Sebatas Menikahi

Sebatas Menikahi
Part 79


__ADS_3

Deg


Karin terdiam mendapat pertanyaan mendadak dari putra nya. Karin tahu kenan bukan anak yang mudah di bohongi. Karin pun mulai memposisikan duduk berhadapan dengan kenan..


Karin menjelaskan, wanita itu memberitahu putra nya bahwa dia akan melanjutkan pendidikan nya di luar negeri, tepat nya di negara Roma, Italia. Dan kenan pun akan melanjutkan sekolah nya di negara itu juga.


Kenan sangat shock. Dia hanya diam menatap intens ukiran wajah mama nya..


"Kamu harus ikut dengan mama, sayang. Mama tidak punya siapapun lagi selain kamu. Mama mohon..." karin memohon pada putra nya sambil memegang kedua tangan mungil bocah itu..


Kenan hanya diam. Lalu sedetik kemudian memalingkan wajah nya dari karin..


Deg


Karin langsung yakin, pasti kenan tidak setuju.


"Ken, maafkan mama.."


Melihat kenan yang shock, karin pun mengurungkan niatnya kali ini. Dia akan mencoba bicara lagi dengan putra nya itu nanti. Lagi pula waktu nya juga masih panjang sebelum mereka benar benar pergi ke Roma.


"Hari ini kamu tidak usah sekolah, ya ? Nanti mama akan menghubungi kepala sekolah untuk meminta izin.."


Kenan tidak menjawab. Pandangan nya tak teralihkan dari sisi jendela mobil tersebut.


Setelah 30 menit perjalanan, mobil karin sudah tiba di salon milik nya..


"Ma, ken mau sekolah.." kenan bersuara lagi ketika mobil karin sudah terparkir sempurna di depan salon nya..


"Tapi..."


"Ma, please. Ken mau sekolah..!!" ken mengulangi kalimat nya.


Melihat tatapan kenan yang seperti memohon, karina pun akhirnya kembali menyalakan mesin mobil nya dan mengendarai mobil itu menuju sekolah putra nya. Padahal waktu sudah menunjukkan pukul 9 pagi, dan karin pun tadi sudah menghubungi pihak sekolah kenan tidak bisa masuk hari ini.


Apa boleh buat, karin tidak ingin semakin membuat kenan sedih.


"Sayang, mama antar ya ?" Mobil karin sudah berhenti di depan sekolah putra nya. Karin menawarkan diri mengantar kenan sampai ke depan kelas..


Kenan menggeleng cepat.. "Tidak usah ma. Ken sendiri aja. Ken masuk ya ma.." kenan pun keluar dari mobil mama nya dengan cepat. Bahkan anak itu lupa untuk mencium pipi dan punggung tangan mama nya..


Deg


Karin menatap kenan dengan tatapan sedih..


"Aku merasa gagal menjadi seorang ibu. Aku memaksakan kehendak ku pada kenan hingga membuat dia terluka.."


Karin semakin bimbang. Dia tidak mungkin pergi tanpa putra nya kecil nya itu.


Setelah melihat kenan masuk, karin kembali melajukan kendaraan nya menuju salon lagi. Tadinya karin tidak ingin bekerja hari ini, tapi dia tidak punya tujuan lain selain ke salon nya..


🍀2Sis Beauty Salon..


Karin masuk seperti biasa di sambut oleh beberapa karyawan nya. Dari sudut lain lira sang sahabat langsung menghampiri..


"Rin, di ruangan mu ada suami mu. Dia sudah menunggu mu sejak salon buka..!!" Lira yang sedang berada di lantai 1 salon milik nya langsung memberitahu karin bahwa suami sahabatnya itu sedang menunggu nya di atas.


Karin mengerutkan kening nya. Tadi sewaktu karin datang pertama bersama kenan, karin tidak melihat ada mobil raga di parkiran salon nya.


"Cepat temui!! Tadi aku lihat dia membuka laptop mu!!"


Deg


Tanpa mengatakan apapun, Karin langsung berlari menuju lantai 2 ruangan nya. Seketika karin menyesal meninggalkan benda pribadi nya tersebut. Padahal biasanya dia selalu membawa laptop nya kemana pun dia pergi. Karena disana banyak file penting termasuk file salon salon nya..

