
Adella
Adella tidak mengira jika seseorang yang baru tadi siang dikenalnya ternyata serius mengajak dirinya untuk pergi berkencan. Pemuda yang bernama Sam itu bahkan rela menunggunya cukup lama di depan toko.
"Kak Sam, keberatan tidak kalau mengantar Aileen pulang duluan?" tanya Adella.
"Iya, santai saja. Kalian katanya tinggal bersama ya?" tanya Sam.
"Kok bisa tahu?" tanya Adella heran.
"Karena kecantikan kalian dan Saralee populer di kalangan senior," jawab Sam tertawa.
Adella sebenarnya merasa malas juga meladeni pemuda tersebut, hanya saja demi uang dia rela bertahan sementara.
"Adella ayo kita pulang," ajak Aileen yang baru saja keluar dari toko.
"Iya, mau diantar Kak Sam," jawab Adella bergegas masuk ke mobil Sam.
Aileen sangat terkejut, sebab biasanya Adella sangat cuek pada lelaki yang mendekatinya. Tapi kali ini temannya itu memberikan respon yang baik pada Seniornya.
Adella memilih duduk di kursi belakang bersama Aileen. Karena sebenarnya dia sendiri malas berdekatan dengan pemuda yang terlihat seperti hidung belang.
"Adella, kamu yakin mau PDKT dengan pemuda seperti itu? Lumayan tampan sih, tapi sepertinya dia bukan pemuda baik-baik," bisik Aileen penasaran.
"Tenang, aku hanya mendekati uangnya saja," jawab Adella juga berbisik.
Aileen merasa kasihan melihat temannya itu, gadis itu tahu jika Adella terpaksa menjadi cewek matre karena keadaan ekonomi keluarganya.
Tak berapa lama kemudian mobil Sam sudah sampai depan Paviliun.
"Wah, unik sekali rumahnya!" puji Sam.
"Ini milik Saralee, kami hanya menumpang saja," jawab Aileen.
"Kak Sam, aku ganti baju sebentar ya?" timpal Adella.
"Oke-oke, apa aku boleh menunggu di dalam rumah?" tanya Sam percaya diri.
"Baiklah," jawab Adella terpaksa.
"Tidak punya malu sekali pemuda ini," batin Adella kesal.
Adella dan Aileen bergegas masuk ke rumah, begitu juga dengan Sam yang langsung duduk di kursi ruang tamu. Pemuda itu memang memiliki rasa kepercayaan diri yang tinggi, tanpa di suruh sudah merasa biasa di rumah tersebut.
💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜
Saralee
Saralee kecewa karena Kakak sepupunya itu tidak ada di Markas. Sudah dihubungi lewat ponsel tapi nomornya tidak aktif.
"Kemana sih Kak Deon? Tidak mungkin kan setelah memperkosa seorang gadis lalu kabur? Itu sangat bukan gaya dia," batin Saralee kebingungan.
Saralee memutuskan pulang saja, tapi saat melewati Mall dia tertarik untuk mampir sebentar.
"Aku beli beberapa baju ah, aku beli untuk Aileen dan Adella juga. Kasihan mereka sepertinya hanya bawa baju sedikit."
Tidak butuh waktu lama, sebab Saralee sudah bisa melihat sekilas jika baju yang pilihnya cocok atau tidak dengan tubuhnya juga tubuh teman-temannya.
Saat berdiri di depan kasir, Saralee seperti melihat Raiyen. Pemuda itu sedang bersama seorang gadis cantik seusianya dia. Dengan cepat Saralee segera mengambil gambar dengan ponselnya.
__ADS_1
"Mau mendekati Adella? Langkahi dulu aku," batin Saralee tersenyum puas.
Setelah di bayar Saralee segera pulang, sampai di Paviliun dia heran sebab ada mobil yang terparkir di sana.
"Hay, Saralee," sapa Sam dengan gaya sok akrab.
"Ini siapa ya?" tanya Saralee penasaran.
"Sam, aku Kakak kelas kamu," jawab Sam.
"Oh, ada urusan apa datang ke sini?" tanya Saralee tanpa basa basi.
"Menjemput Adella, malam ini kita mau pergi berkencan," jawab Sam percaya diri.
Saralee langsung berlari menuju lantai dua untuk menghampiri temannya itu.
Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu Saralee langsung menerobos kamar Adella.
Adella menjerit kaget, sebab gadis itu hanya memakai handuk saja.
"Waw..." goda Saralee.
"Kamu ini! Ngagetin aku aja, ada apa?" tanya Adella.
"Aku yang seharusnya bertanya, ada apa denganmu? Kenapa tiba-tiba kamu kencan dengan pemuda seperti itu?" ucap Saralee balik bertanya. Saralee juga merasa jika Sam bukanlah pemuda baik-baik.
"Apa kamu pikir aku akan tertarik pada pemuda seperti itu?" Adella memicingkan matanya pada temannya.
"Apa kamu berniat jadi cewek matre beneran? Dulu aku hanya becanda loh. Kalau aku jadi kamu dari pada dengan Sam mending minta uang saja pada Keenan, dia malah jauh lebih tampan. Kalau kamu sampai hamil juga tidak rugi punya suami seperti dia," saran Saralee serius.
