
"Apa ada yang ingin anda tanyakan, bu karina ??" tanya dokter obgyn yang mulai tidak sabaran karena hampir 5 menit berlalu dengan diam nya sang pasien
Huh
Karin menghembuskan nafas panjang nya..
"Dok, maaf sebelumnya. Apa dokter tidak salah mendiagnosis bahwa saya sedang hamil ??"
Dokter mengerutkan keningnya, dia tidak mungkin salah. Karena pasien nya ini sudah melakukan 2 kali tes kehamilan. Pertama dengan menggunakan tespeck dan kedua lebih akurat lagi, dengan melakukan USG.
"Maaf dokter. Tapi saya baru satu kali melakukan itu dengan suami saya.." ucap karin yang mengerti arti raut wajah dokter wanita itu
Dokter tersenyum sambil terus menatap wanita muda di depan nya. Jujur, awalnya dokter mengira karin itu anak di bawah umur karena wajah nya yang baby face dan perawakan nya yang mungil.
"Begini ibu karina, meskipun hanya melakukan hubungan seksual satu kali, maka tentu saja kehamilan bisa terjadi. Terutama bila di lakukan di masa subur saat sel telur sudah matang dan siap untuk di buahi."
Karin memejamkan kedua matanya, berharap ini hanya mimpi. Sungguh karin sama sekali belum siap untuk hamil secepat ini.
"Tapi dok, kenapa saya tidak merasakan apapun ? Bukankah setahu saya wanita hamil itu selalu mual dan muntah, ya ??" tanya karin lagi karena memang benar dia sama sekali tidak mengalami itu semua
"Setiap wanita memiliki kondisi yang berbeda saat hamil. Ada yang merasa mual dan muntah di awal kehamilan dan ada pula yang tidak. Dan itu lumrah alias normal bu karina. Pada umumnya, ibu hamil tidak akan merasakan gejala kehamilan hingga 7 minggu pertama usia kehamilan nya.." dokter kembali menjelaskan.
Karin kembali terdiam. Perasaan nya campur aduk saat mengingat kembali ucapan dokter tadi ketika memeriksa diri nya dan mengatakan bahwa ternyata usia kehamilan nya sudah masuk minggu ke 5.
Sambil terus memegang perutnya yang masih rata, karin mencoba untuk tetap tenang.
"Bagaimana bu karina ? Apa ada lagi yang ingin di tanyakan ??" tanya dokter wanita itu lagi
"Tidak ada dok. Terimakasih.." ucap karin
"Baiklah. Oh iya, jangan lupa ya bu, bulan depan ibu harus memeriksakan kembali kandungan ibu. Kita akan lihat bagaimana perkembangan janin nya. Dan kalau bisa, check-up selanjutnya bu karina minta suami yang menemani. Supaya bisa menjadi suami yang siaga."
Karina hanya menjawab dengan anggukan dan seulas senyum tipis di bibirnya.
Setelah itu karin pun keluar dari ruangan dokter tersebut.
"Sudah selesai ??" tanya ibu,
Lagi lagi karin hanya menjawab dengan anggukan kepala.
"Kamu jalan nya pelan pelan ya, harus hati hati. Sekarang di perut kamu ada kehidupan yang harus kamu jaga.." ucap ibu sambil melingkarkan lengan nya di pinggang menantu nya. Padahal tadi ibu yang begitu antusias sampai tidak sadar mengajak karin untuk berlari lari menuju parkiran ketika di supermarket.
"Iya bu.." jawab karin singkat.
Berbeda dengan ibu yang begitu antusias, karina merasa semakin tidak bersemangat.
__ADS_1
"Bu, jangan beri tahu mas raga dulu ya. Nanti biar karin yang mengatakan ini pada nya.." kata karin saat mereka sudah di dalam mobil..
Ibu tersenyum kembali, "Pasti kamu ingin memberikan kejutan ya pada suami mu ?? Baiklah, ibu tidak akan memberitahu suami mu. Tapi ibu akan memberitahu ayah, tidak apa apa kan ??"
Karin kembali mengangguk.. "Iya bu.." jawab karin tersenyum tipis
๐ฎ
๐Di ruangan kerja nya..
HOEK!! HOEK!!
Tok!Tok!Tok!
"Tuan apa anda baik baik saja ??" tanya ivan sambil terus mengetuk pintu kamar mandi di dalam ruangan kerja bos nya
"Sudah lebih dari satu minggu tuan raga selalu mual dan muntah. Sebenarnya dia sakit apa..??"
Ceklek..
Pintu kamar mandi terbuka..
