
"Tidak masalah. Kenan pun jika ingin ikut aku tidak keberatan.." karina tersenyum lebar..
Raga lalu mengacak acak rambut sang istri, gemas dan lega akhirnya bisa melihat senyum istri nya lagi.
"Jangan marah lagi! Aku tidak kuat, sayang. Kepalaku rasanya mau pecah memikirkan bagaimana caranya agar istri ku ini kembali tersenyum lagi!!" Raga mencubit pipi karin dan menarik nya sedikit
"Aku juga tidak tahan, tapi ini satu satu nya cara agar kamu mengizinkan ku. he he he.." kekeh karin tanpa rasa bersalah.
Cupp
cupp
cupp
Raga mengecup gemas kening dan kedua pipi istrinya, lalu membawa karin dalam pelukan nya.
"Apa aku boleh bertanya ?"
Karin mengangguk pelan masih di posisi dalam dekapan sang suami.
"Kenapa kamu ingin sekali bertemu dengan dia ?" Tentu saja raga penasaran apa alasan istrinya itu ingin sekali bertemu dengan bianca sampai sampai sampai rela mendiamkan nya hanya agar dapat izin bertemu dengan gadis tersebut.
Tapi bukan nya menjawab, karin malah melingkarkan lengan nya di perut sang istri dan di belakang pinggang suaminya, memeluk raga begitu erat.
"Kenapa sayang ??" tanya raga merasa aneh karena pelukan istri nya ini terasa begitu posesif.
"Sejujurnya aku takut, takut kamu yang akan goyah." Air mata karin mulai menggenang, istri mana yang tidak takut jika calon pelakornya saja bentukannya seperti bianca. Dia cantik, tinggi, putih dan meskipun dia koma dalam waktu lama tapi pasti dia akan bisa mengembalikan lagi bentuk tubuhnya seperti dulu. Darimana karina tahu, tentu saja dari foto yang di kirimkan oleh seseorang yang sampai sekarang dia pun tidak tahu siapa orang itu.
"Aku ingin memastikan ketakutan ku, aku tidak mau terus di bayangi rasa ini. Sungguh perasaan ini sangat menyiksaku, mas. Aku jadi over thinking terhadap mu, sejak kamu pergi meninggalkan ku saat itu pikiran ku tidak tenang. Aku terus di bayang bayangi rasa takut yang berlebihan, aku takut kehilangan mu.." Tanpa raga tau kristal bening sudah menetes di kedua pelupuk mata karina. Sungguh cobaan terbesar dari hubungan suami istri adalah orang ketiga. Entah itu wanita atau pria, kedua nya berpotensi untuk tidak setia.
Raga yang sejak tadi tidak bicara, kini mulai memegang tangan sang istri lalu melepaskan tangan karina dari tubuhnya agar mereka bisa kembali saling menatap dan menyelami perasaan masing masing.
Raga mulai menghapus jejak air mata yang jatuh di kedua pipi istri nya. Pria itu tersenyum lalu mengecup kedua kelopak mata karina kiri dan kanan bergantian..
"Aku bersumpah tidak akan membuat kedua mata ini basah lagi karena wanita lain. Aku sungguh mencintai mu, istri ku. Tidak ada nama wanita lain disini, hanya ada nama mu. Sungguh.." Raga menggenggam tangan karin lalu meletakkan tangan itu ke atas dada nya.
Air mata karin kembali menetes, bukan karena sedih melainkan karena ada rasa tenang dan hangat di hati nya mendengar apa yang raga katakan. Dan sekarang yang karin sadari, apapun dan bagaimana pun dia harus mempercayai suami nya. Karena memang itulah dasar suatu hubungan, mereka harus saling percaya dan terbuka.
__ADS_1
Raga kembali membawa karin dalam pelukan nya. "I love you, my wife.." gumam raga seraya mengecup pucuk kepala karin berkali kali..
💮
🍀Di lain tempat..
"eughhh..."
Lira melenguh dan mulai mengerjapkan matanya ketika cahaya matahari memasuki celah celah jendela dan mulai mengganggu penglihatan nya.
Ketika kedua matanya sudah terbuka sempurna, lira mulai menyisir seluruh ruangan mencari keberadaan sang suami.
"Mas..." panggil nya dengan suara serak khas bangun tidur
Karena yang di cari nya tidak ada disana, lira pun segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Sepertinya semalam aku tidur duluan.." gumam lira memikirkan kejadian semalam. Dia ingat setelah berganti baju dia langsung naik ke atas tempat tidur, sementara suami nya masih di kamar mandi. Dan setelah itu ingatan nya terhenti disana. Dia tidak melihat ivan keluar dari kamar mandi apalagi ikut naik ke atas ranjang dan berbaring bersama nya.
