
🍀Di Mall X..
Sesuai janji yang sudah di sepakati antara karina dan bianca, saat ini mobil yang di kendarai raga sudah terparkir sempurna tepat di depan mall tersebut.
"Sayang, kamu yakin tidak apa apa ??" raga sudah dua kali memberikan pertanyaan yang sama pada karina. Pria itu takut pertemuan sang istri dengan gadis itu akan mengganggu kehamilan nya.
"Mas, percaya pada ku. Aku pasti baik baik saja, lagi pula kan ada kamu.."
Meskipun masih ragu, raga akhirnya kembali menuruti permintaan sang istri.
Karin melingkarkan tangan nya di lengan sang suami, mereka berjalan beriringan menuju restoran yang Bianca pilih.
Deg!
"Kak raga.." suara wanita memanggil nama raga dengan lantang nya.
Sontak raga dan karina langsung menoleh.
Terlihat dari kejauhan, seorang gadis dengan kursi roda nya tengah melambaikan tangan pada karina dan raga. Tunggu, tunggu, bukan pada karina dan raga, melainkan hanya pada pria tampan dan gagah yang berada di samping karin.
Jantung karin berdetak sangat kencang. Sungguh dia tidak menyangka hari ini akan tiba, pertemuan pertama dengan wanita yang terus membayangi hubungan nya dengan sang suami.
Tanpa karina sadari, tangannya semakin erat memegang lengan sang suami. Raga yang merasakan sedikit sakit di lengan nya pun menarik tangan sang istri lalu menautkan jemari nya ke sela sela jari karina.
Mereka pun berjalan perlahan menghampiri bianca. Tiba tiba saat karina dan raga sudah berada di depan bianca, gadis itu bangun dari kursi roda nya. Mengejutkan, bianca berdiri.
"Kak..." ucap nya dengan tangan terulur seperti hendak memegang pipi raga
Raga reflek menepis tangan bianca, meskipun pelan namun membuat bianca mematung dengan tangan yang masih mengambang di udara.
"Kak..." lagi bianca hanya bisa mengucapkan satu kata itu. Kedua netranya mulai menggenang.
"Sebenarnya apa yang ingin kamu katakan pada istri ku ?" tanya raga to the point.
__ADS_1
Bianca menggeleng dengan kedua mata nya yang sudah basah. "Kenapa kakak bicara dengan nada seperti itu ? Apa kakak tidak merindukan ku ??"
Raga menggeleng cepat. "Tidak sama sekali! Kamu pun pasti tau itu.."
"Puas kamu karina!! Kamu sudah merebut kak raga dari ku! Kamu menghancurkan masa depan ku!!"
Deg!
Karin yang sejak tadi hanya diam, langsung di kejutkan dengan rentetan perkataan bianca yang menusuk hati nya. Kedua mata karina pun sudah memerah dan menggenang.
"STOP BIANCA! Jangan mengatakan hal yang buruk tentang istri ku! Sejak awal aku tidak pernah menaruh hati pada mu!"
"Apa kakak tidak merasa bersalah sudah membuat ku hampir mati, hah ?? Kak Raga benar benar tidak punya hati!"
"Bi, kenapa seperti ini! Katanya kamu hanya ingin berkenalan dengan karina, tapi kenapa kamu mengatakan hal yang tidak tidak!!"
Deg!
"Pak anton..."
"Sorry, ga. Aku tidak tau kalau bianca akan mengatakan hal buruk pada karina.." ucap anton merasa bersalah pada raga. "Karin, maafkan adik ku. Dia masih belum sembuh total, mungkin pikiran nya masih terganggu.."
"Tidak, kak! Memang benar, dia, wanita itu sudah merebut kak raga dari ku. Aku berjanji akan menghancurkan hidupnya..!!" Bianca mencoba mengangkat tangan nya untuk menyakiti karin, dan dengan sigap raga langsung memeluk karina dan menyembunyikan istri nya itu dalam dekapan nya.
"Jangan coba coba kamu menyakiti istri ku atau kamu benar benar akan berhadapan dengan ku!!" tegas raga dengan tatapan membunuh, sungguh bianca sangat keterlaluan, jika saja raga tidak ada, mungkin saat ini karin sudah terluka dan membuat dia menyesal seumur hidupnya karena membiarkan sang istri bertemu dengan gadis itu.
"Anton! Jika sampai terjadi sesuatu pada kandungan istri ku karena pertemuan ini. Aku tidak segan segan menuntut adik mu dan memenjarakan nya.!! Aku tidak perduli dia sakit atau apapun! Ingat itu!!"
Deg!
Bianca mematung di tempat nya,
"Apa ? Karina hamil ?" batin anton yang sebenarnya masih sangat mengharapkan karina untuk menjadi milik nya.
__ADS_1
Setelah mengatakan itu, raga langsung membawa sang istri keluar dari restoran. Beruntung nya restoran itu sudah di booking oleh keluarga muller, alias antonio selama 2 jam, khusus untuk pertemuan mereka ini. Jadi tidak ada siapapun yang melihat pertengkaran mereka selain para pelayan restoran tersebut.
"Sayang, kamu tidak apa apa, kan ??" tanya raga dengan wajah yang sangat khawatir
Karin mengangguk pelan..
"Sudah ku bilang, dia itu bukan orang yang bisa di ajak bicara! Aku sudah memperingatkan mu! Bagaimana kalau tadi aku tidak ada, hem ?"
Raga benar benar marah, sampai tidak sadar meninggikan nada bicara nya pada sang istri. Dan tentu saja membuat karina menangis detik itu juga.
"Hiks..hiks...Aku tidak tau akan jadi seperti ini.." Karin menangis sesenggukan, padahal dia tidak mengatakan apapun disana, bianca sama sekali tidak membiarkan nya bicara.
Deg!
Raga tersadar telah membentak karin. Padahal bukan begitu maksud nya. Tentu saja, raga tidak marah pada sang istri. Dia marah pada diri nya sendiri yang tidak bisa menjaga karina dengan baik, meskipun belum sempat bianca menyakiti karin tapi tetap saja raga sangat khawatir.
"Maaf, sayang. Bukan begitu maksud ku.." ucap raga menyesal telah membentak karin, raga mengulurkan tangan nya untuk mengusap kepala sang istri yang terus menangis, namun belum sempat telapak tangan nya menempel ke kepala karina, wanita itu sudah lebih dulu menghindar seperti tidak mau di sentuh oleh nya.
"Aku mau pulang!!" ucap karin di sela sela tangisan nya, wanita itu langsung memalingkan wajah nya melihat ke luar jendela. Mungkin diri nya yang terlalu sensitif karena sedang hamil, atau mungkin raga memang keterlaluan membentak nya padahal karin merasa tidak melakukan kesalahan apapun.
💮
🍀
🍀
Bonus bonus bonus 🎉🎉🎉🎉
Sesuai request'n, otor malam ini double up ya gengs..
Terimakasih banyak yang sudah nyempetin komentar, beneran deh baca komentar kalian bikin imun ku naik 🤗🤗🤗🥰🥰🥰
Mohon maaf jika komentar komentar nya belum sempet otor balas semua, nanti kalau ada waktu senggang otor balesin lagi satu satu 💜
__ADS_1
Mungkin besok atau lusa novel ini akan tamat ya kakak kakak sekalian, tenang aja, seperti yang pernah otor bilang, semua novel otor tanpa kecuali pasti akhir ceritanya akan bahagia, mau itu First Lead Couple atau pun Second lead couple nya pasti akan happy ending..
See you 💜💜💜