__ADS_1


Brug!!


Karin mendorong pintu cukup kencang. Benar saja, suami nya tengah duduk di kursi kebesaran nya sambil menatap layar laptop milik nya..


"M-mas..." karin berjalan mendekat lalu sedetik kemudian wanita itu menutup laptop nya dengan kasar..


"Kenapa kamu membuka barang pribadi ku ??" pekik karin langsung menuntut penjelasan.


"Aku sudah membatalkan keberangkatan mu ke Roma!! Aku tidak mengizinkan nya!!"


Deg


"MAS!!" Karin membentak suami nya. Saat ini kemarahan nya sudah sampai pada puncak nya.


"Kamu istri ku. Tidak boleh pergi tanpa seizin dari ku!!"


Karin tersenyum getir seraya menggeleng kan kepala nya..


"Dapat izin atau tidak, aku akan tetap pergi dari mu!!" Karin menatap raga dengan kilatan kemarahan di kedua manik mata nya. Beberapa detik mereka saling bertukar tatapan tajam satu sama lain..


Lalu raga menarik tangan istri nya, memaksa karin untuk mengikuti langkah kaki nya yang panjang..


Karin berusaha tenang, sebab dia tidak mau membuat keributan di salon nya.


"Masuk!!" pekik raga sesaat setelah mereka sudah tiba di parkiran..


"Tidak mau!! Kamu jangan memaksaku !!" Karin langsung menolak ketika mereka sudah berada di luar. Di sudut sana lira hanya bisa menatap sahabatnya, sebab saat ini dia sudah tahu rencana raga.


Cupp..


Raga langsung menyambar lalu ******* bibir karin yang sejak tadi terus menolak nya..


"Masuk aku bilang!!" Karin yang terkejut pun hanya bisa pasrah. Dia tidak mengerti kenapa tubuh nya selalu menginginkan sesuatu yang lebih dari suami nya, padahal hati dan pikiran nya menolak hal itu.


"Siapkan pesawat sekarang juga !!"


Setelah sambungan itu terputus, raga berjalan memutar dan duduk di kursi pengemudi..


Di dalam mobil hanya ada keheningan, mereka terlalu sibuk dengan pikiran mereka masing masing. Tapi yang pasti kedua nya di selimuti kemarahan..


"Untuk apa kita ke bandara ?? Kita mau kemana, mas ??" tanya karin saat raga menghentikan laju kendaraan nya tepat di depan pintu masuk bandara..


"Turun!!" Raga turun lebih dulu kemudian membuka pintu mobil untuk karin, lalu menarik tangan sang istri agar wanita itu mau turun dari mobil..


"Kenapa kamu sejak tadi membentak ku, hah ??" karin kesal karena suami nya itu terus berbicara dengan nada tinggi


"Karena kamu selalu menolak ku dan tidak mendengar kan aku !!" Raga kembali menarik tangan sang istri, meski tidak sampai menyakiti tapi karin tetap terseret dengan langkah panjang pria tersebut


"MAHENDRA AIR"


Karin membaca tulisan berhuruf Kapital di badan pesawat di hadapan nya..


Deg


Karin takut untuk kembali bertanya, tapi dia tidak mungkin diam saja. "Mas, aku tidak mau pergi kemana pun!!" Karin menahan tangan suami nya..


Hushhh!!


Raga mengacuhkan ucapan karina. Pria itu malah mengangkat tubuh karin seperti mengangkat karung beras..


"Mas, turunkan aku!!" Karin berontak meminta di turunkan. Alasan pertama, tentu saja karena dia takut jatuh. Dan alasan kedua karena saat ini mereka tengah menjadi fokus utama puluhan pasang mata yang juga berada di bandara tersebut.


"Diam dan berhentilah bergerak atau kamu akan jatuh!!"

__ADS_1


Karin akhirnya diam. Dia tidak ingin membuat keributan disana. Dia pun akhirnya berpegangan ke baju belakang suami nya, menarik sedikit kain baju tersebut. Raga menyunggingkan senyum nya ketika merasakan karin sudah tidak lagi berontak.


