
Keenan siang ini terpaksa tidak masuk kerja karena masih mengantuk, sebab semalam mamanya terus mengajak ngobrol mengenai pesta pernikahan yang sangat megah.
Sedangkan Adella meskipun masih mengantuk tetap merasa sungkan untuk tidur, gadis itupun memilih membuat masakan di dapur untuk calon mertuanya.
"Adella… Kamu ini perhatian sekali. Tidak seperti Keenan yang hanya memikirkan pekerjaan. Kamu sering - seringlah datang kemari, biar mamamu ini juga sering memakan masakan buatanmu," ucap istri Adoysius mulai luntur rasa gengsinya.
"Iya, Ma. Kalau sedang tidak masuk kuliah aku akan mengunjungi mama kemari," jawab Adella tersenyum manis.
"Cantik sekali kamu, cerdas dan pandai memasak. Kalau nanti punya cucu haduh… membayangkan kamu dan Keenan yang cantik dan tampan pasti nanti cucuku akan lebih mempesona lagi," ujar mamanya Keenan sembari memegang kedua pipinya sendiri.
"Ma, ayo makan. Jangan bicara terus!" tegur Adoysius.
" Iya," jawab mamanya Keenan ketus.
"Adella, kamu bangunkan Keenan dulu ya? Dia dari tadi pagi belum makan kasihan ini sudah sampai siang," perintah Adoysius tampak berwibawa.
"Iya, Pa," jawab Adella bergegas menaiki tangga dan menuju kamar calon suaminya.
Di dalam kamar tersebut Keenan masih tertidur pulas, pemuda tersebut jika sedang tidur selalu diam dan sampai bangun posisinya masih seperti itu.
"Tampan sekali, seperti seorang pangeran tapi di jaman modern," batin Adella terpesona.
Adella dengan iseng meniup kuping Keenan, membuat pemuda itu tampak terganggu dan risih.
Adella belum puas menjahili, ketika mau mendekatkan mulutnya ke kuping Keenan dengan sekejab saja Keenan langsung memalingkan wajahnya dan menangkap bibir Adella dengan bibirnya sendiri.
__ADS_1
"Nggak mau! Kamu belum cuci muka dan gosok gigi!' pekik Adella.
"Siapa bilang? Apa kamu tidak bisa mencium bau napas serta tubuhku yang harum ini? Aku baru selesai mandi ya, saat mau turun melihatmu naik aku pura - pura tidur lagi untuk mengerjaimu," jawab Keenan tersenyum bangga.
"Kekanakan!" umpat Adella kesal.
"Siapa yang kekanakan? Bukankah kamu yang mau mencuri ciumanku saat aku tertidur?" goda Keenan.
"Tidak, mana ada aku begitu," sergah Adella.
"Baiklah, kalau kamu tidak mau mengakui maka biar aku yang jujur saja. Kalau detik ini aku ingin menciummu," rayu Keenan sembari menarik tubuh Adella ke dalam pelukannya.
"Jangan begini! Papa dan mama masih menunggu kita untuk makan siang," sergah Adella tegas.
"Lima menit saja, nanti kalau di tanya kamu bisa menjawab memandikan aku," ucap Keenan menahan tawa.
"Sudah kubilang aku tidak mau turun sebelum kamu menciumku. Dan bayangkan jika kita kelamaan di sini apa yang mereka pikirkan tentang kita? Pasti sedang berbuat mesum," goda Keenan tak ingin menyerah.
Adella tanpa pikir panjang langsung nyosor saja dari pada kelamaan. Akan tetapi yang namanya Tuan Keenan Adoysius tak akan puas jika hanya sekali.
Keenan membalas ciuman Adella dengan penuh gairah, bibirnya yang sudah lihat memainkan bibir manis Adella sampai membuat gadis tersebut seolah tersihir dalam kenikmatan dunia.
Tak hanya itu, Keenan merubuhkan Adella ke ranjang dan menindih tubuh tersebut kemudian mencium dari kening, pipi, hidung, bibir dan leher.
Kedua tangan Adella juga dicengkeram erat sehingga membuat gadis itu semakin tidak berdaya.
__ADS_1
"Sial, gadis kecil ini selalu membuat aku penuh gairah," batin Keenan tak bisa mengendalikan diri.
Akan tetapi ketika Keenan ingin beraksi lebih intim, pintu kamarnya seketika terbuka dengan lebar.
"Astaga, maaf mama salah masuk kamar," pekik mamanya Keenan langsung menutup pintunya lagi dan segera turun sambil senyum - senyum sendiri.
"Tuh kan, apa aku bilang. Semua ini salah kamu, mau di taruh kemana mukaku ini?" rengek Adella sangat malu sekali.
"Mama saja malah terlihat senang jika kita seperti ini, lagi pula sebentar lagi kita akan menikah," jawab Keenan bersikap biasa.
"Ya ampun, apa kamu ini sudah tidak memiliki urat malu?" pekik Adella.
"Kenapa harus malu? Mama dan papa paling juga sering melakukan ini kan? Buktinya ada aku," sergah Keenan.
"Aku nggak mau bicara lagi denganmu! Ayo sekarang juga kita turun," ajak Adella galak.
"Eh, rapikan dulu bajumu," goda Keenan sambil menggigit bibir bawahnya.
"Kamu!" pekik Adella tapi malas melanjutkan perdebatan lagi.
Adella dan Keenan segera turun ke bawah secara beriringan. Sedangakan di sana mama serta papanya Keenan hanya diam dan menahan senyum.
Adella menjadi semakin canggung dan malu saja, sedangkan Keenan bersikap biasa seolah tidak pernah terjadi apa - apa.
"Keenan, sebaiknya setelah ini kamu mencari cincin dan segera memesan gaun pernikahan," kata Adoysius seolah menyuruh mereka intuk segera menikah.
__ADS_1
"Iya, Pa," jawab Keenan santai.
Adella hanya menundukkan wajahnya karena menahan rasa malu yang tidak terbendung lagi.