Sebatas Menikahi

Sebatas Menikahi
Part 73


__ADS_3

Ponsel karin terus berdering meskipun dia sudah beberapa kali menekan tombol merah..


"Sayang sebentar ya, mama angkat telepon dulu.." karin akhirnya mengalah, dari pada mengganggu acara lira dan ivan, dia pun berbisik pada putra nya meminta izin untuk mengangkat sambungan telepon tersebut. Kenan pun mengangguk pelan sebagai jawaban..


"Halo bi. Ada apa ??" tanya karin setelah menekan tombol hijau. Dan karin pun tahu siapa yang menghubungi nya itu dari nama kontak yang tertera di layar ponsel nya


"Karina, nenek sudah tidak ada. Nenek meninggal rin.. Hiks..hiks.."


Lutut karina lemas, wanita itu sampai berpegangan pada tembok yang tepat ada di samping nya. Karina tidak bisa berkata apapun, tubuh nya gemetar hebat, jantung nya pun berdetak sangat cepat..


"Karina, halo rin ??"


"Iya, bi rani. Karin akan segera kesana.." Karin menahan air mata nya.


Setelah sambungan itu terputus, karina pun mencoba untuk menghubungi sang suami. Beberapa kali karin mencoba, tapi sambungan itu tidak terhubung sama sekali. Nomor ponsel suami nya tidak aktif.


Karin menggigit bibir bawahnya menahan agar air mata nya jangan sampai menetes. Dia tidak mau mengacaukan acara bahagia sahabatnya, lira.


Setelah berusaha mengatur deru nafasnya lagi, karin pun kembali ke ruang tamu, dimana acara lamaran tersebut sedang berlangsung.


10 menit...


20 menit...


sampai 30 menit karin menahan diri, sampai akhirnya dia pun menyerah. Di acara yang masih berlangsung karin pamit lebih dulu. Sebenarnya acara inti sudah selesai, tinggal acara makan malam 2 keluarga saja yang belum di mulai.


"Kamu kenapa, rin ??" tanya lira saat karin menghampiri dia dan ivan dengan raut wajah yang aneh..


"Aku tidak apa apa, ra. Maaf aku tidak bisa lama lama di sini. Aku harus pergi sekarang!!"


Lira mengerutkan kening nya.. "Kamu mau kemana ??"


"Sorry ra, aku gak bisa kasih tahu sekarang. Aku harus pergi!!" Setelah mengatakan itu karin pun segera pergi dari rumah lira. Tadi sebelum pamit pada si empu nya acara, karin sudah lebih dulu pamit pada kedua mertua nya. Kepada ayah dan ibu karin berkata jujur. Kedua mertua nya itu pun sangat shock mendapat kabar duka yang mendadak ini. Karin meminta kedua mertua nya itu untuk datang nanti saja setelah acara ivan dan lira selesai. Dan karin sudah mengingatkan ayah dan ibu untuk tidak memberitahukan kabar buruk ini pada lira dan ivan. Karin tidak mau membuat kedua nya kepikiran di hari yang seharusnya menjadi hari bahagia mereka.


Karin langsung tancap gas malam itu juga kerumah nenek nya yang berada di luar kota.

__ADS_1


Air mata karin terus menetes di sepanjang jalan. Dia tidak bisa menahan rasa sesak di dada nya.


"Akhirnya aku sendirian lagi..!!" batin karin sedih. Di saat seperti ini orang yang paling dia inginkan untuk berada di samping nya tidak ada entah kemana. Biarlah, lagi pula selama ini pun dia selalu sendirian. Janji hanya tinggal janji. Hanya beberapa hari kebahagian menghampiri nya, dan sekarang takdir kembali merenggut nya lagi dengan paksa.


Dua setengah jam perjalanan terasa sangat lama, padahal jalanan pun tidak begitu padat mengingat karin berkendara di malam hari...


Sesampai nya mobil karin di depan rumah sang nenek, pelataran rumah sudah di penuhi oleh warga sekitar yang bertakziah. Tidak ada yang menyambut karin, sebab semua keluarga berada di dalam rumah. Hanya beberapa tetangga sekitar yang mencoba menguatkan karin sambil menemani karin masuk ke dalam..


Hiks..hiks..


Air mata karin langsung luruh ketika melihat jenazah nenek nya yang sudah terbungkus kain kafan. Ternyata nenek sudah di mandikan dan di kafani, hanya tinggal wajah nya saja yang sengaja belum di tutup..


"Nek.. Hiks..hiks.." karin memeluk jasad itu dengan air mata yang tidak berhenti mengalir. Berbeda dengan kematian kakek, saat itu karin menahan tangisan nya karena takut nenek nya akan sedih. Tapi sekarang, nenek nya yang pergi. Pergi di usianya yang sudah menginjak 87 tahun.


