Sebatas Menikahi

Sebatas Menikahi
Part 84


__ADS_3

Sebentar lagi akan di adakan akad nikah pernikahan Lira dan Ivan. Kediaman mempelai wanita pun sudah di padati oleh keluarga dan kerabat dekat. Lailyra Lesham, putri tunggal dari pengusaha bernama Logan Lesham akhirnya akan mengganti status nya hari ini menjadi seorang istri dari pria yang sangat di cintai nya.


Perempuan cantik yang kerap di panggil dengan nama Lira ini adalah perempuan mandiri, kuat dan penuh percaya diri. Namun semua sifat nya itu terbentuk karena kisah sedih di masa lalu nya. Pernah di tinggalkan oleh calon suami nya tepat di hari pernikahan mereka membuat lira menjadi sosok yang tidak percaya lagi akan cinta.


Namun setelah 10 tahun lamanya lira tidak merasakan lagi bagaimana rasanya jatuh cinta, tiba tiba ada sosok pria yang datang tiba tiba lalu meruntuhkan tembok besar yang sudah dia bangun selama ini untuk melindungi hati nya.


Pria itu, entah bagaimana caranya bisa membuat lira kembali membuka hati dan lambat laun percaya lagi akan adanya cinta yang tulus.


Ivan, pria dingin itu mampu membuatnya kembali merasakan getaran lagi. Getaran yang bahkan lira saja lupa bagaimana rasanya.


Bahkan hanya hitungan hari, ivan akhirnya resmi menjadikan lira sebagai tunangan nya, bahkan tanpa pacaran sekalipun. Dan sekarang, sebentar lagi mereka berdua akan resmi menjadi sepasang suami istri.


Saat ini di dalam kamarnya, lira telah memakai hiasan cantik di rambutnya, wajah nya juga sudah di make up, meskipun riasan natural dan terkesan sederhana namun tidak membuat kecantikan di wajah gadis itu memudar, justru karena biasanya riasan di wajah lira selalu terlihat mencolok maka hari ini penampilan nya terlihat alami dan lebih pangling. Di tambah kebaya putih yang di pakai nya hari ini semakin menambah keanggunan gadis berumur 30 tahun tersebut.


"Ya ampun, kamu cantik banget ra.." Suara karina di sambungan video..


"Makasih, sayang. Tapi Aku tegang sekali.." ucap lira yang sejak tadi tidak hanya di tenangkan oleh karina tapi juga oleh Mami nya yang juga berada di dalam kamar bersama putri tercintanya..


30 menit berlalu, seharusnya akad nikah sudah selesai di laksanakan.


"Sebentar ya nak, mami lihat keadaan di luar dulu.." ucap mami pada lira yang masih terhubung dengan karin. Sementara raga, sejak tadi melakukan sambungan video dengan kenan, putranya. Raga meminta pada sang putra untuk mem video kan akad nikah Ivan.


Tok tok tok..


Belum sempat mami keluar dari kamar, pintu sudah di ketuk dari luar..


"Mana pengantin wanita nya ??" suara tante dati lira langsung terdengar jelas di telinga gadis itu.


Lira pun reflek menoleh ke arah pintu..


"Waw.. Cantik sekali kamu, sayang.." tante Kia, tante dari pihak papa nya langsung memberikan pujian saat melihat penampilan lira.

__ADS_1


Lira tersipu malu.. "Terimakasih, tante.." ucap nya seraya bangun dari duduk nya lalu berjalan di bantu oleh mami menuju tempat acara berlangsung..


Karin yang sudah tahu pun segera mematikan sambungan itu lalu bergabung bersama suami nya melakukan video call dengan kenan..


Ketiganya pun mulai menuruni tangga, dan para tamu kini menatap ke arah pengantin perempuan yang terlihat sangat cantik. Tidak terkecuali sang mempelai pria. Ivan di buat membeku ketika melihat penampilan wanitanya saat ini. Tidak ada lagi make up berlebihan dan baju sexy yang selalu di pakainya. Sekarang hanya ada lira yang cantik dengan kesederhanaan nya.


Lira pun di persilahkan duduk di samping pria yang tadi sudah mengucapkan janji suci di hadapan Tuhan dan seluruh keluarga dan kerabat yang menjadi saksi ijab kabul nya terhadap lira.


Lira belum berani menatap wajah sang suami.


Wanita itu pun langsung di minta untuk menandatangani berkas pernikahan nya dengan Ivan. Setelah itu lira kembali di minta untuk mencium tangan suami nya.


Lira mengulurkan tangan nya lalu memberanikan diri mengangkat wajahnya untuk menatap sang suami.


Deg!!


Jantung lira berdetak tak beraturan, sungguh dia sangat gugup di tatap begitu intens oleh pria yang sudah sah menjadi suami nya.


Ivan menyambut tangan lira, lalu dengan tangan yang gemetar lira pun mencium punggung tangan ivan.


