
Setelah memberitahu dengan siapa karin datang, wanita itu pun mengajak fajar untuk bertemu sahabatnya..
☘️Di salah satu meja yang pemandangannya langsung mengarah ke gunung yang tertutup awan karena cuaca yang memang sedang mendung..
"Jadi kak fajar sekarang sudah sukses, nih ??" goda lira yang tadi sudah di beritahu karin bahwa restoran ini milik pria itu..
Fajar tersenyum, "Tidak sesukses itu juga, ra. Aku hanya tidak suka bekerja pada orang lain.. Makanya aku berusaha mati matian membuka usaha sendiri, ya seperti ini.." kata fajar merendah
"Tapi aku tidak menyangka loh, ternyata persahabatan kalian bertahan selama ini ya.." sambung fajar menatap wajah lira dan karin bergantian..
Kedua wanita itu pun tersenyum kecil, "Tentu saja, kita ini kan senasib, he.he.he.." jawab lira dengan terkekeh..
Fajar mengerutkan keningnya, "Maksudnya ??" tanya fajar jadi penasaran..
"Astaga si lira benar benar.."
"Kak, sepertinya kita tidak bisa lama lama, waktu istirahat kita hanya satu jam. Kalau begitu kita berdua permisi dulu ya, kak.." kata karin yang langsung menarik tangan sahabatnya itu untuk segera bangun dan meninggalkan pria tersebut..
☘️Di kasir..
"table 24.." ucap karin pada kasir wanita di restoran itu. Biasanya karin akan membayar langsung di meja dengan memanggil pelayan, berhubung ada kejadian tadi karin jadi malas berlama lama disana.
"Totalnya 205.000 rupiah, bu.." ucap kasir itu memberitahu berapa nominal yang harus di bayar karin.
Karin dan lira bersamaan memberikan kartu kredit mereka pada kasir tersebut..
"Aku saja.." ucap karin,
"ck, tidak mau. Kali ini aku yang bayar.." lira merasa tidak enak karena selama ini karin lah yang lebih banyak mengeluarkan uang untuk nya..
"ck. Kenapa kalian membuat bingung karyawan ku. Sudahlah, kalian tidak perlu bayar.." kata fajar datang dari belakang ke dua wanita yang sedang berdebat di depan meja kasir nya..
Fajar pun lalu memberi isyarat pada pegawai nya untuk menyudahi transaksi tersebut..
__ADS_1
"Maaf kak.." kata karin jadi tidak enak..
"Seharusnya saat ini bukan kata maaf yang kamu ucapkan.."
Karin tersenyum kikuk, "terimakasih kak.." Kata karin meralat ucapan sebelum nya..
"Nah. Begitu baru benar.." Fajar mengembangkan senyum nya
"Makasih kak fajar. Kita akan datang lagi kesini, lumayan kan kalau dapat gratis lagi.." ucap lira yang memang urat malu nya sudah putus entah sejak kapan..
Karin menggeleng pelan sambil menatap sahabatnya itu, "Ayo kita balik ke salon. Kak fajar terimakasih sekali lagi, kami permisi.."
Belum sempat fajar menjawab, karin dan lira sudah lebih dulu pergi meninggalkan restoran milik nya..
"Sungguh rasa ini masih untuk mu, rin.."
☘️Di mobil..
"Kamu ini benar benar ya ra, kenapa sih pake ngomong kita senasib segala.." karin langsung mengomeli sahabat nya itu ketika mereka sudah masuk ke dalam mobil..
"nih rin. Siapa tahu setelah kamu bercerai dengan suami mu itu, kamu bisa kembali dekat dengan cinta bertepuk sebelah tangan mu. Jodoh kan siapa yang tahu, rin.." ucap lira kini berbicara serius sambil memposisikan duduk nya sedikit miring ke arah karin
"Tapi aku belum resmi bercerai, ra. Aku tidak mau dekat dengan lelaki mana pun dulu, sampai aku resmi menjadi seorang janda. Aku tidak mau mas raga menganggap aku murahan, jika belum bercerai saja sudah dekat dengan pria lain.."
