Sebatas Menikahi

Sebatas Menikahi
Part 80


__ADS_3

"Ahh.. Mas..emmphhh..." karin sudah berada di bawah kungkungan suami nya. Di dalam pesawat sudah dua kali mereka melakukan penyatuan, dan ini yang ketiga kali nya. Raga tidak pernah benar benar puas, pria itu terus menuntut lebih dan lebih dari sang istri.


lenguhan dan de sa ha n yang bersahut sahutan memenuhi ruangan di pesawat milik keluarga mahendra itu. Raga seolah tidak perduli apakah akan ada yang mendengar mereka atau tidak, yang pasti saat ini dia sangat menikmati suara suara indah yang keluar dari mulut sang istri..


"Fast mas.. A-aku, emphhh sudah tidak kuat..ahhh.. M-mas.."


"Bersama sayang..." Raga terus memacu, lalu...


"AHHH" teriakan kedua nya bersamaan dengan keluarnya lahar panas di rahim karina..


Raga menutupi tubuh polos sang istri dengan selimut, "I love you, karina ku.." bisik nya sambil mengecup pipi sang istri. Karin hanya membalas dengan senyum tanpa bisa membuka mata nya, dia sangat kelelahan.


💮


🍀Di depan sekolah kenan..


"Tante lira ??" Kenan berlari menghampiri lira lalu memeluk lira sekilas,


"Ko tante ada disini ??" tanya Kenan bingung


Lira tersenyum lalu sedikit membungkuk, "Hari ini tante yang jemput kamu pulang. Yuk.." Lira merangkul kenan untuk masuk ke dalam mobil ivan


"Ko ada om ivan juga ??" tanya nya saat melihat siapa yang duduk di kursi pengemudi..


Ivan hanya tersenyum kecil lalu mulai menghidupkan mesin mobil nya..


"Kamu udah makan siang belum ??" tanya lira mengalihkan pembicaraan..


Kenan menggeleng.. "Belum."


"Okay, berarti sekarang kita makan siang dulu ya."


Ivan mengangguk, dia pun segera melajukan kendaraan itu ke sebuah restoran cepat saji yang tidak jauh dari sekolah kenan.


*Skip perjalanan..

__ADS_1


"Tante, mama mana ??" tanya kenan sesaat setelah tiba di restoran itu dan duduk bersama dengan lira, sementara ivan tentu saja sedang memesan makanan untuk mereka bertiga.


"emm.. Mungkin Mama dan papa mu saat ini sudah di pesawat.." jawab lira sambil tersenyum.


Kenan menautkan alisnya.. "Hah ? Di pesawat ?" beo nya


Lira mengangguk.. "Iya, papa sama mama pergi untuk bulan madu. Jadi kamu jangan coba coba mengganggu mereka, okay ??" Lira menyentuh ujung hidung mancung kenan..


Kenan tersenyum.. "Asiiikkk.. Berarti ken sebentar lagi punya adik ya, tante ??" ken langsung antusias, sekarang dia sudah tidak merasa sedih lagi. Tadi pagi ken benar benar merasa sedih dan sedikit marah pada mama nya. Tapi sekarang kesedihan nya sudah memudar ketika membayangkan akan memiliki adik. Ken sangat kesepian menjadi anak tunggal selama ini. Ketika mama dan papa nya sibuk bekerja, ken akan di tinggal sendirian. Dan selalu begitu setiap hari.


Lira hanya membalas dengan senyuman dan mencubit gemas pipi kenan. Lira mengingat kejadian semalam, tanpa karin tahu raga semalam menghubungi nya untuk meminta bantuan.


🍀🍀Flashback On🍀🍀


Ivan baru pulang pukul 8 malam..


"Sayang, kamu dimana ??" ivan sedikit berteriak mencari tunangannya saat menginjakkan kaki di apartemen nya..


Karena tidak ada jawaban, ivan pun masuk ke dalam kamar nya.


Sambungan itu pun berakhir..


Deg


"AH!!" lira memekik ketika ada tangan yang melingkar di perutnya..


"Sssttt.. Ini aku.." bisik ivan


Huh!!


"Kamu ini!! Jangan mengagetkan ku, aku takut.." lira cemberut. Dia masih trauma kejadian tadi siang. Takut sesuatu yang buruk terjadi lagi.


Ivan membalikkan tubuh wanita nya agar mereka bisa berhadapan.. "Disini aman sayang. Kamu tidak perlu takut!!" ivan membelai wajah lira dengan lembut,


"Kamu tadi menghubungi siapa ??" tanya ivan

__ADS_1


Lira pun memberitahu bahwa raga yang menghubungi nya. Pria itu menanyakan kemana karin akan pergi. Tapi lira tidak mau memberitahu apapun. Dia tidak mau merusak kepercayaan karin terhadap nya.


Keesokan pagi nya, lira memberitahu pada raga bahwa karin tidak pergi ke salon hari ini. Dan raga pun segera mengendarai mobil nya seorang diri menuju salon sang istri..


Setelah kendaraan nya terparkir, raga pun langsung masuk ke salon yang baru buka. Saat itu waktu baru menunjukkan pukul 8 lebih 30 pagi..


"Thanks ra infonya. Aku langsung ke atas!!" ucap raga ketika bertemu lira di dalam salon.


*Di ruangan karin..


Raga langsung menuju meja kerja sang istri. Yang di lihat pertama nya tentu saja laptop karina. Dia ingat betul kemarin istri nya itu buru buru menutup laptop nya saat raga datang pertama kali ke ruangan tersebut.


Raga duduk di kursi putar karin. Dia lalu membuka laptop itu..


Deg


Laptop sang istri menggunakan kata sandi. Raga mulai berpikir, kira kira angka apa yang menjadi password nya.


Raga coba mengetikkan tanggal lahir kenan, tapi gagal, bukan itu kata sandi nya. Pria itu berpikir lagi, mungkin tanggal lahir karin atau mungkin tanggal pernikahan mereka. Tapi ternyata itu juga bukan.


"Ck!!" Raga berdecak, dia tidak sabaran. Semua sudah di coba nya dan langsung di tolak karena salah.


"Apa mungkin......" raga tidak melanjutkan kalimat nya, dia lalu memasukkan angka tanggal lahir nya.


Deg


Raga terkejut saat angka yang dia masukkan itu tidak di tolak lagi seperti sebelum nya.


"Sebesar itu kah rasa cinta mu pada ku ??" gumam raga sambil tersenyum. Tentu saja dia bahagia, bahkan wajah nya pun sudah bersemu merah. Sungguh dia tidak menyangka karin begitu mencintai nya, sampai sampai password laptop wanita itu pun tanggal lahir raga.


Setelah itu, raga pun mulai menjelajahi file file penting karina. Raga kembali di kejutkan saat membuka email sang istri, disana ada pesan dari salah satu universitas luar negeri, pesan itu adalah sebuah pemberitahuan bahwa karin di terima di kampus tersebut untuk melanjutkan S2 nya.


Tanpa pikir panjang, raga langsung membalas pesan itu. Pesan yang berisi pembatalan dan pasti nya karin tidak akan jadi pergi ke Roma untuk melanjutkan pendidikan nya.


Raga akan mengizinkan karin melanjutkan kuliah nya tapi di kampus yang ada di tanah air mereka. Pria itu tidak akan pernah mengizinkan sang istri menuntut ilmu sejauh itu dan menjadikan hubungan mereka juga semakin jauh.

__ADS_1


🍀🍀Flashback Off🍀🍀


__ADS_2