
Pagi hari nya..
Selepas mandi dan berpakaian, karin pun mulai membangunkan suami nya.
"Mas, bangun. Ayah dan ibu sudah datang.." ucap karin seraya menggoyangkan tubuh raga pelan.
Raga mulai membuka matanya..
"Mas bawa baju ??" tanya karin
"Bawa. Ada di mobil.." jawab raga dengan muka bantalnya.
Semalam raga tidur sendiri seperti sebelumnya. Karin lebih memilih tidur di kamar neneknya.
"Karin ambilkan ya. Mas mandi dulu aja.."
Raga mengangguk pelan..
Karin pun keluar daru kamar dengan kunci mobil yang di genggamnya..
💮
🍀Di ruang tamu..
" ayah, ibu mana ?" tanya karin
"Ibu di kamar nenek.." jawab ayah rudi mahendra
Setelah mengambil tas suami nya dan meletakkan tas tersebut di atas tempat tidur nya, karin pun kembali keluar dan masuk ke kamar neneknya..
"Bu.." panggil karin
"Maafkan ibu ya rin, ibu dan ayah datang terlambat.." ucap ibu yang duduk di sisi ranjang nenek karin
"Iya bu. Tidak apa apa. Maaf karin juga tidak memberi kabar pada ibu.." karin memeluk ibu mertua nya dari samping
Ibu pun langsung membalas pelukan menantu kesayangan nya itu..
💮Skip ya.. biar nggak terlalu lama cerita flashback nya..
🍀Seminggu kemudian...
Sudah seminggu karin berada di rumah neneknya. Sementara raga, hari ketiga sepeninggalnya kakek, dia sudah kembali ke kota untuk memimpin perusahaan nya lagi.
Dan kehebohan atas penangkapan tuan baskoro pun membuat beberapa saham nya turun. jangan lupakan betapa terkejutnya seluruh keluarga besar raga. Bahkan raga sampai lupa belum memberikan bukti bukti penyelewengan dana perusahaan yang dilakukan paman nya itu pada ayah rudi.
__ADS_1
Dan kelalaian nya itu membuat ayah rudi sangat shock. Raga bahkan di sidang oleh seluruh keluarga nya atas kejadian ini. Tapi tentu saja dengan semua bukti yang di miliki nya raga bisa membuat keluarga nya mengerti atas tindakan nya untuk menjebloskan paman nya itu ke dalam penjara.
Hari ini raga berniat untuk menjemput istri nya. Meskipun hubungan mereka masih stuck di tempat, tapi raga tidak mau melalaikan tugas nya sebagai seorang suami.
Bahkan selama raga pergi, tidak ada komunikasi apapun dengan istrinya. Raga tidak menghubungi karin, dan begitupun sebaliknya.
Dengan ivan sebagai supirnya, raga pun berangkat menuju kota kelahiran karin.
"Apa masih lama van ??" tanya raga ketika mobilnya sejak tadi tidak bergerak
"Iya tuan. Jalanan sangat padat hari ini.." jawab ivan yang juga tidak bisa berbuat banyak jika sudah macet begini
🍀Di rumah nenek..
Malam ini di rumah itu ada lira dan fajar yang datang untuk menemui karin. Sebenarnya fajar lah yang memaksa lira menemani nya bertemu dengan gadis itu.
Di kursi taman depan rumah, fajar meminta karin untuk berbicara empat mata. Sedang lira, dia menemani nenek di dalam rumah..
"Aku tahu kamu sudah menikah, rin.." Fajar memulai percakapan malam itu
"Apa kamu bahagia ??" tanya fajar penasaran
Karin mengerutkan kening nya.. "kenapa kak fajar bertanya seperti itu ??"
"Lira sudah menceritakan semuanya. Kamu menikah karena di jodohkan, bukan ??"
"Aku bahagia atau tidak seperti nya itu bukan urusan kakak.." ucap karin memalingkan wajah nya..
"Itu urusan ku rin.."
"Kenapa itu bisa menjadi urusan kakak ??"
"Karena aku menyayangi mu.."
Deg!!
Karin seketika itu juga langsung melihat mata Fajar dengan kedua mata nya yang membulat..
"Apa maksud kakak ? Karin nggak ngerti !!"
Fajar tiba tiba menggenggam tangan karin, "Aku mencintai mu, rin. Maaf aku terlambat menyadari nya.." ucap nya dengan tatapan mata yang sendu
Tanpa karin sadari, ada sepasang mata menatap tajam dari dalam mobil.
"Van, putar balik..!!" pekik nya dengan wajah yang memerah
__ADS_1
Detik itu juga ivan langsung memutar mobil yang di kendarainya dan segera meninggalkan tempat tersebut..
Di sisi lain, karin langsung menarik tangan nya dengan cepat..
"Maaf kak. Aku tidak bisa. Sekarang aku sudah menikah.."
"Tapi rin. Bukankah kamu juga mencintai ku ??" tanya fajar menggebu
Karin menarik nafas panjang nya..
"Ya, benar. Tapi itu dulu sebelum status ku berubah menjadi seorang istri. Kak, aku tidak mau mengotori pernikahan ku ini dengan mencintai pria lain selain suami ku. Memang benar, rasa cinta ini belum sepenuh nya hilang. Tapi akan menjadi dosa jika rasa itu terus ada di hati ini." Karin bangun dari duduknya dan menatap ke arah fajar yang masih duduk di kursi taman
"Maaf kak. Sepertinya ini salah. Kita duduk berdua seperti ini juga salah. Karin doakan semoga kakak menemukan wanita yang jauh lebih baik dari karin. Permisi kak.." ucap karin panjang lebar lalu dia pun berjalan meninggalkan fajar seorang diri di taman itu
Fajar menundukkan kepala nya dengan mata yang di selimuti kesedihan..
"Bodoh!! Seharusnya aku menyadari rasa ini lebih cepat..!!" ucap fajar merutuki kebodohan nya seraya menjambak rambut nya sendiri..
🍀Di dalam rumah..
"Ra, bisa kita bicara sebentar.." ucap karin di depan pintu kamar nenek nya
Lira pun keluar untuk menemui karin..
"Ra, kamu ko bisa bisa nya sih cerita masalah pernikahan ku sama kak fajar ??" tanya karin dengan wajah kecewa nya
"HAH ??" ucap lira bingung
"Aku nggak cerita apapun sama dia, rin. Sumpah..!!" sambung lira dengan menaikkan jari telunjuk dan jari tengah nya membentuk huruf V
"ck, terus kenapa dia tahu aku menikah karena di jodohkan ??" tanya karin lagi
"Sumpah rin. Aku nggak cerita apa apa sama kak fajar. Bahkan dia yang maksa aku beberapa hari ini menemani nya untuk ketemu kamu.."
"Lalu dia tahu dari siapa kalau bukan kamu ??" tanya karin lagi,
Lira berpikir sejenak. Kira kira siapa yang memberitahukan hal ini pada fajar..
"Tunggu tunggu. Aku ingat. Di hari meninggalnya kakek, Kak fajar mengobrol dengan Bi Dina, bibi mu yang rumah nya di sebelah rumah nenek ini. Cukup lama mereka mengobrol, aku pun bingung apa yang sedang mereka bicarakan sampai seseru itu.."
Deg!!
Ck
Karin lagi lagi berdecak kesal..
__ADS_1
Ya, pasti bi dina yang cerita. Dia itu terkenal comel di sini. Bahkan tanpa di tanya dia akan menceritakan semua rahasia baik rahasia keluarga maupun para tetangga nya.