Scorpio

Scorpio
Bukan Lagi Rahasia


__ADS_3

Siang harinya Adella terbangun dan terkejut karena sudah berada di dalam pelukan Keenan. Tubuhnya sulit dilepaskan karena lengan kekar kekasihnya mendekap tubuh Adella dengan erat. Tapi mata Adella masih bisa melirik ke jam, dan betapa terkejutnya jika sekarang sudah pukul sembilan siang.


"Ya ampun… Bukankah hari ini Aileen akan dijemput oleh orang tuanya?" pekik Adella sambil mendorong tubuh Keenan.


"Istriku, kenapa kamu ribut sekali?" tanya Keenan yang masih mengantuk.


"Aku mau pulang, hari ini Aileen akan dijemput oleh orang tuanya," jawab Adella setengah memaksa.


"Kamu ini ngomong apa? Aileen sudah kembali kemarin pagi," jawab Keenan.


"Tidak mungkin, kemarin aku dan dia jalan - jalan," balas Adella tidak percaya.


"Astaga… Istriku ini kemarin benar - benar lupa ya?" tanya Keenan tertawa. Dan wajahnya terlihat begitu tampan sekali.


"Apa yang terjadi?" tanya Adella tidak ingat apapun.


"Kamu mabuk, terus mengajak aku mandi bersama sambil bercinta lama sekali. Akhirnya kamu kedinginan dan menjadi demam. Makanya kamu sudah dua hari menginap di sini," jawab Keenan santai.


"Tidak mungkin! Mana mungkin aku melakukan itu padamu," sergah Adella.


"Tidak percaya ya sudah, tapi tunggu saja sampai kamu hamil. Ingat! Jangan berpikiran banyak dan jangan sampai kelelahan ya? Kasihan anak kita," kata Keenan serius.


Adella masih tidak percaya, diapun segera meraih ponsel dan menghubungi Aileen, tapi nomor telepon temannya tersebut tidak aktif. Adella lalu mencoba menelepon Saralee.


Begitu sambungan telepon tersambung, kuping Adella langsung disambut suara lengkingan Saralee.


"Adella! Cepatlah pulang! Ada hal penting," teriak Saralee.


"Benarkah kalau Aileen sudah pulang?" tanya Adella penasaran.


"Kamu kesini dulu, akan aku ceritakan semuanya. Cepatlah! Hari ini kita bolos kuliah saja," jawab Saralee langsung menutup telepon.


Adella hanya terbengong, sedangakan Keenan dengan mesra mengecup pipi Adella mesra.


"Ayo kita tidur lagi, keningmu masih panas ini," ajak Keenan sembari melingkarkan tangannya di perut Adella.


"Tidak, aku harus pulang sekarang. Ada hal penting ," jawab Adella.


"Penting apa?" tanya Keenan.

__ADS_1


"Entahlah, sepertinya ada masalah karena Saralee terlihat cemas," jawab Adella.


"Kalau begitu aku ikut, jika nanti bukan hal yang penting kamu harus kembali kesini bersamaku. Kamu masih sakit dan aku ingin merawatmu," kata Keenan tegas sambil bangkit.


Adella tidak ingin berdebat lagi, dia segera mandi air hangat agar segar. Begitu selesai memakai baju kekasihnya sudah terlebih dahulu selesai mandi dan berganti baju. Adella seketika terkesima, sebab jika Keenan memakai pakaian kasual pemuda itu semakin tampan dan mempesona.


Setelah melewati lautan mereka sampai di pinggir kota dan naik ke mobil. Kemudian Adella mencoba mengingat - ingat mengenai kejadian kemarin malam. Tapi Adella benar - benar tidak mengingatnya.


"Apa aku beneran sudah melakukan itu pada Keenan? Aku sama sekali tidak ingat. Meskipun dibagian tubuhku masih ada tanda bekas kecupan tapi aku tidak merasakan sakit dibagian itu. Aneh sekali, bukankah kata Saralee pertama kali melakukan hal itu sangat menyakitkan?" batin Adella sambil menatap layar kaca jendela mobil.


"Istriku, kamu kenapa?" tanya Keenan.


Adella menoleh, entah kenapa panggilan sayang tersebut terasa enak ditelinga ya dan terdengar menenangkan hati.


"Apakah kita benar - benar sudah melakukan itu? Kenapa aku tidak ingat," tanya Adella polos.


Dengan senyuman manis Keenan mengelus rambut Adella dengan tangan kirinya.