"Ngacok kamu ah, kamu tidak tahu sebrengsek apa Keenan itu," jawab Adella kesal.
"Tau ah, aku mau pakai baju dulu. Sam sudah menunggu lama," jawab Adella sambil membuka lemarinya.
Saralee langsung menyerahkan tas belanjaannya tadi pada Adella.
"Nih pakai ini! Aku belikan dua pasang untukmu," ucap Saralee.
Adella antusias dan langsung membuka tas tersebut. Dengan mata berbinar Adella mendekati Saralee.
"Terima kasih banyak ya? Kamu baik sekali padaku," ucap Adella manis.
"Heh, di mana wajah kesalmu tadi? Kenapa seketika berubah seperti ini?" cibir Saralee.
"Ahh, tadi kan hanya becanda saja," jawab Adella sambil memilih mana yang akan dipakai malam ini.
"Aku sarankan yang ini saja! Lebih santai tapi keren," ucap Saralee.
Adella langsung menyetujuinya.
"Saralee, uangmu aku kembalikan setelah aku dapat uang ya?" ucap Adella.
"Kamu ngomong apaan? Uang segitu tidak masalah buat aku. Kalau kamu butuh lagi tinggal bilang aku," jawab Saralee tersenyum tulus.
"Aku sudah terlalu banyak merepotkan kamu, aku tetap akan mengembalikannya," jawab Adella merasa segan.
"Terserah kamu, tapi kamu jangan paksakan dirimu sendiri. Lebih baik utamakan keluargamu terlebih dahulu, sebab aku juga masih punya simpanan banyak," jawab Saralee santai.
Adella langsung memeluk Saralee dari belakang karena bersyukur punya teman sebaik itu.
__ADS_1
"Wah, dada kamu montok sekali," sindir Saralee.
"Kamu mesum!" pekik Adella melepaskan pelukannya.
"Kamu sendiri yang sengaja menempelkan dada kenyalmu padaku," jawab Saralee tidak mau kalah.
"Sudah, aku mau pakai baju dulu," ucap Adella kesal.
"Aku juga mau mandi dulu," balas Saralee acuh.
Namun saralee masuk ke kamar Aileen, dan menemukan gadis itu sedang berbaring tiduran karena kecapean.
Bruak...
Saralee menjatuhkan dirinya di samping Aileen, membuat temannya itu sampai kaget.
"Ya ampun, Saralee. Kapan kamu masuk?" tanya Aileen yang jantungnya langsung berdetak kencang sebab terlalu kaget.
Saralee hanya meringis melihat reaksi Aileen yang lucu.
"Nih, untuk kamu," ucap Saralee.
"Kamu baik sekali, Terima kasih," jawab Aileen lembut.
"Adella sudah dapat teman lelaki untuk kencan tuh, kamu kapan?" goda Saralee.
Aileen hanya memerah wajahnya Karena merasa malu.
Saralee langsung tertawa, sebab dia tahu Aileen gadis polos yang penakut.
"Aku numpang tidur sebentar ya? Malas banget rasanya mau kembali ke kamar," ucap Saralee.
"Lebih baik mandi dulu biar segar, barulah tidur," saran Aileen.
Tapi Saralee sama sekali tidak mendengar, karena gadis itu sudah terpejam matanya.
💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜
Keenan
Di kantor tiba-tiba Keenan merasa rindu pada Adella, dia sendiri merasa kesal karena wajah gadis yang beberapa tahun lebih muda darinya itu terus menghantuinya seperti bayangan dirinya sendiri.
"Ah kesal, sebaiknya aku pulang saja. Mandi dan tidur," batin Kenan sambil meraih kunci mobilnya.
Di tengah perjalanan, saat dia berada di lampu merah sepertinya dia melihat seorang gadis yang tidak asing lagi baginya. Gadis itu sedang berada di dalam mobil bersama seorang pria yang dari tampang juga jenis mobilnya merupakan anak orang kaya.
Keenan tiba-tiba marah, emosinya yang meninggi seakan meledakkan seluruh kota.
"Adella, kamu berani meremehkan aku ya?" batin Keenan kesal.
Saat Lampu lalu lintas berubah warna hijau, Mobil yang ditumpangi Adella langsung melesat dengan kecepatan tinggi.
Keenan tidak mau kalah, pemuda itu juga langsung menjalankan mobilnya seperti kecepatan cahaya.
"Adella, takkan aku lepaskan kamu kali ini."
****Maaf ya kemarin tidak bisa Up, gara-gara ada yang nuduh novel ini plagiat Author jadi sedih😠Padahal Novel ini benar-benar karya aku sendiri. Tapi Alhamdulillah semua sudah diklarifikasi.
Terima kasih atas dukungan kalian selama ini, jangan lupa Like dan Vote yaa🤗🤗 Semoga ke depannya Novel SCORPIO ini bisa berkembang lebih baik lagi. 🤗😜**
__ADS_1