
Visual Nona Lira... Si Good Girl yang berubah menjadi Bad Girl karena Trauma masa lalu nya..
*OOTD lira saat pergi menyusul sahabatnya ke King View Hotel yang berada di kota B...
Harap di maklum ya dengan outfit yang di pakai gadis yang satu ini, dia masih tersesat dan belum menemukan seseorang yang bisa membuatnya kembali ke jalan yang lurus 🤭
Happy reading 🥰🥰🥰
💮
🍀
Setelah menarik lira dari dalam kamar nyonya nya, kini ivan sudah berada di dalam lift berdua bersama dengan wanita itu...
"Kenapa kau suka sekali menarik tangan ku.." kata lira setelah menghempaskan tangan kekar pria itu..
"Sudah ku bilang jangan ganggu nyonya karin dan tuan raga. Kenapa kamu bebal sekali, apa tidak mengerti bahasa manusia...??"
Deg!!
"Astaga..!! Kenapa mulutnya pedas sekali.."
Lira memutar bola mata nya malas, "Heh..!! Kau ini hanya asisten. Tidak perlu melakukan hal yang berlebihan seperti itu..!! Ck, dasar menyebalkan..!!" balas lira tak kalah sengit
Tingg...
Pintu lift terbuka, mereka berdua pun kembali ke lobby hotel lagi...
"Mau kemana ???" tanya ivan datar
"Bukan urusan mu..!!" ketus lira berlalu meninggalkan pria itu..
"Astaga.. Hujan nya lebat sekali. Perasaan tadi masih terang..." gumam lira ketika dia keluar dari hotel tiba tiba hujan turun dengan sangat lebat..
"Mas, bisa tolong bawakan mobil saya kesini..??" tanya lira pada petugas valet. Lira menyesal kenapa tadi dia parkir di tempat terbuka dan agak jauh dari pintu masuk hotel tersebut, akhirnya sekarang dia yang susah sendiri.
"Bisa nona, tapi mohon di tunggu sebentar ya.." kata seorang pria yang memakai seragam bertuliskan King View Hotel di dada sebelah kanan nya...
"Angin nya kencang sekali..." Lira memeluk tubuh nya sendiri karena kedinginan. Meskipun dia memakai jaket jeans yang lumayan tebal tapi tetap saja angin yang kencang bersamaan dengan derasnya hujan membuat tubuh nya kedinginan. Apalagi jaket itu tidak di kancing kan di bagian depan nya membuat tubuh bagian depan lira terekspose sempurna karena tiupan angin. Belum lagi bagian kaki jenjang nya yang semakin membuatnya terlihat begitu sexy dan menggoda, wanita itu hanya memakai rok yang panjang nya jauh di atas lutut...
Tiba tiba
Deg!!
Lira terkejut ketika ada seseorang yang memakaikan jas di tubuh bagian belakang nya...
__ADS_1
"Ck!! Menyusahkan...!!" kata orang itu pada lira
Lira mengerutkan kening nya..
"Astaga.. Kenapa jantung ku berdebar seperti ini..." batin lira ketika melihat siapa pemilik jas tersebut..
"Sudah tahu tidak kuat dingin, tapi kenapa selalu berpakaian seperti itu.." sambung pria itu lagi membuat lira yang awalnya merasa terharu kembali jadi kesal..
"Urus saja urusan mu sendiri...!!" kata lira seraya melepaskan jas itu kemudian memberikan lagi pada si empunya
"Apa kamu tidak malu, tubuh mu itu sejak tadi sudah menjadi tontonan gratis para pria hidung belang di sini..!!"
"Aku tidak perduli..!!" jawab lira cuek
"Dasar keras kepala..!!" pria itu kembali memakaikan jas ke punggung lira lalu menarik jas bagian depan nya agar menutupi dada wanita itu...
Beep!! Beep!!
Ponsel pria itu tiba tiba berdering..
"Apa ?? Baik nyonya, saya segera kesana..!!"
Sudah bisa di tebak bukan siapa pria itu ? Ya, dia Ivan, asisten pribadi raga. Dari kejauhan ivan terus memperhatikan lira dengan tatapan yang sulit di artikan. Entah apa yang ada di pikiran pria itu, semua masih menjadi rahasia nya sendiri.
"Nona silahkan ini kunci mobil nya..." petugas valet itu memberikan kunci mobil lira lagi dan lira pun langsung membayar biaya parkir petugas valet tersebut
"Mau kemana ??" tanya ivan lagi
"Hei..!! Mau kemana ??" tanya ivan lagi menarik kembali pergelangan tangan wanita itu..
