Scorpio

Scorpio
Gaun Pengantin


__ADS_3

Dalam perjalanan Aileen mendapatkan telepon dari Adella.


"Adella, ada apa?" tanya Aileen.


"Apa acara makan kamu sudah selesai?" tanya Adella dari seberang.


"Sudah, ini sekarang kami di perjalanan pulang," jawab Aileen sambil memindahkan ponselnya dari kuping kiri ke kuping kanan.


"Aileen, aku sama Keenan kan mau membeli gaun pernikahan. Apa kamu mau ikut barengan? Tadi aku sudah mengajak Saralee katanya dia malah bilang sudah pesan ke desainer terkenal," tanya Adella.


""Aku coba tanya ke Kak Deon dulu ya, nanti aku kabari lewat pesan," jawab Aileen segera menutup teleponnya.


Akan tetapi sebelum Aileen bertanya, Deon sudah langsung membelok arah.


"Loh, kita mau kemana?" tanya Aileen.


"Memesan gaun pengantin kan? Saralee yang sedang di rumah sakit saja malah sudah memesan duluan," jawab Deon santai.


"Oh… kalau begitu aku mau tanya dulu alamatnya pada Adella, " jawab Aileen malu setengah bingung.


"Tidak perlu! Aku tahu jelas selera Keenan," balas Deon.


Aileen tiba - tiba merasa bahagia bercampur pilu, mengenai pernikahannya yang tanpa restu orang tua teramat menyedihkan.


"Kak Deon, mengenai pernikahan kita sebaiknya bagaimana? Kita memberi kabar ke mama dan papa juga ibuku tidak?" tanya Aileen gugup.


"Tentu saja, mengenai masalah itu kamu tidak perlu khawatir. Biar aku yang mengurusnya, kamu kan sedang hamil jadi jangan banyak berpikir lagi," jawab Deon menenangkan kegundahan sang kekasih.


"Tapi aku takut…" gumam Aileen.


"Apa yang perlu ditakutkan? Sudah, biar aku yang mengatasi semuanya," bujuk Deon tersenyum manis.


Aileen mulai merasa tenang, sikap ketakutannya yang berlebihan memang hanya Deon yang bisa meredamnya.


Aileen tiba - tiba bergelayut manja ke bahu calon suaminya.

__ADS_1


"Eih… Kalau mau menggoda jangan di dalam mobil, aku jadi tidak fokus nyetir ini, nanti di rumah saja" canda Deon.


Aileen segera melepaskan diri karena tidak terima di bilang menggoda.


"Siapa yang menggoda…" gumam Aileen.


"Aileen… Tiba - tiba aku merindukan saat - saat itu ketika kita dipemandian air hangat. Bolehkan nanti malam kita melakukannya lagi?" tanya Deon setengah memohon.


"Tidak! Sedang hamil muda tidak boleh begitu, tidak baik buat janin," sergah Aileen menahan malu.


"Siapa yang bilang?" tanya Deon kaget.


"Dokter kandungan lah, karena ****** yang masuk ke rahim itu tidak baik," ucap Aileen.


"Kalau begitu jangan masukkan ke rahim, bisa dikeluarkan di luar," goda Deon.


Aileen sudah kehabisan kata - katanya, jika sudah panik dan gugup Aileen otaknya langsung off seketika.


"Diam tanda setuju, kalau begitu ayo kita harus segera sampai biar nanti pulang cepat," ujar Deon bersemangat.


"Sebentar, kita tunggu Adella terlebih dahulu," protes Aileen.


"Dia sudah di dalam, tadi yang di parkiran samping mobil kita itu punya Deon. Di kota ini hanya dia yang memiliki mobil tersebut," jawab Deon.


Aileen hanya mengangguk dan langsung mempercayai apa yang barusan diucapkan oleh kekasihnya.


"Kak Keenan pengusaha terkaya, jadi pastinya memiliki mobil yang banyak," batin Aileen.


Dan benar saja, di sana sudah ada Keenan yang sedang duduk sambil membaca majalah.


"Kak Keenan, dimana Adella?" tanya Aileen.


"Dia sedang mencoba gaunnya, kamu bisa langsung memilih saja mana yang kamu suka," jawab Keenan.


"Nanti saja, aku mau melihat Adella terlebih dahulu," jawab Aileen sangat penasaran.

__ADS_1


"Kalau begitu biar aku lihat - lihat dulu ya?" pamit Deon menuju ke gaun pengantin perempuan.


Cukup lama juga, ketika tirai di buka tampak Adella yang memakai gaun panjang akan tetapi dengan lengan terbuka. Sangat cocok dan begitu Anggun. Adella sudah seperti seorang ratu di negeri dongeng yang begitu mempesona.


Jangankan Keenan, Aileen yang melihat saja sampai di buat melongo seolah tidak mengenali sahabatnya sendiri.


"Bagaimana?" tanya Adella meminta pendapat.


"Luas biasa, apakah kamu ini Adella sahabatku?" pekik Aileen takjub.


"Memangnya siapa lagi?" sergah Adella tertawa.


"Pilihanku memang tepat, sekali pandang saja aku tahu gaun ini yang paling cocok untukmu," ucap Keenan.


"Serius?" tanya Adella agak cemas.


"Iya," sela Aileen sangat mendukung.


Tiba - tiba saja Deon datang didampingi dua pelayang yang juga sudah membawa gaun pengantin.


"Aileen, kamu coba dulu yang ini, semoga cocok dan kamu suka," pinta Deon.


"Iya," jawab Aileen malu - malu.


"Adella, sepertinya ada sesuatu yang salah. Mari aku benarkan dulu," kata Keenan menarik Adella ke ruang ganti lagi.


"Mana yang salah?" tanya Adella menatap dirinya sendiri di depan cermin besar.


Keenan tidak menjawab, akan tetapi dari belakang dia langsung mencium bahu serta leher Adella yang terbuka.


"Kamu cantik sekali sayang, aku tidak sabar segera menikahimi," bisik Keenan terhanyut oleh pesona calon istrinya.


"Keenan, jaga sikapmu. Ini kita dimana?" Protes Adella.


Akan tetapi Keenan tidak mau tahu, tangannya dengan reflek memeluk Adella dan bibirnya tak bisa berhenti menyusuri setiap keindahan yang di miliki oleh Adella pada bagian atas.

__ADS_1


__ADS_2