Sebatas Menikahi

Sebatas Menikahi
Part 91


__ADS_3

Lira sudah berusaha menenangkan suami nya, namun rupa nya ivan masih terbakar api cemburu, terlebih dia melihat sendiri pria brengsek itu menyentuh istri nya.


Ivan sudah meminum habis sebotol air mineral yang tadi di minta lira pada karyawan nya, tetap saja kepala dan hati nya terasa panas seolah tidak pengaruh dengan air dingin yang dia tenggak tadi.


"Sayang, plisss jangan marah lagi. Lupakan saja kejadian tadi.." lira mencoba lagi membujuk ivan


"Berani sekali dia menyentuh istri ku!! Aku tidak terima!!"


Deru nafas ivan semakin memburu, jujur lira takut melihat wajah ivan yang begitu merah karena amarahnya.


"Ini cara terakhir.." Lira membatin, dan sedetik kemudian dia langsung naik ke atas pangkuan sang suami, duduk tepat menghadap wajah ivan. Setelah berbagai macam bujukan yang gagal, lira memakai cara yang mungkin menurunkan harga diri nya di mata ivan. Biarlah, toh pria yang berada di hadapan nya ini adalah suami nya, suami yang sah di mata agama dan negara.


Ivan begitu terkejut melihat lira tiba tiba naik ke atas pangkuan nya. Pria itu pun mematung dengan wajah polosnya yang kebingungan..


Lira mulai mengusap dada ivan perlahan.. "Apa masih marah ??" tanya lira menatap wajah sang suami dengan kedua tangan nya yang terus bergerak gerak di dada bidang ivan


Ivan tidak menjawab, ada gelenyar aneh yang di rasakan pria itu untuk pertama kali nya. Mungkin bagi lira ini sudah biasa, tapi bagi ivan semua yang dilakukan nya dengan lira itu adalah yang pertama.


Oh, tidak. Meskipun lira sudah sering berganti ganti pria namun dengan ivan semua terasa berbeda. Dia melakukan nya dengan cinta dan bukan karena keinginan untuk balas dendam atas sakit hati yang pria di masa lalu nya lakukan dulu.


Kini bukan hanya deru nafas ivan yang memburu, lira pun merasakan ketegangan yang luar biasa mana kala merasakan ada benda keras di bawah sana dan itu sontak membuat duduk lira menjadi tidak nyaman.


Deg!


Lira mengalihkan pandangan nya saat tidak sanggup lagi menatap mata suami nya. Wanita itu tau, jika terus di posisi seperti ini pasti akan ada kelanjutan nya. Dan sebelum itu terjadi lira memutuskan untuk bangun dari pangkuan sang suami.


"Mau kemana, hem ??" tanya ivan kembali menarik lira dan akhirnya wanita itu pun duduk lagi di posisi nya tadi.. "Sudah menggoda ku, dan mau pergi begitu saja..."


Lira menjadi salah tingkah, dia kini yang membeku.


Ekhemm..


Lira sengaja berdehem untuk mencairkan kembali suasana yang begitu menegangkan. "Kamu sudah tidak marah lagi, kan ??" tanya lira memberanikan diri melingkarkan tangan nya di leher sang suami.


Ivan menggeleng pelan lalu tersenyum.. "Kamu membuat ku lupa dengan kemarahan ku, tadi." Ivan menyentuh hidung lira dengan ujung hidung nya. "Maaf. Aku benar benar tidak suka ada yang menyentuh kamu seperti tadi." Ivan memainkan surai lira dan memilinnya pelan


Lira menyugar rambut suami nya dari depan ke belakang, "Aku mengerti. Aku pun pasti akan marah seperti itu. Aku minta maaf karena masa lalu ku yang membuat kamu tidak nyaman.." lira menjadi sedih. Seandainya dia tidak pernah mengenal james, mungkin tidak akan ada drama seperti ini.

__ADS_1


"Sssttt.. Tidak apa apa sayang, itu hanya masa lalu, dan aku tidak tertarik dengan kehidupan mu di masa lalu. Aku hanya tertarik dengan lira yang sekarang.."


Lira menyunggingkan senyum nya, dan tiba tiba saja wajah mereka semakin dekat dan sudah tanpa jarak lagi.


Hembusan nafas hangat dari keduanya saling menyapu wajah mereka bergantian, lalu...


Cupp!


