
Adella
Ketika hari mulai petang Adella terbangun,dia kaget ternyata masih berada di dalam kamar Keenan. Dengan seketika dia mengintip ke balik selimut, rupanya bajunya masih komplit dan tubuhnya juga sudah agak baikan. Hanya saja Keenan tidak ada di kamar itu.
Tak lama kemudian pemuda yang dicarinya itu muncul sambil membaya nasi dan sup ayam.
"Sudah bangun, ayo makan! Aku tahu kamu pasti lapar setelah dari tadi siang tidur," ucap Keenan lembut.
Adella terkejut, pemuda yang dulunya sombong dan angkuh kini bisa bersikap manis seperti ini.
"Apakah Saralee dan Aileen sudah kembali?" tanya Adella cemas.
"Aku tidak tahu, dari tadi aku sibuk di dapur memasak sup ini," jawab Keenan nyengir.
"Kamu yang masak? Serius?" pekik Adella.
"Iya... Kenapa?" tanya Keenan.
Kalau seandainya yang masak adalah mantannya mungkin Adella tidak akan begitu terkejut, sebab pemuda itu memang hobi memasak dan terbiasa di dapur. Tapi entah kenapa jika mendengar bila yang memasak Keenan ada sesuatu yang mengagumkan. Sebab Keenan bos besar keturunan ningrat yang sangat sombong.
"Kamu takut jika jika aku meracunimu? Atau kamu takut jika tidak enak? Yah... Aku memang kali ini baru nyoba masak. Tapi aku sudah pastikan sesuai dengan resep," ujar Keenan.
Karena tidak ingin mengecewakan Keenan Adella bangun dan bersandar pada bantal.
"Terima kasih," jawab Adella tersenyum manis.
Ah... Keenan merasa sangat puas mendapat senyuman yang begitu manis seperti itu. Keenan kini tahu, jika untuk memenangkan hati Adella dengan usahanya, bukan dari seberapa banyak uang yang di beri. Walaupun awalnya Keenan mengira jika Adella matre tapi sebenarnya itu semua karena faktor ekonomi. Nyatanya Adella adalah gadis yang baik dan istimewa.
"Ayo aku suapi," kata Keenan lembut.
Deg... Adella tiba - tiba saja merasa gugup. Perasaan ini sama persis seperti dulu saat dia jatuh cinta pada sang mantan. Adella mencoba memungkiri tapi hatinya tak bis dibohongi.
"Keenan, kenapa kamu begitu baik padaku? Padahal kamu tahu jika aku mendekatimu karena uang," ucap Adella yang memang harus jujur. Dia tidak ingin masalah ini terus membebaninya.
"Kerena aku mencintaimu. Dan kamu tidak perlu banyak berpikir, sebab mau tak mau kamu sudah menjadi tunangan aku," jawab Keenan serius.
"Bukankah kita hanya tunangan kontrak?" tanya Adella yang masih lemas.
"Tidak, sebentar lagi akan aku ganti dengan surat pernikahan yang resmi di kantor KUA," jawab Keenan yakin.
"Hey... Aku masih kuliah," pekik Adella.
__ADS_1
"Iya, aku tahu. Tapi bagaimana lagi? Kedua orang tuaku sudah menginginkan cucu," goda Keenan.
Adella terdiam, jika di pikir - pikir hidupnya dan keluarganya akan terjamin setelah menikah dengan Keenan. Tapi ada rasa kekawatiran, sebab biasanya orang kaya yang tampan bisa dengan mudah mendapatkan wanita lain. Jadi Adella takut jika nanti Keenan bosan padanya maka seluruh hidupnya akan hancur.
"Aku tidak mau, aku masih ingin kuliah," jawab Adella tegas.
"Iya... Aku akan menunggumu. Makanya gunakan otakmu itu agar bisa lulus dengan cepat," timpal Keenan sambil menjitak lembut dahi Adella.
Adella hanya melirik kesal dan malas menjawab.
"Ayoh... buka mulutmu. Aku akan menyuapiku," pinta Keenan.
Adella menurut juga, sebenarnya rasanya agak keasinan sedikit. Dia percaya jika sup ini memang masakan Keenan, sebab jika maskaan pelayan rasanya pasti enak sekali. Tapi demi menghargai Keenan dia berusaha menikmatinya.
"Bagaimana rasanya?" tanya Keenan penuh harap.
"Lumayan," jawab Adella.
Setelah habis cukup banyak Adella tidak mampu melanjutkan lagi.
"Cukup, perutku sudah tidak muat untuk menampung makanan lagi," pinta Adella.
"Iya, ini minumlah terlebih dahulu," jawab Keenan sambil menyodorkan segelas air putih.