🍀Di dalam pesawat..


"Mas, kita mau kemana ??" pesawat sudah lepas landas, karin masih terus bertanya pada suami nya kemana tujuan mereka pergi..


"Bulan madu..!!" jawab raga singkat, pria itu kini tengah memejamkan kedua mata nya sambil melipat tangan di atas dada..


"Hah ?? Kamu jangan bercanda!! Aku tidak mau bulan madu. Aku mau pulang!!" Karin bangun dari duduk nya dan hendak berjalan menuju pintu keluar pesawat..


Hushh.


Raga menarik tangan sang istri, hingga wanita itu jatuh ke pangkuan nya. Saat ini mereka ada di ruangan private di dalam pesawat..


Raga lalu melingkarkan tangan nya di pinggang sang istri dan menjatuhkan kepala nya di ceruk leher wanita itu..


"I miss you so much.." gumam raga dengan mata terpejam. Karin tidak merespon, dia hanya diam, kedua tangan nya pun seolah enggan membalas pelukan pria itu. Wanita itu masih marah.


"Aku minta maaf, sayang. Kamu benar, mungkin jika aku yang melihat mu memegang tangan pria lain seperti itu aku pasti sudah hilang kendali." Raga mendongakkan kepala nya menatap wajah sang istri.


"Aku tidak akan melakukan nya lagi!! Aku akan memutus hubungan dengan wanita manapun di dunia ini kecuali kamu dan ibu. Maaf..." raga menjatuhkan setitik air mata nya. Dia benar benar merasa bersalah.


Tanpa sadar karin pun meneteskan air mata nya.. "Aku tidak suka kamu pergi begitu saja meninggalkan ku.. hiks..hiks.. Kamu jahat!!"


Raga langsung memeluk tubuh istri nya yang masih berada di pangkuan nya dengan sangat erat.. "Iya sayang. Please maafkan aku. Aku tidak akan seperti itu lagi!!"


"Bagaimana kalau aku membalas apa yang kamu lakukan ?? Kamu harus merasakan dulu bagaimana rasanya menjadi aku!!"


Raga menggeleng cepat.. "NO sayang!! Jangan seperti itu!! Aku tidak mau!!"


"Kamu kan belum tahu rasanya bagaimana melihat suami sendiri memegang tangan wanita lain dengan begitu erat. Aku akan melakukan nya seperti yang kamu lakukan tepat di depan mu!!"


Deg


Air mata raga semakin mengalir deras. Sungguh dia tidak mau melihat hal itu. Karin milik nya, istri nya. Tidak boleh ada satu pria pun yang menyentuh milik nya. Tapi yang menjadi pertanyaan nya sekarang, dari mana istri nya itu tahu raga memegang tangan bianca ketika di rumah sakit.


"Jika itu terjadi aku bersumpah akan memotong tangan pria itu!!"


Bugh!!


Karin memukul dada suami nya.. "Kamu jahat!! Aku ingin kamu merasakan apa yang aku rasakan!!"


"Aku sudah merasakan nya. Kamu mengabaikan ku, kamu tidak mendengarkan aku, kamu memalingkan wajah dari ku, kamu terus membentak ku. Aku merasakan sakit yang sama, sesak yang sama seperti yang kamu rasakan."


Hiks.. Hiks..


Tangis karin pecah. Dia akui memang kemarin dia sudah sangat keterlaluan pada suami nya, seolah tidak menghargai raga sebagai kepala keluarga.


"Please sayang. Aku tidak kuat terlalu lama kamu acuhkan seperti ini.."


Raga kembali memeluk karin


Beberapa detik kemudian, karin melingkarkan tangan nya di leher sang suami.


"Jika hal ini sampai terjadi lagi, aku juga bersumpah tidak akan pernah memaafkan mu dan akan pergi jauh sampai kamu tidak bisa menemukan ku lagi!!"


"Iya sayang. Aku bersumpah demi keluarga kecil kita, hal seperti ini tidak akan pernah terjadi lagi!!"


Cupp


Raga mendaratkan bibirnya di bibir sang istri..


"Aku sangat merindukan mu, sayang. I really really want you..."

__ADS_1


__ADS_2