
"selamat siang, tante.." kenan yang memang sudah mengenal lira sejak kecil pun begitu akrab dengan sahabat mama nya tersebut..
"Hai sayang, selamat datang.." lira menyambut ramah kedatangan kenan di salon nya..
"Kamu sudah makan ??" tanya lira lagi sambil berjalan menaiki tangga menuju ruangan karin bersama dengan anak lelaki itu..
Kenan menggeleng, "Belum, tan.."
"Kamu mau makan apa ? Nanti tante pesankan lewat online.."
"Apa ya ?? Emm, ken lagi pengen makan sushi.."
"Okay, sebentar ya tante pesan dulu.." kata lira berjalan sambil memainkan ponsel nya..
"Kamu masuk duluan gih. Nanti tante nyusul, mama ada di dalam.." sambung nya setelah tiba di depan ruangan karin. Kenan pun mengangguk dan langsung membuka pintu ruangan tersebut
"Mama..." ucap kenan ketika membuka pintu
Karin tersenyum cerah dan langsung memeluk putra nya..
"Ko kamu pulang nya terlambat hari ini ??" tanya karin sambil memastikan dia melihat jam di tangannya. Sudah pukul 2 tapi putra nya itu baru pulang, padahal jika sedang ulangan seperti ini seharusnya si kecil kenan bisa pulang lebih cepat dari biasanya..
"Iya ma. Tadi ken ketemu oma sama opa di sekolah.."
Karin mengerutkan kening nya.. "Oma sama opa ??" beo nya
Kenan mengangguk sambil melangkah menuju sofa. "Iya, oma sama opa nungguin ken di depan sekolah. Terus ken di ajak makan ice cream.."
"Oma sama opa ngomong sesuatu nggak sama kamu ??" tanya karin yang ikut mengambil posisi duduk di sebelah putra nya
Kenan terdiam beberapa detik..
__ADS_1
"ng-nggak ma.. Oma sama opa nggak bilang apa apa.."
Deg!!
Karin menatap dalam kedua mata putra nya. Dia tahu ada kebohongan disana..
"Ya sudah. Kalau begitu kamu istirahat dulu di sini ya, mama mau ketemu tante lira sebentar dan sekalian mama mau pesan makanan untuk kamu.." kata karin sambil tersenyum, dia menutupi raut wajah nya yang sebenarnya kecewa kenapa kenan berbohong pada nya.
"nggak usah ma. Tadi tante lira sudah pesan sushi buat ken.."
Karin mengangguk, setelah mengusap pucuk kepala putranya karin pun meninggalkan ruangan pribadi nya itu..
๐Di ruangan lira..
"Ra, aku ingin berangkat hari ini juga..!!" kata karin tiba tiba..
Lira mengerutkan kening nya.. "Kenapa terburu buru..??" tanya lira bangun dari duduk nya
"Sepertinya kedua mertuaku melibatkan ken dalam masalah ini. Mereka tahu hanya ken yang bisa merubah keputusan ku. Aku takut luluh, ra.." karin menjatuhkan bokongnya di sofa tunggal tempat lira biasa duduk..
Lira melangkah mendekati sahabatnya,
Puk.. Puk
Lira menepuk bahu karin pelan, "Sabar sayang. Semua pasti akan berjalan sebagaimana mestinya. Jika memang raga bukan jodoh mu lagi, pasti selalu ada acara untuk kalian berpisah. Begitupun sebaliknya, jika si brengsek itu masih jodoh mu, takdir pun tidak akan bisa memisahkan kalian..!!"
Ucapan lira sontak langsung membuat karin mengangkat kepala menatap wajah sahabatnya itu..
Karin menggeleng cepat seolah tidak setuju dengan pernyataan yang baru saja di ucapkan sahabatnya..
"Kamu tidak suka dengan yang ku katakan, tapi itu kenyataan nya, rin. Manusia hanya bisa berencana.." sambung lira lagi..
__ADS_1
Tok tok tok
Tiba tiba seseorang mengetuk pintu..
"Masuk!" kata lira mempersilahkan..
"Permisi bu, ini ada pesanan makanan atas nama ibu lira.." ucap seorang karyawan membawa sekotak makanan yang tadi lira pesan melalui online..
"Oh iya, taruh saja di meja, nis. Terimakasih ya." kata lira pada karyawan nya yang bernama anis..
"Sama sama bu. Kalau begitu saya permisi.."
"Ini makanan kenan..." lira memberikan sekantong makanan itu pada karin..
"Terimakasih, ra.." kata karin lesu
Setelah itu karin pun meninggalkan ruangan lira menuju ruangan nya lagi..
๐ฎ
๐Kamar hotel president suit..
"Tuan, ada kabar buruk. Penerbangan kita di tunda karena cuaca buruk.." ucap ivan ketika mendapat informasi tersebut..
Raga memejamkan kedua matanya..
"Mungkin besok kita baru bisa kembali ke tanah air.." sambung ivan lagi
Raga hanya diam. Pikiran nya di penuhi bayang bayang foto istri nya dengan pria lain. Pria yang pernah dekat dengan nya di masa lalu.
Karena tuan nya itu tidak merespon, ivan pun menunduk hormat untuk pamit undur diri..
__ADS_1
"Kalau begitu saya permisi kembali ke kamar tuan.." kata ivan, raga merespon dengan anggukan pelan tanpa berniat membuka kedua matanya..
"Aku tahu tuan, anda pasti sedang galau kan setelah melihat foto nyonya ada di ponsel pria lain..?? Nikmatilah tuan, anda yang memulai nya. Seharusnya sejak awal anda jujur pada nyonya betapa anda sangat mencintai nya.."