Nenek akan di kebumikan malam ini juga, sebab nenek berpesan jika karin sudah datang, dia ingin langsung di makamkan saat itu juga. Tidak ada yang nenek tunggu selain cucu kesayangan nya. Meskipun karin sibuk dengan dunia nya, tapi karin tidak pernah lupa untuk pulang. Walaupun tidak menginap, tapi seminggu 2 kali karin selalu menyempatkan untuk datang ke rumah nenek nya.


Pemakaman nenek pun berjalan lancar. Tidak ada halangan apapun .Dan semua yang ikut membantu pemakaman sudah pulang ke rumah masing masing. Termasuk karin yang kini berada di dalam kamar sang nenek. Sementara keluarga yang lain ada yang mengaji di ruang tamu dan ada juga yang berjaga di halaman depan rumah nenek nya tersebut.


Drttzz


Deg!!


Karin menatap datar sebuah foto yang di kirimkan oleh nomor tanpa nama.


"Aku melepasmu, mas!! Kembalilah pada wanita di masa lalu mu itu. Asal kamu bahagia, aku akan baik baik saja..!!" gumam karin dalam hati nya ketika melihat sebuah foto. Foto yang menampilkan suami nya sedang menggenggam tangan seorang wanita yang terbaring lemah di rumah sakit.


Tanpa mau tahu siapa pengirim pesan itu, karin pun meletakkan ponsel nya di atas nakas. Karin memejamkan matanya, tapi air mata terus mengalir di sudut mata nya. Karin terus menangis sendirian..


*Keesokan pagi nya..


"Mama..." pekik kenan saat mobil oma dan opa nya sudah tiba di depan rumah Embah nya (nenek Buyut)..


Karin merentangkan tangan nya, dan kenan pun langsung berlari memeluk mama nya..


semalam ibu dan ayah sudah memberi kabar mereka tidak bisa berangkat malam, sebab kasihan pada kenan dan waktu juga yang sudah sangat larut.

__ADS_1


"Rin, maaf ayah dan ibu baru datang. Kamu nggak apa apa kan, sayang ??" ibu langsung memeluk karin dengan erat. Sebenarnya melihat wajah karin saja ibu bisa tahu karin sedang tidak baik baik saja.


Kedua mata karin begitu sembab. Dalam semalam saja sudah terlihat wajah nya begitu lelah dan penuh dengan kesedihan.


"Ayo ibu, ayah. silahkan masuk.." karin mengajak kedua mertua nya itu untuk masuk ke dalam rumah. Sementara kenan sudah di ajak main oleh saudara saudara dari nenek karin yang usia nya sama dengan anak itu.


"Suami mu mana, nak ??" tanya ibu. Sampai tadi pagi ibu mencoba mengubungi raga, tapi ponsel anak nya itu tidak juga aktif. Entah dimana dia sekarang, tidak tahu apa istri nya sangat membutuhkan diri nya saat ini.


Karin tersenyum getir.. "Mas raga sedang ada urusan di luar negeri bu.." jawab karin. Wanita itu memang tahu saat ini raga sedang ada di luar negeri dari foto yang di kirimkan pada nya semalam. Ada bendera negara singapura di hospital bed rumah sakit tersebut.


"Astaga!! Urusan apa sampai dia meninggalkan anak istri nya begini.." ibu benar benar jengkel. Bukankah kemarin raga baru berbaikan dengan istri nya. Kenapa sekarang dia malah melakukan perjalanan bisnis.


Karin tidak bisa menjawab lagi. Dia tidak mau ibu dan ayah sampai tahu apa yang raga lakukan di luar sana. Biarkanlah nanti raga sendiri yang mengatakan nya pada kedua orang tua nya itu.


💮


🍀2 hari kemudian..


Karin masih berada di rumah neneknya bersama kenan, sang putra. Sementara ayah dan ibu sudah pulang tadi pagi. Dan sampai saat ini raga belum juga menunjukkan batang hidung nya. Saudara saudara karin pun sampai bertanya tanya kemana suami karin. Sejak hari meninggal nya nenek sampai saat ini sekalipun raga tidak datang.


Karena malas menjawab, karin pun akhirnya hany mengurung diri di dalam kamar. Dia tidak mau berkumpul kumpul bahkan dengan saudara nya sendiri.


"Ma, ken bosan. Ken mau pulang.." rengek kenan. Ya, selama 2 hari di sana kenan memang sudah sangat bosan sekali. Sebab kenan di tinggal sendirian, saudara nya yang lain sudah kembali masuk ke sekolah.


"Kamu mau pulang ??" tanya karina dengan lembut


"Iya ma. Kenan mau sekolah!!"


Karin pun meminta supir pribadi nya yang ada di rumah untuk datang menjemput kenan.


"Kamu hati hati ya sayang.." Karin mencium kening putra nya yang sudah duduk di kursi belakang mobil mewah pemberian suami nya.


"Kabarin mama ya sayang kalau sudah sampai.."


Setelah itu mobil yang di naiki kenan pun pergi meninggalkan rumah nenek karin..

__ADS_1


__ADS_2