Sebatas Menikahi

Sebatas Menikahi
Part 71


__ADS_3

"Kamu mau kemana ??" tanya raga ketika melihat sang istri hendak keluar dari ruangan pribadi nya..


"Aku mau pesan makanan untuk kamu.." jawab karin singkat tanpa menoleh, lalu kembali melanjutkan langkah nya yang sempat tertunda..


"Ck!! Ini tidak bisa di biarkan!! Aku sudah tidak tahan!!"


Raga segera bangun lalu mengikuti karin di belakang nya..


"Tunggu.." raga menarik tangan karin dan memaksa nya untuk kembali masuk ke dalam ruangan. Pria itu segera mengunci pintu dan menutup tirai di ruangan itu


"Kamu apa apaan sih, mas ??" pekik karin dengan nada tinggi..


"Kamu marah, kan ??"


Karin berbalik membelakangi, tidak mau melihat wajah raga.. "Tidak!! Kenapa aku harus marah..!!"


Huh!!


Raga menghembuskan lagi nafasnya dengan berat.


"Kalau kamu memang tidak marah pada ku, kenapa sejak tadi tidak mau melihat ku ? Kamu selalu memalingkan wajahmu!!"


Karin hanya diam, wanita itu tidak tahu harus berbuat apa. Bayang bayang kebersamaan suami nya dengan gadis itu terus saja berputar di kepala nya. Cemburu ? Tentu saja. Meskipun foto itu mungkin di ambil ketika mereka belum menikah tapi tetap saja karin merasa sedih. Senyuman dan tawa yang suami nya tunjukkan di foto tersebut mampu membuat goresan lagi di hati karin.


Apakah benar gadis itu sudah pergi untuk selama lama nya..? Jika saja karin tahu sejak awal, dia pasti akan langsung menolak perjodohan ini.


Tapi kenapa dia baru tahu setelah pernikahan nya sudah berjalan lebih dari 10 tahun lama nya..


"Lihat aku!!" Raga memegang kedua bahu karin..


"Aku tahu aku salah karena terlalu egois pada kamu dan kenan. Maafkan aku.."


Bukan.. Bukan itu yang membuat karin menjadi dingin. Ada satu hal besar yang ingin karin dengar langsung dari suami nya. Tapi wanita itu bingung bagaimana cara memberitahu raga..


Grep


"Hiks.. Hiks..." Karin tiba tiba memeluk raga sambil menangis..


"Hei.. Jangan menangis, sayang!!" raga mengecupi kepala karin dengan penuh penyesalan, menyesal karena terlalu egois hingga membuat wanita nya menangis lagi.


Sementara karin, dia justru semakin terisak membayangkan foto foto raga dan gadis pujaan nya tadi. Sungguh karin tidak menyangka rasa nya akan sesakit ini. Pria yang sangat di cintai nya justru mencintai wanita lain. Meskipun karin belum tahu kebenaran nya, gadis itu masih hidup atau tidak. Tapi hati nya begitu sesak dan sakit.


Karin melepaskan pelukan nya lalu berjalan ke arah meja kerjanya. Raga hanya mengikuti kemana karin bergerak dengan kedua mata nya.


Wanita itu membuka laci, lalu mengambil sesuatu dari dalam laci tersebut..


Raga mengerutkan kening nya bingung ketika tiba tiba sang istri memberikan nya sebuah amplop.


"Apa ini ??"


Karin tidak menjawab, wanita itu memilih menjatuhkan bokong nya di sofa tunggal ruangan..


Raga pun membuka amplop tersebut, mata nya terbuka lebar. Sangat mengejutkan. Jantung nya berdegup kencang ketika membaca fakta yang dia pun tidak tahu kebenaran sesungguh nya seperti apa.


Deg!!


"Bianca..."

__ADS_1


Setelah membaca semua tulisan di surat tersebut, raga langsung keluar dari ruangan karin dengan terburu buru. Bahkan dia sampai lupa karin masih ada disana.


"Benar bukan ? Kamu masih mencintai gadis itu.." lirih karin sambil menatap kosong pintu ruangan yang sudah kembali tertutup..


Karin menunduk sedih, ingin menangis tapi air mata nya sudah tidak mau keluar lagi. Raga tega meninggalkan nya tanpa mengatakan apapun.