Ivan memberanikan diri untuk mengecup bibir lira lagi. Meskipun ini bukan yang pertamapria itu mencium istri nya, namun ivan merasakan ada rasa yang berbeda. Dan tanpa di minta, lira perlahan membuka sedikit mulut nya. Ivan tidak menyianyiakan kesempatan, dia pun memasukkan l i d a h dan menyapu setiap inci rongga mulut sang istri. Pun begitu dengan lira, bergantian dengan suami nya, wanita itu pun memasukkan l i d a h nya dan terus bertukar saliva sampai beberapa saat.


Tiba tiba...


Ceklek..


Suara pintu di buka dari luar..


Deg!


"ASTAGA!! SORRY..."


Lira dan ivan pun reflek melepaskan ciuman panas mereka..al


Suara pintu ruangan yang kembali di tutup dengan kencang.


Lira menggigit bibir bawahnya lalu menjatuhkan kening di bahu sang suami..


"Siapa ??" tanya ivan sambil melingkarkan tangan di punggung istri nya


"Karina!!" jawab lira lesu, bukan karena malu karena karin melihat apa yang terjadi tadi, tapi karena kedatangan sahabat nya yang tiba tiba itu sudah mengganggu kegiatan panas lira dan suami nya. Padahal baru saja lira merasakan nikmat nya berciuman dengan ivan, eh sudah harus berakhir begitu saja.


"Temui dulu, nanti kita lanjutkan lagi.." bisik ivan membuat bulu kuduk lira tiba tiba meremang..


Suami nya seolah tau apa yang di inginkan istri nya. Atau mungkin ivan pun merasakan apa yang di rasakan lira.


Lira pun tersenyum, lalu ivan membantu sang istri untuk kembali bangun dan berdiri..


"Eh, tunggu!! Bukan nya karin bulan madu.." Saat tersadar lira langsung berlari keluar meninggalkan suami nya seorang diri.

__ADS_1


Tok tok tok..


Lira mengetuk pintu, tapi tanpa menunggu di perbolehkan lira pun segera membuka pintu dan masuk ke ruangan sahabatnya..


"YA..." Lira begitu terkejut melihat karin tengah duduk di kursi putarnya..


"Sorry, ra. Sumpah aku gak tau kamu lagi indehoy sama suami mu.."


Lira berjalan cepat menghampiri karin, lalu...


Grep!!


Lira setengah membungkuk memeluk sahabatnya, sungguh dia sangat merindukan karina.


Karin bingung, pasal nya karin mengira lira akan marah padanya. Sungguh karin tidak tau kalau ada ivan di ruangan lira, tadi saat karin tiba salah seorang pegawai nya bilang bahwa lira ada di ruangan dan salah nya karin pun tidak menanyakan dengan siapa lira datang.


"Aku kangen banget sama kamu, rin.." Lira perlahan melepaskan pelukan nya. Kedua netranya sudah basah oleh cairan bening.


Melihat sahabatnya menangis, karin langsung berdiri lalu menghapus jejak air mata di kedua pipi lira.


"Aku juga kangen banget sama kamu, ra.." kini karin yang memeluk lira lebih dulu.. "Maaf aku tidak datang langsung ke pernikahan mu dan ivan.." ucap karin di sela sela pelukan mereka


Setelah saling melepas rindu, kini keduanya duduk di sofa ruangan karin..


"Kenapa kamu sudah kembali ??" tanya lira antusias ingin mendengar alasan kepulangan karina yang tiba tiba


Karin pun menceritakan semua nya pada lira. Lira mengangguk tanda mengerti.. "Syukurlah kalau suami mu sudah ikhlas dan berdamai dengan keluarga besarnya. Semoga ini menjadi jalan kamu untuk lebih mengenal lagi siapa keluarga besar suami mu, rin.."


Karin mengangguk, memang selama ini hanya raga lah yang sudah mengenal seluruh keluarga besar karin, sementara karina, sampai saat ini dia hanya mengenal beberapa keluarga suami nya saja.


"Eh, ko kamu belum berangkat ??" kini giliran karin yang melayangkan pertanyaan pada lira


"Aku tidak tau kalau kamu akan pulang. Rencana nya lusa aku dan ivan baru berangkat.."


"Bagaimana kalau kalian berangkat hari ini juga ??"


Lira mengerutkan kening nya.. "Maksudnya ??"

__ADS_1


"Aku tau kamu belum berangkat karena bingung kan meninggalkan salon. Aku sudah kembali, jadi giliran kalian yang honeymoon sekarang, dan kamu jangan lagi memikirkan masalah salon. Aku akan menghandle semua nya.."


__ADS_2