Scorpio

Scorpio
Kecemburuan Saralee


__ADS_3

Alhamdulillah, akhirnya setelah sekian lama sempat berhenti sekarang bisa lanjut lagi. Mohon maaf sebelumnya ya karena sudah membuat kalian kecewa. Rencana memang mau di mulai tanggal 1, tapi karena anak sakit jadi fokus ngurus anak terlebih dahulu🙏🙏


Selamat Membaca🤗 Jangan Lupa Like dan Vote ya🤗🤗🤗


Saralee


Saralee baru saja berniat menggoda dan mencium bibir Raiyen yang sexi itu, tapi seketika menjadi gagal karena suara bel di depan pintu berbunyi terus - menerus.


"Siapa?" tanya Saralee yang menjadi canggung menahan malu.


"Tunggulah di sini, aku akan melihat sebentar," jawab Raiyen sambil mencium kening Saralee.


Saat itu Saralee merasa hatinya begitu hangat sampai menjakar ke seluruh tubuhnya. Sebab baru kali ini ciuman dari seorang lelaki mampu menggetarkan hatinya yang sebelumnya sekeras batu.


Saralee duduk dan merapikan bajunya yang berantakan, dia ikut penasaran juga siapakah tamu yang datang. Begitu Saralee seketika tubuhnya mematung karena melihat Raiyen di peluk oleh seorang gadis lain dengan erat. Begitu gadis itu melihat Saralee seketika Nilna melepaskan pelukannya dalam sekejab.


"Saralee... Kamu di sini?" pekik Nilna seperti ketahuan mencuri.


Saralee tahu jika Nilna sudah menjadi adik tirinya Raiyen, tapi meskipun begitu dia merasa jika Nilna masih menyimpan rasa untuk Raiyen sebagai mantan kekasih. Saralee mencoba ingin bersikap biasa, tapi watak alaminya yang memang pemarah tidak mudah untuk dikendalikan.


Saralee tanpa sepatah kata langsung mengambil tasnya dan berlalu pergi melewati kedua saudara tiri itu.


Saralee kesal, pantas saja adiknya Raiyen itu selalu menatap dirinya dengan tatapan aneh dan penuh kekesalan.


Setelah sampai di luar Saralee segera memesan taksi, begitu dirinya masuk ternyata Raiyen juga sudah di belakangnya dan nyelonong masuk begitu saja.


"Pak, pergi ke pemakaman umum!" perintah Raiyen tegas.


"Apaan kamu ini, aku mau pulang. Bukankah kamu sedang bernostalgia dengan mantan pacarmu?" bentak Saralee.


"Dia sekarang adikku... Hanya sebatas adik," jelas Raiyen.


"Sebatas adik? Tapi berpelukan mesra seperti seorang kekasih seperti tadi?" sergah Saralee.


"Apa kamu cemburu?" goda Raiyen.


"Tidak," jawab Saralee cuek.


Raiyen sebenarnya dari dulu paling anti dengan gadis yang bawel dan rewel seperti Saralee. Tapi entah kenapa melihat kekasihnya ini cemburu membuat Raiyen berbunga - bunga. Apalagi tingkah Saralee ini bikin geregetan.


Sepanjang perjalanan Raiyen sengaja mendiamkan Saralee, sebab jika dirinya membujuk dengan tingkah Saralee yang mudah meledak - ledak hanya akan membuat mereka ramai.

__ADS_1


Saralee sendiri juga hanya diam saja, dia sudah bertekad tidak akan mengobrol dengan Raiyen sebelum pemuda itu duluan yang memohon maaf padanya.


Akhirnya taksi yang ditumpangi mereka sampai di depan pemakaman yang justru bisa di katakan mirip taman, sebab di sana di tanami berbagai bunga yang harum semerbak.


Raiyen menggandeng tangan Saralee dan membawa ke depan pusara, saat itu Saralee masih belum tahu makam siapa itu.


"Ma, aku datang lagi. Dan kali ini aku membawa seseorang yang sudah aku janjikan padamu. Dia namanya Saralee, yang kelak akan menjadi calon istriku. Ma, berikan restumu pada kami, semoga kelak kami bisa senantiasa hidup bahagia."


Saralee tak tahu mengapa menangis saat Raiyen berbicara pada malam mamanya, kini amarah Saralee seketika meredam dan langsung memeluk Raiyen.


"Ma, tapi Saralee bukan tipe perempuan yang lembut sepertimu. Jadi berikan kekuatan pada putramu ini agar bisa mendidiknya agar bisa menjadi istri yang baik," timpal Raiyen sembari tersenyum menggoda pada Saralee


"Kau ini menyebalkan," ujar Saralee pura - pura marah sambil mencubit lengan Raiyen.


"Aish... Ini di makam, jangan menggoda begitu," bisik Raiyen.