Di sisi lain, raga langsung tancap gas meninggalkan salon milik sang istri. Tujuan nya saat ini tentu saja bertemu dengan Anton dan meminta penjelasan pada mantan sahabat nya tersebut..


Bughh!!


Setelah menerobos masuk ke perusahaan anton, raga langsung membuka pintu ruangan pria itu cukup keras.


Betapa terkejutnya anton melihat kedatangan raga yang tiba tiba. Apalagi saat ini dia tengah berbincang dengan beberapa model cantik yang baru di rekrut oleh perusahaan nya.


"Tolong kalian semua keluar sekarang!!"


Bukan anton yang bicara, tapi raga. Pria itu meminta semua orang kecuali anton untuk segera meninggalkan ruangan. Para wanita itu pun pasrah dan langsung keluar dari ruangan bos nya.


"Dimana bianca ??" tanya raga tanpa basa basi..


Anton terkejut dengan pertanyaan raga. "Untuk apa kamu menanyakan adik ku ??" anton menatap raga dengan tatapan kebencian..


Raga melemparkan surat beserta foto yang tadi di berikan karin pada anton.


Anton mengerutkan kening nya, dia pun membaca isi surat tersebut..


"Aku tahu pasti kamu yang mengirimkan surat itu pada istri ku !! Apa maksud mu, hah ?? Dan dimana bianca sekarang ??"


Anton bangun dari duduk nya, lalu berjalan menghampiri raga. "Untuk apa aku mengirimkan surat seperti ini pada karina ?? Aku tidak akan merendahkan harga diri ku di depan wanita yang paling aku cintai.."


"Kalau bukan anton, lalu siapa yang mengirim surat ini ?? Apa jangan jangan...."


Deg!!


Jantung raga kembali berdegup kencang..


Pria itu langsung menarik kerah baju anton dengan kasar.. "Jangan bohong!! Cepat katakan dimana bianca ??"


Anton tersenyum smirk.. "Kau sudah punya istri tapi berani menanyakan wanita lain ??" Anton langsung menepis tangan raga dari kerah baju nya..


Deg!!


"Karina..." gumam raga dalam hati saat tersadar dia sudah meninggalkan karin begitu saja..


"Kalau kau menyakiti karina, aku tidak segan segan merebut paksa dia dari mu!!"


Raga langsung memberikan tatapan membunuh ketika anton mengatakan itu.


Anton kemudian berjalan mengambil ponsel nya.


Hushh!!


Anton melemparkan ponsel milik nya itu pada raga..


"Bianca..." gumam raga tidak percaya melihat apa yang di tampilkan layar ponsel anton. Raga kembali melupakan karina saat melihat foto bianca. Gadis itu tak sadarkan diri. Entah apa yang terjadi pada nya selama ini.


"Bianca koma. Itu semua karena perbuatan mu!!"

__ADS_1


Deg!!


Sesak dada nya melihat gadis yang dulu dekat dengan nya terbaring lemah di hospital bed sebuah rumah sakit dengan begitu banyak alat yang menempel di tubuh gadis yang sudah dia anggap seperti adik nya sendiri..


"Bianca meminum racun yang paling berbahaya ketika dia tahu kamu sudah menikah dengan wanita lain.!!"


🍀🍀Flashback On🍀🍀


Satu bulan sebelum pernikahan Raga dan Karina..


"Kak. Please bantu aku.." rengek seorang gadis yang meminta raga membantu nya. Membantu untuk menyelesaikan tugas kuliah nya.


"Tidak mau!!" tegas raga tak terbantahkan


"Kalian kenapa sih, kalau ketemu ribut mulu!!" anton yang datang dari dapur langsung menjatuhkan bokong nya di sofa panjang di samping raga duduk..


"Ini ni kak raga. Dia gak mau bantuin aku!!"


"Yaelah ga. bantuin bianca sekali kali. Lagian lo itu cuma di suruh jadi model bohongan bukan model beneran!!"


Raga memutar bola matanya malas. Dia di suruh jadi model ? Ah jangan mimpi.


Tugas kuliah bianca ini sungguh sangat memusingkan. Bagaimana bisa bianca meminta nya untuk menjadi model dadakan. Bergaya dan berpose di dapan kamera. Tapi ada permintaan gadis itu yang semakin membuat raga geleng geleng kepala, dia meminta raga untuk menjadi model pria dan Bianca menjadi model wanita nya. Mereka akan berfoto seolah seperti sepasang kekasih yang berbahagia.