"Nanti kita cek kehamilan ya? Aku yakin kamu hamil karena kemarin aku keluarkan di dalam," jawab Keenan lembut.


"Apa yang kamu keluarkan di dalam?" tanya Adella penasaran.


Adella merasa malu dan kesal dalam waktu yang bersamaan.


"Astaga… Kalau aku hamil bagaimana?" batin Adella panik.


"Makanya, sebelum perutmu membesar sebaiknya kita segera menikah. Apa kamu mau menikah sambil perutmu sudah besar atau bahkan sambil menggendong anak?" tanya Keenan serius.


"Apa? Tidak!" jawab Adella yang tidak mau mempermalukan diri sendiri dan keluarganya.


"Makanya setelah urusan kamu dan temanmu selesai kita menikah ya? Orang tua kita sudah sama - sama setuju. Apalagi yang akan kita tunggu? Kamu kuliah atau enggak aku juga tidak akan mengizinkan kami bekerja. Kamu hanya di rumah mengurusku," kata Keenan fokus menyetir mobi mewahnya.


Adella terdiam, entah kenapa kini ada segenggam kepercayaan jika pemuda disampingnya benar - benar mencintainya dan tidak akan mencampakkannya.


Setelah sampai di paviliun, Saralee sudah menyambut di depan rumah.


"Adella… Aileen hamil," kata Saralee panik.


"Apa? Hamil?" tanya Adella seolah tak percaya.

__ADS_1


"Iya, tapi kemarin pagi sudah pulang. Dan pagi ini Kak Deon sedang menuju rumah Aileen untuk berbicara pada orang tuanya. Semoga saja Kak Deon dan Aileen bisa segera menikah," jawab Saralee penuh harap.


"Saralee, apakah setelah melakukan itu setelah itu apa yang dirasakan?" tanya Adella bingung.


"Mana ku tahu, tapi kata orang rasanya sakit," jawab Saralee.


Keenan yang masih berada di situ hanya memalingkan wajah melihat dua gadis yang biasanya terlihat keren tapi sekarang tampak konyol.


"Saralee, apa sekarang aku sedang bermimpi? Kalau begitu bangunkan aku," pinta Adella seperti orang linglung.


Saralee terkejut dengan perubahan aneh dalam diri Adella.


"Adella… Kamu kenapa?" tanya Saralee panik.


"Dia sedang sakit, makanya kepalanya sedang tidak berfungsi dengan baik," sela Keenan santai.


Tapi Adella sama sekali tidak menanggapinya. Pikirannya sudah terlalu runyam memikirkan Aileen yang tiba - tiba sudah tidak ada dan bahkan sekarang hamil. Dirinya juga bingung memikirkan diri sendiri jika beneran hamil.


"Bagaimana Deon bisa tahu jika Aileen hamil? Bukankah nomornya semenjak pergi tidak bisa dihubungi?" sela Keenan penasaran.


"Sudah, paginya Aileen dijemput oleh orang tuanya malamnya Kak Deon pulang dan menemukan test pack di kamar mandi milik Aileen," jawab Saralee.


Keenan hanya menghembuskan napasnya, sebagai seseorang yang mengenal Deon dengan baik dia merasa jika hubungan temannya dengan Aileen tidak akan berjalan dengan semudah itu.


"Kenapa nomor Aileen tidak bisa dihubungi ya?" tanya Adella cemas.


"Iya, sehari setelah pulang nomornya tidak aktif." timpal Saralee.


"Antara Deon dan Aileen sepertinya akan rumit, aku yakin saat Deon sudah sampai ke rumahnya Aileen saat itu Aileen sudah tidak ada di sana dan pergi tanpa jejak," sela Keenan.


"Memangnya kenapa?" tanya Saralee dan Adella secara bersamaan.


Akhirnya Keenan menceritakan masalah permusuhan Deon dan papanya Aileen sampai akhirnya Deon malah jatuh cinta dengan putrinya.


"Astaga… Jadi yang sudah membunuh Om dan Tanteku adalah orang tua Aileen?" pekik Saralee.


"Tapi tidak ada hubungannya dengan Aileen, dia gadis lugu dan tidak tahu apa - apa mengenai orang tuanya sendiri. Dan yang lebih parah kepolosan Aileen itu justru memikat hati Deon sampai dia tergila - gila," kata Keenan serius.


"Yah… Aileen membunuh nyamuk saja tidak berani, mana mungkin dia memiliki nyali untuk menyakiti seseorang," timpal Adella.

__ADS_1


__ADS_2