"Tuan, wajah anda pucat sekali. Apa anda baik baik saja, tuan ??" tanya ivan sambil memapah tubuh raga menuju sofa di ruangan itu
"Aku tidak tahu. Tapi aku selalu mual dan muntah beberapa hari ini. Kepala ku juga sakit sekali rasanya.." kata raga menjelaskan dengan posisi badan yang berbaring sempurna di atas sofa
Raga menggeleng, "Tidak perlu, aku hanya butuh istirahat."
Ya, selalu seperti itu. Beberapa kali ivan mengajak raga ke dokter tapi tuan nya itu selalu saja menolak. Padahal wajahnya sudah seperti mayat hidup. Setiap pagi saat tiba di kantor yang di lakukan nya pasti langsung mengeluarkan isi perut nya hingga benar benar kosong.
Dan lagi lebih parah nya seminggu ini bos nya itu selalu meminta nya berganti ganti parfum, karena menurut nya parfum yang selalu dia pakai bau dan membuat perut nya mual.
Sudah hampir 10 kali ivan mengganti parfum nya, sampai dia akhirnya hanya memakai deodorant saja tanpa menggunakan parfum apapun selama bekerja. Dan itu berhasil, bos nya tidak lagi marah marah hanya karena bau parfum nya.
Tapi ada yang lebih buruk dari itu semua. Atasan nya itu sekarang menjadi lebih sensitif dari sebelum nya. Mood nya selalu berubah ubah dan sering mengomel tidak jelas seperti seorang wanita yang tengah datang bulan.
Melihat tuan nya begitu lemah dan tidak berdaya, ivan pun berinisiatif mengambilkan raga air putih hangat. Semoga bisa membuat tuan nya itu sedikit lebih baik.
๐Sore hari nya..
Karena keadaan nya yang semakin memburuk, akhirnya ivan terpaksa membawa tuan nya ke rumah sakit.
Di dalam ruangan dokter..
"Bagaimana dokter ? Sebenarnya saya sakit apa ??" tanya raga setelah dokter memeriksa nya
__ADS_1
"Maaf tuan, apa saya boleh bertanya ??"
Raga mengangguk pelan,
"Apa setiap pagi anda selalu mual dan muntah ?" tanya dokter itu
Raga kembali mengangguk..
"Apa anda juga kehilangan nafsu makan ?"
Lagi lagi raga menjawab dengan anggukan kepala.
"Dokter. Sebenarnya saya ini sakit apa ?? Jangan berbelit belit, katakan saja.."
Ivan menari nafas panjang nya. Tuan nya ini benar benar tidak bisa mengontrol emosi nya walau sebentar. Akhir akhir ini dia sering sekali marah marah tidak jelas seperti ini..
Dokter pria itu tersenyum
"Begini tuan, sepertinya anda mengalami Couvade Syndrome.."
"HAH..??? COVID ???" bukan raga yang terkejut, tapi asisten pribadi nya yang memekik histeris seraya mundur beberapa langkah kebelakang dengan wajah panik nya..
Dokter kembali tersenyum, "Bukan covid, tapi Couvade Syndrome tuan.." ucap dokter mengulangi ucapan nya yang tadi
Raga memutar bola mata nya malas melihat ke arah asisten nya. Mungkin kalau tidak sedang berada di rumah sakit, asisten nya itu pasti sudah kena semprot oleh raga.
Raga menautkan kedua alisnya kembali melihat ke arah dokter "Penyakit apa itu ? Apa berbahaya ? Apa bisa di sembuhkan ?"
"Tuan, Couvade syndrome atau kehamilan simpatik adalah Gejala kehamilan yang di rasakan oleh suami ketika pasangan sedang hamil.."
Raga masih belum mengerti maksud dari ucapan dokter tersebut.
"Pasangan ?? Hamil ?? Apa maksudnya itu ??" raga kembali melontarkan pertanyaan nya lagi
"Jadi begini tuan, gejala yang anda alami seperti mual, muntah, pusing bahkan perubahan mood yang berubah ubah adalah tanda bahwa istri anda sedang hamil.!!"
Deg!!
"KARINA HAMIL ??"
"TIDAK MUNGKIN..!!" seru raga memprotes dengan tatapan tajam, seketika itu juga dia langsung bangun dan tiba tiba menarik kerah baju dokter pria tersebut
"Astaga! Tuan, tenang dulu tuan.." Ivan langsung menarik tangan raga mencoba melepaskan tangan tuan nya itu dari kerah baju dokter tersebut
"Anda jangan asal bicara..!! Mana mungkin istri saya hamil..!!" ucap raga dengan nafas yang memburu karena tidak terima dengan ucapan dokter tadi
__ADS_1
"Kalau anda tidak percaya dengan apa yang saya katakan tadi, lebih baik anda bawa istri anda ke dokter kandungan. Nanti anda akan menemukan jawaban nya, apakah ucapan saya benar atau tidak."