"Astaga..!!" lira sangat kesal, pria itu benar benar menguji kesabaran nya..
"Aku mau kembali ke kota J. Jadi lepaskan tangan mu itu..!!"
"Apa kau tidak lihat hujannya sangat deras..???"
Lira benar benar bingung dengan sikap pria di hadapan nya saat ini. Setelah 10 tahun lama nya mereka saling bertemu tanpa pernah menyapa satu sama lain, tapi kenapa di percakapan mereka untuk pertama kali nya terasa sangat menyebalkan.
Beep Beep...
Ponsel ivan terus berdering..
Ivan melihat sekilas ke layar ponsel nya,
"Aku titip jas ku. Jangan pergi kemana pun sebelum aku mengambil nya..!!" kata ivan pada gadis tersebut. Setelah mengatakan itu, ivan kembali masuk ke dalam hotel dengan terburu buru...
Lira yang masih kebingungan hanya bisa menatap punggung ivan yang semakin menjauh dan menghilang masuk ke dalam lift...
"Dasar cowo aneh..!!"
__ADS_1
💮
🍀Di kamar karina...
"Saya sudah meminta pihak hotel untuk mendatangkan dokter kesini, nyonya. Mungkin sebentar lagi dokter itu datang..." kata ivan setelah pria itu masuk ke kamar nyonya nya..
"Van, sebenar nya mas raga kenapa ?? Kenapa dia tiba tiba pingsan seperti ini ??" tanya karin dengan wajah yang penuh dengan kekhawatiran..
Ivan lalu menceritakan pada wanita itu apa yang terjadi pada tuan nya sebelum mereka tiba di kota B.
Karin begitu shock mendengar informasi dari ivan bahwa suami nya ternyata sedang sakit. Dan wanita itu pun sangat menyesal kenapa tadi membiarkan raga meminum minuman beralkohol nya dalam keadaan perutnya yang kosong.
Kurang dari 10 menit, dokter pun datang ke kamar karina bersama satu orang staf hotel yang mendampingi nya..
"Saya sarankan, pasien segera di bawa ke rumah sakit dan melakukan perawatan secara intensif..." kata dokter setelah memeriksa keadaan raga..
"Bagaimana nyonya ??" tanya ivan..
Karin langsung mengangguk cepat, "van, persiapkan semuanya. Kita bawa suamiku ke rumah sakit malam ini juga..!!"
"Tidak perlu. Aku baik baik saja.." ucap raga yang tiba tiba sudah membuka mata nya..
"Mas..." karin langsung duduk di sisi tempat tidur..
"Hei. Kenapa kamu menangis lagi, hem ??" tanya raga mengangkat tangannya yang sudah terpasang infus untuk menghapus air mata di pipi sang istri..
"Kamu jahat..!!" kata karin dalam tangisan nya..
Melihat keadaan tuan nya yang sudah siuman, ivan dengan sigap langsung meminta dokter dan staf hotel keluar dari kamar nyonya nya itu...
"Jangan menangis lagi ya, aku tidak apa apa. Mungkin hanya kelelahan.." kata raga mencoba menenangkan karin yang terus menangis
"Kenapa kamu minum itu tadi, hah ?? Seharusnya kamu tidak meminum nya..hiks..hiks.."
Raga tersenyum, "Lebih baik aku yang merasakan sakit ini, daripada harus melihat kamu meminum minuman haram itu..!!"
Deg!!
"Maaf.. Hiks..hiks.. Aku tidak tahu kalau kamu sedang sakit.."
Raga langsung menarik karin ke dalam pelukan nya, "Sstttt.. aku baik baik saja, sayang. Sudah ya jangan menangis lagi..!!"
Meskipun merasakan sakit yang teramat di perut nya, tapi raga senang ada seseorang yang sangat mengkhawatirkan nya sekarang. Tidak masalah bagi nya jika harus merasakan sakit ini terus menerus asalkan karin tetap ada di samping nya seperti saat ini.
🍀Di luar kamar..
"Terimakasih dokter, saya sudah memesan kamar untuk dokter. Saya minta malam ini dokter standby, jika tuan raga mengalami hal seperti tadi saya minta dokter segera datang..!!" kata ivan pada dokter itu..
Karena di bayar sangat mahal, dokter itu pun menerima tawaran ivan. Apalagi dia di fasilitasi kamar hotel yang sangat nyaman. Biarlah malam ini klinik 24 jam milik nya yang berada di sebrang hotel ini tutup sementara. Anggap saja ini sebagai liburan setitik bagi dokter itu.
__ADS_1
Setelah dokter itu pergi, ivan pun kembali ke lobby untuk menemui wanita yang tadi dia titipkan jas nya..