Dan pagi ini pun ketika bangun tidur, lira tidak melihat suami nya. Entah kemana pria itu sepagi ini sudah keluar dari kamar dan tidak menunggu nya atau bahkan membangunkan nya dulu.
Memang waktu sudah menunjukkan pukul 7 pagi. Tapi bagi lira ini belum kesiangan, sebab dia pernah bangun jam 11 siang jika ada lembur.
"Okay, perfect!!" gumam lira ketika melihat pantulan dirinya di cermin. Lira benar benar sangat cantik, wajahnya sudah segar dengan rambut yang dia biarkan basah terurai.
Ceklek..
Suara pintu terbuka...
"Kamu sudah mandi ??" tanya seseorang yang tentu nya adalah ivan, suami nya.
"Hem.." jawab lira singkat, dia jadi bad mood ketika mengingat ivan meninggalkan dan tidak membangunkan nya. Padahal tadi lira begitu semangat ingin mencari suami nya di luar kamar.
Ivan menghampiri sang istri lalu menarik lira ke pelukannya. "Apa tidurmu nyenyak ??" tanya ivan yang memang 11-12 dengan raga yang sama sama tidak peka.
"Hem.." jawab lira lagi tanpa mau membalas pelukan suami nya.
Ivan pun melonggarkan pelukan nya namun enggan melepaskan lingkaran tangannya dari tubuh istri nya itu.. "Kenapa, hem ? Kamu marah ??" tanya ivan lagi dengan wajah innocent. Ya, dia memang tidak tahu dimana letak kesalahan nya. Semalam lira lah yang meninggalkan nya tidur lebih dulu dan membuat nya harus mengubur mimpi karena tidak bisa merasakan sekedar bermesraan dengan sang istri sebelum mereka sama sama memejamkan mata.
__ADS_1
Lira cemberut. "Kamu darimana ?? Dan kenapa tidak membangunkan ku ??"
Ivan tersenyum lucu melihat wajah istri nya yang di tekuk seperti itu.. "Tadi aku berolahraga sebentar sambil menunggu kamu bangun. Aku tidak tega membangunkan mu, pasti kamu sangat lelah." jawab ivan jujur, dia memang baru selesai berlari pagi bersama adik perempuan nya menyusuri jalanan di daerah rumah ibu nya tersebut.
Cupp
Ivan lalu menyambar bibir lira yang terus saja cemberut padahal dia sudah mengatakan yang sebenarnya.
"YA.." pekik lira saat ivan sudah melepaskan kecupan nya. "Aku masih kesal. Kenapa kamu malah mencium ku ??"
"Karena aku merindukan mu. Sejak semalam aku menahan diri untuk tidak menikmati ini.." Ivan menyentuh bibir lira dengan jari nya lagi
"Maaf semalam aku tidur duluan.."
"Sssttt.. Kamu tidak perlu minta maaf, sayang. Aku juga lelah semalam, tapi sekarang aku begitu fit dan siap untuk merasakan kembali manisnya bibirmu.."
Kedua mata lira kembali melebar, ivan lagi lagi mengatakan sesuatu yang di luar dari perkiraan BMKG 😅.
Lalu sedetik kemudian ivan langsung menyambar bibir lira dengan buas, ciuman itu begitu menuntut hingga ivan menekan tengkuk lira agar ciuman nya semakin dalam.
Lira pun membalas pagutan itu, mereka saling menyesap dan m e l u m a t menikmati moment yang terlewatkan semalam.
Tangan ivan yang lain menekan pinggang ramping sang istri agar tubuh wanita nya itu semakin menempel dengan tubuh nya.
Dan saat mereka sudah sama sama kehabisan oksigen, ciuman itu pun terhenti namun bibir mereka masih menempel,
"Kita lanjutkan nanti di Bali. Aku akan membuat mu menjadi milik ku seutuh nya." gumam ivan di atas bibir lira..
Lira tersenyum. "Bukankah aku sudah menjadi milikmu.."
"Ini belum.." Ivan menyentuh sekilas area paling sensitif sang istri, membuat lira membeku dan merasakan tubuhnya bergetar hebat..
Ivan menyunggingkan senyumnya, menggoda istri nya yang super galak itu memang sangat menyenangkan dan itu telah menjadi hobi baru bagi nya.
Cupp..
"Aku mandi dulu.." Ivan mendaratkan kecupan di pipi lira,
__ADS_1
"YA.. Kenapa kamu mesum sekali!!" protes lira karena lagi lagi melihat sisi lain ivan..
"Mesum sama istri sendiri tidak ada salah nya kan ? Dan aku tidak seperti ini selain dengan mu.." gumam ivan sebelum masuk ke kamar mandi. Di balik pintu ivan kembali tersenyum puas, istri nya itu sungguh sangat lucu jika sedang salah tingkah.