"Ck. Kenapa sih kamu masih saja memikirkan lelaki brengsek itu ?? Sudahlah rin. Fokus saja pada diri mu sendiri. Lagi pula sidang pertama kamu tinggal beberapa hari lagi kan ??" ucap lira mengingatkan karin agar tidak lagi memikirkan pria yang selalu menyakiti perasaan sahabat nya itu..
Karin tidak merespon lagi ucapan lira, dia memilih fokus mengemudikan mobilnya. Tapi pikiran nya sedang berdebat dengan hati nya. Semakin dekat dengan waktu persidangan karin semakin dilema, dia selalu bertanya tanya, apa sanggup jika dia tidak lagi melihat lelaki yang sudah mengisi hati nya selama 10 tahun ini..
☘️Sementara itu di negara J..
"Tuan Raga. Terimakasih anda sudah menyempatkan diri untuk hadir di acara ini.." ucap tuan yamamoto yang langsung menghampiri raga ketika dia turun dari panggung setelah mengucapkan kata sambutan di acara tersebut..
Raga tersenyum kecil tanpa memperlihatkan barisan gigi nya..
__ADS_1
"Karena bantuan dari perusahaan anda, kami bisa mendirikan lagi beberapa yayasan amal untuk anak kurang beruntung di beberapa negara.." sambung tuan yamamoto yang sangat bersyukur karena dari seluruh perusahaan yang bekerjasama dengan nya, hanya Mahendra.corp lah yang memberikan dana paling besar dan tanpa ada syarat apapun di belakang nya..
"Berapapun akan saya berikan dengan cuma cuma, tapi ingat satu hal, jangan pernah sekalipun mengkhianati kepercayaan yang sudah saya berikan.." kata raga dengan wajah serius sambil sesekali meneguk minuman yang di pegang nya..
"Tidak tuan, itu tidak akan pernah terjadi. Saya tidak akan pernah mengkhianati anda." ucap tuan yamamoto lagi dengan penuh keyakinan..
"Permisi, Tuan yamamoto.." ucap seseorang tiba tiba datang menganggu pembicaraan serius antara raga dan founder acara terebut
"Kalau begitu saya permisi.." kata raga dengan wajah dingin nya langsung meninggalkan mereka begitu saja..
Deg!!
"Kenapa tuan yamamoto menunduk hormat seperti itu pada si brengsek ini..!!"
"Maaf. Anda siapa dan dari perusahaan apa, ya ?" kata tuan yamamoto..
"Saya anton dari Hype.labels, tuan.." kata anton memperkenalkan diri..
"Oh. Maaf tuan anton. Saya memang tidak begitu mengenal banyak perusahaan yang baru baru ini bekerja sama dengan perusahaan saya, karena saat ini putra saya lah yang mengganti kan saya menjalankan bisnis ini.." jawab tuan yamamoto merasa tidak enak..
Anton tersenyum kecut.. "Tidak apa apa tuan, saya mengerti.." kata anton yang sebenarnya sedikit kesal..
Setelah itu mereka pun sedikit berbincang mengenai beberapa artis tanah air yang akan mewakili perusahaan miliknya untuk menjadi BA dari perusahaan tuan yamamoto tersebut..
☘️Di sisi lain..
"Van, apa ada lagi jadwal ku setelah ini ??" tanya raga kini duduk di salah satu meja di ballroom hotel tersebut..
"Ada tuan. Besok anda akan menghadiri pembukaan yayasan amal yang baru saja di didirikan oleh tuan yamamoto di pusat kota Tokyo.."
"Setelah itu..??" tanya raga lagi membuat ivan langsung mengerti bahwa tuan nya itu ingin cepat cepat kembali ke tanah air..
"Sepertinya ada yang sudah tidak tahan berlama lama disini.." ucap seseorang yang tiba tiba menjatuhkan bokong nya di salah satu kursi kosong yang tepat berhadapan dengan raga..
__ADS_1
Raga hanya diam tidak merespon, dia tidak berniat menanggapi ucapan yang menurut nya tidak penting..
"Aku tidak menyangka hidup mu tetap berjalan dengan baik setelah menghancurkan hidup seseorang.."