menerimanya?"


"Apa maksudmu?!" Ujar pria didepannya dengan wajah marah.


"Anda tadi sudah menerima amplop dari saya dan pergi menggunakan mobil berwarna hit-" Polisi itu terdiam sesaat saat memikirkan apa yang baru saja ia ucapkan.


'Tunggu?! Aku ditipu sial' batin polisi itu tersadar dan berniat melarikan diri dari beberapa orang didepannya.


"SIALAN APA YANG KAU LAKUKAN?! CEPAT TANGGKAP DIA!" ujar pria bertubuh kekar saat melihat kenjangalan dari polisi yang dibayarnya itu.


"TUNGGU, AKU TELAH DITIPU!" teriak polisi itu saat tertangkap oleh orang-orang berseragam hitam yang tadi tengah mengawal pria bertubuh kekar itu hingga memasukkan paksa tubuhnya kedalam mobil dengan penjagaan yang ketat.


Sedangkan dimobil lain seorang pria kini tengah menatap datar kearah jalanan dengan salah satu tangan melepas topi dari kepalanya dan memperlihatkan surai rambut berwarna hitam memiliki wajah rupawan dilengkapi mata tajam yang mengintimidasi.

__ADS_1


Dia adalah seorang agen mata-mata dari organisasi AEGIS yang terkenal.


Secorpio, mata-mata yang cukup menyusahkan dengan topeng yang menutupi wajah aslinya serta kemampuan mengubah suara yang mumpuni bisa menipu siapa saja yang mendengarnya. Membuat beberapa teman dan atasannya dibuat kesal saat pria itu mulai menjahili mereka dengan kemampuannya yang begitu menyebalkan. Tetapi disatu sisi juga berguna saat misi diberikan.


Dari zaman dunia saling berperang informasi di balik layar, dia bertahan hidup dari berbagai medan perang dengan seribu wajah miliknya. Tanpa teman, keluarga, sandaran, dan selalu mengandalkan dirinya sendiri.


Pertanyaannya. Mampukah dia bertahan untuk misi kali ini?


Malam hari, dalam restoran yang tergolong cukup mewah sepasang kekasih tengah melakukan dinner dengan romantis diselingi cerita dari sang gadis berambut cokelat pendek sebahu.


"Hahh aku sangat kesal pada Ayah! Bisa-bisanya dia memarahi anak buahnya habis-habisan karena tak menemukan jam tangannya yang hilang"


"Cuman satu jam tangan saja sampai uring-uringan gak jelas begitu" gerutunya memotong daging sapi didepannya.


"Gak jelas banget deh"


"Toh, ia bisa beli lagi yang baru. Apakah aku harus mengingatkan Ayah jika keluarga kita itu orang kaya?" lanjutnya merasa kesal saat mengingat kejadian pagi tadi saat ayahnya memarahi anak buahnya habis-habisan.


"Kamu dengerin aku enggak sih, Ndra?" Tanya gadis itu saat ceritanya tak ditanggapi sang kekasih dan malah fokus memakan daging pesanan nya.


"Kamu kasihan banget, ya" ujar sang kekasih saat sedari tadi memilih diam hingga suara riuh tepuk tangan mengalihkan kedua antensi nya.


Disana, tepat disamping tak jauh dari mejanya terdapat sepasang kekasih tengah menampilkan adegan romantis dimana sang pria menundukkan dirinya dengan sekotak cincin ditangan berniat untuk melamar kekasihnya yang tengah menampilkan wajah malu-malu saat beberapa pengunjung ikut meramaikan dengan menampilkan suara riuh tepuk tangan yang menambah suasana malam yang begitu ramai.


Sejenak seorang gadis yang tengah melihat keromantisan itu terdiam dan mengucapkan sebuah kalimat yang telah menjadi angan-angannya sejak lama. "Hei Kendra, Bagaimana jika kamu nanti mel–"


"Keren.. tapi aku akan memutuskan mu"


"Hah?"


"Lusi, kita putus" ujar Kendra meletakkan pisau, garpu diatas kain merah di sisi kanan dengan elegan sedangkan gadis yang dipanggil Lusi masih terdiam syok.

__ADS_1


"Aku rasa ucapan ku sudah jelas. Kalau begitu, selamat malam dan semoga bahagia" Kendra mengelap bibirnya dengan tissue yang terlihat elegan jika dipandang.


"Tunggu, Kendra!" panggil Lusi saat Kendra mulai beranjak pergi.


"Apa salah ku? Kenapa sangat tiba-tiba" tanyanya yang tak digubris oleh sang mantan kekasih.


"Kendra!" Pekik gadis itu lagi mengundang antensi para pengunjung yang menampilkan tatapan heran dan keingin tauan yang cukup besar.


Disisi lain, Kendra tengah berjalan dengan wajah datar membawa sebuah amplop kecil berwarna coklat yang telah ia dapat saat menjalankan sebuah misi yang diberikan pemimpin untuknya.


'Maaf Lusi'


'Tapi aku sudah tak punya urusan lagi dengan keluarga bajinganmu itu' batinnya santai memandang amplop yang berada ditangannya.


"Topeng 'Kendra' pun cukup sampai malam ini" gumamnya mengacak rambutnya hingga sedikit berantakan dan melepas stiker titik hitam kecil menempel dibawah ujung mata kirinya yang terlihat seperti tahi lalat kecil.


"Menikah?" ujarnya datar saat ia sudah tau kemana arah pembicaraan Lusi dengannya tadi.


"Aku bahkan tidak memikirkan itu" dengusnya kesal.


"Kebahagiaan dan hasrat-hasrat memuakkan itu.."


"Hanya membuatmu terlihat sangat tolol dan begitu bodoh"





...~Bersambung~...

__ADS_1


*Meletakkan alat makan diatas kain merah adalah salah satu etika kerajaan yang digunakan para manusia kelas atas seperti keluarga bangsawan, pejabat, artis, dan para konglomerat lainnya yang menandakan jika orang tersebut sudah menyelesaikan ritual makannya.


__ADS_2