Suara tepuk tangan yang meriah pun langsung terdengar sangat nyaring di ruangan itu membuat ivan dengan terpaksa harus melepaskan ciuman nya di kening sang istri.


Ivan dan lira lalu saling melihat dan tertawa bersama. Merasa lucu karena harus mengakhiri sesuatu yang tengah mereka nikmati satu sama lain.


Pernikahan pun di lanjutkan dengan acara resepsi sederhana di taman belakang. Benar benar sangat sederhana, tidak ada pelaminan hanya ada meja panjang untuk makan bersama dengan seluruh anggota keluarga tanpa terkecuali.


"Sayang selamat ya, semoga rumah tangga kalian selalu di berikan kebahagiaan.." Ibu dan Ayah langsung memberikan ucapan selamat pada lira dan ivan bergantian..


"Terimakasih, tuan, nyonya.." jawab ivan pada kedua orang tua Raga.


"Tante lira. Mama dan papa mau bicara.." Kenan tiba tiba menyela lalu memberikan ponsel nya pada lira..

__ADS_1


"Aaahhh..." suara teriakan karin memekkan telinga, untung nya keluarga yang lain sedang sibuk dengan kegiatan mereka masing masing jadi tidak mendengar suara karin yang begitu cempreng dan nyaring..


Lira reflek menjauhkan ponsel kenan..


"Selamat ya, ra. Aku tidak menyangka akhirnya sahabat ku sold out juga.." goda karin di sambungan itu


Lira tertawa kecil mendengar ledekan karin padanya.. "Iya, rin. Aku juga tidak menyangka, aku kira aku akan selamanya sendirian.." balasnya yang membuat ivan langsung melingkarkan tangannya di pinggang lira. Ivan tidak suka jika lira berkata seperti itu.


Karin yang melihat perubahan mimik wajah ivan langsung meminta sang suami bicara..


"Van, selamat ya. Semoga kalian bahagia selamanya.." doa yang di ucapkan raga dengan wajah tanpa ekspresi membuat doa yang dia berikan tadi berbanding terbalik dengan ekspresi wajah nya yang seolah tidak bahagia melihat ivan bahagia. Namun itu hanya perasaan lira saja, sebab ivan sudah tahu bagaimana sifat atasan nya tersebut.


"Terimakasih, tuan."


Setelah menerima ucapan ucapan dari para keluarga nya kini giliran Tuan Logan, Papi dari lira yang meminta waktu Ivan untuk bicara berdua di salah satu ruangan yang ada di rumah tersebut.


"Ivan, hari ini aku serahkan tanggung jawab atas putri ku padamu. Perbaiki dia jika salah. Bicarakan baik baik jika kalian berselisih paham. Berusahalah untuk saling terbuka dan apapun masalah yang kalian hadapi nanti selesaikan dengan kepala dingin." Tuan Logan kini duduk berhadapan dengan menantunya. Tuan logan pun memulai pembicaraan itu dengan serius.


"Papi tahu bagaimana sifat lira. Di usianya yang sudah kepala 3 mungkin terlihat mandiri dan kuat dari luar, tapi di dalam nya dia benar benar rapuh, van. Papi tahu, Lira tidak sekuat itu." Kedua manik mata tuan logan sudah berembun mengingat kejadian 10 tahun lalu yang begitu menyakitkan bahkan untuk diri nya sendiri. Pria itu pun sudah mengganti panggilan nya sendiri dengan sebutan papi, agar menantu nya itu bisa terbiasa memanggilnya dengan panggilan tersebut.


"Papi yakin kamu bisa mengobati luka hati nya selama ini. Karena sejauh yang papi lihat setelah mengenal kamu, sekarang lira sudah mulai berubah ke arah yang lebih baik. Kamu pasti bisa merasakan sendiri bagaimana lira sekarang. Papi harap kamu tidak akan pernah membuat lira menangis apalagi sampai menorehkan luka sekecil apapun di hati nya. Jika itu sampai terjadi, papi akan membawa lira kembali ke rumah ini dan tidak akan pernah memaafkan kamu!!"


Semenjak kejadian 10 tahun lalu, bukan hanya lira yang tidak percaya akan cinta melainkan papi nya juga. Dia tidak lagi percaya pada pria pria yang mendekati putri nya, termasuk James pria bule yang beberapa kali lira bawa kerumah nya.


"Ivan janji, pi. Ivan tidak akan pernah membuat lira meneteskan air mata karena kesedihan. Ivan akan membahagiakan lira sampai nafas terakhir ivan."


Papi pun bangun dari duduk nya, di ikuti oleh ivan..


Grep!!


Papi langsung memeluk menantunya dengan erat..

__ADS_1


"Ivan sangat mencintai lira, pi. Doakan kami agar pernikahan ini menjadi yang pertama dan terakhir bagi Ivan dan Lira.." sambung ivan lagi seraya membalas pelukan papi mertuanya


"Ya, nak. Papi doakan semoga pernikahan kalian bertahan hingga hanya maut lah yang bisa memisahkan kalian berdua.."


__ADS_2