Setelah keduanya selesai meminta doa restu mereka segera meninggalkan tempat tersebut. Akan tetapi di depan pintu masuk berdiri seorang wanita yang tak lain adalah Nilna.


"Kak Saralee, maafkan aku karena sudah membuatmu salah paham. Jujur saja aku memang masih mencintai dan belum bisa melupakan Kak Raiyen. Tapi bagaimanapun juga kini kami hanya sebatas adik kakak, dan Kak Raiyen sendiri juga move on dari masa lalu. Jadi maafkan aku," ucap Nilna tulus.


Saralee terkejut, tidak disangka calon adik iparnya itu memiliki keberanian untuk mengungkapkan kebenarannya. Saralee melirik ke arah Raiyen, tapi pemuda itu hanya bersikap biasa seolah sudah tamu semuanya.


"Aku tidak mau terlihat gadis pencemburu, bisa semakin besar kepala dia," batin Saralee.


Raiyen menahan tawa dengan sikap canggung Saralee, dia menoleh ke arah lain agar tidak tertangkap oleh mata gadisnya.


"Kalau begitu aku akan masuk dulu memberi salam pada mama, permisi," ucap Nilna mencoba tersenyum.


"Iya, silahkan," jawab Saralee.


Kemudian Raiyen menelepon seseorang untuk menjemputnya.


Tak lama kemudian datang pemuda seusia Raiyen dengan tampang yang lumayan tampan, hanya saja pemuda itu terlihat playboy dan kurang ajar.


"Hay, tumben ingat negara ini?" sapa pemuda itu.


"Iya, aku mau pinjam mobilmu sebentar ya? Dan kamu temani Nilna di dalam," pinta Raiyen.


"Oke deh," jawab pemuda berambut pirang itu dengan senyuman bersemangat.


Raiyen segera menuntun Saralee untuk masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


"Tadi siapa?" tanya Saralee.


"Teman, dia menyukai Nilna sejak dulu," jawab Raiyen.


"Jadi kamu menjodohkan temanmu dengan mantan kekasihmu ya?" tanya Saralee tertawa.


"Tidak juga, sebenarnya aku memang mau pinjam mobil ini untuk mengajak kamu jalan - jalan," ujar Raiyen dengan bersikap biasa.


"Yang benar saja... Mana bisa aku berpergian dengan pakaian yang panjang begini," protes Saralee yang kurang nyaman, sebab biasanya dia selalu berpakaian terbuka.


"Memangnya kenapa? Aku lebih suka kamu berpakaian seperti ini," sergah Raiyen.


"Aku belum terbiasa, rasanya aneh saja," rengek Saralee.


"Mulai sekarang kalau kamu mau berpakaian yang sexi jangan di tempat umum, tapi di dalam kamar bersamaku saja," jawab Raiyen tertawa.


"Mesum," balas Saralee yang tiba - tiba dadanya bergemuruh.


"Jujur saja, tadi kalau tidak ada gangguan apa yang akan kamu lakukan padaku?" goda Raiyen.


"Tidak melakukan apapun," jawab Saralee malu.


"Ish... Apa - apaan ini, mana mungkin aku jadi gadis pemalu," batin Saralee kesal pada diri sendiri.


"Bagaimana kalau seandainya dilanjutkan sekarang? Aku akan menyerahkan diriku padamu," goda Raiyen sambil mengerem mobilnya.


"Hey... Kenapa berhenti?" pekik Saralee panik.


"Halah... Kamu ini kan bukan gadis lugu. Jadilah dirimu sendiri, Saralee. Justru itu yang menjadi daya tarikmu," pinta Raiyen.


Saralee tidak tahan juga diremehkan seperti itu. Dia menarik kerah Raiyen dan mendekatkan wajahnya tepat di hidung Raiyen.


"Bukankah kamu tahu? Aku ini mudah bosan dengan sesuatu. Kamu tidak takut jika itu akan terjadi?" tanya Saralee menguji kekasihnya.


"Jika itu terjadi, maka aku akan membuatmu jatuh cinta padaku lagi," jawab Raiyen mulai mencium bibir Saralee yang menantang.


Saralee yang juga sudah berpengalaman dalam berciuman juga membalas ciuman kekasihnya dengan agresif.


"Saralee, jika aku meminta itu sekarang apakah kamu akan memberikannya padaku?" bisik Raiyen.


Saralee langsung memeluk pundak Raiyen cukup keras.

__ADS_1


"Tidak! Kamu kira aku bodoh? Aku nggak akan melakukan kecerobohan seperti itu," pekik Saralee.


Raiyen justru tertawa, dia senang juga biarpun Saralee terlihat perempuan nakal tapi masih bisa menjaga dirinya sendiri.


__ADS_2