
🍀Sore hari nya..
"Suami mu mana, nak ? Ko jam segini belum pulang juga ??" tanya nenek karin yang satu jam lalu baru saja tiba di rumah cucu nya itu..
"emm, mas raga pulang nya malam, nek. Dia kan pemimpin di perusahaan nya, jadi pasti pekerjaan nya banyak.." jawab karin sambil menyusui kenan.
"Lalu apa mas mu itu masih punya waktu untuk kalian berdua ?" tanya nenek lagi sedikit khawatir, takut karena kesibukan cucu menantu nya itu dia jadi tidak punya waktu untuk anak dan istri nya..
Karin mengangguk, "Tentu saja nek. Kalau malam mas raga yang selalu menjaga kenan. Dan di akhir pekan mas raga pasti full meluangkan waktunya untuk karin dan kenan.." kata karin berbohong agar nenek nya tidak khawatir jika mengetahui yang sebenarnya..
Padahal yang terjadi adalah setiap malam karin selalu mengunci pintu kamar nya. Karena dia tidak mau sampai raga melihat kedua gunungnya jika tiba tiba karin sedang menyusui kenan.
Karin merasa raga sudah tidak punya hak lagi atas tubuh nya.
Tapi khusus di weekend karin membebaskan raga bersama dengan kenan sebanyak yang dia mau. Nanti kalau sekiranya suami nya itu sudah lelah mengasuh putra mereka maka otomatis bi yanti akan kembali membawa kenan ke kamar mama nya.
"emm, nenek menginap kan di sini ??" tanya karin dengan penuh harap
"Tidak nak. Nenek pulang malam ini juga.." jawab nenek dengan tangan nya yang terus mengusap pucuk kepala cicit nya..
"Kenapa nek ?? Karin masih rindu.."
"Nenek kan sakit sakitan. Kamu sudah repot mengurus anak mu tanpa pengasuh. Nenek tidak mau kamu semakin susah dengan ada nya nenek di sini.."
Wajah karin berubah sedih. Memang benar semenjak kepergian kakek, nenek semakin sering keluar masuk rumah sakit. Apalagi sekarang nenek hanya tinggal sendiri dirumah nya tanpa karin dan juga suami nya yang sudah lebih dulu pergi meninggalkan nya. Sekarang nenek sakit bukan hanya karena tubuhnya yang semakin tua renta namun karena hati nya juga yang sangat merasakan kesepian. Meskipun rumah nenek di apit oleh anak cucu nya yang lain tapi tidak membuat kekosongan di hati nya hilang.
"Nanti kalau kenan sudah lebih besar, kamu saja yang menginap dirumah nenek bersama cicit nenek ini, ya ??" ucap nenek sambil mencium kening kenan berkali kali..
Karin mengangguk pelan dengan mata yang berkaca kaca..
"Maafkan karin ya, nek.."
🍀Malam hari nya..
"Bi, tuan sudah pulang ??" tanya karin pada bi yanti yang saat ini sedang menemani nya di kamar..
"Seperti nya belum nyonya, di parkiran belum ada mobil tuan.." jawab bi yanti
__ADS_1
"emm, baiklah. Kalau begitu bibi boleh istirahat sekarang. Terimakasih ya, bi.." kata karin.
Ya, bi yanti akan menemani karin setelah makan malam sampai pukul 9. Itu semua permintaan ibu mertua nya. Entah apa tujuan nya karin pun tidak tahu.
Tapi yang jelas, kehadiran bi yanti walau hanya satu jam menemani nya mengobrol,selalu bisa membantu mengurangi rasa kesepian yang karin rasakan.
Waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam, tapi belum juga terdengar suara mesin mobil suami nya.
"Sudah jam segini, tapi papa mu belum pulang juga.." gumam karin berbicara pada kenan yang lagi lagi membangunkan nya untuk meminta asi..
Sampai pagi hari, karin tidak bisa memejamkan mata nya lagi. Karena seseorang yang di tunggu nya pun belum juga menampakkan batang hidung nya.
"Bi, tolong jaga kenan sebentar, ya. Dia baru tidur, aku mau mandi dulu.." ucap karin setelah bi yanti datang ke kamar nya..
"Baik nyonya.." jawab bi yanti
"emm, bi. Apa tuan tidak pulang ??" tanya karin penasaran..
"Iya nyonya. Tuan tidak pulang." jawab bi yanti sambil berjalan ke arah tempat tidur bayi..
Karin menarik nafas panjang, lalu tanpa bicara lagi karin pun masuk ke dalam kamar mandi nya..
Suara mobil raga terdengar sampai ke kamar karin.
"Sayang, papa sudah pulang. Kamu mau bertemu papa ??" tanya karin sangat antusias lalu menggendong kenan untuk di bawa nya keluar bertemu dengan papa nya..
