
Deon terus memandangi wajah ayu alami Aileen yang tengah terbaring di ranjang. Gadis itu terlihat tidur nyenyak sekali, sampai dari tadi dia kecup keningnya terus menerus tapi tidak terbangun juga.
"Gadis ini terlihat lemah sekali, membuat aku ingin selalu melindunginya," batin Deon sambil membelai rambut gadis yang tertidur di sampingnya.
Aileen sendiri bermimpi sedang bertemu dengan ibunya, gadis itu terlihat tersenyum, kemudian merintih sambil meneteskan air matanya.
Deon merasa heran, karena dia sendiri tidak tahu apa yang sedang diimpikan Aileen.
"Ibu... Ibu... Jangan tinggalkan aku lagi," rintih Aileen.
Deon ikut tersayat hatinya, tangannya dengan reflek menghapus air mata Aileen. Kemudian lelaki tampan itu ikut masuk ke dalam selimut dan memeluk Aileen dengan erat.
Aileen merasa ada tangan hangat yang mendekap tubuhnya, antara sadar dan tidak Aileen merasa semua itu hanyalah mimpi. Namun saat bibirnya di kecup mesra oleh Deon, Aileen langsung membuka matanya.
"Ahhh... Kenapa Kak Deon ada di sini?" teriak Aileen terkejut.
Deon hanya tersenyum manis, karena meskipun rambut Aileen acak-acakan tapi tidak mengurangi kecantikan gadis cantik itu.
Aileen lebih terbelalak matanya saat tahu jika Deon bertelanjang dada. Gadis itu segera melihat tubuhnya sendiri yang masih di balut selimut tebal.
"Bagaimana bisa... Aku hanya memakai daleman saja. Apa yang terjadi semalam? Kenapa aku tidak bisa mengingat sama sekali," batin Aileen yang kepalanya pusing.
"Kamu lupa? Semalam kamu yang menyerahkan dirimu sendiri padaku. Katanya kamu rela melakukan apapun perintahku asalkan aku membantu mencari ibumu," kata Deon tersenyum manis.
"Apakah semua itu benar? Karena sudah terlanjur maka ibu harus segera ditemukan. Kalau tidak aku yang rugi," batin Aileen.
Deon hanya tertawa melihat wajah Aileen yang tampak kebingungan.
"Kamu segera mandi sana! Atau kita mandi berdua," ucap Deon tersenyum menggoda.
"Tidak!" teriak Aileen.
"Ternyata kamu juga bisa marah ya?" ejek Deon senang.
Aileen melengos dan menarik selimutnya sampai ke kamar mandi. Gadis itu sangat malu jika sampai tubuhnya terlihat di depan Deon.
Deon hanya tertawa melihat tingkah Aileen yang baginya sangat lucu.
"Dasar gadis polos, masa iya tidak bisa merasakan kalau semalam aku tidak melakukan apapun padanya," batin Deon tertawa.
Sebenarnya semalam setelah Aileen mabuk, Deon membawa gadis itu ke markasnya.
Sesampainya di sana Aileen muntah-muntah. Dengan terpaksa Deon melepas gaun gadis itu beserta baju miliknya sendiri.
Meskipun Deon seorang pimpinan mafia tapi dia bukanlah pemuda yang kejam, apalagi terhadap perempuan.
Deon tidak menyangka jika paginya gadis itu mudah percaya kalau semalam mereka melakukan hubungan badan.
Deon terus tertawa sendiri karena keluguan dan kepolosan Aileen. Karena sangat jarang di jaman sekarang ada perempuan seperti itu.
Tok... tok...
Pintu kamar di ketok, Deon segera bangkit untuk membukanya.
__ADS_1
"Bos, ini gaun yang Anda pesan," ucap salah satu anak buahnya.
"Iya, terima kasih," jawab Deon sambil menutup kembali pintunya.
Di luar kamar semua anak buah bergosip ria, karena baru pertama kali ini bos mereka membawa pulang seorang perempuan. Bahkan mereka berdua tidur sekamar.
💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜
Aileen merasa ketakutan dan gelisah, dia tidak mengira keputusannya mencari ibu kandungnya di kota ini berujung tragis.
Tiba-tiba Aileen merindukan Mama dan Papanya.
"Mereka berdua pasti sangat mencemaskan aku," batin Aileen agak menyesal.
"Tapi aku tidak boleh menyia-nyiakan waktu. Setidaknya perjuangan aku selama ini tidak sia-sia," tekad Aileen dalam hati.
Aileen bergegas mandi, tak lama kemudian pintu kamar mandinya di ketok dari luar.
"Aku bawakan baju untukmu, mau memakai di situ apa di sini," kata Deon.