"Minum obat lagi ya?" pinta Keenan perhatian.
"Tidak, aku kalau minum obat nanti langsung tertidur lagi. Tubuhku sudah capek seharian tiduran," tolak Adella.
"Kalua begitu mau apa?" tawar Keenan.
"Mau mandi, aku tidak tahan jika tubuhku lengket begini," jawab Adella.
"Mau aku bantu?" goda Keenan.
"Keenan!" pekik Adella marah.
"Baiklah... Aku akan keluar. Mau minta diambilkan pakaian ganti tidak?" jawab Keenan tertawa keras.
"Tidak terima kasih," jawab Adella tegas.
Keenan sangat gemas sekali dengan Adella yang kuat tapi menawan. Dia yakin, jika baru kali ini ada wanita yang berani tampil polosan apa adanya. Jika yang lainnya pasti sudah make up tebal dengan pakaian seksi untuk menarik perhatiannya.
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Deon dan Aileen masih berada di tempat pemandian. Tadi setelah puas mereka memakai handuk kimono yang sudah tersedia. Tapi kini Aileen tertidur di kursi busa panjang, tampak sekali jika gadis itu kelelahan.
Deon dengan penuh kasih mencium kening Aileen dan menyelimuti kekasihnya itu dengan handuk yang lain. Di sana memang tersedia banyak. Karena sang pemilik hanya mau sekali pakai saja.
Deon begitu luas sekali, dia teramat mencintai Aileen. Seandainya terjadi apa - apa dia siap bertanggung jawab. Tiba - tiba saja ponsel miliknya berbunyi. Dengan segera Deon mengangkatnya.
"Ada apa, Kak?" tanya Deon menjauh dari Aileen.
"Kamu segera kembali, di sini ada masalah besar," jawab sang kakak angkatnya.
"Iya," balas Deon menatap Aileen dengan pendangan sayu.
Deon tahu, kali ini jika dia pergi pasti akan lama kembali ke sisi Aileen. Dia tidak tahu bagaimana cara untuk menyakinkan pada gadis itu. Dia takut jika nanti Aileen berpikiran dirinya lari dari tangung jawab setelah merenggut kesuciannya.
Deon segera mengangkat tubuh Aileen dan dan berjalan menuju tempat helikopter. Karena merasa tubuhnya melayang Aileen terbangun.
"Aku malu jika kita kembali seperti ini," ucap Aileen.
"Kamu tenang saja, nanti kita bisa masuk lewat jalan samping. Jadi tidak akan ada yang melihat kita," jawab Deon yang sudah hapal dengan seluk beluk tempat itu.
Aileen diam, dia sangat mempercayai. Apalagi selama ini setiap patah kata yang diucapkan dari mulut Deon selalu benar.
Setelah sampai di kastil, mereka berdua segera mengendap - endap lewat jalan yang tidak di ketahui orang lain. Deon melihat Aileen berjalan agak kesulitan, dia tersenyum. Pasti kekasihnya itu merasa sakit karena baru kali ini melakukan hubungan badan. Dengan penuh perhatian Deon menggendong Aileen sampai menuju kamar.
"Kok sepi sekali ya?" bisik Aileen.
"Mereka sedang asyik - asyik di kamar," jawab Deon.
Aileen memerah malu. Yah... Kini dia sudah bukan gadis lagi. Mahkotanya sudah diserahkan pada cinta pertamanya.
Sesampainya di kamar mereka segera ganti pakaian.
"Aileen, aku harus keluar negeri. di markas pusat aku sedang ada masalah. Mungkin butuh waktu agak lama untuk mengatasinya. Apa kamu tidak apa - apa aku tinggal? Tapi kamu jangan cemas, aku pasti kembali. Dan biarpun aku jauh darimu tapi aku akan mengirim anak buahku untuk melindungimu. Aku mencintaimu, Aileen. Aku berharap kita bisa menikah dan hidup bahagia selamanya," pamit Deon merasa berat berpisah pada sang kekasih.
"Iya, Kak Deon. Jaga diri baik - baik ya? Aku akan selalu menantimu," jawab Aileen pengertian.
Mereka berpelukan erat seolah takut berpisah. Kini seluruh jiwa raga Ailen sudah diserahkan lada Deon.
**Maaf ya, karena Author baru bisa up🙏🙏 Dan Author senang sekali, sebab tadi pas mau buka tiba - tiba sudah ada versi Audio. Kalau kalian ada yang malas baca bisa dengerkan audio sambil rebahan.
__ADS_1
Jangan lupa Like dan Vote ya, biar Authir tambah smangat lagi🥰🥰🥰
Terima kasih Mangatoon. Terima Kasih readera yang sudah setia dan selalu mendukung aku🙏**