Hihhh!! Membayangkan nya saja sudah membuat raga bergidik ngeri. Dia yang sejak dulu memiliki sifat dingin dan pendiam mana mau melakukan hal hal seperti itu.


"Kak. Aku tidak memiliki teman pria mana pun. Hanya kakak yang bisa membantu ku. Please, tugas ku harus segera di kumpulkan. Kakak tega melihat ku tidak lulus kuliah ??"


Anton menahan tawa nya saat melihat ekspresi sahabat nya itu seperti kebingungan.


"Baiklah. Tapi hanya satu foto!!" tegas raga


"Hah?? Apa ?? Kak raga bersedia menjadi model ku ?? Yee.. Akhirnya.." bianca bersorak kegirangan setelah mendengar kata setuju yang saat ini paling di cintai nya..


*Beberapa hari kemudian..


Raga merasa di jebak. Ternyata gadis itu sengaja mengambil kesempatan dalam kesempitan. Padahal raga sudah mengatakan bahwa dia hanya mau di foto satu kali, tapi bianca sudah mengambil sebanyak sepuluh foto dengan beberapa angle, pakaian dan tempat yang berbeda.


"Sudah cukup!!" tegas raga seraya melepaskan pelukan bianca dari tubuh nya.


Bianca tersenyum kecil, gadis itu memang sudah menyukai sahabat kakak nya sejak pertama kali bertemu. Ketika itu anton mengajak raga untuk main kerumah nya, dan disanalah bianca pertama kali melihat pria tampan selain kakak dan daddy nya.


Tanpa terasa, sudah beberapa tahun bianca mengejar raga. Memberikan perhatian perhatian kecil pada pria itu.


Tapi Raga tak bergeming, bagi nya bianca hanya di anggap sebatas seorang adik, tidak lebih. Namun bianca tidak pernah menyerah, sampai akhirnya satu minggu sebelum pernikahan raga yang mendadak itu bianca kembali mengutarakan perasaan nya pada raga.


"Kak, sampai kapan aku terus mengejar mu ?? Aku lelah kak.." saat ini raga dan bianca sedang duduk berdua di kursi taman di rumah gadis itu


"Aku menyukai mu sejak awal. Tapi kamu terus mengabaikan aku. Kenapa kak ? Apa yang kurang dari ku ??" tanya bianca dengan lelehan air mata yang sudah membanjiri kedua belah pipi nya


Raga hanya diam. Tidak bisa di pungkiri, bianca memang sudah mencuri perhatian nya. Bianca adalah gadis yang periang, terkadang dia juga bisa menyeimbangi raga yang memiliki sifat kebalikan dari gadis tersebut.


"Umur kita jauh sekali bianca!! Hitunglah, bedanya saja hampir 10 tahun. Lagi pula aku tidak berniat untuk pacaran, di umurku yang sudah 28 tahun ini aku ingin langsung menikah. Kamu bahkan belum lulus kuliah. Perjalanan kamu masih panjang bi..!!"


Bianca semakin menangis, isakan nya terdengar pilu di telinga raga..


"Memang nya kenapa kalau umur kita beda ? Banyak di luar sana yang berjodoh meskipun bedanya puluhan tahun !! Please kak.. Beri aku satu kesempatan!!"

__ADS_1


Bianca terus memohon. Sejak dia mengenal apa itu cinta, bianca berjanji pada diri nya sendiri untuk memperjuangkan cinta nya. Dia tidak akan menyerah secepat ini, bukan bianca nama nya kalau tidak bisa mendapatkan apa yang di inginkan nya. Ya, sejak dulu kedua orang tua nya selalu memberikan apa yang gadis itu mau, termasuk Antonio Muller, kakak satu satu nya dari Bianca Muller. Mereka tidak pernah mengatakan tidak pada gadis itu, hingga membuat bianca tidak pernah bisa menerima penolakan. Dia akan terus memaksa hingga orang itu mau melakukan atau memberikan semua yang dia mau. Meskipun harus memohon hingga menjatuhkan harga diri nya, itu tidak masalah bagi bianca. Yang penting tujuan nya tercapai.


"Baiklah. Kita lihat nanti. Jika saat kamu lulus kuliah nanti aku belum menikah, maka aku akan menikahi mu. Tapi jika aku sudah menikah, maka kamu yang harus menyerah !!"


__ADS_2