Sebenarnya tanpa karin sadari, dia lah yang sangat ingin bertemu dengan raga. Meskipun hanya dengan Mencium aroma parfum nya ketika suami nya itu lewat, bagi karin itu sudah cukup.
"Mas.." kata karin di ambang pintu menyambut kedatangan suami nya dengan tersenyum cerah
Raga dengan dingin nya berjalan menghampiri karin, tapi tentu bukan untuk menjawab sambutan kedatangannya dari sang istri, melainkan untuk menyapa putra nya saja..
Cupp..
"Papa kangen sekali dengan kamu, nak. Apa tidur mu nyenyak semalam, hem ??" tanya raga dengan suara pelan karena ternyata putra nya itu seperti akan memejamkan matanya, mengantuk.
"Papa masuk dulu ya.." ucap raga lagi kembali mendaratkan kecupan hangat di kening kenan dan setelah itu yang terjadi adalah raga melewati karin begitu saja. Seolah tidak memperdulikan ibu dari putra nya tersebut, padahal kenan masih berada di gendongan karin sejak tadi.
__ADS_1
Karin menggigit bibir bawahnya, menatap punggung suami nya yang menjauh dengan menahan sesak di dada nya..
Tanpa terasa setetes air mata jatuh begitu saja. Karin lalu berjalan dan menjatuhkan bokong nya di sofa ruang tamu..
" Semua ini bukan kesalahan mu. Tapi aku, aku yang terlalu berharap. Aku hanya menikmati rasa yang hadir, mas. Terkadang rindu terbukti susah di atur. Aku begitu merindukan mu, tapi kamu sama sekali tidak melihatku, meskipun aku ada tepat di depan mata mu. Terimakasih mas, lebih baik seperti ini. Aku jadi tahu apa yang kamu mau, aku akan melupakan pernah menyimpan rasa cinta yang begitu besar pada mu.."
💮
💮
🍀Happy 1st birthday, Kenan.. 🤡🎂🥳
Tidak terasa hari ini kenan berumur satu tahun. Perayaan ulang tahun kenan pun sangat sederhana. Hanya di hadiri oleh keluarga dari karin dan raga saja, tapi tentu saja ada lira juga mami nya di sana.
Kenan benar benar menjadi bahan rebutan di acara nya itu. Oma dan opa nya yang sejak datang pun ingin terus menggendong cucu mereka itu tanpa kenal lelah.
Di sisi lain, karin sedang berbicara dengan mami lira..
Mami bercerita pada karin bahwa lira masih mengalami depresi atas kejadian buruk yang menimpanya. Tanpa karin tahu, ternyata selama ini sahabatnya itu selalu minum obat agar bisa tidur. Menurut dokter, itu adalah trauma yang di alami lira setelah kejadian buruk tersebut.
"Maaf mi, karin terlalu sibuk mengurus kenan sampai karin tidak tahu lira mengalami trauma berat seperti itu.." ucap karin menyesal..
Lalu entah dari mana datang nya, karin tiba tiba memiliki ide untuk membuat lira sibuk dan melupakan masa lalu nya yang buruk itu.
"Mi, seperti nya karin tahu apa yang bisa membuat lira kembali menjadi lira yang dulu.."
Setelah berbicara dengan mami , karin pun memanggil sahabatnya untuk masuk ke kamar pribadi nya..
"Ra, aku punya ide. Bagaimana kalau kita membuka usaha bersama.."
Lira mengerutkan kening nya.. "kenapa tiba tiba ??" tanya lira merasa aneh
"Kamu tahu kan ra, aku tidak ada kegiatan selain menjadi seorang ibu. Aku bosan, ra. Aku ingin beraktifitas di luar rumah.." kata karin dengan menampilkan wajah yang murung agar lira setuju dengan idenya. Dan tentu saja itu berhasil, karena lira pikir karin memang bosan berada di rumah itu dan pekerjaan nya hanya mengurus kenan setiap hari.
"Usaha apa ? Aku tidak ada keahlian apapun, bahkan aku tidak tahu caranya memulai usaha.."
"Serahkan semuanya padaku. Tapi aku minta kamu lah yang harus memantau semua nya. Karena aku tidak bisa keluar rumah terlalu lama, kamu tahu sendiri bagaimana suami ku. Pasti dia tidak mengizinkan kenan untuk di bawa bawa keluar rumah dalam waktu yang lama, ra.."
__ADS_1
Dan dari sana lah awal mula 2Sis Beauty Salon tercipta..
Karin yang khawatir dengan trauma pasca sahabat nya itu tidak jadi menikah. Dan lira yang khawatir karin melakukan hal buruk karena terlalu bosan menjalani hari hari yang monoton setiap hari nya. Belum lagi dengan ikatan pernikahan karin yang seharusnya sudah berakhir sejak dulu menurut kacamata agama.