Aileen membuka pintu sedikit, dan dia menyembunyikan tubuhnya sendiri di balik pintu. Hanya tangannya saja yang menjulur keluar untuk mengambil baju.
"Mana?" tanya Aileen menahan malu.
"Kenapa harus bersembunyi? Aku sudah melihat semua tubuhmu semalam," jawab Deon tertawa lebar.
Aileen segera menutup kembali pintunya.
"Kenapa aku tidak bisa membenci Kak Deon? Seharusnya aku marah padanya karena sudah melecehkan aku. Tapi jika dipikir lagi akulah yang sudah menyerahkan diriku," batin Aileen sambil memakai bajunya.
Deon memang sangat tampan dan mempesona, hati Aileen menjadi berdebar karena terus ditatap pemuda itu dengan senyuman menggoda.
"Kak, antarkan aku pulang sekarang. Hari ini aku harus masuk kuliah," pinta Aileen lirih.
"Tenanglah, ini masih terlalu pagi. Nanti kamu akan aku antarkan ke Universitas A," jawab Deon ramah.
Senyuman Deon memang bisa membuat semua wanita meleleh. Aileen sendiri terpana dengan pesona pemuda itu, hanya saja Aileen terlalu malu untuk menunjukkannya.
"Ciumlah aku," pinta Deon.
"Apa?" pekik Aileen.
" Kamu sekarang kekasih aku, jadi kalau aku meminta cium darimu itu adalah hal yang wajar bukan?" goda Deon.
Aileen sebenarnya tidak mau, tapi demi bertemu ibunya gadis itu mendekati Deon dan mencium pipinya.
Deon terkejut dan tertawa.
"Kenapa?" tanya Aileen heran.
"Apa kamu benar-benar tidak tahu cara ciuman orang yang sedang pacaran?" tanya Deon.
Aileen hanya geleng-geleng kepala karena memang belum pernah pacaran.
__ADS_1
Deon menjadi gemas sendiri, wajah Aileen yang imut membuat dirinya sulit mengendalikan diri.
Deon langsung memeluk Aileen erat, kemudian mencium bibir gadis itu penuh perasaan.
Aileen terkejut, karena baru pertama kali merasakan sensasi yang seperti ini. Antara cemas dan malu Aileen hanya hanya memejamkan matanya.
Deon semakin kegirangan karena gadisnya patuh, dengan penuh gairah pemuda itu terus melahap bibir Aileen yang ranum dan segar.
Cukup lama mereka berciuman, setelah puas Deon melepaskan pelukannya. Karena pemuda itu tahu jika hari ini pacar kecilnya harus Masuk kuliah dan mereka berdua juga belum sarapan.
"Bibirmu enak sekali," ucap Deon lirih.
Wajah Aileen memerah, membuat pemuda di depannya tertawa lepas.
"Ayo ikut aku?" kata Deon sambil memegang lengan gadisnya.
"Kita mau ke mana?" tanya Aileen cemas.
"Ikut saja," jawab Deon mesra.
Di rumah yang sangat besar itu ada banyak pemuda. Mungkin sampai ratusan lebih.
"Kamu takut?" tanya Deon.
"Iya, mereka siapa?" tanya Aileen penasaran.
"Anak buahku, ini belum seberapa. Karena sebagian sedang bertugas," jawab Deon.
Tubuh Aileen merasa merinding, gadis itu segera menempel tubuh Deon dan merangkul lengan pemuda tersebut.
Diam-diam Deon merasa senang, tapi pemuda itu menjaga sikap di depan anak buahnya.
"Selamat pagi, Bos. Nyonya Bos," salam semuanya sambil membungkuk.
Deon hanya mengangguk sambil tersenyum ramah.
Sedangkan Aileen menunduk karena merasa takut.
"Nyonya Bos?" batin Aileen yang kebingungan.
Sampai di luar rumah, ternyata bangunan yang besar itu terletak di sebuah hamparan tanah luas yang di penuhi pepohonan tinggi. Tidak ada rumah ataupun bangunan lain disekitar itu.
"Ini di mana?" tanya Aileen yang merasa asing.
"Suatu tempat rahasia, hanya orang-orangku yang bisa masuk ke sini. Karena ini adalah markas utama," jawab Deon.
"Dan sekarang kita mau ke mana?" tanya Aileen ketakutan.
"Bukankah kamu mau masuk kuliah? tapi sebaiknya kita sarapan pagi dulu. Kamu jangan takut lagi. Selama ada aku, semua akan aman," ucap Deon menenangkan.
Aileen sendiri merasa bingung, karena ucapan Deon barusan membuat dirinya seketika merasa nyaman dan hangat.
**Jangan lupa Like dan Vote ya🙏 Karena dukungan dari kalian sangat berarti bagi Author.
__ADS_1
Terima kasih🤗**